
Rama pun tersenyum pada istrinya yang sekarang berada didalam pelukannya.
"Terimakasih sayang, sudah mempercayaiku" Ucap Rama sambil mengusap rambut ana dengan lembut.
"Sama-sama sayang, aku tidak mau kejadian dua bulan lalu terulang lagi sayang makanya aku tidak mau gegabah dalam menyikapi masalah" Jawab ana penuh kelembutan.
"Aku lega sayang, aku pergi ke kantor lagi ya soalnya siang ini ada metting penting sayang" Ucap Rama penuh kelembutan.
"Baiklah sayang, kamu makan siang sekalian ya aku buatkan" Ucap ana pada Rama.
Rama pun tidak akan menolak ajakan istrinya.
"Ana, apa kamu sudah makan sayang?" Tanya Rama ingin tahu, karena akhir-akhir ini ana nafsu makannya berkurang.
"Aku belum makan sayang, aku tidak ingin memakan apapun sayang untuk saat ini" Jawab ana sambil menarik tangan Rama menuju keruang makan.
"Apa kamu sedang sakit sayang?" Tanya Rama yang merasa kawatir pada istrinya.
"Aku sehat sayang, hanya saja mungkin asam lambung aku sedang tidak baik" Jawab ana agar suaminya tidak merasa kawatir padanya.
Rama pun duduk di kursi yang ada di dapur sambil menemani istrinya memasak, kebetulan Susi dan bibi sedang pergi berbelanja.
__ADS_1
"Sayang, aku merasa kasian pada Elina karena setiap apa yang dia rencanakan pasti gagal total" Ucap ana tiba-tiba.
"Biarkan saja sayangku, dia seperti ini hanya karena ambisinya kita tidak usah melawannya yang penting kita jaga hubungan kita baik-baik ya sayang dan harus saling percaya satu sama lain" Ucap Rama pada ana, yang membuat ana begitu tersentuh.
Kadang ana suka berpikir kenapa dulu, ana begitu membenci suaminya dan hampir tidak mau menikah dengan Rama laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya, namun takdir malah menyatuhkan dirinya dan Rama.
*Mungkin ini rencana indah dari Allah untuk ana* Guman ana dalam hati.
"Sayang kenapa tersenyum, apa kamu bahagia karena rencana Elina gagal total?" Tanya Rama tiba-tiba, membuat ana kaget.
"Tidak sayang, aku tersenyum karena perkataanmu. kamu benar sayang kita harus saling percaya satu sama lain, agar orang lain tidak muda menghancurkan hubungan kita" Jawab ana penuh dengan semangat.
Setelah obrolan manis Rama dan ana pun menuju meja makan, karena ana sudah selesai menyiapkan makan siang untuk suaminya.
"Tapi kamu juga harus makan sayang, aku tidak mau tahu dan tidak menerima alasan apapun lagi"Ucap Rama pada ana dengan begitu tegas.
Akhirnya ana pun makan biarpun hanya sedikit, asalkan Rama melihatnya itu akan membuat Rama tidak bawel lagi padanya.
Setelah selesai makan Rama pun pergi ke kantor lagi dan ana menonton televisi diruang tengah.
"Kemana, kok sepi sekali biasanya Rehan dan mami nonton tv tapi kali ini tidak tahu mereka pergi kemana?" Ucap ana berbicara pada diri sendiri.
__ADS_1
Tiba-tiba ana mencium bau makanan yang begitu menggoda.
"Bibi, bau apa ini enak sekali" Tanya ana yang melihat bibi baru pulang dari pasar.
"Ini bau soto nona, apa nona mau?" Tanya bibi pada ana, ana pun begitu senang sekali.
"Bibi apakah soto itu boleh buat ana, besok bibi beli lagi aja" Ucap ana pada bibi pengurus rumah.
"Tentu saja nona, bibi akan diapakan soto ini untuk nona" Jawab bibi, dan pergi meninggalkan ana untuk menyiapkan sotonya
Ana pun pergi ke kamar dan mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya, setelah mengambil beberapa uang ana pun kembali keruang tengah.
"Nona ini soto nona" Ucap bibi pada ana.
"Terimakasih bibi, ini buat besok bibi beli lagi ya" Ucap ana pada bibi sambil memberikan beberapa lembar uang pada bibi.
"Tapi nona, ini kebanyakan soto itu harganya cuma 20 ribu tapi nona menggantinya 1 juta" Ucap bibi dengan nada bingung.
"Bibi, itu untuk bibi anggap aja itu sebagian uang jajan dari ana" Ucap ana pada bibi.
Bibi pun tersenyum dan menerima uang tersebut dengan hati yang begitu senang sedangkan ana memakan sotonya dengan lahap.
__ADS_1
Selamat malam semuanya para pembaca novel author, terimakasih buat semuanya 😘🙏