
"Tidurlah, Aku capek sekali." Keluh Niah dengan manja.
"Itu baru sekali, Ayo kita lakukan sekali lagi!" Rengek David dengan manja.
"David!!!!!" Niah mendorong David agar tidak melakukannya untuk kedua kalinya.
Pagi hari yang cerah sinar matahari sudah menyusup jendela kamar David dan Niah, Sedangkan David masih tertidur nyenyak memeluk sang istri.
Niah mengerjap-ngerjapkan matanya, Pelan-pelan Niah membuka matanya.
"Berat sekali." Gerutu Niah dengan suara khas bangun tidur, Ternyata kaki dan tangan sang suami masih mengunci tubuh Niah.
"David, Dasar ihh berat sekali." Gumam Niah.
Melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang, Niah tersenyum mengingat ulah sang suami tadi malam.
"Aku sudah menjadi istri, Aku sudah melakukan tugasku sebagai istri, Meskipun aku juga tidak tahu semalam David melakukan dengan cinta atau tidak." Batin Niah bingung.
Bagaimanapun David memang belum menyatakan cinta pada Niah, Jadi Niah tidak tahu semalam dia bercinta dengan sang Suami itu tanpa cinta atau dengan cinta.
"Sudahlah untuk apa aku memikirkan semuanya, Yang pentingkan udah halal." Pikir Niah yang tidak mau pusing-pusing.
"Bangun, Tubuhmu berat sekali!" Pinta Niah dengan suara lembut.
"Sebentar lagi, Aku masih ngantuk." Jawab David yang masih memejamkan matanya.
Niah menyingkirkan tangan David dari pelukannya, Pelan-pelan Niah menyingkirkan kaki David, Niah hendak bangun tapi dibagian Sensitif Niah terasa nyeri membuat Niah menjerit pelan.
"Auhh sakit sekali." Rintih Niah sedikit menjerit.
Mendengar suara sang istri, David langsung membuka matanya dengan raut wajah panik David bertanya pada Istrinya.
"Kenapa Niah?" Tanya David panik.
"Sakit sekali," Keluh Niah sambil menunjukkan bagian yang sakit pada David.
David tersenyum, David bangun dari tidurnya dan mengubah posisinya menjadi duduk.
David agak membungkukkan tubuhnya, Lalu membelai-belai pipi mulus sang istri.
"Jangan banyak bergerak, Itu karena kamu melakukan pertama kalinya jadi terasa sakit." Jelas David dengan begitu lembut.
Niah menatap David dengan tatapan kesal.
"Katanya enak, Ini benarkan kata temanku sakit, Pasti David membodohiku." Niah ngedumel dalam hatinya.
"Katanya enak." Bantah Niah kesal.
"Kan semalam kamu juga kamu keenakan, Sakitnya ya sekarang karena ada sesuatu yang sudah aku robek di bagian sensitifmu." David kembali memberikan pengertian pada istrinya.
"Coba kamu buka sprei kamu, Pasti ada bercak darah, Itu karena kamu masih pr*wan." David terus menjelaskan pada istrinya.
Niah bangun dibantu oleh David, Lalu Niah mengecek spreinya dan ternyata benar samar-samar bercak darah suci itu terlihat, Sayangnya sprei yang David semalam warna biru dongker jadi darah itu terlihat tidak terlalu jelas dan sudah kering juga.
"Aku mau mandi." Keluh Niah dengan manja.
Dengan cepat David beranjak dari tempat tidurnya, Dan langsung mengangkat tubuh mungil Niah untuk masuk kedalam kamar mandi. Niah dan David pagi ini mandi bersama.
Setelah selesai mandi, Niah dan David berganti pakaian.
"Auh kok masih sakit." Keluh Niah lagi, Karena dibuat jalan rasanya sakit.
"Duduklah jangan banyak bergerak," Pinta David dengan lembut.
Niah duduk dikursi meja rias, Sedangkan David langsung membersihkan sprei bekas semalam dan langsung menaruhnya ditempat cucian.
