Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
97. Rencana licik


__ADS_3

Akhirnya Rama memberikan pekerjaan untuk Rehan dibagian yang sesuai dengan kemampuan Rehan.


Elina pun bertemu dengan Angga.


"Tuan Angga, ternyata kau tampan juga" Ucap Elina pada Angga.


"Siapa kau, kenapa kau menyuruhku bertemu ditempat seperti ini" Ucap Angga melihat tempat yang dia datangin adalah gedung kosong.


"Saya Elina kekasihnya Rama, namun gadis bodoh itu merebutnya dariku dan aku tahu kamu juga ditinggalkan oleh gadis itu" jawab Elina, dengan nada kesal.


Angga ya tahu arah pembicaraan Elina padanya akhirnya pun langsung mengerti apa maksud dari pembicaraan tersebut.


"Katakan padaku, terus apa maumu?" Ucap Angga penasaran.


"Aku ingin memisahkan mereka, aku ingin Rama kembali padaku" Ucap Elina dengan nada tinggi.


Angga pun diam beberapa saat untuk berpikir.


"Baiklah, aku juga ingin Ana kembali padaku" Ucap Angga penuh harapan.


"Kita rencanakan sesuatu dari sekarang" Ucap Elina dengan nada liciknya.


"Kita buat Rama membenci Ana, pasti Rama akan melepaskannya wanita murahan itu" Ucap Elina penuh kemenangan.


"Jaga ucapanmu jangan berani lagi kau menyebut wanitaku sebagai wanita murahan atau kau akan habis ditanganku" Ancam Angga pada Elina.


"Baik..baiklah aku minta maaf, sekarang kamu ikuti rencanaku dengan baik" Ucap Elina dengan nada tinggi.

__ADS_1


Akhirnya Angga dan Elina pun merencanakan rencana licik untuk memisahkan Rama dan Ana.


Dirumah Rama.


Rama pun menjailin Ana karena hari ini Ana Begitu manja pada Rama.


"Sayang, Kamu ingin segera punya anak" Tanya Ana sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Rama.


"Iya sayang, tapi tidak untuk saat ini Kamu harus pulih dulu baru kita pikirkan semua itu ya" Jawab Rama penuh pengertian.


Rama tidak mau egois apalagi Ana baru saja pulih setelah kejadian keguguran kemarin. Rama membelai rambut Ana dengan lembut.


"Bangunlah, kamu harus makan dulu dan meminum obatmu" Ucap Rama pada Ana.


"Iya, tapi aku mau makannya disuapin sama kamu ya" Ucap Ana dengan manja.


"Rama, mana Ana?" Tanya Mami.


"Ana dikamar Mami, katanya mau makan dikamar" Ucap Rama jujur.


"Baiklah, ambilkan yang banyak biar Ana cepet pulih" Ucap Mami pada rama.


"Iya Mam" jawab Rama.


Rama membawa makan siang untuk Ana ke dalam kamar mereka.


"Sayang makanlah dulu!" Ucap Rama sambil mendudukkan dirinya di dekat Ana.

__ADS_1


"Aku tidak suka ini" Ucap Ana menunjukan salah satu makanan yang dia tidak suka.


Akhirnya Rama menyingkirkan makanan tersebut dan perlahan-lahan menyuapi ana.


"Apa kamu sudah makan" Tanya Ana pada Rama.


"Aku belum makan" Jawab Rama.


"Sini piringnya" Pinta Ana sambil mengambil piring dari tangan Rama.


"Habiskan dulu makannya" Ucap Rama.


"Ahh sayang, kamu juga harus makan" Ucap Ana sambil menyuapkan makanan ke mulut Rama.


Rama tersenyum melihat tingkah istrinya.


Setelah beberapa suapan akhirnya Rama meminta Ana untuk berhenti menyuapinya.


"Aku sudah kenyang, Aku ambilkan obat kamu dulu ya" Ucap Rama sambil menuju obat tersebut.


*Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikanku suami yang terbaik di dunia ini* Gumam Ana dalam hati.


"Ini obatmu minum dulu" Ucap Rama dengan nada lembut.


Ana pun mengambil obat tersebut dan langsung meminumnya.


"Terimakasih sayang" Ucap Ana sambil memegang tangan Rama.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2