
Ayu terus menunjukkan sikapnya yang makin membuat Rehan kesal, namun Rehan tetap menahan rasa kesalnya.
Dimalam hari ini pun permintaan Ayu aneh-aneh, namun Rehan tetap menuruti permintaan Ayu dengan rasa sabar sebagai suami Ayu.
Ayu tiba-tiba terbangun dari tidurnya, lalu merasakan sangat mual tiba-tiba.
"Huek... huek..." suara Ayu muntah-muntah.
"Kenapa Aku merasakan mual tiba-tiba? mungkin ini hanya masuk angin saja." pikir Ayu.
Ayu kembali lagi ke tempat tidurnya, lalu Rehan bangun kini Rehan sudah duduk disamping Ayu.
"Kamu kenapa? Apa Kamu sakit?" tanya Rehan sambil menyentuh jidat Ayu.
"Aku tidak apa-apa, mungkin hanya masuk angin saja gara-gara kecapean." jawab Ayu.
Ayu terdiam.
"Rasanya kok mual lagi?" tanya Ayu pada hatinya.
"Huek..." Ayu merasakan mual di depan Rehan, namun Ayu tidak sampai muntah.
Ayu terdiam, namun tiba-tiba Ayu pingin makan premen Lollipop.
"Sayang, Aku mau premen lollipop." rengkek Ayu dengan nada manja.
Namun tiba-tiba Rehan membuka celananya, lalu mengeluarkan miliknya.
"Lollipop ini sayang." kata Rehan sambil menunjukkan miliknya.
Mendengar kata-kata premen lollipop, pikiran Rehan langsung ngeres makanya Rehan dengan otak mesumnya langsung mengeluarkan miliknya.
Ayu memayunkan bibirnya, sambil menatap kesal kearah Rehan.
"Kamu kenapa? inikan lollipop kesukaanmu." kata Rehan sambil bertanya pada Ayu.
"Kenapa Ayu malah manyun? bukankah ini yang maksud lollipop oleh Ayu?" gumam Rehan sambil memasukkan miliknya kedalam sarangnya.
"Aku mau premen lollipop sayang." rengkek Ayu lagi dengan nada lembut.
"Iya Aku belikan, Aku kira Kamu mau lollipop kesukuanmu tiap malam." jawab Rehan.
"Tunggulah, Aku beli dulu!" kata Rehan pada Ayu.
Rehan langsung pergi menuju ke minimarket dekat kompleknya, kini Rehan pergi ke minimarket dengan mengendarai sepeda.
Setelah beberapa lama, akhirnya Rehan sudah membeli permen lollipop Rehan langsung kembali kerumahnya.
Setelah sampai dirumahnya, Rehan langsung menuju ke kamarnya lalu Rehan langsung memberikan premen lollipop yang Rehan beli pada Ayu.
"Sayang ini permennya." kata Rehan.
"Kupasin, terus Aku mau makannya dari bekas mulut Kamu." kata Ayu sambil melihat kearah Rehan.
Rehan mengupas premen tersebut, lalu memasukkan kedalam mulutnya lebih dulu, setelah sudah terkena mulutnya baru Rehan memberikan premen tersebut pada Ayu.
__ADS_1
Ayu langsung memakan permen sisa dari Rehan, namun hanya beberapa kali emutan saja, setelah itu Ayu memberikan kembali premen tersebut pada Rehan.
"Ini sudah, Aku tidak mau lagi." kata Ayu sambil memberikan permennya yang ada ditangannya pada Rehan.
Rehan menerima permen tersebut, lalu menaruhnya dipiring yang ada diatas nakas.
"Kamu makan lollipopku saja sayang." pinta Rehan dengan penuh semangat.
"Lollipopmu tidak enak." kata Ayu.
"Tidak enak, tapi suka minta jatah lebih." jawab Rehan sambil mencubit pipi Ayu.
"Sakit sayang ih." rintih Ayu.
"Sayang, kayanya makan ya asem-asem enak deh." kata Ayu sambil melihat kearah Rehan.
"Ini sudah malam, nanti Kamu sakit perutnya." jawab Rehan.
Ayu langsung memayunkan bibirnya bahkan mata Ayu sudah berkaca-kaca, air matanya hampir keluar.
Melihat sikap istrinya sebenarnya Rehan ingin sekali marah, namun melihat mata Ayu yang sudah berkaca-kaca membuat Rehan tidak tega memarahinya.
"Baiklah, katakan Kamu pingin makan?" jawab Rehan yang akhirnya mengalah.
"Mangga muda, tapi nanti Kamu yang bikin sambelnya." kata Ayu yang langsung merasa sangat senang sekali.
Akhirnya Rehan, pergi lagi ke minimarket dekat komplek. beruntunglah kali ini lagi musim mangga jadi tidak terlalu sulit untuk Rehan mendapatkan mangga yang inginkan oleh Istrinya.
