Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
371.Kencan ganda S2.


__ADS_3

Tapi Niah senang, setidaknya suaminya ikut merasakan masa ngidamnya.


"Sayang, kamu yang hamil tapi aku malah yang pingin makan ini dan itu." Kata David yang baru saja menyelesaikan makan ayam pedas buatan istrinya.


"Aku juga tidak tahu, mungkin kamu yang ngidam soalnya aku malah tidak pingin makan apa-apa." Jawab Niah sambil membereskan piring bekas makan suami.


Niah meninggalkan David di meja makan, dan pergi menaruh piring kotor ditempat cucian piring.


David terus tersenyum, kini dirinya sedang memikirkan kalau nanti anaknya lahir pasti akan mirip dengan dirinya. Soalnya kan aku mengalami masa ngidam, jadi tidak sabar menunggu anakku lahir.


Melihat suaminya senyam-senyum sendiri, Niah hanya geleng-geleng kepala.


"Apa yang sedang David bayangkan, jangan bilang dia sedang merencanakan untuk adegan nanti diatas ranjang." Batin Niah penuh dengan pikiran mesum.


Melihat suaminya senyam-senyum sendiri, Niah malah berpikiran suaminya sedang berpikiran mesum.


"Sudah jangan senyam-senyum terus, kamu pergilah mandi! Ayo kita kerumah mama dan papa. Aku rindu sama Kevin." Rengkek Niah dengan begitu manja.


David beranjak dari tempat duduknya, lalu ia membopong istrinya masuk ke dalam kamar.


"Apa hanya Kevin yang kamu rindukan? Apa kamu tidak merindukan suamimu juga?" Goda David dengan begitu jail.


"Dasar kamu ini, kitakan bertemu setiap hari suamiku." Jawab Niah sambil mengalungkan tangannya ke leher suaminya.


"Apa kamu sedang menggodaku?" David membuka pintu kamarnya, lalu mendorong pintu tersebut dengan kakinya.


"Tidak, siapa yang menggodamu?" Niah menjulurkan lidahnya pada suaminya.


David kembali menutup pintu kamarnya, lalu berjalan menuju ranjang tempat tidurnya. Dan David membaringkan Niah diatas ranjang tempat tidurnya.


Dengan jail David menindih tubuh istrinya, membuat Niah menatapnya dengan tatapan memelas.


"Ini masih siang." Kata Niah dengan suara lirih.


"Pagi, siang, malam, kamu sudah halal bagiku jadi apa masalahnya?" David mengecup bibir Niah dengan lembut.


"Suamiku, mandilah dulu ayo kerumah mama." Niah kembali merengek, agar suaminya tidak melanjutkan aksinya.


"Ini anak kamu yang mau, katanya dia pingin ketemu sama neneknya yang cantik." Niah tersenyum dengan begitu manis.


David bangun dari atas tubuh Niah, dan langsung pergi menuju ke kamar mandi.


"Selalu saja anakku yang dijadikan alasan, dasar istriku ini paling pintar." Gumam David sambil berjalan menuju ke kamar mandi.


.


.


Setelah beberapa lama, David keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terlilit dengan handuk.


"Kamu juga mandilah!" Sambil berganti pakaian David menyuruh istrinya untuk mandi. Tapi Niah malah terus berbaring di atas ranjang tempat tidur.


"Aku sudah mandi tadi pagi." Jawab Niah.


David melanjutkan ganti pakaianya, dalam hati David sudahlah mau mandi atau tidak Niah tetap cantik kok.


.


.


Setelah selesai, David langsung mengajak Niah pergi kerumah orang tua Niah.


Diperjalanan Niah hanya diam saja sambil melihat ramenya pemandangan dijalanan yang agak macet.


"Kenapa kamu diam saja?" Tanya David dengan nada lembut.


"Aku hanya sedang malas bicara." Jawab Niah dengan nada malas.


