Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
269. Liburan bersama 2.


__ADS_3

Malam semakin larut, kini semuanya masuk kedalam kamar masing-masing.


"Rama.." panggil Alena.


Rama dan Ana memberhentikan langkah kakinya, lalu Rama menjawab panggilan dari Alena.


"Iya Len, ada apa?" tanya Rama pada Alena.


"Kamu tidak menitipkan Niah pada Kita, siapa Tahu kamu mau bertempur dengan Ana malam ini." kata Alena sambil tersenyum pada Ana dan Rama.


"Emm...ti" kata-kata Ana terpotong karena Rama langsung memotong perkataan Ana.


"Dengan senang hati Aku akan menitipkan Niah pada kalian." jawab Rama dengan begitu senang.


"Kapan lagi mau garap istri tanpa diganggu oleh Anak." gumam Rama.


Rama langsung memberikan Niah pada Alena, Alena langsung menerima Niah dengan begitu senang hati.


"Ingat harus lebih dari satu ronde." kata Bagas pada Rama.


"Siap, pokoknya malam ini tidak akan mengecewakan kalian." jawab Rama.


Yang lain sudah masuk kamar lebih dulu, kini Rama dan Ana langsung masuk kedalam kamar mereka begitu juga dengan Bagas dan Alena mereka juga langsung masuk kedalam kamarnya mereka.


"Niah sama Tante Alena ya malam ini." kata Alena sambil mencium pipi Niah.


"Sayang, Aku juga mau cium." kata Bagas yang berjalan disampingnya Alena.


Alena melihat kearah Bagas, lalu tersenyum pada Bagas.


"Aku tidak mau." Alena menolak untuk mencium Bagas.


Bagas menatap Alena dengan tatapan begitu kesal.


"Dasar tidak adil." gumam Bagas.


Dikamar Rama.


Rama langsung duduk ditepi ranjang, kini Rama sedang mengelus-elus Adik kecilnya lalu berkata pada Adik kecilnya.


"Sabar ya, sebentar lagi Aku akan memasukkanmu kedalam goa kenikmatan." kata Rama yang terus-menerus mengelus miliknya dengan tangannya.


Ana baru saja berganti pakaian dengan pakaian tidur, kini Ana duduk disamping Rama.


"Kamu belum tidur?" tanya Ana pada Rama.


"Belum, mau bertempur dulu." kata Rama.


Ana menggelengkan kepalanya, lalu berkata pada Rama.


"Aku takut Niah rewel." kata Ana.


"Tidak akan, kan ada Alena dan Bagas yang menjaga Niah waktu itu saja Niah tidak rewel." jawab Rama, sambil membuka kancing baju Ana.


Kini Rama langsung membenamkan wajahnya ditengah-tengah gunung kembar Ana, bahkan Rama sekali-kali men**lati p**ing milik Ana.


"Ahhh Rama hentikan geli ih." kata Ana sambil mengeluarkan desahan dari mulutnya.

__ADS_1


"Aku sudah lama sayang, tidak melakukan ini apalagi sekarang ada Niah." protes Rama yang sudah melepaskan bibirnya dari bagian tersebut.


Memang semenjak Niah lahir, bagian kesayangan Rama itu sekarang menjadi milik Niah seutuhnya.


Rama sudah melepaskan semua pakaiannya, kini Rama sudah polos tanpa sehelai benang apapun.


Satu persatu Rama melepaskan pakaian milik Ana, kini Ana sama sudah polos tanpa sehelai benang apapun.


Tanpa melakukan pemesanan lebih lanjut, Rama langsung memasukkan miliknya kedalam milik Ana, karena kini miliknya sudah begitu keras dan sangat tegang.


"Langsung saja sayang." kata Rama yang langsung mendorong Ana agar tertidur, kini Rama langsung membuka s***ngkangan Ana lalu langsung langsung memasukkan miliknya kedalam milik Ana.


"Ahhh...." desahan Rama dari mulutnya.


"Eemmhh..." Ana juga sama mendesah.


"Enak sekali." kata Rama yang langsung menghentak-hentakan miliknya kedalam milik Ana.


Kini Ana kelimpungan, karena merasakan kenikmatan dari permainan suaminya.


Setelah beberapa menit, Rama mempercepat permainannya, hingga Rama sudah tidak tahan mengeluarkan cairan hangatnya. namun Ana kembali melarang Rama mengeluarkannya di dalam rahim Ana.


