Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
386.Dia mantan suamiku S2.


__ADS_3

Sesampainya dikantor, Niah duduk di sofa sedangkan David sibuk di meja kerjanya.


"Aku mengantuk sekali, lagian suamiku tumben-tumbenan mengajakku pergi ke kantor." Batin Niah, ia menguap lalu membaringkan tubuhnya diatas atas.


David yang masih sibuk dengan pekerjaannya, sesekali melirik sang istri yang sedang duduk di sofa.


"Dasar, disuruh nemenin suami kerja ini malah tidur." David mengalihkan pandangannya dan kembali fokus dengan laptopnya.


"Tok... tok..." suara ketukan pintu.


"Masuklah!" Sahut David yang masih terus fokus dengan laptopnya.


Ia mengalihkan pandangannya dan melihat ternyata Randi yang datang ke ruangannya.


"Ada apa Ran?" Tanya David.


"Tuan, ada Nona Shely sedang menunggu tuan di lobby bawa." Jawab Randi, ia agak sedikit takut tapi ia memberanikan diri.


David menutup mulutnya dengan satu jari telunjuknya, ia seolah-olah memberi isyarat pada Randi dan Randi paham akan maksud bosnya itu.


Randi mengikuti arah mata David kearah sofa, ia merasa terkejut di sofa ia melihat istri dari bosnya sedang berbaring tidur di sofa.


"Saya permisi, taun!" Randi, pergi dari ruangan David.


Sedangkan David memasang wajah kesalnya, ia kesal karena sang mantan tiba-tiba datang ke kantornya.


"Ada apa, dia datang lagi ke kantorku?" Kesal David dalam hatinya.


David meninggalkan meja kerjanya, ia bergegas menuju ke lobby untuk menemui Shely.


"Niah, jangan bangun dulu ya sayang!" Hati David berbicara.


David berjalan keluar ruangannya untuk menemui Shely.


.


.


Sesampainya di lobby, Shely langsung menatap David dengan tatapan genit.


David memberikan isyarat pada semua pegawai yang di lobby untuk meninggalkan lobby, dan sekarang hanya ada David dan Shely di lobby itu.


"Akhirnya, dia datang!" Shely berjalan menuju ke David, ia hendak melelulluknya tapi David langsung menolaknya.


"Berdirilah satu langkah dariku! Dan ingat jangan pernah menyentuhku lagi, jagalah sikapmu!" Tegas David, dan ia berdiri satu langkah dari Shely.


Shely melirik-lirikan matanya, ia menatap David dengan tatapan kesal.


"Dasar mantan Sombong!" Gumam Shely dalam hatinya.


"Katakan padaku! Ada apa kamu datang ke kantorku?" Tanya David tanpa basa-basi, ia menatap Shely dengan tatapan begitu tegas.


"Tentu saja, aku kesini untuk menemui mantan kekasihku tercinta," Jawab Shely, ia memasang wajah menggoda. Berharap David akan kembali tergoda lagi pada dirinya.

__ADS_1


.


.


Diruangan kerja David.


Niah bangun dari tidurnya, karena ia merasa haus dan tenggorokannya terasa kering.


"Aku haus sekali." Lirih Niah.


Ia melihat ke meja kerja suaminya, dan suaminya tidak ada di meja kerjanya.


"Suamiku, kamu kemana?" Niah beranjak dari sofa, ia berjalan menuju ke kamar mandi dan melihat di dalam kamar mandi ternyata suaminya tidak ada.


"David, kemana?" Batinnya dalam hati.


Niah keluar dari ruangan kerja suaminya, dan ia melihat Randi.


"Tunggu! Sekretaris Randi, apa kamu melihat suamiku?" Tanya Niah dengan nada lembut.


Randi tersenyum, tentu saja dia punya ide licik untuk membuat Shely tidak menganggu bosnya lagi.


"Tuan David, maafkan aku!" Batin Randi dalam hatinya.


"Tuan David, ada di lobby nyonya." Jawab Randi dengan sopan.


Niah menganggukan kepalanya, lalu ia berjalan menuju ke lobby sambil mengelus-elus perut yang sudah terlihat besar.


Ada beberapa pegawai mereka memperhatikan Niah yang sedang jalan.


"Iya dia cantik sekali."


"Tunggu bukankah, tadi di lobby Tuan David sedang menemui mantan kekasihnya."


"Iya aku juga lihat, dasar mantan kekasih tidak tahu malu. Jelas-jelas Tuan David sudah menikah, masih saja ganjen."


"Sudah, biarkan saja! Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita!"


