
Keesokan harinya, Ana sudah berada dihalaman rumah untuk menjemur Niah biar terkena sinar matahari pagi.
Rama baru saja selesai mandi, setelah selesai berganti pakaian Rama langsung turun menuju kehalaman rumah untuk menyusul Ana.
Rama menghampiri Ana yang sedang duduk di bangku taman sambil memangku Niah.
"Sayang, apa masih lama?" tanya Rama.
Ana melihat kearah Rama.
"Kamu sudah bangun." tanya Ana.
"Sudah, Kamu tidak membangunkanku tadi." kata Rama sambil mencium pipi Niah.
"Ini hari Sabtu, jadi Aku membiarkanmu tidur lebih lama dari hari biasanya." jawab Ana sambil mengusap rambut Rama.
Via dan Rian baru saja pulang habis jalan-jalan pagi, melihat Ana dan Rama sedang duduk dihalaman sambil menjemur Niah akhirnya mereka berdua menghampiri Ana dan Rama.
"Kalian darimana?" tanya Rama sambil melihat kearah Rian.
"Jalan-jalan pagi sambil pacaran." jawab Rian.
"Haha mumpung belum ada ekornya, pacaran dipuas-puasin ya." kata Rama yang diiringi dengan tawanya.
"Iyalah, nanti kalau udah ada Baby boro-boro pacaran, tidur pingin ngapa-ngapain sama Istri saja takut Anaknya bangun." sahut Rian, yang kini sudah duduk sambil menselonjorkan kakinya.
Rama melihat kearah Rian, sambil tersenyum.
"Kamu benar Ian, Aku saja sedang menjalankan puasa padahal mah udah pingin banget Aku bikinin dedek buat Niah." kata Rama yang diiringi dengan tawanya.
Ana dan Via saling menatap dengan wajah kesal pada suami-suami mereka berdua.
"Dasar Suami mesum." protes Via.
"Satu aja begadang tiap malam, mereka enak bikin doang." timpal Ana.
Kini Rama dan Rian saling tos penuh kemenangan.
"Rehan kemana?" tanya Rian.
"Masih tidur, Ayu juga belum bangun." jawab Rama.
Ana dan Via saling menatap, lalu tersenyum secara bersamaan.
"Waah kayanya Ayu benaran minta jatah lebih Dia, Na." kata Via sambil menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya Vi, mungkin Dia kelelahan dan akhirnya sampai jam segini belum bangun." jawab Ana.
"Tante Diana sama Om Revan, Kemana?" tanya Via.
"Lagi ada acara arisan, Papi tadi pagi ngaterin Mami." jawab Ana.
Papi Revan dan Mami Diana pergi dari tadi pagi sekali, karena ada acara arisan dengan teman-temannya yang harus dihadiri.
"Mereka tidak berpamitan denganku sayang." tanya Rama pada Ana.
"Kamu masih tidur sayangku." jawab Ana.
__ADS_1
Setelah menjemur Niah beberapa menit, Ana pamit masuk untuk memandikan Niah.
"Kalian ngobrollah, Aku masuk dulu mau mandiin Putri cantikku." pamit Ana.
"Na, Aku ikut denganmu ya." pinta Via.
"Boleh ayo Vi, paling mereka juga mau berbagi cerita mesum mereka." kata Ana sambil melihat Rama dan Rian.
Rama dan Rian kembali tos penuh kemenangan sambil melihat istri-istri mereka.
"Sekarang Istri-istri Kita sudah semakin pandai ya Ram." puji Rian untuk Via dan Ana.
"Haha iya Ian, mereka sudah semakin pandai sekarang." sahut Rama yang diiringi lirikan jailnya pada Ana.
Akhirnya Ana dan Via langsung masuk kedalam rumah, karena tidak mau mendengarkan obrolan mesum suami mereka berdua.
Kini Ana mulai memandikan Niah, setelah selesai Ana langsung mendadani Niah dengan begitu cantik.
"Kamu pintar sekali dalam mengurus Anak." puji Via untuk Ana.
"Iya Aku banyak belajar dari internet Vi, sedikit-dikit ya Aku jadi bisa." jawab Ana.
"Oh iya Na, kenapa tidak memakai baby sitter saja?" tanya Via.
Niah sudah selesai didandani oleh Ana, kini Via langsung menggendong Niah.
"Tidak Vi, Rama menawarkan untuk memakai Baby sitter tapi Aku menolaknya, karena kan Anak baru satu juga udah gitukan Aku kerjaan cuma dirumah saja Vi." Ana menjelaskan pada Via.