"Sayang, jangan keluarkan didalam." pinta Ana sambil menahan desahannya.


"Iya sayang." jawab Rama, akhirnya Rama mengeluarkan semua cairan hangatnya diatas perut Ana.


"Ahhh lega sekali." kata Rama yang merasa puas.


Rama merebahkan tubuhnya disamping Ana, namun tidak berapa lama Rama kembali memulai memulai aksinya, kali ini Rama memasukan miliknya kedalam mulut Ana.


Ana langsung kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu menyelimuti tubuhnya.


Rama menjatuhkan tubuhnya disamping Ana, lalu langsung memejamkan matanya.


"Aku lelah sayang." kata Rama yang langsung memejamkan matanya.


Ana hanya menghela nafasnya dengan pelan.


"Dasar giliran udah puas langsung tidur." gumam Ana.


Ana ikut memejamkan matanya karena Ana juga merasa sangat lelah karena ulah suaminya.


Dikamar Bagas.


Kini Bagas dan Alena sedang memperhatikan Niah yang sedang tidur dengan begitu pulas.


"Kira-kira Anak kita nanti mirip dengan siapa ya sayang." tanya Alena pada Bagas.


"Miri Bapaknya, kan bapaknya yang bikin." jawab Bagas, sambil membelai pipi Niah dengan tangannya.


"Aku yang mengandungnya, Aku yang melahirkannya, Kamu enak bikin doang." kata Alena merasa tidak terima jika anaknya mirip dengan suaminya.


"Iya pokoknya Aku bapaknya, jadi harus mirip dengan bapaknya." kata Bagas.


"Tidak bisa, harus mirip denganku." Alena tidak mau mengalah.


Alena menatap Bagas dengan sorot mata yang begitu kesal.

__ADS_1


"Ingat ya diranjang yang selalu bekerja keras itu Aku, Kamu hanya menikmatinya saja dibawah." Bagas juga tidak mau kalah.


"Aku juga capek biarpun dibawah." Alena masih tetap tidak mau mengalah dari suaminya.


Malam ini mereka merebutkan, Anaknya akan mirip dengan siapa nanti?


Dikamar Rian.


Via sedang membelai-belai pipi Vano dengan tangannya, lalu Rian bertanya pada Via.


"Kita mau punya berapa Anak sayang?" tanya Rian pada Via.


"Satu cukup sayang." jawab Via sambil menciumi pipi Vano.


"Aku mau lebih dari satu." kata Rian.


"Sudahlah jangan membahas ingin punya Anak berapa? sekarang Kita fokus saja untuk membesarkan Vano." jawab Via.


Via tidak mau sampai ribut dengan suaminya, gara-gara membicarakan masalah ingin punya Anak berapa?


Dikamar Rehan.


Ayu gulang-guling tidak bisa tidur, Rehan merasa bingung ada apa dengan Ayu? akhirnya Rehan bertanya pada Ayu.


"Sayang, Kamu kenapa gulang-guling terus dari tadi?" tanya Rehan pada Ayu.


"Aku tidak bisa tidur." jawab Ayu.


Kini Ayu menghadapkan wajahnya ke wajah Rehan.


"Kamu tampan sekali suamiku." kata Ayu sambil melihat wajah tampan Rehan.


"Apa Kamu sedang menggodaku?" tanya Rehan sambil mencium pipi Ayu.


Ayu tersenyum pada Rehan.


"Tentu saja tidak." jawab Ayu.


"Apa Kamu meminta jatah lebih dariku lagi?" tanya Rehan dengan tatapan mesumnya.


"Tidak, Aku hanya ingin tidur dipelukanmu saja." kata Ayu pada Rehan.


Rehan terdiam sambil memperhatikan wajah cantik Ayu.


"Akhir-akhir ini Kamu selalu bersikap manja padaku sayang." gumam Rehan.


Memang beberapa hari ini, Rehan merasakan sikap manja Istrinya pada dirinya.


Rehan langsung memeluk Ayu, Ayu juga langsung memeluk tubuh Rehan.


"Aku suka sekali mencium aroma tubuhmu sayang." gumam Ayu.


Malam ini Ayu tidur dipelukan Rehan dengan begitu pulas, karena aroma tubuh Rehan yang membuat Ayu suka sekali menciumnya.


Bersambung 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2