Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
216. Terasa dipenjara.


__ADS_3

Dikantor Rian.


Setelah mendapatkan telpon dari Istrinya dan menyuruh Rian untuk segera pulang, akhirnya Rian langsung bergegas untuk pulang.


"Apa-apaan Via ini? baru saja sampai kantor tapi sudah memintaku untuk segera pulang!!" Kesal Rian dalam hati.


Rian langsung menuju ke parkiran mobilnya dan kini sudah menaiki mobilnya menuju kerumahnya.


Dirumah Rian dan Silvia.


Setelah beberapa lama, akhirnya Rian sampai dirumahnya.


Rian turun dari mobil dan melihat pintu rumahnya terbuka. Rian langsung masuk kedalam rumahnya, namun tidak melihat Via disetiap sudut ruangan.


"Kemana Via?" tanya Rian.


Rian mencari ke dapur tidak ada dan ketempat lainnya tidak ada, hanya ada satu tempat yang belum Rian cek yaitu taman halaman belakang.


Rian langsung menuju ke taman halaman belakang dan melihat istrinya sedang duduk dikursi taman sendirian.


Rian langsung menghampiri istrinya.


"Sayang, aku sudah pulang!! kenapa kamu menyuruhku pulang?" tanya Rian ingin tau.


Via tersenyum dan langsung mencium pipi suaminya dengan begitu lembut.


"Cupp!!" satu kecupan dari Via buat Rian.


"Katakan apa yang kamu mau!!" tanya Rian, Rian tau jika istrinya sudah bersikap manja dan mesra pada ada maunya.


"Sayang, aku hanya memintamu menemaniku makan rujak saja!!" ucap Via dengan nada begitu manja.


Rian terdiam sesaat.


"Hanya karena rujak dia menyuruhku pulang secepatnya dari kantor!! Untung kamu istriku dan sedang mengandung anak aku!!" guman Rian dalam hati, meskipun Rian merasa sangat kesal pada istrinya tapi Rian tidak bisa membentak istrinya.


Rian hanya tersenyum dan membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Baiklah, ayo aku temenin kamu makan rujak!!" jawab Rian dengan nada senang.


Via langsung menarik tangan suaminya untuk menuju ke dapur, sekarang keduanya sedang sibuk membikin rujak di dapur.


Setelah selesai akhirnya Rian dan Via makan rujak bersama ditaman belakang rumah mereka.


"Sayang, apa ini mau anak kita juga?" tanya Rian ingin tau.


"Kali ini tidak, tapi ini mau ibunya!!" jawab Via apa adanya.


Rian hanya tersenyum mendengar jawaban dari istrinya dan terus melanjutkan makan rujaknya.


Hari ini Rian dan Via makan rujak bersama dengan penuh canda tawa.


Dirumah Rama dan Ana.


Seharian ini Ana berasa dipenjara didalam kamarnya, karena ulah suaminya yang ingin seharian ditemanin oleh Ana.


"Sayang, ayo bangun kita sudah terlalu lama di dalam kamar!!" rengkek Ana dengan manja.


"Terlalu lama juga kita tidak ngapa-ngapain!! coba kamu tidak hamil pasti ini akan jadi seperti pengantin baru lagi sayang!!" ledek Rama dengan nada lembut.

__ADS_1


"Haha, kamu bisa saja sayang!!" jawab Ana.


"Aku hanya ingin dikamar saja sayang!!" ucap Rama, yang terus memeluk tubuh Ana.


"Tapi aku ingin keluar dari kamar!!" rengek Ana sambil mencubit tangan suaminya agar melepaskan dirinya dari pelukannya.


Akhirnya Rama melepaskan pelukannya dari Ana.


"Sakit sayang!! apa yang kamu lakukan?" kesal Rama, karena Ana terus mencubiti tangannya.


Ana tersenyum pada Rama.


"Aku lapar!!" keluh Ana.


"Kalau begitu makan aku saja!!" ledek Rama.


"Aku tidak mau!!" saut Ana.


"Tapi aku mau!!" timpal Rama.


Ana tersenyum jail pada Rama.


"Nak, selamatkan Mama!! Papa kamu ingin memakan Mama!!" ucap Ana pada bayi yang ada dikandungnya dengan nada bercanda.


"Nak, jangan mau!! kamu itu anak Papa!! jadi berpihaklah pada Papa!!" ucap Rama pada bayi yang masih ada perut Ana.


Ana tersenyum kesal pada Rama.


"Aku yang mengandungnya, bagaimana kamu menyebutnya ini anak kamu sayang!!" kesal Ana, yang seolah-olah tidak memperbolehkan Rama mengakui anaknya.


