
Ana dan Rama sudah sampai dirumah, siang ini juga Rama langsung berangkat ke kantor karena memang ada memang ada metting mendadak.
"Sayang, kamu tidak apa-apa, aku tinggal sendirian?" tanya Rama dengan nada lembut.
"Tidak apa-apa sayangku" jawab Ana pelan.
Rehan sudah berangkat ke kantor sedangkan bibi pengurus rumah sedang cutti kerja. jadi Ana harus sendirian dirumah.
Rama sengaja tidak memperkejakan asisten rumah tangga lebih dari satu, karena memang tugas bibi dirumah hanya masak dan belanja sayur saja. setiap hari untuk membersihkan rumah ada petugas kebersihan khusus yang dipanggil oleh Rama. apalagi dari Rama sebelum menikah Rama hanya tinggal sendiri jadi tidak terlalu butuh banyak asisten rumah tangga untuk dirumahnya.
Setelah selesai Bersiap-siap Rama langsung berpamitan dengan Ana.
"Sayang, aku berangkat dulu ya!! kalau ada apa-apa telpon aku saja ya sayang!!" Pamit Rama, sambil mencium kening Ana.
"Iya sayang" jawab ana dengan nada lembut.
Ana kedepan rumah untuk mengantarkan keberangkatan Rama ke kantor, setelah Rama sudah pergi dan mobilnya sudah tidak terlihat Ana kembali masuk kedalam rumahnya.
Sekarang Ana sibuk dengan laptopnya, biasa Ana menonton flim drama kesukaannya.
Sedangkan Rama sudah sampai dikantor dan sekarang sedang metting.
Dirumah Kevin.
Kevin dan Siska baru saja bangun tidur, wajarlah pengantin baru semalaman habis berkerja keras dengan penuh tenaga jadi bangunnya siang.
"Sayang, aku lapar!!" keluh Kevin.
Siska bangun dari tidurnya untuk membersihkan dirinya lebih dulu.
"Tunggu sebentar ya sayang, aku mandi dulu nanti setelah mandi aku buat sarapan buat kamu!!" jawab Siska, yang langsung pergi meninggalkan Kevin ke kamar mandi.
Sedangkan Kevin masih bergelut dengan selimut yang menutupi tubuhnya yang masih telanjang bulat.
Setelah Siska selesei mandi dan sudah rapi, Siska langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Kevin laki-laki yang kini telah menjadi suaminya.
"Sayang bangunlah, aku kebawa dulu mau nyiapin sarapan!!" pamit Siska dengan nada lembut.
Kevin menarik Siska ke dalam pelukannya.
"Masak yang enak ya sayang, biar tenagaku kembali pulih dan bisa bermain lagi denganmu nanti malam" ucap Kevin dengan nada menggoda.
"Sayang, ini aja masih sakit" keluh Siska.
Kevin melepaskan Siska dari pelukannya, Siska langsung pergi menuju dapur. hari ini Siska memasak ayam goreng dan SOP daging untuk suaminya.
Kevin sudah bangun dan sekarang sudah selesai mandi dan sudah berganti pakaian rumahan, sekarang Kevin langsung pergi menyusul istrinya kebawah.
Siska sudah selesai memasak, Siska langsung menyiapkan semua masakannya dimeja makan.
Kevin hanya berdiri memperhatikan Siska dengan penuh senyuman.
"Aku tidak salah memilih istri" Guman Kevin yang merasa penuh rasa syukur karena mendapatkan istri seperti Siska.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu hanya berdiri" tanya Siska dengan nada lembut.
"Aku hanya sedang memperhatikan istri tercintaku saat ini!!" jawab Kevin.
Kevin berjalan menghampiri istrinya.
"Apa yang kamu masak pagi ini sayang?" tanya Kevin, sambil membelai pipi Siska dengan lembut.
"Ayam goreng dan SOP daging, kamu makan yang banyak ya sayang!!" Suruh Siska, sambil mengambil nasi dan lauk untuk suaminya.
Pagi ini Kevin dan Siska menikmati sarapan bersama untuk pertama kalinya sebagai pengganti baru.
Dikantor Rama.
Rehan sedang makan siang bersama Rama.
"Kakak, tumben mengajakku makan siang bersama?" tanya Rehan, karena tidak biasanya kakak nya mau makan bersama Ketika dikantor.
