
Keesokan harinya ana bangun dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandi seperti biasanya ana mandi, setelah selesai mandi ana langsung menuju ke dapur.
"Rama, bangunlah bukankah kamu harus kerja?" ucap ana, sambil menggoyangkan tubuh suaminya.
"Iya sayang, aku bangun" jawab rama, dengan nada yang masih mengatuk.
Rama bangun langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi sedangkan ana menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Selamat pagi nona muda" sapa bibi
"Selamat pagi bi" Jawab ana
"Bibi pagi ini masak apa?" tanya ana
"Nasi goreng sama telur ceplok setengah matang nona" jawab bibi
Setelah beberapa saat makanan pun sudah siap, ana membantu bibi menyiapkan semua makanan dimeja makan.
Rama pun sudah turun dari kamarnya dengan setelan jas warna hitam yang begitu rapi.
"Sayang, sarapan dulu" ucap ana lembut.
"Iya sayang" jawab Rama, yang langsung duduk dikursi meja makan.
Rama pun sarapan dengan lahap, setelah selesai sarapan rama langsung pamit dengan ana dan rama langsung menuju ke kantornya.
Ana pun kembali ke kamarnya, karena memang tidak ada kerjaan, di dalam kamar ana hanya menonton flim drama kesukaanya.
Dikantor Rama
Rama sudah sampai dikantor dan tersenyum begitu manis pada semua para pegawainya.
"Biarpun sudah mau kepala 3 tapi tuan rama, masih begitu tampan"
"Beruntung sekali yang jadi istrinya"
"Senyuman tuan Rama, membuatku melayang"
"Aku mau jadi istri keduanya"
"Tuan Rama yang tidak mau denganmu"
"Jangan berhayal"
Pegawai yang melihat rama tersenyum pada mereka pun, saling melemparkan ucapan memuji rama, bahkan sampai ada yang mau jadi istri keduanya.
Diruang Rama.
"Selamat pagi tuan muda, nanti ada metting jam 9 pagi" ucap bagas, sambil membawa berkas untuk metting nanti.
"Baiklah, oh iya kapan kamu akan menikah dengan Alina?" tanya rama.
"Bulan depan tuan" jawab bagas
"Baiklah, hadiah yang aku janjikan akan aku siapkan sebutkan saja kamu bulan madu Kemana? terus rumah di daerah mana? aku akan siapkan semuanya. seperti janji aku padamu waktu" ucap rama, yang memang sudah berjanji pada Bagas.
"Bulan madunya mentahnya saja tuan, kalau rumah aku mau satu komplek dengan tuan muda saja" ucap Bagas dengan senyum kebanggaannya.
"Baiklah nanti akan aku transfer uang bulan madunya, untuk rumah juga akan aku siapkan lagian lebih bagus kalau kita bisa tinggal satu komplek" jawab Rama yang memang tak mempermasalahkan permintaan sekertarisnya tersebut.
__ADS_1
Rama yang sudah menganggap Bagas seperti saudara sendiri, jadi Rama tidak pernah keberatan dengan permintaan sekertarisnya.
"Tuan muda, terimakasih!!" ucap Bagas, yang langsung menghambur kepelukan Rama.
"Tuan muda, memang bos terbaik" puji Bagas dengan penuh ketulusan.
Rama pun membalas pelukan Bagas dengan penuh rasa bahagia.
Bagas akhirnya kamu akan menikah, terimakasih selama ini sudah menjadi sekretaris, sahabat dan sudah seperti saudaraku. kamu tau lika-liku kehidupanku dalam menjalankan perusahaan ini, kamu juga sudah selalu setia padaku. Guman Rama yang masih memeluk Bagas.
Pelan-pelan Bagas melepaskan pelukannya dari Rama.
"Tuan, kita sudah terlalu lama berpelukan" ledek bagas, Rama pun langsung melepaskan pelukannya.
"Ayo kita keruang metting sekarang" ajak Rama, sambil menjitak kepala Bagas dengan pelan.
Rama dan Bagas pun menuju ruang metting, semua pun sudah siap diruang metting dan seperti biasa, Bagas mempresentasikan metting dengan sangat baik.
"Bagaimana tuan Andi?" tanya Rama pada Rehan bisnisnya.
"Langsung saja, tuan rama kita tanda tanganin kontrak kerja samanya" jawab Andi.
Rama pun tersenyum pada Bagas, akhirnya pagi ini perusahaan Rama dan perusahaan Andi bekerja sama.
Setelah menandai tanganin kontrak kerja, Andi pun segera pamit karena memang masih ada kerjaan lain.
"Tuan Rama, tuan Bagas saya permisi ya dan saya senang bisa bekerja sama dengan perusahaan tuan" ucap Andi.
