Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
192. Sebuah permintaan


__ADS_3

Setelah Kevin dan Siska pulang, Rama dan Ana langsung masuk kedalam kamar mereka itu istirahat karena sudah malam, sebelum tidur seperti biasa mereka mengobrol bahkan sampai bercanda ria.


"Anak papa, nanti kalau kamu sudah lahir ke dunia ini!! ini kita bermain bersama ya nak!!" ucap Rama yang seolah-olah mengajak ngobrol anaknya yang masih ada diperut istrinya.


Sambil mengelus perut istrinya yang sudah mulai membesar, Rama tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu cantik.


"Sayang, terimakasih sudah mau mengandung anakku" ucap Rama, sambil mencium lembut perut istrinya.


"Sama-sama sayangku!!" jawab Ana, sambil membelai rambut Rama dengan lembut.


Ana terdiam sesaat.


"Sayang, boleh aku meminta sebuah permintaan?" tanya Ana pelan.


"Katakan sayang!! apa yang kamu minta?" tanya Rama dengan lembut.


"Apa kamu masih lancar memberikan donasi untuk yayasan ditempat bu Yani?" tanya Ana tiba-tiba.


"Masih sayang, setiap bulan Bagas mengurus semuanya!! lagian aku juga memang donasi tetap di yayasan Bu Yani sayang!!" jawab Rama dengan jujur.


"Lalu apa permintaanmu sayang?" tanya Rama memastikan.


"Aku minta nanti acara 7 bulanan aku


kita adakan acara syukuran diyayasan bu Yani sayang!! aku mau anak kita belajar berbagi dari dia masih ada dalam perut sayang!! sebagai orangtua aku ingin mengajari anakku dengan hal-hal baik sayang" ucap Ana, dengan begitu lembut dan penuh pengertian untuk suaminya.


Rama memindahkan posisinya dan sekarang Rama sudah berada disamping Ana.


"Sayang, kamu benar mari kita buat acaranya dipanti ya sayang!!" jawab Rama, sambil menarik Ana ke dalam pelukannya.


"Terimakasih sayang" jawab Ana dengan bahagia.


Ana mulai terdiam dan sudah mulai memejamkan matanya sedangkan Rama masih terjaga.


"Ana teruslah bahagia disisiku!! karena aku hanya akan memberikan kebahagiaan dihidupmu untuk saat ini dan seterusnya!!" Ucap Rama, sambil mencium kening Ana.


Rama mulai memejamkan matanya dan tertidur sambil memeluk istrinya dengan hangat.


Dirumah Kevin.


Akhirnya aku akan melepas masa lajangku dan aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai. Guman Kevin, yang sudah membaringkan tubuhnya diatas kasur.


Kevin mulai tertidur dengan perasaan yang begitu bahagia malam ini.


Dirumah Siska


"Sis, sini nak ibu mau bicara!!" panggil ibu Rani, yang sedang duduk diruang keluarga.

__ADS_1


"Iya Bu, kenapa?" tanya Siska, yang langsung menghampiri ibunya yang sedang duduk.


"Nak, sebentar lagi kamu akan menikah!! kelak kamu jadilah istri yang penurut dan yang sabar ya nak!! patuhi apa kata suamimu!! ingat jangan pernah mengulangi kesalahan yang dulu lagi dan harus selalu berbuat baik pada semua orang ya nak!!" Nasehat ibu Rani, yang tidak mau Siska menjadi jahat seperti masalalunya dulu.


Siska tersenyum, sambil memegang kedua tangan ibunya.


"Ibu, Siska janji tidak akan mengulangi kesalahan dulu lagi" jawab Siska, yang sekarang sudah berada dipelukan ibunya.


Ibu Rani tersenyum penuh rasa syukur.


"Istirahatlah nak, sekarang sudah malam!!" Suruh ibu Rani.


Siska menurut dan langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menuju ke kamarnya.


*Dikamar Siska.


Hanya tinggal beberapa hari lagi, kadang kita tidak pernah tau seperti apa? hidup kita ke depannya dan aku hanya menginginkan yang terbaik untuk hidupku. Doa Siska dalam hati.


Dirumah Rian.


Rian dan Via selesei mandi bersama, setelah selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian tidur. Rian dan Siska duduk diatas ranjang tempat tidur.


"Sayang, apa bikin adonan itu butuh waktu yang lama?" tanya Rian tiba-tiba.


Via hanya tersenyum sambil menjewer telinga suaminya dengan pelan.


"Aduh..sakit sayang!!" rintih Rian.