"Kakak mau nanya, bagaimana persiapan pernikahan kamu dengan ayu?" tanya Rama ingin tau.
Rehan tersenyum pada Rama.
"Sudah 50 persen kak, untuk persiapan pernikahan!!" jawab Rehan dengan tegas.
"Baguslah" jawab Rama.
"Untuk hadiah yang kamu mau sudah kakak siapkan, jadi nanti setelah kamu dan Ayu menikah kamu bisa langsung tinggal dirumah baru!!" ucap Rama, yang memang ingin adiknya langsung pindah kerumah baru agar bisa hidup mandiri dengan istrinya.
"Iya kak, terimakasih ya kak" jawab Rehan dengan senang, yang langsung menghambur ke pelukan Rama.
"Mereka akan mengira kita sebagai pasangan kekasih kak" jawab Rehan dengan tawanya.
Rehan melepaskan Rama dari pelukannya.
"Berhentilah bergurau!! fokus dengan pernikahanmu!!" Suruh Rama dengan nada tegas.
"Baiklah kak!!" jawab Rehan penuh semangat.
Tiba-tiba Bagas datang.
"Tumben akur?" tanya Bagas jail.
"Hey kau, dasar sekretaris sialan!!" jawab Rama.
"Kalau kak Rama tidak bikin ulah pasti kita akur kak!!" jawab Rehan dengan nada jail.
"Bagas, kapan kamu bagi undangan?" tanya Rama serius.
"Secepatnya tuan!!" jawab Bagas tegas.
"Baiklah, aku udah siapkan hadiah pernikahan yang kamu mau dan kamu bisa langsung menempatinya setelah kamu menikah!!" ucap Rama pada Bagas.
"Sungguh tuan, terimakasih" jawab Bagas dengan nada yang begitu bahagia.
__ADS_1
Bagas menghambur ke pelukan Rama namun Rama langsung menolaknya.
"Hey, sekarang kamu tadi Rehan, berhentilah bersikap menjijikkan seperti itu!! jangan main peluk- peluk?" jawab Rama dengan nada meledek.
"Hahaha kak Rama sok jual mahal, biasanya juga kak Rama yang lebih dulu memeluk kita" timpal Rehan dengan tawanya.
"Iya kamu benar Rehan" jawab Bagas, dengan nada jailnya.
"Berhentilah kalian menyebar fitnah" kesal Rama.
Seperti itulah kelakuan mereka ketika bertemu, untung tidak ada Rian kalau ada Rian pasti akan lebih seru lagi.
Setelah selesai makan Rehan kembali keruangannya sedangkan Rama dan Bagas kembali ke ruangan Rama karena ada masalah kerjaan yang ingin dibicarakan dengan Bagas.
Dirumah sakit.
Siang ini Rian sengaja datang kerumah sakit untuk membawakan makan siang untuk sang istri tercinta.
Rian langsung menuju keruangan Via.
Diruang Via.
"tok..tok.." Rian mengentuk pintu.
"Masuk" jawab Via.
Rian membuka pintu dan melihat Via masih sibuk dengan beberapa buku yang ada dimejanya.
Rian menghampiri Via.
"Sayang, aku bawakan kamu makan siang" ucap Rian dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih sayang, ayo kita makan siang bersama" jawab Via, Via langsung membereskan semua buku-buku dimejanya.
Via dan Rian menuju ke sofa ya ada diruangan Via. siang ini mereka makan bersama.
"Sayang apa yang kamu bawah?" tanya Via.
"Macam-macam sayang!!" jawab Rian.
Rian mengeluarkan makanannya dari plastik, Rian langsung membuka makanan tersebut dan kali ini mereka menikmati makan siang bersama.
"Sayang, apa masih belum ada tanda-tanda?" tanya Rian antusias.
Via yang tau, apa yang dimaksud dengan ucapan suaminya akhirnya via langsung menjawabnya.
"Belum sayang, sabar ya sayang mungkin allah belum percaya pada kita untuk memberikan keturunan!!" jawab Via dengan nada lembut.
"Iya sayang, aku akan berusaha lebih keras lagi sayang!!" jawab Rian semangat.
Rian sudah sangat menantikan kehadiran buah hati di dalam pernikahannya, namun Via belum hamil juga sampai saat ini.
Bersambung
__ADS_1
Mampir juga ke karya terbaru author!! ditunggu jejaknya kakak-kakak semuanya 😊