Akhirnya David membiarkan istrinya melakukan apa yang dirinya mau. Dan David kembali fokus menyetir.

__ADS_1


.


.


Sesampainya dirumah orang tua Niah, David turun dari mobilnya lebih dulu. Lalu David membuka pintu mobilnya untuk sang istri tercinta.


"Turunlah, hati-hati!" pinta David.


Setelah Niah turun, David mengandeng tangan Niah untuk masuk ke dalam rumah.


Melihat pintu rumahnya terbuka lebar, Niah dan David langsung masuk begitu saja.


"Mama, papa, Kevin." Panggil Niah.


"Niah sayang." Sapa Ayu yang sedang duduk diruang tengah bersama suaminya, Ana dan Rama.


"Mami Ayu." Niah berjalan menuju ke tempat Ayu duduk, lalu memeluknya.


Niah melepaskan pelukannya dari Ayu.


"David duduklah nak, kenapa hanya berdiri saja?" Rama menyuruh menantunya untuk duduk.


David duduk disebelah Rama.


"Mau kesini bukannya nagabari dulu, kan mama bisa masak buat kalian." Kata Rama pada David.


"Tadinya tidak ada rencana mau kesini pa tapi biasalah pa Niah apa-apa harus. Jadi ya aku turuti saja. Udah gitu yang dijadikan alasan anakku lagi pa." Jawab David yang membuat Rama dan Rehan saling melempar tawanya.


"Sudah biasa, pasti kalau sedang hamil apa-apa bilangnya anak yang mau." Rehan tersenyum mengingat dulu Ayu saja seperti itu.


"Nikmati saja nak, ini adalah salah satu ke istimewaan sebagai seorang suami." Kata Rama pada David.


"Iya pa, lagian aku lebih suka Niah seperti ini daripada Niah harus jauh-jauh dari aku." David tersenyum mengingat sang istri tadi pagi sempat tidak mau dekat-dekat dengan dirinya.


David, Rehan dan Rama mereka asik mengobrol, mereka mengobrolkan tentang istri-istri mereka waktu hamil anak-anak mereka. Betapa lucunya mendengar cerita papa mertuanya dan om nya itu. Ternyata ngidam istri-istri mereka aneh-aneh.


"Niah kamu tahu, kita sedang membicarakan masalah pernikahan Kevin dan Ralinsyah, mereka akan kami nikahkan secara bersamaan." Kata Ana dan Ayu dengan begitu antusias.


"Apa Ken mau kalau pernikahan dia dibarengkan dengan pernikahan Kevin?" Tanya Niah dengan sorot mata lembut.


"Kevin sudah menyerahkan semuanya pada mama dan papa nak." Jawab Ana dengan senyuman disudut bibirnya.


"Ralin dan Ken juga pasti tidak akan menolak nak, jika pernikahan mereka dibarengkan nanti." Sambung Ayu yang juga memancarkan senyum bahagianya.


.


.


Hari ini Ayu dan Ana begitu antusias membicarakan masalah pernikahan anak-anak mereka.


.


.


Dirumah sedang sibuk membicarakan pernikahan Kevin dan Valin, Kenan dan Ralin, tapi mereka berempat malah sedang asik kencan ganda.


Mereka pergi berjalan-jalan menelusuri sebuah pasar yang berisi aneka makanan. Tentu saja ini semuanya idenya Valin, Valin tahu pasti Kevin, Kenan dan Ralin itu sudah biasa jalan-jalan ke tempat yang mewah dan menghabiskan banyak uang mereka.


Dan hari ini Valin mengajak mereka kesebuah pasar yang berisi aneka makanan pinggir jalan.


"Gadis lemot, haruskah kita pergi ke tempat seperti ini?" Tanya Kevin tentu saja dengan tatapan tidak suka pada Valin.


