Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya

Gadis Miskin Yang Dicintai CEO Kaya
88. Cemburu saja lama banget


__ADS_3

"Ana sampe kapan? kau akan terus cemburu seperti ini, mengabaikanku setiap saat aku bisa gila ana dengan tingkah lakumu ini!!" kesal Rama.


Namun Ana mengabaikan kekesalan Rama.


*Ini semua gara-gara kamu Elina, dasar wanita sialan* Guman Rama dalam hati.


"Bangunlah, panas kamu sudah mulai turun tapi kamu istirahat saja dulu!! telpon Bagas bilang kalau kamu sedang sakit" Ucap Ana


Rama langsung menelpon Bagas.


"Hallo tuan" Ucap Bagas diseberang sana.


"Hallo Bagas, aku tidak masuk kantor hari ini karena aku sedang demam dari semalam, kalau ada metting atau hal penting lainnya kamu tunda saja dulu ya" Ucap Rama pada Bagas.


"Baiklah tuan, istirahatlah dengan baik tuan" ucap Bagas sambil mematikan saluran telponnya.


Rama membaringkan tubuhnya ketempat tidur dan menyelimuti dirinya dengan selimut.


"Ana, ayo pulang kerumah kasian Rehan tidak ada yang mengurusnya" Ajak Rama tiba-tiba.

__ADS_1


"Rehan sudah besar dia bisa mengurus diri sendiri dengan baik" Jawab Ana dengan nada biasa saja.


"Sampe kapan kamu akan cemburu terus ana?? jangan menguji kesabaranku Ana!!" Ucap Rama dengan nada lemas.


"Aku tidak menguji kesabaranmu!! aku hanya merasa ini yang terbaik buat kita" Jawab Ana dengan pelan.


"Kau bilang terbaik!! ini hanya terbaik buatmu Ana tapi tidak buatku aku merasa sangat terpukul sayang dengan sikapmu yang seperti ini, aku tau aku salah aku minta maaf sayang" Ucap Rama meminta maaf pada Ana.


"Kamu tidak salah, aku yang salah sudah hadir dalam hidupmu" Ucap Ana dengan nada begitu lembut.


"karena aku yang menginginkan kamu hadir dihidupku dan menjadi takdirku" Ucap Rama dengan jujur.


"Mungkin Elina pernah hadir dalam hidupku Ana!! namun itu dulu tapi Elina tidak sebaik apa yang aku pikirkan Ana kamu perlu tahu itu, Elina yang meninggalkan ku saat itu" Ucap Rama mencoba menjelaskan semuanya.


"Elina meninggalkanmu pasti Elina punya alasan tertentu" Jawab Ana dengan nada pelan.


"Iya memang dia punya alasan dan karena alasan itu aku mengizinkannya, namun alasan itu hanya untuk ke bohongan saja" Ucap Rama pada ana.


"Darimana kamu tau dia berbohong" tanya Ana.

__ADS_1


"Ana, aku ini seorang Rama Ardiyansyah aku bisa melakukan semuanya termasuk membongkar kebusukan orang" Ucap Rama.


Benar dia seorang Rama Ardiyansyah dan bisa melakukan apa saja dengan uangnya yang begitu banyak dan tidak habis-habis.


"Kebohongan apa yang kamu tau? apa kamu juga punya buktinya?" tanya Ana dengan nada bawelnya.


"Aku tau semuanya dan aku punya bukti semuanya" Ucap Rama pada Ana.


"Seorang Rama Ardiyansyah tidak akan meninggalkan wanita begitu saja jika memang kesalahan dia bisa dimaafkan, namun kali ini aku sudah tidak bisa maafkannya" Ucap Rama dengan nada serius.


"Apakah kamu masih mencintai Elina?" Tanya ana tiba-tiba.


"Ntahlah, tapi setelah bertemu denganmu aku sudah tidak mengingatnya lagi Ana. aku bhakan sudah melupakannya begitu saja" Ucap Rama dengan jujur.


"Kenapa kalian berpisah dan kau bilang Elina berbohong, tunjukkan buktinya padaku!! aku ingin tau, apakah boleh?" Ucap Ana mulai penasaran.


"Tentu dengan senang hati aku akan menunjukan semua kebohongan Elin padamu" Ucap Rama pada ana.


"Sayang, ambilkan ponselku dimeja dekat tempatmu duduk" Ucap Rama meminta tolong.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2