Rehan dan Ayu baru saja keluar dari kamar, kini rambut Ayu masih basah karena habis keramasan.
"Ciee... yang habis dapat jatah lebih dari Suami." ledek Via pada Ayu.
"Biar cepat jadi adonan Kita Vi, jadi minta dilebihin." jawab Ayu yang diiringi dengan tawanya.
"Pakai jamu kuat Han, biar lebih lama." saran dari Via.
Rehan melihat kearah Via, lalu menjawab saran dari Via.
"Tidak Kak, takut Ayu tepar diranjang." jawab Rehan yang diiringi tawa jailnya.
"Semalam minta jatah lebih saja, baru dua kali tancap Ayu udah tidak mau lagi." gumam Rehan.
Ayu mencubit lengan tangan Rehan, karena kesal Rehan bicara seperti itu.
"Aauh sakit sayang." rintih Rehan.
Ayu melepaskan cubitannya.
"Kakak Ipar, Kak Rama mana?" tanya Rehan.
"Ada dihalaman depan bersama Kak Rian." jawab Ana.
Rehan langsung menuju kehalaman depan, untuk menemui Rama dan Rian. sedangkan Ayu sudah bergabung dengan Ana dan Via.
"Vi, gantian dong Aku yang gendong Niah." pinta Ayu.
Via memberikan Niah pada Ayu, kini Niah sudah berada digendongan Ayu.
__ADS_1
"Sudah cocok Yu." kata Ana.
"Ahh jadi pingin buru-buru hamil." sahut Ayu.
"Semangat Yu, suruh Rehan kerja keras tiap malam." Via memberikan semangat pada Ayu.
"Siap Vi, nanti Aku bilang sama Rehan." jawab Ayu.
Kini mereka bertiga sedang bercanda dengan Niah.
Dihalaman depan, Rehan langsung menghampiri Rama dan Rian yang sedang duduk dikursi taman.
"Wihh baru keluar, berapa ronde jam segini baru bangun?" tanya Rian yang melihat Rehan berjalan kearah mereka duduk.
"Baru dua ronde kak." jawab Rehan.
"Gaspol ya Han, yang lain sudah pada jadi punya Kamu doang yang belum jadi." ledek Rian yang diiringi dengan tawanya.
"Punya Rehan loyo sih, jadi tidak jadi-jadi." sahut Rama yang juga diiringi dengan tawanya.
Rehan menatap kearah Rian dan Rama dengan tatapan begitu kesal.
"Dasar kalian bukannya dibantuin, ini malah diledekin terus." omel Rehan pada Rama dan Rian.
Kini Rama dan Rian saling tertawa secara bersamaan.
"Aduh Han, masa iya kita harus membantumu membuat adonan yang benar saja." kata Rian sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya sih bocah ingusan ada-ada saja, dimana-mana membuat adonan ya hanya suami istri saja Han." timpal Rama dengan raut wajah kesal.
"Kalian saja yang bodoh, lagian Aku kan minta bantuin doa kalian saja yang pikirannya ngeres." Rehan kembali mengomeli Rama dan Rian.
Diantara yang lain hanya Ayu yang belum hamil, jadi Rehan sering sekali jadi bahan olok-olokan para sahabatnya, namun Rehan tidak marah karena menurut Rehan itu hal yang sering terjadi dalam persahabatan.
"Aku bantuin doa Han pasti, tapi Kamu juga harus tingkatkan kerja kerasmu." kata Rian sambil menepuk pundak Rehan.
"Nanti kalau sudah waktunya, Ayu juga akan hamil Han." sahut Rama dengan nada serius.
Waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi, ternyata Rian sudah hampir satu jam lebih dirumah Rama.
"Sudah jam 9, Aku pulang dulu ya." pamit Rian.
"Vi...Via kita pulang ayo sayang." teriak Rian dari halaman rumah Rama.
Via yang mendengar suara Suaminya, akhirnya langsung keluar dari rumah Rama.
"Suamiku sudah memanggil, Aku pamit pulang dulu ya." pamit Via pada Ana dan Ayu.
"Iya Vi, kamu hati-hati ya." jawab Ana dan Ayu.
Via langsung pergi menuju halaman depan, lalu menghampiri Suaminya, terus Via langsung menarik tangan Suaminya yang masih duduk disamping.
"Ayo katanya pulang." kata Via.
Rian bangun dari tempat duduknya, lalu mengikuti langkah kaki Istrinya menuju Kerumah mereka.
Sedangkan Rehan dan Rama masuk kedalam rumah, menemui Istri-istri mereka.
__ADS_1
Bersambung 🙏