
Tapi itu hanya pemikiran Ana saja, Aslinya mah Ana tidak tahu David Pratama itu laki-laki yang seperti apa?
Ana melihat kearah Rama, Lalu dengan perasaan ingin tahunya Ana bertanya pada Rama.
"Kapan, Kita akan mempertemukan Niah dengan Anaknya Dimas?" Tanya Ana dengan rasa ingin tahunya.
"Secepatnya, Lagian Dimas juga sudah menetap di kota ini." Jawab Rama, Sambil memberitahukan Dimas yang sudah menetap di kota yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Ana merasa kaget, Mendengar Dimas sudah menetap di kota yang sama bahkan Ana sampai tidak tahu sama sekali sampai sekarang, Mungkin karena Ana tidak pernah mendapat kabar dari Dimas berpuluh-puluh tahun lamanya, Dan sekarang mereka akan besanan membuat Ana tidak bisa bilang apa-apa lagi selain menerima Anaknya mau dijodohkan dengan Anaknya sahabat sendiri waktu kuliah dulu.
"Baiklah suamiku, Kamu yang atur saja! Lagian Aku juga tidak menentang kok jika Niah akan dijodohkan dengan Anaknya Dimas." Pinta Ana pada Rama, Karena Ana percaya dengan Rama dan Ana yakin pilihan Rama tidak akan salah untuk Anaknya jadi Ana menyerahkan semuanya pada Rama.
"Iya akan Aku urus semuanya, Tapi Niah harus putus dulu dengan kekasihnya yang tidak baik itu!!" Tegas Rama, Karena tidak mau sampai perjodohan ini gagal.
"Iya Aku akan bicara pada Niah, Aku ke kamar Niah dulu ya." Kata Ana, Yang langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menuju ke kamar Niah.
Ana langsung membuka pintu kamar Niah, Karena pintu tidak dikunci melihat Niah duduk ditepi ranjang dengan raut wajah yang sedih dan tidak senang, Ana langsung berjalan menghampiri Niah.
Pelan-pelan Ana mengelus rambut Niah dengan tangannya, Niah langsung memeluk Mamanya yang sedang berdiri sambil mengelus rambutnya.
"Mama, Niah tidak mau dijodohkan! Niah sayang sama Riko Ma, Niah tidak mau putus dengannya." Niah mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya.
Ana melepaskan tangan Niah dari pelukannya, Lalu Ana duduk disampingnya Niah.
"Sayang, Riko itu laki-laki yang tidak baik, Mungkin jika Riko laki-laki baik pasti Papa tidak akan menentang hubunganmu dengan Riko." Jelas Ana pelan-pelan agar Niah mau mengerti.
"Apa karena Riko orang miskin Ma?" Tanya Niah dengan lantang.
Betapa tersentaknya hati Ana, Mendengar Niah mengucapkan hal itu dengan lantang.
"Niah, Dengarkan Mama baik-baik, Mama juga dulu hanya gadis miskin, Tapi keluarga Papamu menerima Mama apa adanya, Karena apa? Karena Mama gadis baik-baik, Jadi jangan pernah berpikir Papamu akan melihat status orang lain dari kaya atau miskinnya." Tegas Ana, Karena tidak mau sampai Niah berpikiran macam-macam akan Papanya.
Niah tiba-tiba meneteskan air matanya, Lalu Ana langsung menghapus air mata Niah dengan jari telunjuknya.
"Tidak usah menangis, Papa menjodohkanmu juga pasti demi kebaikanmu." Tegas Ana, Yang langsung menarik Niah ke dalam pelukannya.
"Ma, jika Mama dan Papa mau Aku menerima perjodohan ini dan Aku harus putus dengan Riko akan Aku lakukan." Jawab Niah dengan begitu pasrah.
Niah langsung melepaskan dirinya dari pelukan Ana, Lalu langsung pergi menuju keluar dari kamarnya begitu saja.
Ana hanya terdiam melihat Niah pergi tanpa berkata-kata apa, Niah juga tidak bilang mau kemana?
"Maafkan Mama nak, Mama tidak bisa membantumu. Apalagi Mama tahu kekasihmu itu laki-laki yang tidak baik dan itu sangat tidak pantas dengamu." Gumam Ana.
Niah langsung pergi dengan diantar supir pribadinya, Hari ini Niah berniat bertemu dengan Riko, Untuk membicarakan semuanya.
Ana keluar dari kamar Niah, Lalu kembali duduk diruang tengah bersama Rama.
__ADS_1
"Niah, Mau kemana?" Tanya Rama.
"Aku juga tidak tahu." Jawab Ana, Yang memang tidak tahu Niah mau pergi kemana?
Kini Ana hanya diam, Rama tahu pasti Ana memikirkan anaknya, Tapi Rama melakukan ini juga untuk kebaikan Niah.
Riko adalah laki-laki pengangguran, suka minum, main wanita bahkan sering berjudi jika Niah tetap bersama Riko, Ntahlah akan seperti apa nasib Niah dimasa depan nanti.
Sedangkan David Pratama, Dia adalah laki-laki muda yang sudah sukses, dan menurut Rama, David adalah laki-laki yang baik untuk Niah.
