
Setelah pulang dari rumah bibinya.
Rama pun berniat mengajak istrinya pergi Periksa ke dokter untuk memeriksa istrinya Apakah benar hamil atau tidak.
"Sayang, kita ke dokter ya nanti" Ucap Rama.
"Iya sayang, tapi aku mau pulang kerumah Dulu tubuhku agak lemas sayang" Jawab Ana Dengan nada lemas.
"Apa kamu sakit sayang?" Tanya Rama
"Hanya kecapean saja kali ram" Jawab ana,
Ana pun memejamkan matanya dan tiba-tiba
Tertidur.
Rama yang tidak tahu ana tertidur, rama pun
Tetap berbicara panjang lebar dan tiba-tiba Rama melirik ke arah ana, Rama pun Menghela napas panjang karena melihat Istrinya tertidur.
"Sayang, pantas saja kamu tidak menjawab Omongan aku ternyata kamu tidur to" Ucap Rama pada ana yang sedang tertidur.
Rama pun melanjutkan perjalanan dan Membiarkan istrinya tertidur, karena memang Istrinya mungkin terlalu kelelahan.
Setelah beberapa saat rama pun sampe di
Depan rumahnya, namun sebelum rama turun
Rama memperhatikan tubuh istrinya dengan Teliti.
__ADS_1
*Benar, apa kata bibi sekarang aja lebih
Segar dan sedikit berisi. Sayang jika kamu Benaran hamil aku pasti bakal bahagia Banget* Guman Rama dalam hati.
Rama pun turun dari mobilnya dan Menggendong istrinya untuk membawanya Ke dalam kamar. setelah sampe di dalam Kamar Rama pun membaringkan istrinya Diranjang tempat tidur.
*Istirahatlah sayang, pasti kamu sangat
Lelah sekali* Gimana Rama, sambil mencium Kening ana.
Rama pun turun menuju ruang bawah dan Melihat maminya dan rehan sedang Menonton televisi.
"Mami, rehan kalian kemana saja" Ucap Rama tiba-tiba, mami dan rehan pun manatap rama Bingung.
"Rama, mami biasa arisan sama para ibu-ibu Cantik sayang" Jawab mami pada rama.
"Kalau rehan, sibuk kak sama acara kampus" Jawab rehan sambil memakan cemilan yang Ada didepannya.
"Kakak ipar, sedang tidur tadi dari tempat bibi Rani mungkin kakak ipar kecapean" Jawab Rama pada rehan.
"Mami, nanti mau ikut Rama tidak?" Tanya Rama tiba-tiba.
"Kemana Rama?" Jawab mami pada rama.
"Ke dokter mami, aku mau memeriksa ana Mami siapa tahu udah ada kabar bahagia Mami" Ucap Rama dengan nada isyarat Membuat maminya bingung.
"Kabar bahagia apa rama? jangan buat mami Bingung katakan dengan jelas nak!" Ucap Mami pada rama agak sedikit antusias.
"Siapa tahu ana sudah hamil mami?" Ucap Rama tiba-tiba, Membuat mami dan rehan Menatap rama penuh arti.
__ADS_1
"Kakak, aku juga mau ikut ya" Ucap rehan.
"Baiklah kamu bersama mami ikut nanti ya" Jawab rama pada rehan.
Setelah mengobrol dengan mami dan rehan
Rama pun pergi meninggalkan mami dan Rehan untuk menuju ke kamarnya, untuk Melihat istrinya sudah bangun atau belum.
Sampelah dikamar rama.
"Sayang, kamu darimana?" Tanya ana
"Kamu sudah bangun sayang, aku dari bawah
Sayang habis ngobrol sama mami dan rehan" Jawab rama dengan jujur.
Ana pun kembali membaringkan tubuhnya Diatas kasur.
"Apa badan kamu masih lemas sayang?" Tanya rama yang kawatir melihat istrinya.
"Tidak apa-apa ram, ini cuma sedikit pusing Nanti akan sembuh setelah aku tidur" Jawab Ana yang tidak mau membuat rama merasa Khawatir padanya.
Rama pun menghampiri istrinya dan duduk Disamping istrinya.
"Sayang, jika kamu benaran hamil aku pasti Akan sangat bahagia" Ucap rama penuh kasih Sayang.
"Sayang kita menanti kabar bahagia itu Bersama ya, kita berdoa saja sama allah" Jawab ana, ana mengerti suaminya sudah Sangat ingin punya anak.
**Sabar ya sayangku* Guman ana dalam hati.
__ADS_1
Selamat malam semuanya, maaf ya baru sempat up. maklum authornya dari tadi sibuk banget 🙏🙏😘😘*