Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
64. Pertama kalinya


__ADS_3

Rama merasa ana tidak jujur padanya dan menutupi sesuatu dari dirinya.


"Katakan ana ini kenapa?" Ucap Rama Sambil memeriksa pergelangan tangan ana.


"Ini hanya iritasi sayang karena jam tangan"


Ucap ana berbohong pada Rama karena ana takut jika ana menceritakan semuanya pasti Rama akan sangat marah padanya.


"Ini bukan iritasi dan aku tau kamu tidak pernah memakai jam tangan ana, jangan berbohong padaku" Ucap Rama pada yang sudah mulai marah.


"Siapa laki-laki ini ana?" tanya Rama Sambil menunjukkan foto yang dikirim oleh seseorang yang bertugas mengawasi ana selama acara reuni.


"Sayang" Ucap ana terputus ketika Rama benar-benar marah.


"Bagian mana saja yang disentuh oleh laki-laki itu ana, jawab ana" Ucap Rama berteriak pada ana.


"Rama maafkan saya, laki-laki itu Angga" Ucap ana dengan nada takut.


"Apakah kau masih mencintainya" tanya Rama yang berteriak pada ana.


"Tidak Rama, aku sungguh sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi dengannya " Jawab ana pada Rama.


"Kenapa ketika dia memelukmu kamu hanya diam saja" Ucap Rama Sambil memegang dagu ana.

__ADS_1


"Aku sudah berusaha melawannya, namun tenaga dia jauh lebih kuat dariku" Ucap ana dengan jujur.


"Alasan saja kamu ana" Jawab Rama dengan nada kesal.


"Sungguh aku tidak berbohong padamu Rama" Ucap ana yang sudah mulai meneteskan air matanya.


Ana merasa kesal pada suaminya karena tidak percaya dengan ana, padahal ana sudah menjelaskan semuanya pada Rama.


"Kamu membiarkan mantan kekasihmu memelukmu dengan begitu erat, namun kamu sebagai seorang istri selalu berkata belum siap untuk menjalankan tugasmu sebagai istri, lalu sekarang apa maumu? hah apa aku harus menunggu bekas dari laki-laki lain dulu? agar kamu menyerahkan semuanya padaku?" ucap rama dengan nada yang begitu menggebu-gebu


"Rama jaga ucapanmu" jawab ana, namun kali ini ana hanya menangis mendengar ucapan suaminya yang seperti itu.


"Maaf ana, aku akan melakukannya sekarang aku tidak perduli kau akan menolakku atau tidak aku mau kamu menjalankan tugas sebagai istri untuk pertama kalinya setelah kita menikah dan aku tidak mau mendengar penolakanmu" ucap rama, rama pun langsung mendaratkan c*uman dib*bir ana dengan begitu penuh nafsu dan amarah yang masih menggebu-gebu, membuat ana kuwalahan untuk mengimbangi c*uman dari suaminya.


"Kenapa apa kamu mau menolakku lagi" ucap rama yang semakin kesal pada ana.


"Tidak sayang, aku hanya mau kamu melakukannya dengan cinta dan kasih sayangmu. aku tidak mau kita melakukan untuk pertama kalinya dengan nafsu dan amarah sayang" ucap ana, berusaha menjelaskan pada suaminya agar amarah suaminya sedikit meredah.


Rama mengerti dengan ucapan istrinya dan kali ini rama melakukannya dengan begitu lembut dan penuh cinta.


Rama kembali menc*um b*bir ana dengan begitu pelan namun membuat ana bisa mengimbangi permainan Rama. desahan pun mulai keluar dari mulut ana membuat rama semakin bernafsu, Rama mulai menelusuri setiap inchi tubuh istrinya dengan penuh kenikmatan ana mulai mengeluarkan d*sahan demi d*sahan membuat rama semakin tidak kuat dan ingin segera menuntaskan hasratnya.


"Sayang, tahan ya aku akan memasukkannya ini ke itu kamu" ucap rama, Rama pun pelan-pelan memasukkan itu nya kememilik ana, ana berteriak agak sedikit keras karena memang ini sangat sakit sekali, rama menutup mulut ana dengan c*umannya.

__ADS_1


"Tahan sayang, hanya sebentar saja sakitnya" bisik Rama ditelinga ana dengan lembut. ana mulai meneteskan air matanya karena bahagia sekali sudah menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.


Rama sudah selesai dengan permainan dan sekarang bercak d*rah suci ana menjadi saksi cinta ana dan Rama malam ini.


"Terimakasih sayang, kamu sudah menjalankan tugasmu sebagai seorang istri dan aku juga sudah melaksanakan tugasku sebagai suami untuk memberikan nafkah batin untukmu" ucap rama, sambil mencium kening ana.


Malam ini ana dan rama tidur dengan begitu nyenyak, rama tidur dengan memeluk ana dengan begitu hangat.


Keesokan harinya, ana bangun lebih dulu.


"Auh kenapa sakit sekali, rama membuatku susah untuk berjalan" rintih ana yang merasa masih sakit karena permainan rama semalm. Rama yang mendengar rintihan istrinya, terbangun dari tidurnya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya rama.


"Sakit sayang, aku bahkan susah untuk berjalan saat ini" jawab ana.


Rama kembali menarik istrinya kedalam pelukannya, dan akhirnya ana dan rama tidur lagi dengan pelukan yang hangat.


Setelah beberapa saat, ana bangun untuk


segera menyiapkan sarapan untuk suaminya, biarpun masih sakit namun ana tetap harus memasak, ana langsung mandi dan meninggalkan suaminya yang masih tertidur setelah selesai mandi, ana membangunkan suaminya untuk segera mandi karena harus pergi bekerja. setelah membangun ana langsung menuju ke dapur untuk memasak.


Setelah beberapa saat masakan ana sudah matang semuanya.

__ADS_1


Lanjutkan ..🙏


__ADS_2