
Rama menuju ke kamar Rehan, Rama yang paham pasti pintu kamar Rehan tidak kunci akhirnya mengendap\-endap masuk ke kamar Rehan, dengan jailnya Rama melihat rehan yang sedang mengirim pesan pada perempuan akhirnya membuat Rama ingin tau.
"Cie Rehan, sekarang udah pinter genitin cewek, siapa cewek itu dia lumayan cantik" Ucap Rama dengan nada jailnya.
"Kak Rama apaan sih? kenapa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk kamarku?" tanya rehan menunjukan wajah kesalnya.
"Sengaja, aku melihat kamu senyum-senyum sendiri seperti orang gila jadi aku penasaran" ucap Rama dengan senyum nakalnya.
"Males sama kakak, aku mau tidur" ucap rehan marah.
"Lumayan ada yang marah, setidaknya besok aku tak perlu menguras uangku untuknya" Ucap Rama penuh ancaman.
Ucapan Rama membuat Rehan langsung bangun dari tidurnya.
"Kakak, aku tidak marah" ucap Rehan dengan nada polosnya agar Rama tak marah lagi padanya.
Rama yang tau pasti adiknya akan melakukan hal tersebut, akhirnya tersenyum.
"Seleseikan dulu kuliahnya baru boleh pacaran" ucap Rama mengikatkan pada Rehan yang memang masih kuliah dan baru memasuki semester 6.
"Iya kak, lagian tadi bukan pacar kok kak dua hanya teman sekelasku saja" ucap Rehan menjelaskan pada kakaknya agar tidak salah paham.
Rama memang belum mengizinkan Rehan pacaran karena Rehan masih kuliah dan belum bisa mencari uang sendiri.
"Tidurlah, besok kakak akan mengajakmu membeli ponsel baru" ucap Rama pada Rehan
Rama dan Rehan membaringkan tidurnya ke kasur dan menarik selimut keseluruh tubuhnya.
Keesokan harinya, Ana sudah terbangun dan berada didapur membantu bibi menyiapkan sarapan.
__ADS_1
"Nona Ana, biar saya saja" ucap Bibi.
"Tidak apa-apa bi, Ana sudah biasa mengerjakan semua ini Bi kalau dirumah" ucap Ana ke pada Bibi.
"Terimakasih nona" ucap Bibi yang memang senang calon istri anak majikan sangat sopan dan ramah.
Setelah semuanya selesai Ana dan Bibi menyiapkan semuanya diatas meja makan.
"Nyonya diana, makannya sudah siap semuanya" Ucap Bibi pada Mami Rama.
"Iya Bi, terimakasih" ucap Mami Rama pada Bibi.
"Maaf nyonya, tadi nona Ana membantu saya menyiapkan semuanya" ucap Bibi yang merasalah bersalah.
"Bi, tidak apa-apa, Mami jangan marah Ana sudah biasa menyiapkan makanan setiap hari" ucap Ana pada Bibi dan Mami Rama.
"Mami tidak akan marah sayang, Mami senang Rama mendapatkan calon istri sepertimu Ana" ucap mami sambil memegang tangan Ana.
Setelah maka selesei.
"Rama, kamu mau pergi beli ponsel kan? Mami mau ikut Mami mau belanja sama Ana" ucap mami pada Rama.
"Baiklah Mam, ayo kita jalan berempat" ucap Rama.
"Kok berempat, apa Papi tidak ikut" tanya Mami kepada Papi.
"Papi ada metting dikantor Mi, jadi Papi tidak bisa ikut" Ucap Papi pada Rama.
"Ram, sekalian fitting baju pengantin buat Ana dan kamu" ucap Papi pada Rama.
"Iya nak, sama masalah WO sudah ada nak?" tanya Mami pada Rama ingin tau.
"Iya Pi nanti sekalian, udah Mi aku udah minta Bagas buat nyiapin semuanya" ucap Rama menjawab pertanyaan Mami dan Papi nya.
__ADS_1
"Ya sudah bersiap-siaplah semuanya, tidak usah pake supir ya Mi Rama mau nyupir sendiri aja Mam" ucap Rama.
"Iya nak" ucap Mami singkat pada Rama.
Setelah semuanya siap akhirnya Mami, Rama, Ana dan Rehan menaiki mobilnya Rama menyalakan mobilnya dan pergi menuju pusat perbelanjaan.
"Kita hanya jalan berempat coba ada Papi pasti akan lebih seru dan lengkap lagi" ucap Rehan.
Namun ucapan Rehan langsung dibantah sama Maminya, karena kalau Papi nya ikut pasti Mami nya tidak akan boleh berbelanja banyak-banyak.
"Tidak seru Rehan, kalau Papi mu ikut maka Mami tidak akan jadi berbelanja" protes Mami pada Rehan.
"Rama, kelak kamu jangan seperti Papi suka melarang istrimu belanja dan membeli apa aja yang dia mau" Ucap Mami pada Rama.
"Sepertinya Ana tidak akan seperti Mami" ucap Rama pada Mami dengan nada meledek.
Membuat Maminya kesal dengan tingkah anaknya.
"Mami jangan marah, nanti Mami boleh belanja apa saja yang Mami mau pake ATM ku" ucap Rama menggoda mami nya agar tidak marah lagi padanya.
"Sungguh, terimakasih anak Mami yang paling pengertian, Ana sayang nanti kita beli beberapa baju dan tas, sama sepatu juga pokoknya Mami hari ini mau belanja banyak" ucap Mami pada Rama dan Ana Dengan penuh semangat.
"Tapi Mami, Ana...." ucap Ana yang belum selesai langsung dipotong oleh Rama.
"Tidak apa-apa sayang, beli juga apa aja yang kamu mau dan kebutuhanmu" ucap Rama Sambil memegang tangan Ana karena Ana duduk disebelah Rama yang sedang mengemudi.
"Terimakasih tuan" ucap Ana yang selalu menyebut tuan pada Rama.
"Berhentilah memanggilku dengan sebutan tuan, panggil aku dengan sebutan sayang saja kitakan akan segara menikah" ucap Rama memberikan pengertian pada ana.
"Mulai sekarang aku akan belajar untuk memanggil tuan dengan sebutan sayang" ucap Ana malu.
Mobil pun terhenti sampe dipusat perbelanjaan terbesar dikota xx.
Bersambung
__ADS_1