Niah terus berjalan menuju ke lobby, Niah juga tersenyum pada setiap pegawai yang tersenyum pada dirinya. Iya Niah itu orang yang sangat ramah.


Sesampainya di lobby, mata Niah terpaku dengan sorot mata tajam.


"Sepertinya, aku pernah melihat wanita itu. Iya aku ingat diakan wanita yang waktu itu berdiri di depan pagar rumah. Dia adalah mantan suamiku, sungguh David aku tidur sebentar dan kamu sudah berani menemui mantan kekasihmu." Hati Niah marah, rasanya ingin sekali menjambak rambut panjang wanita itu.


Niah hanya diam, tapi matanya tidak lepas dari pandangan suaminya dan mantan kekasihnya itu.


"Awas saja, jika kamu berani menyentuh suamiku. Aku akan murka," Hati Niah terus menggebu-gebu.


Shely mendekatkan dirinya ke tempat David berdiri, ia hendak menyentuh dagu milik David tapi Niah langsung mencegahnya.


"Jangan, sentuh suamiku!!!" Teriak Niah, dengan tatapan garang.


David menoleh ke sumber suara, Niah langsung berjalan menuju ke suaminya berdiri ia memegang tangan Shely yang tadi hendak memegang dagu suaminya.

__ADS_1


"Lepaskan tanganku!" Pinta Shely, ia menatap kesal Niah.


"Jaga tanganmu! Atau aku akan mematahkannya, dan ingat jangan pernah mengganggu suamiku lagi!!" Niah mengibaskan tangan Shely dengan kasar.


"Sudah sayang, ayo kita kembali ke ruanganku!" Ajak David, ia memegang tangan Niah, tapi Niah juga mengibaskan tangan David dengan kasar.


"Jangan menyentuhku!" Bentak Niah pada suaminya.


Niah berpikir kalau suaminya itu, pasti masih ada perasaan apa-apa pada mantan kekasihnya itu jadi ia marah pada suaminya.


"Bisa-bisanya kamu menemui mantan kekasihmu dibelakangku," Niah geleng-geleng kepala, ia tidak percaya karena suaminya tega melakukan ini pada dirinya.


"Iya karena suamimu itu, masih mencintaiku." Cetus Shely dengan bangga.


"Dasar, wanita j*lang pergi kamu dari hadapanku!" Sentak Niah dengan lantang.


"Satpam, tolong bawa wanita ini keluar dari lobby dan jangan biarkan dia masuk kembali!" Teriak David, dan dua satpam datang mereka langsung menyeret Shely dengan paksa agar keluar dari lobby.


"Lepaskan aku!" Shely meronta-ronta, tapi kedua satpam itu tidak memperdulikannya.


David kembali ingin memegang tangan Niah, tapi Niah kembali menepis tangan suaminya.


"Apa ini alasannya, kamu mengajakku ke kantormu? Jadi seperti itu diam-diam di belakangku, kamu masih bertemu dengan mantan kekasihmu." Niah geleng-geleng kepala, sungguh ia tidak percaya. Air matanya juga sudah pecah membasahi pipinya.


Ia pergi meninggalkan David begitu saja, hatinya hari ini kacau gara-gara melihat suaminya menemui mantan kekasihnya.


"David, kamu tega denganku, aku sedang hamil anakmu dan kamu malah menemui mantan kekasihmu." Hati Niah masih menggebu-gebu, saat ini dirinya masih merasa kesal.


David berdecak kesal, ia kesal karena istrinya marah pada dirinya.


"Sayang, kamu hanya salah paham aku tidak seperti apa yang kamu kira. Aku tidak berniat menemui mantan kekasihku," Batin David dalam hatinya.


David mengejar istrinya menuju ke ruangan kerjanya.


"Aku harus jelaskan pada istriku," Gumam David.


Sesampainya diruangan kerjanya, ia melihat istrinya sudah menenteng tas miliknya ia berniat untuk pulang.


Kini David sudah berdiri dibelakang pintu, lalu ia mengunci pintu ruangannya agar tidak ada orang masuk.


"Awas, aku mau pulang!" Kata Niah, ia hanya menundukkan kepalanya karena enggan menatap wajah tampan suaminya.


David mendekatkan dirinya, ia memeluk Niah dengan paksa. Membuat istrinya meronta-ronta meminta dilepaskan tapi David malah mempererat pelukannya.


"Lepasankan aku!" Lirih Niah, ia menangis dipelukan suaminya.


"Istriku, aku bisa jelaskan." Kata David disela-sela pelukannya.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊


Mampir yuk, ke karya-karya baru Author 😘

__ADS_1




__ADS_2