Rian terdiam sambil berpikir, ntah apa yang dia pikirkan hanya Rian yang tau.


"Apa, aku harus belajar dengan Rama agar adonanku cepat jadi?" tanya Rama bingung.


Via langsung mencubit pipi Rian dengan lembut, membuat Rian kesal.


"Sakit sayang ih!! kenapa dari tadi tanganmu begitu jail sih?" kesal Rian.


"Lagian kamu, masa iya kamu mau belajar dengan Rama cara membikin adonan biar cepat jadi!!" Balas Via yang juga merasa kesal, karena ide gila suaminya.


Rian mulai tersenyum nakal pada istrinya.


"Aku tidak akan belajar dengan Rama!! tapi aku akan lebih giat untuk membuatnya agar cepat jadi" ucap Rian, dengan senyum mesumnya.


Dan sekarang Rian sudah mendaratkan bibirnya di bibir istrinya, perlahan-lahan Via menerima ciumannya dari Rian. setelah puas dengan bibir Via, Rian menjelajahi setiap lekuk tubuh istrinya Rian memberi tanda merah disetiap bagian tubuh istrinya. via mulai mengeluarkan desahannya semakin kencang, kini keduanya sama-sama mengeluarkan desahan penuh kenikmatan. Setelah Rian puas bermain-main dengan tubuh istrinya akhirnya Rian mengarahkan bagian anu nya ke bagian sensitif Via dengan penuh nafsu, Via menikmati permainan suaminya dengan desahan dan erangan dari mulutnya. setelah beberapa lama Rian tumbang disamping Via.


"Sayang, terimakasih" ucap Rian, sambil mencium kening istrinya.


Rian dan Via langsung tidur tanpa membersihkan tubuhnya lebih dulu, karena memang sudah sangat lelah sekali.

__ADS_1


Dikamar Rehan.


Rehan masih terjaga sambil menelpon Ayu lewat video call.


"Ayu, katakan padaku pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Rehan ingin tau.


"Aku menurut saja denganmu?" jawab Ayu.


"Apa kamu tidak tidak punya tema untuk pernikahan kita nanti?" tanya Rehan.


"Rehan, pernikahan apa saja bagi aku itu yang penting sah" jawab Ayu.


"Baiklah, tapi untuk gaun pengantin kamu yang memilihnya ya nanti" suruh Rehan.


"Iya kalau gaun pengantin, nanti aku yang milih" jawab Ayu dengan senang hati.


"Sekarang, kamu tidurlah" suruh Rehan.


"Apakah kamu tidak bisa bersikap romantis sedikit?" tanya Ayu merajuk.


Namun Rehan hanya tertawa mendengar protesan dari Ayu.


"Nanti aku akan, bersikap romantis setelah kita menikah!!" jawab Rehan jail.


Ayu memayunkan bibirnya karena kesal dengan Rehan.


"Iya sudah aku malas" kesal Ayu, yang langsung mematikan saluran teleponnya.


Rehan menaruh kembali ponselnya diatas meja di dekat tempat tidurnya.


Ayu-ayu dasar kamu kebanyakan nonton, drama korea. Guman Rehan, yang memang tau kalau Ayu itu sangat suka menonton flim drama dan selalu ingin bersikap romantis seperti di flim drama.


Namun menurut Rehan, romantis itu ada saatnya yang tepat. iya untuk saat ini Rehan hanya bisa menunjukkan diri Rehan yang apa adanya. biarpun Rehan bisa bersikap romantis tapi sayangnya itu jarang Rehan tunjukkan pada Ayu.


Karena buat Rehan bukti itu lebih penting untuk mencintai Ayu dan bukan hanya sekedar ke romatisan saja.


Rehan merebahkan dirinya diatas kasur sampai akhirnya tertidur dengan nyenyak.


Dirumah Ayu.


Dasar Rehan nyebelin, selalu saja membuatku kesal. Guman Ayu yang masih merasa kesal pada Rehan.


Ayu menarik selimutnya dan mulai memejamkan matanya untuk segera tidur.


Bersambung 🙏🙏


Terimakasih buat semuanya, karena dukungan dari kalian semuanya author jadi lebih semangat nulisnya, kritikan baiknya, saran baiknya, terimakasih semuanya 😘😘

__ADS_1


Pokoknya tanpa kalian semua author bukan apa-apa, apalagi sebagai pemula author masih harus banyak belajar lagi 🙏🙏


Senang banget karya saya bisa diterima dengan baik oleh semua para pembaca 😘😘


__ADS_2