
Setelah selesai semuanya dengan pekerjaannya rama pun langsung menuju pulang kerumahnya, karena ingin segera bertemu istri. setelah melewati perjalanan dari kantor akhirnya rama sampai dirumah.
"Rehan, mama kak iparmu?" tanya Rama pada rehan yang sedang menonton televisi.
"Kak ipar dikamarnya kak, oh iya kak minggu depan aku wisuda mami dan pulangkan kak?" tanya rehan, karena mami dan papinya sedang berada diluar negeri.
"Pulang, nanti kakak telpon mami dan papi. kakak ke kamar dulu ya" jawab rama, yang langsung naik ke atas untuk menuju kamarnya.
Di dalam kamar, ana sedang asik menonton flim drama kesukaannya.
"Apa yang kamu tonton sayang, sampai suamimu pulang kerja tidak mendengar?" tanya Rama. yang membuat ana kaget karena tak mendengar langkah kaki suaminya.
"Sayang kamu sudah pulang? maaf aku terlalu asik nonton drama" jawab ana yang merasa bersalah.
Ana bangun dari duduknya dan menghampiri rama untuk melepaskan dasi Rama, ana yang sedang memegang dasi tiba-tiba Rama bertanya.
"Sayang, kamu masih ingat apa kegunaan dasi?" tanya rama, sambil memegang kedua pipi istrinya.
"Apa sayang, aku lupa" sesal ana.
"Diamlah biar aku ingatkan!!" jawab rama, Rama pun melepaskan dasinya dan menaruhnya dileher ana. Rama menarik dasi tersebut dan cup Rama mencium bibir lembut ana.
"Sayang, mandi dulu baru cium" kesal ana.
Rama pun tertawa melihat ke tidak terimaan istrinya karena menciumnya tanpa izin apalagi belum mandi itu membuat ana kesal.
"Baiklah aku mandi dulu" jawab rama, yang langsung pergi meninggalkan ana sedangkan ana membereskan baju rama yang menaruh sembarangan.
Dasar rama, selalu tanpa izinku jika menciumku padahalkan kalau dia izin dulu aku akan bersiap tadi atau aku bisa gosok gigi dulu. Kesal ana dalam hatinya.
Setelah beberapa lama rama keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian. setelah selesai ganti pakaian rama duduk ditepi ranjang.
"Sayang, telpon mami rehan wisuda minggu depan!!" ucap Rama.
Ana pun langsung mengambil ponselnya untuk menelpon mami.
Menelpon mami
"Hallo mam" sapa ana
"Hallo juga ana, ada apa nak?" tanya mami
"Ana mau nyampein ke mami, minggu depan rehan wisuda mam" jawab ana.
"Iya nak, bilang rehan nanti mami pulang sama papi ya nak buat ngadirin wisuda dia" jawab mami penuh semangat.
"Katakan nak, kamu pingin mami belikan apa?" tanya mami.
__ADS_1
"Ana tidak mau apa-apa mam, ana cuma mau papi sama mami pulang dengan selamat!! ana juga sudah sangat merindukan mami" jawab ana.
"Mami juga merindukanmu nak, nak mami pergi dulu ya nanti kita sambung lagi" jawab mami.
"Iya mami" jawab ana.
Ana pun mematikan saluran teleponnya.
"Gimana sayang?" tanya Rama.
"Mami akan pulang nanti sayang" jawab ana.
"Ayo makan dulu sayang!!" suruh ana.
"Aku tidak lapar sayang, aku sudah mengantuk" jawab rama, rama pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur sedangkan ana langsung pergi mandi karena belum mandi gara-gara keasikan nonton drama.
Bagas dan alena.
Bagas dan alena sedang sibuk menyiapkan keperluan untuk pernikahannya.
"Sayang, bagaimana dengan baju pengantin yang ini?" tanya alena.
Bagas yang sedang duduk hanya menggelengkan kepalanya, alena pun masuk keruang ganti untuk kesekian kalinya setelah beberapa lama alen alena pun keluar dengan gaun pengantin yang begitu mewah dan indah.
"Sayang bagaimana?" tanya alena.
Alena pun merasa lega setelah mencoba beberapa baju pengantin, akhirnya yang terakhir ini bagas suka membuat alena mengembangkan senyum manisnya.
"Sayang kemarilah kita ambil foto" ajak alena
Bagas pun menghampiri alena dan mereka mengambil beberapa foto dengan gaya yang berbeda-beda. setelah selesai dengan urusan gaun alena dan bagas pun memesan catring dan gendung untuk pernikahannya.
Bagas dan alena sengaja mengurus semuanya malam-malam karena seharian ini mereka sibuk kerja, jadi baru sempat mengurus semuanya.
