Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
351.Vano berpamitan S2.


__ADS_3

15 menit David membaringkan kepalanya di atas pangkuan Niah, Setelah puas David langsung bergegas berganti pakaian untuk segera pulang kerumahnya.


"Tidak sabar pingin pulang kerumah." kata David yang sedang mengancing kancing kemejanya.


Niah yang masih duduk diatas ranjang tempat tidurnya, menatap suaminya dengan tatapan bingung.


"Apasih yang membuat dia ngebet banget pingin pulang kerumah?" batin Niah dalam hatinya.


"Tok..tok...tok..." tiba-tiba pintu kamar Niah ada mengetuknya.


"Sebentar!" sahut Niah dari dalam kamar, Niah beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju ke pintu kamarnya.


"Ceklek...." Niah membuka pintu kamarnya.


"Bi Ijah, ada apa?" tanya Niah dengan lembut.


"Itu ada Tuan Vano, katanya mau ketemu sama Nona Niah." jawab Bi Ijah.


"Oh iya Bi, bilang pada Vano tunggu sebentar!' jawab Niah dengan sopan.


Bi Ijah berlalu dari hadapan Niah, Niah juga kembali masuk kedalam kamarnya, Niah menghampiri suaminya yang sedang sibuk dengan kancing kemejanya.


"Biar aku saja!" Niah mengambil alih kancing yang sedang dipegang oleh tangan David.


David membiarkan Niah mengancing kancing kemejanya satu persatu.


"Apa perutmu masih nyeri? kita periksa saja ya biar dapat obat penahan rasa nyeri." tanya David yang lagi-lagi menujukan rasa kawatirnya pada Niah.


"Sudah tidak apa-apa jangan terlalu kawatir." Niah berusaha meyakinkan David agar tidak terlalu kawatir pada dirinya.


David menatap Niah dengan sorot mata lembut, lalu membelai pipi Niah dengan tangan kekarnya.


"Istirahat saja jangan banyak bergerak, aku takut kamu kenapa-kenapa." lagi-lagi David kawatir berlebihan pada Niah.


Niah memegang tangan David yang sedang memegang pipi mulusnya.


"Suamiku semua wanita itu mengalami datang bulan dan nyeri saat datang bulan itu adalah hal yang wajar." Niah kembali memberi pengertian pada David.


"Oh iya, aku keluar sebentar ya! Vano mau bertemu denganku." pamit Niah dengan lembut.


"Untuk apa laki-laki itu menemui?" tanya David yang langsung menatap Niah dengan sorot mata tajam.


Niah tersenyum lalu memegang tangan David dengan kedua tangannya.


"Apa dia mau menerkamku dengan sorot matanya yang tajam itu." batin Niah dalam hatinya.


"Dia adalah sahabatku, dia hanya ingin menemuiku." jelas Niah dengan lembut.


"Baiklah temui dia, tapi ingat hanya 10 menit tidak lebih! terus jangan melihat wajah dia atau aku akan murka." David mengijinkan Niah menemui Vano tapi dengan syarat yang dirinya sebutkan.


"Dasar David ini, aku kan punya mata ya pastilah aku melihatnya." batin Niah dalam hatinya.

__ADS_1


Niah menganggukan kepalanya dan langsung berlalu dari hadapan David untuk menemui Vano yang sudah menunggunya.


David dengan kasar duduk ditepi ranjang.


"Buat apa sih Niah menemui laki-laki brengsek itu?" tanya David dalam hatinya.


"Awas saja jika Niah macam-macam, pokoknya aku harus buat dia segera hamil biar dia tidak bisa kemana-mana dan terus disampingku selamanya." tegas David dengan penuh percaya diri.


Alasan David ingin segera punya anak ya karena biar Niah terus ada disampingnya dan dengan adanya anak David yakin cinta mereka akan tumbuh begitu saja.


David saat ini dikuasai rasa cemburu yang begitu dalam dihatinya.


Sesampainya diruang tamu Niah tersenyum melihat Vano yang sedang duduk menunggu dirinya.


"Vano...." panggil Niah dengan suara lembut.


Vano menoleh ke sumber suara lalu Vano tersenyum begitu manis.


"Niah...." sahut Vano dengan tatapan lembut.


"Niah aku datang kesini hanya untuk berpamitan dengan dirimu, aku akan pergi keluar negeri disana aku akan mengurus perusahaan kakekku." Vano datang kerumah Niah hanya untuk berpamitan dengan Niah.


"Pergi? bukankah kamu disini juga mengurus bisnis Om Rian?" Niah kaget karena tiba-tiba Vano berpamitan seperti itu.


"Vano dulu bukannya kamu akan terus menetap disini, tapi kenapa tiba-tiba kamu pergi?" pikir dalam hatinya.


