
Susi pun sudah selesai berkemas dan langsung berpamitan pada rama dan rian, namun susi tidak berpamitan dengan bibi karena bibi hari ini sedang cutti.
"Tuan rama, saya pamit ya terimakasih tuan sudah memaafkan semua kesalahan saya. saya janji tuan saya akan hidup lebih baik lagi setelah semua kejadian ini" ucap susi, sambil menundukkan kepalanya pada rama.
"Iya sus, kamu harus jadi lebih baik setelah ini dan jangan pernah berbuat jahat lagi pada siapapun karena itu akan membuatmu menyesal nantinya. kamu hati-hatilah dijalan sus" jawab rama dengan begitu santun pada susi, kenapa rama melakukan susi sebaik ini itu semua karena istrinya, karena jika rama melakukan hal kejam pada susi maka ana orang pertama yang akan merasa sangat kecewa pada dirinya.
"Tuan rian, saya pamit ya" ucap susi pada rian sambil mengangguk kepalanya.
"Iya sus hati-hati ya, ingatlah jadilah lebih baik susi" jawab rian, sambil tersenyum pada susi.
Susi pun pergi meninggalkan rama dan rian, susi juga meninggalkan rumah mewah yang sangat nyaman dan penuh kehangatan karena dirumah rama semua orang saling menyayangi dengan begitu tulus.
"Maafkan aku semuanya" guman susi sebelum melangkahkan kakinya keluar gerbang rumah tersebut.
Rama dan Rian
"Aku tidak menyangka ternyata dalang dari semua ini adalah elina mantan kekasihmu, rama" ucap rian tiba-tiba.
"Sudahlah ian, yang penting istri dan anak dalam kandungan istriku baik-baik saja" jawab rama penuh rasa syukur.
"Kamu tidak melaporkan elina ke kantor polisi, rama?" tanya rian.
"Tidak ian, biarkan allah yang menghukumnya aku sudah lelah berurusan dengan elina, jika aku sampai memasukkan elina kedalam penjara pasti elina akan berulah lagi dengan menyuruh orang suruhannya yang lain" jawab rama, yang memang sudah memutuskan untuk memperpanjang masalah ini kerana hukum.
Rian pun bingung harus bersifat bangga atau kesal pada sahabatnya untuk saat ini, yang jelas rama saat ini sudah banyak berubah tidak seperti dulu lagi yang selalu egois dan mengunakan kemarahannya untuk menyelesaikan setiap masalahnya.
"Baiklah, tapi kamu harus menjaga istrimu dengan baik kalau perlu berikan istrimu pengawal khusus" ucap rian, karena merasa khawatir pada ana.
"Hahaha, ana tidak akan mau ian. pasti dia akan protes seperti ini ian, rama kamu tidak perlu menghabiskan uangmu untuk semua ini. apalagi sampai menyewa pengawal pribadi untuk aku" ucap rama, sambil menirukan ucapan ana setiap kali ana melakukan protes pada dirinya.
"Hahaha" rian pun tertawa mendengar ucapan rama, dengan gaya istrinya.
__ADS_1
"Berhentilah tertawa, ayo kita kembali kerumah sakit aku sudah sangat merindukan istri kecilku ian" ajak rama, rama pun langsung bangun dari tempat duduknya.
Rian yang masih tertawa pun mengikuti rama bangun dari duduknya dan sekarang mereka sudah melangkahkan kakinya untuk menuju ke mobil.
"Rama, semenjak kamu menikah dengan ana kamu sekerang jadi makin seperti orang bodoh" ucap rian, dengan nada meledek rama, rama yang merasa kesal karena ledekan rian pun menyentil telinga rian dengan agak keras.
"Rama sakit" keluh rian
"Itu balasan karena kamu sudah meldekku" ucap rama, sambil membuka pintu mobilnya.
Rian pun juga masuk kedalam mobilnya dan kali ini yang menyetir mobilnya rian lagi.
setelah beberapa saat sampailah dirumah sakit.
Rama pun segera turun dan langsung meninggalkan rian.
"Rian, aku duluan ya" ucap rama dan langsung pergi masuk kedalam rumah sakit.
Rian pun hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya itu.
Diruang rawat ana.
Rama pun langsung membuka pintu ruangan tersebut, rehan sedang tidur di sofa mami sedang menemani ana mengobrol. ana yang melihat rama masuk pun langsung bertanya.
"Sayang, kamu dari mana kenapa lama sekali" tanya ana, dengan nada sedikit ngambek.
Rama pun menghampiri ana kedekat tempat tidurnya.
"Sayang, aku hanya habis membasmi serangga beracun jadibya lama" jawab rama, rama pun mengecup kening ana dengan begitu lembut.
Diruangan dokter Silvia.
__ADS_1
Setelah selesai memarkirkan mobilnya rian pun langsung menuju keruangan kerja silvia.
"Aku keruangan via dulu sajalah, daripada aku diruang rawat ana nanti jadi obat nyamuk" ucap rian yang sedang berjalan menuju ruangan kerja silvia.
"Tuk..tuk.." rian mengetuk pintu ruangan via.
"Silahkan masuk" saut via dari dalam.
Rian pun membuka pintu tersebut.
"Sayang" panggil rian pada via.
"Kamu darimana saja, makanan siang sudah sampai diruanganku, namun kamu nya baru datang" ucap via kesal, karena tidak rian tadi membantu rama menyelediki semuanya.
"Sayang, apakah kamu marah padaku? aku tadi membantu rama membongkar kejahatan seseorang" jawab rama, via pun kaget mendengar ucapan sang kekasih.
"Kejahatan seseorang, apa semuanya sudah terbongkar?" tanya via penasaran.
"Dan ternyata dalang semua ini adalah elina mantan kekasihnya rama dulu" ucap rian dengan nada serius.
"Syukurlah sayang kalau semuanya sudah terbongkar, ayo kamu makan siang dulu" ucap silvia, silvia pun mengajak rian untuk makan siang bareng.
Diruang rawat ana.
"Serangga berancun, rumah sebersih seperti rumah kamu ada serangganya sayang?" tanya ana dengan begitu polosnya.
Rama pun hanya tersenyum dan mencubit hidung istrinya dengan pelan.
"Sudahlah sayang, lupakan saja. kamu sudah makan siang?" tanya rama pada ana.
"Sudah, aku juga minum obat sayang, aku ingin segera pulang kerumah sayang disini aku bosan sekali" ucap ana dengan nada manja pada rama.
__ADS_1
Mami yang melihat anak dan menantunya begitu hangat dan penuh kasih sayang, membuat mami merasa bersyukur biarpun ana hanya gadis miskin namun bisa merubah sifat anaknya saat ini.
Bersambung....