Setelah beberapa lama, akhirnya Rehan pulang dari minimarket sambil menenteng satu kresek mangga muda.
Ayu langsung keluar dari kamarnya, kini mereka berdua sedang berada di dapur Rehan sedang membikin sambel sedangkan Ayu sudah mengupas mangganya.
Setelah selesai kini Ayu langsung membawa mangga muda dan sambel ke atas meja makan, Rehan menemani Ayu makan rujak tersebut membuat gigi Rehan ngilu.
"Kamu yakin, mau ngerujak tengah malam gini?" tanya Rehan sambil melihat Ayu yang sedang menyuapkan mangga muda yang dicocol sambel ke dalam mulutnya.
"Iya Aku yakin, Aku tiba-tiba pingin makan rujak." jawab Ayu.
Akhirnya Ayu menikmati makan rujak tengah malam, sedangkan Rehan hanya menemani Ayu makan saja.
Dirumah Rama dan Ana.
Kini Ana sedang sibuk dengan Niah yang sedang menangis, sedangkan Rama malah asik main game membuat Ana merasa kesal pada Rama.
"Cup...cup... jangan menangis ya Anak Mama." Ana berusaha menenangkan Niah.
"Lihat itu Papamu, malah asik main game sayang." kata Ana pada Niah.
Karena terus menangis, Ana langsung mengecek pampers Niah namun Niah di Bab atau buang air kecil.
Ana menyusui Niah, namun Niah tidak mau.
"Sayang, main gamenya nanti lagi ya." kata Ana sambil mengambil ponsel Rama dari tangan Rama.
"Tapi itu nanggung sayang." jawab Rama.
__ADS_1
"Bisa dilanjutkan nanti, sekarang Kamu coba gendong Niah! Niah dari tadi menangis tidak mau diam mungkin Niah mau sama Papanya." kata Ana pada Rama.
Ana memberikan Niah pada Rama, dan Akhirnya Niah langsung diam dari tangisanya bahkan sekarang Niah malah tertawa dengan begitu menggemaskan.
"Itukan benar, ternyata Niah mau digendong sama Papa." kata Ana sambil melihat Niah.
"Iya sayang, Kamu sama Papa saja ya! Mama jahat sama Papa masa Papa sedang main game Mama malah mengambil ponsel Papa Nak." Rama mengaduh pada Niah.
Ana hanya tertawa, lalu mencubit pipi Rama.
"Sayang, Niah itu masih bayi Dia tidak tahu apa yang Kamu bicarakan." kata Ana sambil mencubit pipi Rama.
Niah terdiam digendong oleh Rama, akhirnya pergi untuk mandi mumpung Niah sedang sama Papanya dan tidak rewel.
Dirumah Rian dan Via.
Kini keduanya sedang sibuk karena Vano malam ini sangat rewel, tidak seperti biasanya.
"Tidak biasanya, Vano menangis begitu lama." kata Via sambil menenangkan Vano.
Tiba-tiba ponsel Via berdering, ternyata telpon dari luar negeri.
"Sayang, ada telpon." kata Rian.
"Pegang Vano, biar Aku angkat sebentar." jawab Via.
Via langsung mengangkat telpon tersebut.
"Hallo Bi Lastri." sapa Via pada art yang kerja dirumah kakeknya diluar negeri.
"Hallo Nona Via, Nona saya mau memberi tahu Nona Tuan besar sudah tidak ada Nona." kata Bi Lastri yang diiringi isak tangisnya.
"Apa Bi? Bibi tidak sedang bercandakan?" tanya Via yang kini tangisnya sudah pecah.
"Tidak Non, Tuan besar meninggal tadi dirumah sakit, ini jenazah sedang diurus oleh pihak rumah sakit." kata Bi Lastri.
"Via akan kesitu, malam ini juga Bi tunggu Via ya Bi." kata Via yang tangisnya semakin pecah.
Via langsung mematikan saluran teleponnya, lalu langsung bersiap-siap untuk berangkat keluar negeri.
"Vi kenapa?" tanya Rian pada Via.
"Kakek meninggal, Kita harus ke luar negeri sekarang." jawab Via sambil menangis tersedu-sedu.
"Tapi ini sudah tengah malam Vi." jawab Rian.
"Kita pergi pake jet pribadi milik Kakek." jawab Via yang kini masih menangis.
Setelah semuanya siap, kini Via, Rian dan Anaknya langsung berangkat ke luar negeri.
"Nak, Kamu belum sempat melihat Kakek buyutmu ya karena waktu Mama melahirkan Kamu Kakek buyutmu sedang sakit jadi tidak bisa datang." kata Via pada Vano.
Via naik mobil ke bandara, setelah sampai di bandara Via langsung terbang ke luar negeri dengan jet pribadi milik Kakeknya.
Bersambung 🙏
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia 😊