
Setelah selesai makannya rama dan ana pun langsung pulang menuju kerumahnya.
Dimobil.
"Sayang, malam ini kamu ikut aku ngadirin acara kantor ya" ajak rama pada ana.
"Acara kantor, jam berapa sayang?" tanya ana pada rama.
"Jam 7 malam sayang" jawab rama sambil menyetir mobilnya.
Ana pun mengangguk mengerti dengan ucapan suaminya, ana merasa lelah akhirnya ana menyandarkan kepalanya dikursi mobil rama dan memejamkan matanya hingga tertidur dengan begitu nyeyak.
Dirumah sakit.
Rian dan silvia pun tersenyum bahagia dengan keadaan saat ini, takdir yang mempertemukan mereka kembali.
"Via, kamu sudah makan siang?" tanya rian.
"Aku sudah makan, tapi belum selesai" jawab via dengan jujur, karena tadi pas rian datang silvia memang sedang makan.
__ADS_1
"Apa yang kamu makan?" tanya rian penasaran, silvia pun bangun dari duduknya dan mengambil makanan yang ada dimeja kerjanya.
Setelah mengambil makanan tersebut silvia pun langsung menuju tempat rian duduk lagi.
"Aku makan ini, ini aku memasaknya sendiri tadi pagi. apa kamu mau mencobanya?" ucap silvia panjang lebar pada rian.
"Apakah boleh? tapi tunggu via ada yang lupa tadi" ucap rian tiba-tiba, membuat silvia bingung dengan ucapan rama.
"Apa yang lupa?" tanya silvia memastikan.
"Aku lupa menyatakan cintakku kepadamu untuk kedua kalinya" ucap rian, sambil menarik silvia untuk duduk disampingnya.
Silvia pun tertawa mendengar ucapan rian dan mencubit hidung rian dengan begitu manja.
Rian pun mengangguk mengerti dan langsung memegang kedua tangan silvia dengan kedua tangannya.
"Silvia, aku mencintaimu, aku menyayangimu dan aku mau kamu jadi pacarku lagi" ucap rian dengan nada serius.
Silvia pun tersenyum, karena menurut silvia kali ini rian benar-benar seperti anak 17 tahunan, yang sedang menyatakan cintanya.
"Rian, apa ini artinya kita jadian kedua kalinya?" tanya silvia memastikan.
"Apakah kali ini, kamu tidak mau menerimaku silvia?" tanya rian memastikan.
__ADS_1
Silvia pun melepaskan tangannya dari rian, membuat rian bingung namun kebingungan rian langsung terjawab ketika tangan silvia memegang kedua pipi rian dengan kedua tangannya.
"Rian, dari dulu sampai sekarang aku masih sama masih sangat mencintaimu dan kali ini aku menolak jadi pacar kamu" ucap silvia dengan nada merajuk.
Rian pun kaget dengan jawaban silvia.
"Via, bukankah kamu masih mencintaiku perasaanmu masih sama seperti dulu lalu mengapa kamu menolakku?" tanya rian dengan panjang lebar.
"Rian, dengarkan aku dulu ucapanku belum selesai aku memang menolak untuk menjadi pacar kamu, karena aku ingin hubungan kita lebih serius aku ingin kamu menikahiku rian" ucap silvia, dengan mata berkaca-kaca.
Rian pun reflek dan langsung memeluk silvia dengan penuh bahagia, karena merasa sangat senang mendengar jawaban silvia.
"Via, jika itu mau kamu maka ayo kita segera menikah" ucap rian penuh semangat.
Rian adalah anak muda yang rajin dan pandai, bahkan bisnisnya pun semuanya berjalan dengan lancar dan untuk urusan pernikahan tidak usah khawatir karena rian sudah menyiapkan semuanya, apalagi dengan usahanya yang ada beberapa itu membuat rian mempunyai uang banyak dan masuk dalam deretan 10 besar anak muda terkaya seperti sahabatnya rama.
"Terimakasih rian, tapi apakah kamu yakin untuk menikahiku?" tanya via pada rian.
"Aku yakin, dan dihatiku sudah tidak ada keraguan lagi atau aku akan kehilangan kamu untuk kedua kalinya, maka aku akan menyesal untuk seumur hidupku via" ucap rian dengan jujur, karena memang dirinya sangat mencintai silvia selama ini.
Selamat malam semuanya, terimakasih buat para pembaca setia intinya tanpa kalian semua author itu bukan apa-apa 😘🙏
pokoknya jangan lupa mampir juga ke karya author yang lainnya ya semuanya, terus dukung author ya 🙏🙏🙏
__ADS_1