Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
78. Di taman


__ADS_3

 Setelah beberapa lama perjalanan akhirnya sampailah ditaman yang masih begitu asri dan masih jarang dengan pengunjung, Rama memarkirkan mobilnya dan turun lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya.


 


"Turunlah, hati-hati" Ucap Rama dengan nada lembut.


"Iya, terimakasih ya" Jawab Ana pelan


Rama mengandeng tangan istrinya untuk mengikuti langkah kakinya, Ana mengikuti langkah kaki Rama dengan pelan.


"Sayang disini indah sekali, ayo kita ke dekat danau itu" Ucap Ana sambil menunjuk danau yang ada di depan matanya.


"Iya, ayo kita kesana" Jawab Rama sambil menarik tangan Ana dengan pelan.


"Rama, disini begitu indah darimana tuan muda sepertimu bisa tau tempat seindah ini?" Tanya Ana yang penasaran.


"Aku sering kesini, kalau aku lagi jenuh atau banyak masalah aku suka duduk di dekat danau ini sendirian" Jawab Rama.


"Aku baru tau, ternyata seorang CEO kaya sepertimu mau main ketempat seperti ini" Jawab Ana tidak percaya.


Rama tersenyum pada Ana yang selalu berpikir bahwa orang kaya tidak akan pergi ketempat seperti ini.

__ADS_1


"Ana, tidak semua orang kaya akan pergi ketempat elit dan mewah. banyak juga yang menghabiskan ditempat seperti ini termasuk aku" Cerita Rama pada Ana.


"Rama kita duduk disini yuk" Ajak Ana.


Rama menuruti kemauan istrinya dan duduk disamping ana Sambil menatap mata Ana dengan begitu tajam.



Ana merasa tatapan Rama begitu tajam akhirnya bilang pada Rama untuk tidak menatapnya seperti itu.


"Rama, jangan menatapku seperti itu aku takut" Ucap Ana dengan nada pelan.


"Tapi, aku suka menatapmu seperti ini" Jawab Rama dengan nada menggoda.


"Ana, kita menikah sudah beberapa bulan tapi kita belum bulan madu" Ucap Rama tiba-tiba.


"Kita sudah bulan madu dikamar kita" Ucap Ana dengan nada meledek.


"Sayang, ayo kita pergi bulan madu" Ajak Rama.


"Kamu atur dulu jadwal kamu, nanti kalau kamu bisa cutti agak lama kita pergi bulan madu, tapi dengan satu syarat" Ucap Ana.

__ADS_1


"Akan aku atur sayang, syarat apa?" Tanya Rama penasaran.


"Seperti yang waktu itu kita obrolin, aku yang menentukan tempatnya" Jawab Ana dengan semangat.


"Baiklah sayang, kamu sudah siapkan buat punya anak" Tanya Rama ingin tahu.


"Sudah, lagian kita sudah sering melakukannya!! hanya saja belum berhasil" Jawab Ana nada malas.


"Sayang kenapa nada bicaramu seperti malas gitu?apakah kamu sudah tidak mau punya anak dariku?" Ucap Rama dengan nada kecewa.


"Rama!! bagaimana bisa kamu bicara seperti itu? aku hanya malas ternyata permainanmu yang begitu hebat namun belum membuahkan hasil" Jawab Ana mencoba menjelaskan pada Rama.


"Nanti, kita periksa saja kesehatan kita sayang" Ucap Rama pada Ana.


Ana menyetujui ucapan suaminya, aku atau dirinya yang tidak sehat atau bermasalah karena belum hamil juga, walaupun pernikahan Ana dan Rama baru terhitung bulan namun Rama dan keluarga Rama sudah sangat menginginkan tangisan seorang bayi, apalagi Maminya yang hampir setiap hari menelpon Ana untuk segera hamil dan itu membuat Ana kepikiran.


"Akan ku atur jadwal ketemu dokter kandungan nanti sayang" Ucap Rama.


"Iya, mudah-mudahan aku bisa cepat hamil" Ucap Ana dengan nada penuh keinginan.


Rama bersyukur akhirnya istrinya tidak menolaknya lagi dan sekarang bahkan istrinya sudah sangat siap.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2