
Jam menunjukkan 9 pagi, namun Ana dan Rama belum juga menjemput Niah. untungnya Niah tidak rewel bersama Alena.
"Berapa ronde yang Tuan Rama lakukan, sampai-sampai jam segini belum bangun?" tanya Bagas pada Alena.
Alena sedang asik bermain dengan Niah, mendengar perkataan Suaminya, Alena langsung menjawabnya.
"Mainnya beronde-ronde kali, makanya jam segini belum bangun." jawab Alena.
"Enak ya bisa main beronde-ronde, Aku disuruh jagain Anaknya." Bagas ngomel-ngomel.
"Berhentilah mengomel, lagian Niah juga tidak rewel ini." kata Alena.
Akhirnya Bagas diam, lalu meminta Niah pada Alena.
"Sayang, bawa Niah kemari Aku mau menggendongnya." kata Bagas.
Alena langsung memberikan Niah pada Bagas, kini Niah sudah dipangku oleh Bagas.
"Kamu jagain Niah ya, Aku mau bikin sarapan dulu." kata Alena.
"Bikin nasi goreng, telurnya ceplok setengah matang ya." pinta Bagas.
"Iya Aku bikinkan, jangan sampai Niah menangis ya atau nanti Aku akan menjewer telingamu." kata Alena sambil memberikan ancaman pada Bagas.
Alena langsung menuju ke dapur untuk membuatkan nasi goreng pesanan Suaminya.
Kini Alena sedang sibuk didapur sedangkan Bagas sedang mengajak Niah mengobrol.
"Niah, lihat Tante Alena jahat sekali sama Om Bagas, masa Om Bagas mau dijewer telinganya kalau Niah sampai nangis." Bagas mengadukan ancaman Alena pada Niah.
Kini Bagas asik bermain dengan Niah, Bagas mengajak Niah mengobrol. ntah apa yang Bagas obrolkan dengan seorang Bayi yang jelas hanya Bagas yang tahu.
Setelah beberapa lama, Alena sudah selesai membikin sarapan kini Alena langsung menyiapkan semua dimeja makan.
"Sayang sarapan dulu." Alena menyuruh Bagas sarapan.
"Iya tunggu!" jawab Bagas.
Bagas menuju keruang makan sambil menggendong Niah. Bagas memberikan Niah pada Alena lalu Bagas memakan nasi gorengnya.
"Sayang Aku suapin ya." kata Bagas.
Bagas tahu pasti Alena susah mau menyedok makannya, karena Dia sedang menggendong Niah.
Sedikit demi sedikit Bagas menyuapi Alena dengan sendok bekas dari mulutnya, setelah beberapa suap Alena minta udahan.
"Aku sudah kenyang." kata Alena.
Setelah selesai sarapan, Bagas langsung membawa piring kotornya lalu mencucinya.
Rama dan Ana berjalan menuju kerumah Bagas dan Alena, melihat pintunya tidak ditutup akhirnya Ana dan Rama langsung masuk begitu saja.
"Alena..." panggil Ana.
Alena yang sedang duduk dikursi meja makan, langsung melihat kearah suara yang memanggilnya.
"Ana, kemarilah." kata Alena.
Ana langsung menuju ke tempat Alena duduk, lalu mengambil Niah dari pangkuan Alena.
__ADS_1
"Niah, Mama kangen sekali." kata Ana pada Niah.
Kini Ana langsung mencium pipi Niah berulang kali.
"Len, Bagas mana?" tanya Rama.
"Dia di dapur." jawab Alena.
Bagas baru selesai keluar dari dapur, lalu melihat Rama dan Ana.
"Akhirnya dua sejoli ini datang juga, semalam tempur berapa ronde?" tanya Bagas pada Rama.
Kini Rama dan Bagas duduk diruang tengah, Alena dan Ana juga ikut bergabung dengan mereka.
"Tidak sampai beronde-ronde, hanya satu ronde saja." jawab Rama.
"Bangun sesiang ini hanya tempur satu ronde?" kata Bagas memastikan.
Ana hanya tersipu malu, namun Ana juga tahu seperti apa Suaminya kalau sudah mengobrol dengan teman-temannya, beruntung hari ini tidak ada Rian dan Rehan coba kalau ada pasti Rama sudah menjadi bahan olok-olokan mereka semua.
"Memangnya mau berapa ronde?" tanya Rama.
"Setidaknya lebih dari satu ronde." jawab Bagas.
"Dasar Bagas otak mesum." omel Alena pada Bagas.