"Kamu duduk saja dirumah, Kalau mau istirahat dikamar yang lain ya ini nanti ada tukang-tukang bersih-bersih kerumah, Jadi kamu cukup duduk dan tiduran saja hari ini, Terus tidak usah masak, Nanti aku kirim makanan dari kantor!!" Dengan bawelnya David menyuruh ini itu pada Niah.
__ADS_1
"Kamu pergi ke kantor?" Tanya Niah pelan.
"Iya ada yang harus diurus," Jawab David.
Setelah selesai dan David sudah rapi, David mengendong Niah keruang bawah, Niah hanya diam mengalungkan tangannya dileher David.
"Sepertinya menjadi istri dari Tuan David Pratama tidak buruk juga." Puji Niah yang membuat David tersenyum sengit.
"Apa kamu dulu berpikir aku akan menyiksamu?" Tanya David kesal.
"Lebih dari itu yang aku pikirkan." Jawab Niah.
"Buang pikiran itu jauh-jauh mulai sekarang, Karena aku tidak sekejam itu." Tegas David dan langsung menurunkan Niah dikursi meja makan.
David menuju ke dapur, Untuk membuat dua gelas susu dan sarapan untuk mereka berdua. Setelah selesai David membawa susu dan makanan yang sudah dibuatnya.
"Kamu harus makan yang banyak, Biar kalau main jangan cuma sekali saja aku mau lebih dari sekali." Goda David membuat Niah malu.
"Sekali saja sakit, Buat jalan saja susah." Protes Niah dengan manja.
"Iya baiklah, Aku mengalah." David mengalah karena tidak mau berdebat dengan Istrinya.
Setelah selesai sarapan, David mengantar Niah ke kamar yang lain karena kamar milik mereka akan dibersihkan terlebih dahulu. Kali ini Niah berjalan David hanya menuntunnya saja, Biarpun David mau mengendong Niah lagi tapi Niah juga tidak enak, Nanti kesannya Niah terlalu manja.
"Berbaringlah, Ingat jangan kemana-mana, Nanti jam makan siang aku pulang saja untuk mengantarkan makan siang buat kamu dan sekalian makan siang buat istriku." Kata David yang sedang membantu Niah berbaring di atas ranjang tempat tidur.
"Aku berangkat kerja dulu ya, Ingat jangan banyak bergerak!" David berpamitan pada Niah sekaligus memberikan peringatan pada Niah.
"Iya aku mengerti." Jawab Niah pelan.
Sebelum David pergi ke kantor, David mencium kening Niah membuat Niah tersenyum senang.
"Apa ini awal pernikahan yang bahagia?" Batin Niah bahagia.
"David....." Panggil Niah.
David menoleh kearah Niah.
"Eemmhh suamiku.." Panggil Niah dengan ragu.
"Iya ada apa istriku?" Tanya David dengan senyum manisnya.
"Aku pingin dicium!" Spontan Niah mengatakannya.
David ternganga dan bingung, Dia berpikir ternyata wanita yang sudah sah menjadi istrinya ini begitu lucu.
"Dia minta dicium sama suami sendiri." Gumam David dengan tawa dihatinya.
"Tadikan sudah." Tolak David yang membuat Niah memayunkan bibirnya, Membuat David tersenyum senang.
"Tadikan cuma dikening." Protes Niah dengan manja.
"Memangnya kamu mau dicium dimana?" Goda David yang sebenarnya merasa senang.
"Aku pingin dicium diibibir," Pinta Niah dengan tidak tahu malunya.
"Diakan suamiku, Jadi aku berhak memintanya." Batin Niah.
"Tapi kamu tidak pandai berciuman." Protes David.
Dengan cepat Niah bangun dari tempat berbaring, Niah langsung menarik wajah tampan David dan menempelkan bibirnya pada bibir David.
David memegang kedua pipi Niah, Niah mengalungkan tangannya dileher David. Ciuman mereka sangat panas pagi ini, Karena akhirnya David yang terus bermain-main dengan bibir mungil Niah.
"Eemmhh..." Nafas Niah mulai tersengal-sengal.
Setelah beberapa lama, David melepaskan ciumannya dan langsung membersihkan bibir Niah dengan jarinya.
__ADS_1
"Payah baru sebentar saja kamu nafas kamu sudah tersengal-sengal." Protes David.
