
Jam menunjukkan pukul 7 malam, malam yang begitu cerah, rembulan yang begitu bersinar kini Kevin, Valin, Kenan dan Ralin mereka berempat ternyata tidak sengaja bertemu disebuah taman yang mereka datangi.
Melihat Kenan dan Valin yang sedang duduk berduaan dikursi taman, Kevin tersenyum.
"Dasar tumben sekali mereka pacaran ditaman." Batin Kevin dalam hatinya.
Kevin paham sekali seperti apa sih Ralin itu, Ralinsyah itu biasanya kalau jalan sama Kenan pasti ke mall. Biasa minta ditemenin belanja sama Kenan dan malam ini tumben banget Ralin mau-maunya diajak berduaan di taman dekat danau.
Kevin terus senyam-senyum tidak jelas, membuat Valin menatapnya dengan tatapan bingung.
"Sebenarnya siapa sih yang Tuan Kevin lihat?" Batin Valin dalam hatinya.
"Apa sudah cukup tersenyumnya? Nanti orang akan mengira kalau anda itu sudah tidak waras," Valin menyadarkan Kevin dari senyuman tidak jelasnya.
"Jaga ucapanmu! Dasar gadis lemot," Cetus Kevin dengan tatapan kesal.
"Ikut denganku!" Kevin menarik tangan Valin.
Valin hanya diam dan hanya mengikuti langkah kaki Kevin. Kevin memberhentikan langkah kakinya membuat Valin menabrak tubuh tinggi tegaknya.
"Auh..." rintih Valin.
"Makanya kalau jalan itu pakai mata!" Omel Kevin.
"Mana ada jalan pakai mata? Yang ada jalan itu pakai kaki tuan," Valin membenarkan kata-kata Kevin. Membuat Kevin semakin kesal.
Kenan dan Ralin yang merasa tidak asing dengan suara yang di dengarnya. Keduanya sama-sama menoleh ke sumber suara.
"Kak Valin, Kak Kevin sedang apa kalian disini?" Tanya Ralin dengan tatapan terkejut.
"Sedang mengawasi kalian berpacaran," jawab Kevin yang langsung ditatap kesal oleh Ralinsyah.
"Dasar kalian ini, kalian juga sedang pacaran kan disini," jawab Valin dengan kesal.
"Gadis cantik itu siapa calon istri?" Tanya Kenan sambil melihat Valin yang berdiri di samping Kevin.
Kevin menatap Kenan dengan tatapan kesal.
"Jaga matamu Ken!" bentak Kevin yang membuat Kenan cengar-cengir.
"Dasar cantikan juga Ralinsyah." Batin Kenan dalam hatinya.
"Dia Kak Valin kekasihnya Kak Kevin," jelas Ralinsyah dengan nada lembut.
"Hati-hati nanti dibawa ke semak-semak sama Kevin," cetus Kenan yang langsung ditatap Kevin dengan tatapan garang.
"Dasar Kenan kurang ajar." Batin Kevin dalam hatinya.
Akhirnya mereka menghentikan perdebatan mereka dan malam ini mereka malah pergi kencan ganda.
Mereka duduk dipinggiran danau sambil menikmati jagung bakar, candaan, perdebatan membuat kencan ganda mereka malam ini begitu romantis.
"Kalian sudah resmi pacaran atau bagaimana?" Tanya Kevin ingin tahu.
__ADS_1
"Sudah resmi, aku sudah menembak Ralin," jawab Kenan sambil senyum-senyum.
"Ditembak, tapi kok Ralin masih hidup." canda Kevin yang lagi-lagi membuat Ralin menatapnya dengan kesal.
"Dasar Kak Kevin, bisa-bisanya mau romantis-romantisan sama calon suamiku ini malah ke datangan nyamuk penganggu." Hati Ralin ngedumel.
Malam semakin larut, akhir Kevin pulang mengantarkan Valin, Kenan juga langsung mengajak Ralin untuk pulang.
Dirumah David dan Niah.
Jam menunjukkan pukul 9 malam, Niah sudah rapi dengan setelan baju tidurnya. kini dirinya sudah berbaring di atas tempat tidur.
Sedangkan David masih sibuk di dapur dengan urusannya. Ntah apa yang David lakukan di dapur sampai lama sekali.
"Kemana dia dari tadi lama sekali," Niah berbicara pada dirinya sendiri.
"Sayang...." tiba-tiba David datang dengan membawa dua gelas minuman. Ntah minuman apa yang David bawa.
"Minumlah!" pinta David dengan tatapan mesumnya.
"Minum Niah biar kita bisa main beronde-ronde malam ini." Batin David dalam hatinya.
"Ini minuman apa?" Niah membenarkan posisi tidurnya menjadi duduk.
"Ini hanya vitamin," Jawab David yang tentunya tidak mau memberitahukan yang sesungguhnya kalau yang Niah minum itu, minuman agar tahan lama.
