
Rama pun masuk kedalam kamarnya dan melihat istri kecilnya masih tertidur Rama pun membaringkan tubuhnya disamping istrinya.
"Bangunlah sayang" Ucap Rama sambil menggoyang tubuh istrinya.
"Iya iya suamiku, aku bangun sekarang" Jawab ana dengan nada malas.
"Aku kesepian kamu tidur terus" Ucap Rama dengan nada manjanya.
"Kamu udah mengurus kepindahan rumah bibi sayang" Tanya ana tiba-tiba, sambil bangkit dari tempat tidurnya.
"Sudah sayang, aku sudah menyuruh orang untuk mengurus semuanya. kamu mau kemana?" Tanya Rama yang melihat istrinya turun dari tempat tidurnya.
"Aku mau mandi sayang, biar aku tidak mengantuk lagi" Jawab ana, sambil berjalan menuju kamar mandi.
Didapur.
"Hallo sus, apa ana dan rama bertengkar?" Tanya wanita tersebut.
"Tidak nona, mereka malah tambah mesra akhir-akhir ini nona" Jawab susi penuh kejujuran.
__ADS_1
Wanita tersebut pun langsung mematikan saluran teleponnya.
*Bagaimana cara aku memisahkan ana dan Rama, sungguh muak sekali aku melihat gadis itu dekat-dekat dengan Rama* Ucap wanita tersebut.
Diruang keluarga mami dan Rehan sedang duduk sambil menonton televisi.
"Mam, apakah Rehan boleh menikah diusia muda?" Tanya rehan tiba-tiba, membuat maminya yang sedang minum hampir terdesak karena mendengar ucapannya.
"Apa kamu bilang, kamu ingin menikah di usia muda? sayang dengarkan mami baik-baik mami tidak akan melarangmu untuk menikah diusia muda. mami justru bahagia mendengarnya hanya saja apakah kau sudah yakin untuk menikah, pernikahan itu hal yang sangat sakral sayang dan kamu tidak boleh mempermainkan sebuah pernikahan" Jawab mami yang penuh dengan nasehat untuk Rehan.
"Rehan, sudah memikirkan semuanya mam rehan juga sudah mulai menabung untuk pernikahan Rehan dan juga untuk masa depan rehan dan istri rehan nanti mam" Jawab Rehan dengan penuh ketegasan.
"Ayu mam sahabat dari kakak ipar, Rehan menyukai dia sudah sejak lama mami Rehan ingin segera melamarnya setelah lulus kuliah nanti" Jawab Rehan penuh keseriusan.
"Baiklah nak, bawah ayu kerumah kenakalan ke mami dan papi secara pribadi biarpun mami sudah mengenal nak ayu, namun tetap saja kamu harus mengenalkan nak ayu nanti sebagai calon istrimu" Ucap mami sambil mengusap kepala anaknya.
Rehan pun begitu bahagia dengan jawaban maminya, tiba-tiba Ana dan Rama datang.
"Sepertinya Rehan sangat bahagia sekali mam, apa kali ini dia meminta mobil baru mami?" Tanya Rama pada maminya dengan nada meledek adiknya.
__ADS_1
"Kakak ih, males sama kakak selalu saja berpikir aku ini senang karena habis meminta sesuatu" Jawab Rehan dengan nada kesal.
"Lalu karena apa bocah tengil?" Tanya Rama sambil menjewer telinga Rehan.
"Auuh sakit kak Rama" Rintih Rehan gara-gara kejailan kakaknya.
"Sudah.. sudah jangan berantem mami pusing melihatnya" Celetuk mami tiba-tiba.
"Ana, kenapa muka kamu pucat sekali nak apa kamu sakit nak" tanya mami pada ana dengan nada kawatir.
"Tidak mam, ana cuma kecapean udah gitu Rama gangguin ana tidur terus" Jawab ana sambil duduk disamping mami.
"Rama, berhentilah menganggu anak gadis mami atau mami akan menjewermu" Ucap mami penuh ancaman.
"Sayang, kenapa kamu suka sekali mengadu pada mami" Ucap Rehan pada ana dengan kesal.
"Biar kamu tidak mengangguku lagi sayang" Jawab ana sambil tersenyum jail pada suaminya.
Mami selalu bahagia melihat anak-anak begitu akur.
__ADS_1
Selamat pagi semuanya, author baru up lagi maaf ya🙏😘