"Kamu tadinya tidak mau, Giliran aku yang mulai cium kamu langsung serakah dan memainkan bibirku semaumu." Bela Niah yang tidak mau kalah.
"Istriku, Sudah jangan terus mengajakku berdebat, Kamu simpan tenagamu untuk nanti malam kita main perang-perangan diatas ranjang lagi." Dengan kejailan David terus menggoda Niah.
David keluar dari kamarnya, Tapi lagi-lagi Niah memanggilnya.
"Emmhh David, Ehh suamiku." Panggil Niah dan David langsung menoleh.
"Kenapa?" Tanya David.
"Semalam cairan hangat itu apa? Dan kenapa harus dikeluarkan didalam atau diluar?" Tanya Niah dengan raut wajah polosnya.
David semakin gemas pada istrinya, Dia sudah besar dan umur segitu juga aturan sudah tahu tentang itu. Tapi ini lagi-lagi Niah tidak mengerti dan tidak paham, Dalam hati David aku harus bersabar punya istri seperti Niah. Tidak apa-apa dia dimengerti ini itu dan aku akan mengajarinya pelan-pelan tentu saja dengan rasa sabar.
"Setelah pulang kerja aku akan menjelaskannya!" Jawab David yang langsung berlalu pergi dari ambang pintu.
"Niah-Niah kamu membuatku gemas sekaligus kesal." Batin David.
Setelah David pergi, Niah kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur.
"Dulu papa selalu bilang nanti suamimu yang akan mengajarimu dalam ranjang, Dan kamu tidak perlu menonton film dewasa atau hal-hal lainnya yang berbau dengan ehem-ehem." Batin Niah yang mengingat nasehat Rama selama dia belum menikah.
Itulah alasannya kenapa Niah begitu polos dalam hal ini itu, Iya karena Rama yang begitu ketat pada Niah. Karena Niah adalah anak perempuan jadi Rama benar-benar sangat bawel pada dirinya.
Dikantor David.
Sesampainya dikantor, Randi sudah menunggu diruangan Rama. Rama membuka pintu kaget karena Randi sudah duduk menunggunya.
"Wihh pengantin baru, Keliatan lebih seger ya sekarang." Goda Randi yang langsung ditatap sengit oleh David.
"Sana kamu nikah makanya, Ada apa tumben sudah menungguku?" David kembali meledek Randi dan bertanya pada Randi.
"Ini informasi tentang laki-laki yang bernama Riko." David menyodorkan beberapa foto dan Video yang dirinya rekam diponselnya.
"Aku sudah menghajarnya kemarin." Jawab David dengan senang.
Randi menceritakan tentang Riko panjang lebar pada David, David mengerti dan ternyata Riko itu hanya laki-laki pengangguran yang mau harta istrinya saja.
"Sudah biarkan saja, Selama dia tidak mengganggu istriku biarkan saja." Tegas David pada Randi.
"Baik Tuan, Saya pamit keruangan saya dulu." Pamit Randi yang langsung keluar dari ruangan David.
"Randi tunggu, Ini untukmu!" Panggil David membuat Randi memberhentikan langkah kakinya.
"Iya Tuan ada apa?" Tanya Randi.
"Ini untukmu." David menyodorkan dua tiket bulan madu untuk Randi.
Randi ternganga tidak percaya.
"Apa dia ini sedang menyindirku?" Gumam Randi bingung.
"Pergilah berlibur, Ajak siapa saja!" Suruh David.
"Baik Tuan." Jawab Randi.
"Mau berlibur sama siapa? Sama kucing?" Batin Randi merasa kesal.
Apalah Randi ini dia hanya sekertaris yang masih jomblo.
David duduk dikursi kerjanya, Tapi bukannya fokus kerja David malah terbayang-bayang Niah terus dan ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu dengan Niah.
"Niah kamu jangan terus menganggu kerjaku." Omel David pada pikirannya yang sedari tadi memikirkan Niah.
BERSAMBUNG 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊
Buat yang tanya kok up lama, Kok up nya satu bab doang, Gak kaya dulu banyak, Sekali lagi mohon maaf ya, Authornya udah mulai kerja lagi soalnya, Tapi diusahakan up setiap hari biarpun 1 bab 🙏🙏