Mungkin dulu sebelum Niah menikah Vano memang memutuskan untuk menetap di kota kelahirannya, tapi setelah Niah menikah dengan laki-laki lain hidup Vano benar-benar kacau, Vano juga terus terbayang-bayang wajah cantik Niah setiap hari. Jika Vano tetap disini maka Vano akan sulit melupakan Niah akhirnya Vano memutuskan untuk pergi ke luar negeri saja dengan alasan mengurus perusahaan mendiang kakeknya, padahal Vano melakukan semua ini untuk melupakan Niah dalam hatinya.


"Apa yang sedang mereka bicarakan?" batin David dengan tatapan serius.


David yang dikuasai oleh rasa cemburunya terus mengawasi Niah dari ruang atas, tapi percuma saja jika David mengawasi Niah hanya dari atas karena itu tidak akan mendengar apa yang dibicarakan oleh Niah dan Vano.


Kevin yang baru saja pulang mengantar Valin, melihat rumahnya terbuka Kevin masuk begitu saja kedalam rumahnya. melihat ada Vano dan Niah sedang duduk diruang tamu membuat Kevin terkejut.


"Kak Niah, Kak Vano." sapa Kevin yang mengejutkan keduanya.


"Kamu sudah pulang Vin?" tanya Niah.


"Sudah kak." jawab Kevin singkat.


"Kak David untuk apa dia berdiri disitu, ahh aku yakin dia pasti sedang mengawasi Kak Niah dan Kak Vano." batin Kevin dalam hatinya.


Melihat David berdiri diruang atas, Kevin langsung berlalu pergi meninggalkan Niah dan Vano diruang tamu.


"Kevin bukannya kamu duduk disitu mengawasi kakakmu, ini malah kamu berjalan ke atas." David terus berdecak kesal.


"Kakak ipar." sapa Kevin yang sudah memegang bahu David, membuat David kaget.


"Dasar kamu ini mengagetkanku saja." omel David pada Kevin.


"Kakak aku tahu kamu sedang mengawasi Kak Niah dan Kak Vano, ayo ikut denganku!" ajak Kevin yang langsung menarik tangan David.

__ADS_1


David terus mengikuti langkah kaki Kevin dan Kevin memberhentikan langkah kakinya disebuah ruangan, Kevin membuat pintu ruangan tersebut.


"Ini adalah ruangan cctv Kak David bisa mengawasi mereka dari sini." jelas Kevin yang sudah duduk disebuah kursi.


David juga ikut duduk dan terus mengawasi Niah dari ruang cctv yang ditunjukkan oleh Kevin.


"Ngapain sih itu laki-laki brengsek duduk saja harus disebelah Niah." hati David terus merasa kesal melihat adegan demi adegan yang dirinya lihat.


"Iya Niah awal aku berniat mengurus bisnis papa disini, tapi ternyata perusahaan kakek lebih membutuhkanku." jelas Vano yang sengaja berbohong pada Niah.


"Vano aku pasti akan merindukanmu, kamu hati-hati disana jaga kesehatan, jangan lupakan aku, cepat pulang!" jawab Niah begitu menggemaskan.


Vano mengacak-acak rambut Niah dengan lembut, kini tatapan begitu tulus.


"Niah aku pergi karena ingin melupakanmu dan aku ingin kamu bahagia dengan laki-laki yang sudah menjadi suamimu." Hati Vano yang berusaha kuat dihadapan Niah.


Diruang cctv David terus berdecak kesal kali ini dirinya benar-benar kesal, apalagi Vano main acak-acak rambut panjang Niah.


"Niah rambut itu hanya milikku, tapi kamu membiarkan laki-laki lain menyentuhnya." batin David tidak terima.


"Kak Niah dan Kak Vano, mereka memang seperti itu kak dan itu tidak akan terjadi apa-apa." cetus Kevin yang tahu dari tadi kakak iparnya merasa kesal melihat pemandangan yang ada di cctv.


"Diam kamu!" bentak David tapi Kevin malah tersenyum simpul.


"Perang pasti nanti." Kevin tertawa jahat dalam hatinya.


Kembali ke Vano dan Niah..


"Aku pergi dulu ya, jaga dirimu baik-baik ingat jika kamu terluka atau suamimu menyakitimu telpon aku saja, aku pasti akan pulang untuk mengobati lukamu." pamit Vano yang membuat Niah hampir menitikkan air mata.


Vano tersenyum lalu mengusap rambut Niah dengan lembut.


"Sampai ketemu lagi Niah." kata Vano dengan senyum manisnya.


Rasanya Niah ingin sekali memeluk Vano, tapi Niah sadar suaminya begitu cemburuan jadi Niah mengurungkan niatnya.


"Sampai ketemu Vano." jawab Niah dengan senyum manisnya juga.


David dari tadi ternyata sudah memperhatikan Niah dan Vano dari tangga, Kevin juga sudah ada dibelakang David.


"Niah.... 10 menit sudah berlalu." cetus David tiba-tiba.


Vano yang dari tadi tangannya mengusap-usap rambut Niah, langsung menyingkirkanya dengan cepat.


"Istriku..." panggil David dengan mesra.


"Kapan dia muncul?"


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2