Rama mencubit hidung Ana.


"Ingat ya aku yang kerja keras tiap malam!! dulu kamu kan takut, bhakan memberikan aturan konyol pada suamimu!!" ucap Rama, yang mengingatkan Ana tentang masa lalu awal mereka menikah.


Ana tersenyum penuh kesalahan.


"Itu dulu sayang, aku belum tau rasanya!! sekarang aku tau rasanya enak jadi sudah tidak akan menolak lagi!!" jawab Ana penuh kemenangan.


Dulu awal pernikahan Ana memang masih takut dan belum siap untuk melakukan hubungan suami istri, hingga akhirnya Ana memberikan syarat konyol pada suaminya untuk tidak menyentuhnya sebelum Ana siap.


Biarpun seharian ini Ana terasa terpenjara tapi itu tidak masalah karena terpenjaranya dengan laki-laki yang sangat dicintainya yaitu laki-laki yang kini telah menjadi suaminya.


Bagas dan Alena.


Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya Bagas dan Alena sampai dirumah mereka.


Alena langsung turun dari mobilnya tanpa menunggu Bagas membukakan pintu mobilnya lebih dulu.


Bagas yang melihat Alena melakukan itu.


hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar tukang ngambek!!" guman Bagas dalam hati.


Alena langsung masuk kedalam rumah tanpa melirik suaminya.


"Kesal ih sama Bagas, aturan pulangnya kan bisa hari minggu nanti!!" kesal Alena dalam hati.


Bagas masuk membawa koper baju mereka dan beberapa kantong plastik oleh-oleh untuk sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


Alena duduk di sofa ruang keluarga, Bagas menaruh koper dan yang lainnya lebih dulu ke dalam kamar mereka.


Setelah beberapa menaruh semuanya, Bagas kembali menemui istrinya untuk membujuk istrinya agar tidak ngambek lagi karena bulan madunya harus berakhir cepat.


"Sayang!!" panggil Bagas dengan nada mesra.


Alena memalingkan wajahnya, karena tidak mau melihat Bagas.


"Yakin tidak mau melihat suamimu yang begitu tampan ini?" ledek Bagas, dengan nada merayu.


Alena masih tetap tidak berkutik.


"Keterlaluan suami setampan ini diabaikan!!" ucap Bagas, dengan nada memelas.


Alena masih tetap tidak berkutik.


"Katakan apa maumu!!" tanya Bagas dengan nada Ingin tau.


Akhirnya Alena membalikkan wajah dan kini menatap wajah Bagas.


"Aku mau kencan malam ini!! aku tidak mau tau!!" ucap Alena dengan nada marah.


Bagas mendengar ucapan istrinya hanya tertawa penuh kemenangan.


"Ngambek seharian hanya minta itu!!" ucap Bagas sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya sudah kalau tidak mau, aku marah lagi!!" ancam Alena dengan wajah yang menggemaskan.


Bagas mencubit kedua pipi Alena secara bersamaan dengan kedua tangannya.


"Bagaimana aku bisa menolak permintaan istri tercintaku ini!! baiklah nanti malam kita pergi menonton!!" jawab Bagas penuh semangat.


"Tapi aku tidak mau nonton di bioskop, karena itu sudah biasa!!" ucap Alena.


"Lalu? bukankah kamu ingin kencan" jawab Bagas bingung.


"Iya kencannya dirumah tapi!! Aku mau nonton ditaman belakang rumah dan itu bersama Ana, Via dan yang lainnya!!" ucap Alena dengan penuh semangat.


Bagas hanya menggelengkan kepalanya, namun Bagas juga tidak menolak kemauan istrinya.


"Itu namanya bukan kencan sayang!! tapi nonton bareng!!" kesal Bagas dalam hati.


"Baiklah sayang, nanti kita undang mereka semuanya untuk menonton bersama dirumah kita sekalian membagikan oleh-oleh buat mereka semuanya!!" jawab Bagas, dengan nada lembut.


Alena langsung memancarkan senyum termanisnya.


"Terimakasih sayang!!" ucap Alena, yang kini langsung menghambur ke pelukan suaminya.


"Alena-alena kamu itu sungguh menggemaskan!!" guman Bagas dalam hati.


Bagas membalas pelukan dari Alena dengan begitu erat.


"Setidaknya Alena sudah tidak marah padaku!!" guman hati Bagas, yang saat ini merasa sangat senang.


Biarpun kencannya tidak berdua alias nonton bareng, tapi tidak masalah buat Bagas. karena itu pasti akan menyenangkan apalagi nonton bareng sahabat-sahabatnya.


Bersambung


Tunggu ya keseruhan mereka!!!

__ADS_1


__ADS_2