Niah menganggukan kepalanya, karena dirinya juga haus dan kelihatannya minum itu sepertinya sangat segar, akhirnya Niah meminumnya sampai habis satu gelas, David juga langsung meminumnya.
Setelah selesai meminumnya David menaruh gelas-gelas tersebut diatas nakas dekat tempat tidurnya.
"Jangan buat mainan geli suamiku!" pinta Niah.
David membenarkan posisi duduknya, lalu menaruh Niah tepat dipangkuannya. Dengan begitu jail David megesek-gesekkan benda tumpul miliknya di b*kong Niah.
Tangan David sibuk dengan dua gunung kembar Niah, wajah tampan David sudah di benamkan di leher jenjang Niah.
Sesekali David menciumi leher Niah, dan beberapa kali menghisapnya. Membuat Niah merintih keenakan.
"Emmmhh..." rintih Niah yang merasakan permainan sang suami.
"Sayang milikku sudah tegang," bisik David ditelinga Niah.
"Aish baru mulai pemanasan sudah langsung tegang seperti ini," Batin David merasa kesal.
David percaya pasti ini gara-gara minuman yang dirinya minum tadi.
David memindahkan Niah dari pangkuannya lalu dengan cepat membaringkan tubuh Niah. Membuat Niah menatapnya dengan tatapan bingung.
"Kamu mau apa?" Tanya Niah.
"Aku sudah tidak tahan sayang," David melebarkan sl*kangan Niah, lalu melepaskan CD Niah dan membuangnya kesembarang tempat.
David langsung melepaskan celananya dengan cepat, membuat Niah melihat adik kecil David yang sudah sangat tegang.
__ADS_1
David memegang miliknya lalu mengarahkan miliknya ke milik Niah.
Pelan-pelan David menggesek-gesekkan miliknya ke milik Niah. Niah mulai kelimpungan karena ulah suaminya.
Setelah menggesekkan miliknya David berusaha memasukkan miliknya kedalam milik Niah.
Jlebbbbb......
"Ahhh......." desah Niah dengan manja.
David membiarkan miliknya agar tenang di dalam gua Niah. Setelah beberapa lama David mulai menggoyangkan pinggulnya membuat Niah terus mengerang penuh kenikmatan.
"Emmhh aahcckk." desahan dan erangan keluar dari mulut keduanya.
David terus menggoyangkan pinggulnya hingga keduanya sama-sama mencapai puncaknya, malam ini David mengeluarkan cairan hangatnya dalam rahim Niah.
"Ahhh ahhhcchhh enak sekali." David mencabut miliknya dari dalam milik Niah.
David membaringkan tubuhnya disamping Niah, lalu tangannya masuk ke dalam baju Niah.
"Sayang malam ini kita akan main beronde-ronde, jadi kamu harus kuat ya!" David menghujani wajah Niah dengan banyak ciuman.
Niah hanya menganggukkan kepalanya.
"Ntahlah malam ini rasanya beda dari malam biasanya, biasanya sekali main aku sudah tepar ini suami minta lagi aku malah senang." Batin Niah dalam hatinya.
2 jam telah berlalu milik David kembali berdiri tegang, lagi-lagi tanpa aba-aba David langsung memasukkan miliknya kedalam milik Niah, tapi Niah tidak marah Niah malah menikmati permainan sang suami dengan penuh kenikmatan.
"Ahh sayang kamu malam ini sungguh kuat." Niah terus mengeluarkan desahan penuh kenikmatan.
"Kamu juga sayang, malam ini kamu lebih bergairah," David terus menggoyangkan pinggulnya.
Ketika keduanya sama-sama kembali mencapai puncaknya, David kembali mengeluarkan cairan hangatnya didalam rahim Niah.
"Aku yakin malam ini adonanku jadi," Batin David sambil mencabut miliknya dari dalam milik Niah.
Malam ini David dan Niah bermain sampai beronde-ronde gara-gara resep dari Kakek Revan.
Setelah 5 kali bertempur milik David kembali tegang, tapi Niah menggelengkan kepalanya karena sudah kuat meladeni permainan Suaminya malam ini yang begitu hebat.
"Sayang, ini masih mau," David memegang adik kecilnya.
"Kamu lanjutkan sendiri ya suamiku, aku sudah kuat," pinta Niah yang sudah terkulai lemas.
David menatap wajah lelah Niah, David tahu pasti istrinya sudah sangat lemas apalagi dirinya sudah mengajak istrinya bermain beronde-ronde.
"Baiklah sayang aku seleseikan sendiri," jawab David yang langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi.
"Mudah-mudahan usahaku malam ini berhasil membuat Niah hamil." Batin David dalam hatinya.
Akhirnya David kembali melanjutkan aksinya di dalam kamar mandi, ntah apa yang David sedang lakukan bersama adik kecilnya.
Hanya David yang tahu.
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