"Terimakasih tuan, saya juga senang" jawab Rama, sambil menjabat tangan Andi.
Andi langsung pergi meninggalkan rama dan bagas sedangkan bagas dan rama kembali keruangnya.
Rama menelpon orang suruhannya.
"Hallo tuan Rama" sapa heri.
"Hallo heri, heri tolong kamu cari rumah yang ada dikomplekku dua rumah ya. usahakan cari yang tidak terlalu jauh dari rumahku!!" ucap Rama.
"Baik tuan muda" jawab heri.
"Terimakasih heri, secepatnya ya!!" suruh Rama dengan nada tegas.
"Siap tuan" jawab heri.
Rama pun langsung mematikan saluran teleponnya.
Untuk hadiah pernikahan bagas dan rehan nanti sudah saya siapkan. guman rama senang.
Dirumah rian.
"Via, apa ingin segera punya anak?" tanya Rian, sambil memeluk via dari belakang.
"Tentu sayang" jawab via tegas.
"Ayo kita membuatnya" ajak rian.
"Sekarang masih siang sayang nanti malam saja, aku juga ada jadwal bertemu dengan pasien" jawab via dengan lembut, via pun membalikkan badannya dan memegang kedua pipi rian.
"Kita, akan membuatnya tapi nanti malam sayangku!! sekarang ayo antar aku kerumah sakit dulu biar aku tidak terlambat!!" ucap via, sambil mengecup pelan bibir Rian.
__ADS_1
"Baiklah sayangku" jawab rian semangat.
Rian pun mengantar via kerumah sakit dengan penuh kebahagiaan apalagi pagi-pagi sudah mendapatkan kecupan bibir dari istri cantiknya.
Dirumah Rama.
Ana sedang menonton televisi bersama bibi.
"Bibi, duduklah diatas jangan dilantai" ucap ana dengan lembut, karena melihat bibi yang bekerja dirumahnya duduk lantai
"Tidak nona muda, bibi dibawah saja" jawab bibi dengan begitu sopan.
Ana pun bangun dari duduknya dan menghampiri bibinya.
"Bibi tidak boleh menolak ini perintah dan kalau bibi duduk dibawah ana diatas itu tidak sopan bibi, apa ana saja yang pindah duduk kebawah disamping bibi?" ucap ana dengan penuh ketulusan.
Bibi pun tersenyum pada ana.
Beruntung sekali, tuan rama mendapatkan istri seperti nona ana. Guman bibi didalam hatinya.
"jangan nona, bibi saja yang pindah ke atas!!" jawab bibi, karena tidak mau menolak perintah dari gadis yang sekarang sudah menjadi istri majikannya.
Sekarang ana dan bibi menonton televisi bersama dan bibi sudah duduk disamping ana.
*Dikantor rama.
"Ana sedang apa ya? rasanya aku ingin sekali pulang" Guman rama sambil memikirkan istrinya.
Rama pun langsung melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan bisa segera pulang untuk bertemu dengan istrinya.
Rama memang sering sekali merindukan istrinya, apalagi kalau rama mengingat kejadian lucu bersama istrinya, kepolosan istrinya bahkan hal bodoh yang dilakukan istrinya, itu terkadang membuat Rama sampai geleng-geleng kepala.
Sayang kau begitu menggemaskan, aku ini anak kita nanti mirip denganmu saja biar cantik seperti dirimu!! tapi itu jika anakku perempuan nanti. guman rama sambil mengotak-atik laptopnya sambil menyelesaikan pekerjaannya agar cepat pulang dan bisa cepat bertemu dengan istrinya yang begitu menggemaskan.
Tok..tok..
"Masuk!!" ucap rama.
"Tuan, ini berkas dari pak bram" jawab Bagas.
"Taruh saja dimeja Bagas!!" jawab Rama.
"Baik tuan" jawab Bagas, Bagas menaruh berkas tersebut dimeja kerja rama dan langsung pergi meninggalkan ruangan rama untuk kembali keruangannya.
Rama memeriksa berkas tersebut dan langsung menandatanganinya.
Setelah selesai semuanya dengan pekerjaannya rama langsung bergegas untuk segera pulang kerumahnya.
Rama membereskan semua berkas yang ada dimejanya dan menyusunnya dengan begitu rapi.
Akhirnya selesai juga. guman rama senang.
***Bersambung..
Buat yang suka dengan novel drama perjodohan boleh ya kakak-kakak mampir ke novel author yang judulnya "Perjodohan karena hutang"
Maaf ya authornya baru sempat up dari tadi sibuk banget, tapi tetap diusahakan setiap up untuk kalian semuanya para pembaca setia 😘 😘🙏🙏 terimakasih***
__ADS_1