"Apa salahnya kita pergi ke tempat seperti ini? Aku tahu orang kaya seperti kamu itu tidak pernah makan makanan dipinggiran jalan." Jawab Valin sambil terus berjalan menelusuri pasar tersebut, biarpun dengan perasaan kesal tapi Kevin tetap saja mengekor dibelakang Valin.


Kevin mungkin malas diajak ke tempat seperti ini oleh Valin, beda lagi dengan Kenan dan Ralin, Kenan terus mengikuti agar tidak pergi jauh dari dirinya karena Ralin begitu antusias dan apapun yang dilihatnya enak pasti akan dibeli oleh Ralin.


"Alin, kamu sudah membeli banyak makanan. Ini nanti siapa yang akan memakannya? Sudah jangan beli lagi!" Larang Kenan yang melihat Ralin ingin membeli makanan yang menurutnya enak lagi.


"Calon suamiku kan ada kamu dan Kak Kevin, nanti kalian bantuin aku habiskan semua ini." Jawab Ralin dengan wajah menggemaskan.

__ADS_1


Kevin menggelengkan kepalanya, Kenan hanya tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu.


"Ralin, nanti aku akan membantumu menghabiskan semuanya." Kata Valin dengan begitu antusias.


"Kak Valin, terimakasih. Ayo kita beli makanan itu kak!" Ralin menarik tangan Valin menuju ke makanan yang ia inginkan.


Kevin biarpun terus memasang wajah kesalnya, tapi terus mengikuti calon istri dan adiknya. Kalau kenan dia adalah laki-laki yang paling sabar menghadapi tingkah calon istrinya yang manja itu.


.


.


20 menit telah berlalu, mereka duduk disebuah kursi taman mereka membongkar semua makanan yang dibelinya.


"Apa aku membeli sebanyak ini?" Ralin menggelengkan kepalanya, ia tidak percaya kalau dirinya sudah membeli banyak makanan.


"Habiskan!" Cetus Kevin.


"Calon suamiku," rengek Ralin dengan manja, Kenan mengacak-acak rambut Ralin dengan lembut lalu tersenyum pada Ralin.


"Aku akan menghabiskannya, Vin ayo kamu juga bantu aku menghabiskan!" Kata Kenan dengan nada lembut.


Kevin menggelengkan kepalanya, sedangkan Valin, Kenan dan Ralin sedang asik menikmati makanan yang tadi mereka beli.


"Rasanya enak sekali, tidak kalah dengan makanan di mall." Kata Ralin yang terus menikmati makanannya.


"Pelan-pelan calon istriku!" Pinta Kenan dengan nada lembut, lagi-lagi Kenan bersikap manis pada Ralinsyah.


Valin hanya diam sambil menikmati makanannya.


"Seandainya Tuan Kevin itu seperti Kenan pasti akan romantis." Batin Valin dalam hatinya.


.


.


Lama-lama Kevin tidak tahan dan terus menelan ludahnya dengan kasar.


"Sepertinya enak." Batin Kevin dalam hatinya.


Kevin tiba-tiba mengambil makanan yang dimakan oleh Valin, membuat Valin menatap Kevin dengan tatapan kesal.


"Kenapa diambil?" Tanya Valin.


"Aku mau ini." Kevin memakan makanan bekas gigitan Valin ke mulutnya.


"Tapi itu punyaku!" Valin memanyunkan bibirnya.


"Tadi katanya tidak mau, sekarang malah makanan orang lain diambil." Valin menggerutu dalam hatinya.


.


.


Malam yang indah mereka berempat menikmati kencan ganda mereka disebuah pasar makanan.


Kali ini gara-gara Valin mereka merasakan berpacaran cara orang biasa.


Malam menunjukkan pukul 9 malam, Kenan dan Ralinsyah pulang lebih dulu. Sedangkan Kevin mengantar Valin pulang kerumahnya.


.


.


Sesampainya didepan rumah Valin, ada seorang laki-laki yang sedang duduk menunggu Valin. Ntah laki-laki itu siapa?


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2