Dirumah sakit.
"Masih lama sayang?" tanya rian, yang sedari tadi menunggu istrinya mengurus pasiennya.
"Masih ada 2 pasien lagi sayang, sabar ya!!" jawab via yang sedang menyiapkan obat.
Rian yang merasa jenuh akhirnya memilih berjalan-jalan mengelilingi rumah sakit sedangkan via kembali melanjutkan untuk memeriksa beberapa pasien lagi.
Setelah beberapa lama akhirnya via menyelesaikan tugasnya dan rian juga sudah kembali keruangannya.
Karena via hari ini sudah selesai dengan urusan pasien, via pun mengunci pintu ruangannya dan saat ini via duduk dipangkuan suaminya.
"Sayang, maaf kamu menunggu lam" ucap via, sambil membelai pipi suaminya.
__ADS_1
"Via, jangan menggodaku disini" suruh rian.
"Sayang aku sudah selesai dengan pasienku dan aku sudah mengunci pintu ruanganku. sekarang tugasku adalah mengurusmu dan memuaskanmu" jawab via dengan nada penuh menggoda.
"Jangan salahkan aku, jika aku melakukannya diruangan kerjamu sayang!!" ucap rian, yang sudah menindih tubuh via dan sekarang posisi via sudah berada di bawah Rian. Rian pun perlahan mencium bibir via dengan lembut dan lama kelamaan menikmatinya dengan penuh nafsu, rian mulai membuka baju silvia dan sekarang gundukan kembar silvia terlihat begitu jelas, rian pun segera melepaskan gundukan tersebut dari bungkusnya kini rian sudah mulai menyusu seperti anak bayi. via pun mulai mengeluarkan desahan penuh kenikmatan.
Bibir rian sibuk dengan gundukan kembar via sedangkan tangan rian sudah membuka pembungkus bagian sensitif via, rian pun ke sembarang tempat.
"Sayang, aku sudah tidak tahan" ucap rian.
Namun silvia hanya mendesah penuh kenikmatan karena permainan suaminya, rian memberikan tanda merah keseluruh bagaian tubuh via. perlahan-lahan rian membuka s*akangan via dan memasukkan benda miliknya yang sudah keras dan tegang, rian dan via pun keduanya mendesah penuh kenikmatan dan sampai keduanya sama-sama mencapai puncaknya. akhirnya rian menjatuhkan tubuhnya disebelah silvia sedangkan silvia langsung bangun dan menuju kamarnya mandi.
Setelah selesai mandi via pun keluar dari kamar mandi.
"Sayang, kamu mandilah dulu baru kita pulang kerumah" ucap via.
Rian pun menuruti perkataan istrinya dan segera menuju kamar mandi, setelah selesai mandi Rian dan via pun segera menuju pulang kerumahnya.
"Sayang terimakasih" ucap rian.
"Sama-sama sayangku" jawab via.
"Aku ingin kamu cepet hamil" ucap rian.
"Maka kamu harus berusaha lebih keras lagi usahanya, kalau kata rama semangat bikin adonannya" jawab via, sambil tertawa karena mengingat kata-kata rama.
"Tau bocah tengil itu, tidak ku sangka adonan dia sudah jadi padahal dulu katanya istrinya belum siap terus" ledek rian, membuat silvia tambah menertawakan rama.
Via dan rian pun sudah sampai rumah dan mereka langsung menuju kamarnya untuk langsung tidur karena, malam ini mereka sudah sangat lelah sekali namun sebelum tidur mereka mengobrol sebentar.
"Sayang terimakasih buat yang tadi diruangan kerjamu, malam ini kamu sangat hebat" puji Rian.
Via yang merasa malu tiba-tiba mukanya menjadi merah seperti kepiting rebus.
"Hey, sayang kenapa? muka kamu merah? apa kamu sedang malu dengan suamimu sendiri" ledek rian.
"Tidak tidurlah sayang sekarang sudah malam" pinta via, karena tidak mau kejadian dirumah sakit terulang kembali karena dirinya masih sangat lelah sekali.
Rian menuruti perkataan istrinya dan sekarang rian tidur sambil memeluk istrinya dengan begitu erat.
***Bersambung ..
Terimakasih buat kalian semua para pembaca setia, maaf ya kalau masih banyak tulisan yang salah dan acak-acakan nanti author perbaiki lagi penulisannya 🙏🙏
Terimakasih buat kritikan baiknya itu sangat membantu author, apalagi seperti author yang masih banyak belajar 😘😘***
Pokoknya tanpa dukungan dari kalian semuanya author itu bukan apa-apa 🙏 🙏
__ADS_1