Apalagi kesan pertama bertemu dengan David, David itu sangat sopan dan bijaksana. Iya pasti Rama kan bertemu dengan David disebuah acara kantor, Tapi sifat aslinya David seperti apa Rama juga tidak tahu.
Dirumah Dimas dan Shinta.
Shinta adalah istrinya Dimas atau Mamanya David Pratama.
Dimas sudah membicarakan tentang perjodohan Anaknya dengan Anak sahabatnya waktu kuliah dulu pada Shinta.
Shinta juga menerima kalau David dijodohkan dengan Anaknya sahabat dari suaminya, Apalagi Dimas bercerita kalau Anak dari sahabatnya itu berasal dari keluarga baik-baik.
David baru saja pulang dari kantor, Lalu Dimas langsung memanggil David.
"David, Kemarilah nak!" Pinta Dimas.
David langsung menuju ke tempat kedua orangtuanya yang duduk diruang keluarga.
"Ada apa Pa?" Tanya David, Yang langsung duduk sofa.
"Nak, Segeralah menikah! Kamu ini sudah hampir 26 tahun." Kata Dimas pada David.
"Iya Vid, Menikahlah!" Sambung Mama Shinta.
"Menikah dengan siapa? David belum siap Ma, Pa." Jawab David dengan sopan.
"Dengan anaknya sahabat Papa." Tegas Dimas, Membuat David terkejut dan langsung menatap Dimas dengan tatapan mata yang begitu serius.
Dimas hanya tersenyum, Membuat David menggelengkan kepalanya.
"Iya Nak, Papa mau menjodohkan Kamu dengan anaknya sahabat Papa Kamu." Sambung Shinta.
"Aduh Mama, Papa, Kalian itu apaan sih sekarang bukan jamannya perjodohan." Tolak David dengan tegas.
Dimas dan Shinta saling menatap, Lalu mereka saling melempar senyum. Membuat David langsung berdecak kesal.
"David, Mama dan Papamu juga menikah karena dijodohkan, Tapi hidup Mama dan Papa bahagia." Kata Shinta dengan nada lembut.
Mendengar Mama berbicara seperti itu, Membuat David tidak bisa menjawab apa-apa. David memang terkenal playboy dan suka bergonta-ganti wanita tapi nyatanya David tidak pernah memperkenalkan satu wanita pun kepada kedua Orangtuanya.
__ADS_1
Jadi kenyataan itu ntah hanya gosip atau bagaimana, Kedua Orangtuanya juga tidak tahu.
"Terus, David harus menerima perjodohan ini?" Tanya David dengan tegas.
"Harus!! Karena Mama dan Papa tidak menerima penolakan darimu." Jawab Shinta dengan tegas.
"Benar apa kata Mamamu Vid." Sambung Dimas.
David hanya pasrah, Dan males berdebat dengan kedua orangtuanya. Apalagi orangtuanya yang sudah membesarkan selama ini.
"Baiklah Ma, Pa, Kalian atur saja." Jawab David dengan pasrah.
"Apa itu berati Kamu menerimanya?" Tanya Dimasa memastikan.
"Iya Pa, Aku menerima." Jawab David dengan suara lemas.
Akhirnya David Pratama, Menerima perjodohan ini biarpun dengan perasaan tidak senang dalam hatinya.
Shinta langsung mengembangkan senyumnya, Namun David malah memayunkan bibirnya.
"Kamu mau melihat wanita itu?" Tanya Dimas lagi.
"Tidak perlu Pa." Jawab David singkat.
David langsung beranjak dari tempat duduknya, Lalu langsung menuju ke kamarnya. Dimas dan Shinta saling menatap lalu mereka tersenyum.
"Terimakasih suamiku, Kamu sudah menyayangi David seperti anak Kamu sendiri." Shinta mengucapkan terimakasih pada Dimas, Lalu langsung menghambur ke pelukan Dimas.
"Sama-sama, Dia juga anakku." Jawab Dimas yang langsung membalas pelukan dari Shinta.
Biarpun Dimas menikah dengan Shinta dijodohkan, Tapi hidup mereka begitu bahagia tapi sayangnya Dimas mandul jadi pernikahannya dengan Shinta tidak punya Anak.
David adalah anak dari suami Shinta yang pertama, Yang sudah meninggal tapi Dimas begitu menyayanginya.
Dimas dan Shinta mereka saling melepaskan pelukannya, Lalu mereka berdua langsung pergi menuju ke kamar.
Dikamar David.
David hanya menggelengkan kepalanya, Karena tidak percaya kalau dirinya akan dijodohkan.
"Dihadapan Mama dan Papa Aku memang menerima perjodohan ini, Tapi jangan harap gadis yang akan dijodohkan denganku itu mendapatkan cinta dariku." Kata David dengan tawa jahatnya dalam hatinya.
"Aku mau mandi, Terus Aku mau pergi jalan untuk menghilangkan rasa kesalku gara-gara perjodohan s*alan ini." David langsung pergi menuju ke kamar mandi.
Ntah hari ini David mau pergi kemana? Hanya David ya tahu.
Akhirnya dengan perasaan yang sama-sama tidak senang, Niah dan David terpaksa menerima perjodohan ini.
__ADS_1
Bersambung 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