Ana tertawa mendengar Alena mengomeli Bagas.
"Sayang bukannya Aku mesum, Aku hanya tidak ingin kerja keras kita semalaman jagain Niah sia-sia." Bagas membela dirinya.
"Oh iya Bagas, Alena, terimakasih sudah jagain Niah semalaman." Ana mengucapkan terimakasih pada Bagas dan Alena.
Rama melihat kearah Alena, lalu berkata pada Alena.
"Alena dengan senang hati setiap malam Aku akan menitipkan Niah sama kalian." kata Rama.
Bagas menjawab perkataan Rama.
"Jangan setiap malam juga, seminggu dua kali deh." jawab Bagas.
"Siapp, yang penting dapat jatah." jawab Rama.
Ana dan Alena saling menatap,lalu pergi meninggalkan suami-suami mereka ke kamar Alena.
"Na, Ayo kita ke kamarku saja." ajak Alena.
Alena dan Ana masuk kedalam kamar, sedangkan Bagas dan Rama terus melanjutkan obrolan mereka.
Dirumah Rehan dan Ayu.
Jam menunjukkan 10 pagi, namun Ayu terus bersikap manja pada Rehan sepanjang hari ini.
"Sayang, bangun ayo makan dulu." kata Rehan pada Ayu.
Ayu tiduran dipangkuan Rehan, sambil memeluk tangan Rehan.
"Aku tidak lapar sayang, Aku cuma mau dikamar saja dengamu." jawab Ayu dengan begitu manja.
"Tapi Aku lapar." kata Rehan.
__ADS_1
"Kami tunggu dikamar sebentar, Aku buatkan roti sama susu untukmu." kata Rehan.
Rehan merebahkan kepala Ayu diatas bantal, lalu Rehan langsung pergi menuju ke dapur.
Kini di dapur Rehan langsung membuat susu dua gelas dan roti tawar isi selai pisang dan coklat untuk dirinya dan Ayu.
Setelah selesai, Rehan kembali ke kamar sambil membawa roti dan susu untuk mereka sarapan.
Dikamar
Rehan meletakkan roti dan susunya diatas nakas dekat tempat tidurnya.
"Sayang bangun sarapan dulu, Aku tidak mau Kamu sampai sakit." kata Rehan.
Ayu bangun dari tidurnya, lalu duduk disamping Rehan.
"Aku mau makan tapi disuapin." rengkek Ayu dengan begitu manja.
"Iya Aku suapin." jawab Rehan.
Rehan langsung menyuapkan roti bikinnya kedalam mulut Ayu. namun Ayu menolaknya.
"Kenapa?" tanya Rehan pada Ayu.
"Aku maunya roti bekas gigitan darimu." kata Ayu pada Rehan.
Akhirnya Rehan memakan rotinya lebih dulu.
"Tidak biasanya Ayu minta makan dari bekas gigitanku." gumam Rehan.
Setelah mengigit roti tersebut Rehan baru menyuapkan ke mulut Ayu, kini setelah beberapa suap akhirnya rotinya habis.
"Ini minum dulu susunya." kata Rehan sambil memberikan satu gelas susu pada Ayu.
"Aku mau minumnya dari gelas bekasmu saja." kata Ayu.
Akhirnya Rehan meminum susunya lebih dulu, lalu memberikan sisanya pada Ayu.
"Tadi roti, sekarang susu." gumam Rehan.
Ayu langsung minum susu dari gelas bekas Rehan, dengan cepat dan langsung habis.
Ayu memberikan gelasnya kembali pada Rehan, Rehan menerimanya lalu langsung menaruhnya diatas nakas.
"Ayo mandi dulu." kata Rehan.
"Aku males, Aku mau tidur dipangkuanmu lagi." rengkek Ayu dengan begitu manja.
Rehan duduk sambil menyandarkan kepalanya diujung tempat tidur, lalu Ayu langsung merebahkan kepalanya dipangkuan Rehan.
"Kamu kenapa sih?" tanya Rehan pada Ayu.
"Aku males mau ngapa-ngapain, Kamu juga tidak boleh pergi kemana-mana." jawab Ayu.
Akhirnya hari ini Rehan berasa terkurung didalam kamar, karena kemauan istrinya.
Ntah Ayu sedang kenapa? tiba-tiba bersikap manja pada Rehan bahkan sampai Rehan tidak boleh kemana-mana.
Bersambung 🙏
__ADS_1
Terimakasih untuk para pembaca setia 😊