Pilihan Ku

Pilihan Ku
Siapa Mikaila


__ADS_3

"Siapa Mikaila,, Arabela tersenyum jahil, mari kita cari tau," batinnya.


Semua keluarga Wijaya berkumpul di meja makan terkecuali Bram.


Bram masi tidur dikamar tidurnya di rumahnya sendiri.


"Anin, coba kamu telfon adik mu itu,ini kesekian kalinya ia tidak kumpul di sini,"kata ibu.


"iya Bu,"


Anindita menelfon Bram, namun tak ada jawaban,


"coba terus,"


Bram terbangun dari tidurnya karena deringan ponsel yang tak pernah ada jedanya,


"pasti dari rumah," batinnya.


Ia mengambil ponselnya dan benar saja itu dari kakak sulungnya.melihat dan menyimpannya kembali.


"kenapa mba tanya Arabela,"


*seperti biasa tak di angkat dasar anak itu semakin tua semakin susah di atur,"kesal Anindita.


"biar Bela coba,"


Arabela mengambil ponselnya, bukannya menelfon ia malah berfoto sambil memegang amplop coklat di tangannya, mengirimkannya ke kakaknya itu dengan di beri tulisan siapa Mikaila.terkirim.


"lho dek katanya mau telfon mas mu,!?"tanya ibunya.


"nanti juga dia telfon balik,"


Ting satu pesan masuk di ponsel Bram, Arabela.ia membuka pesannya dengan malas.kiriman foto "siapa Mikaila" Bram membaca pesan yang ada di foto itu,ia bangun seketika mengingat apa isi dari amplop yang di pegang adiknya itu,Bram menelfon Arabela berkali-kali namun tak di angkat.


"Bela itu mas mu telfon,ko engga di angkat?"


"biar aja Bu,nanti mas Bram pasti datang ke sini,"


"kok kamu bisa yakin dek Bram Adan datang ?"tanya Aran


"Ada deh, " jawab bela dengan pedenya.


Bram berlari menyambar kunci mobil,ia melajukan mobilnya menuju ke rumah ibunya tanpa mengganti pakaian bahkan dengan muka bantalnya...hanya sekitar 15 menit saja Bram sudah sampai karena jarak dari rumah ibunya lumayan dekat.


" Tuh kan mas Bram datang," kata Arabela sambil berjalan ke dapur..


" Bu jangan bilang-bilang ya bela ada di dapur!! bela mau ngumpet."


Semua masi bingung dengan apa yang terjadi,di tambah lagi Bram datang dengan penampilan acak-acakan.


"Assalamualaikum, bela mana Bu,"


Tampa kata ibu hanya menunjuk arah dapur karena masi agak bingung,semua saling pandang dan mengangkat bahunya tanda mereka pun bingung.


Dari arah dapur terdengar keributan.


"Sini ga amplopnya!"


"Ga mau," jawab Bela.


"Bela balikin ga! kamu ga sopan ya pegang barang orang tanpa ijin,"


"Ini pacarnya mas ya?"


Mendengar kata pacar semua menengok ke arah dapur, bahkan ibu Bram langsung masuk ke dapur memperjelas apa yang di maksud putri.


"siapa bela ,,!! siapa yang pacaran?"


"ini ni Bu mas Bram dah punya pacar ga bilang-bilang,"


"Alhamdulillah yang bener mas kamu dah punya pacar?"


"bukan ko Bu,"


"ini Bu orangnya,"


Arabela memberikan amplop tadi ke ibunya, Bram ingin merebutnya, namun mendapat tatapan tajam dari sang ibu.ibu berjalan ke meja makan di susul Arabela dan Bram, duduk di kursinya kembali. Berdehem kemudian membaca apa yang tertera di amplop itu.


"Mikaila Putri," melirik Bram.


Bram mengambil roti dan susu, karena dia memang belum sarapan. Semua melihat ibu dengan penuh tanya. perlahan ia membukanya dan langsung disuguhi foto Mikaila.

__ADS_1


"cantik ,,"satu kata yang keluar dari mulut ibunya dan tersenyum.


karena penasaran para wanita di rumah itu langsung mengelilingi foto Mikaila.


"iya cantik,pake banget malah,"kata Isabela.


"aku setuju mas"sambung Arabela


"ko ga dikenalin dek? pinter juga kamu pilih cewe" kata Anindita.


"udah, Nak, kamu itu jangan pacar pacaran langsung nikah aja," kata nenek.


"hemm inikan Mikaila.kata Arandita.


"kamu kenal?" tanya ibu


Aran mengangguk mengiyakan...semua menatap Bram minta penjelasan.


Bram menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,dia bingung harus menjelaskannya.


Karna terlalu lama diam Yoga membantu menjawab.


"itu bukan pacar Bram mungkin tepatnya mantan gebetan,"


Kini pandangan semuanya tertuju pada Yoga,deg" jadi begini rasanya di tatap sama keluarga besar."Yoga tersenyum kaku menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Bram apa maksud Yoga tanya ibu tegas.


"iya bu berkas-berkas itu sudah di sana dari 2 tahan yang lalu,bela aja yang jail,dosa tau dek ngambil punya orang,lagian kamu ngapain di kamar mas hemm?!"


"cama numpang tidur bentar ko,iya kan isya,"


"hemm ,"Isabela hanya mengangguk .ia tidak mau ikut campur karena bisa di pastikan kartu kreditnya yang jadi taruhannya.pasalnya semua kartu yang di miliki keponakannya serta adik bungsunya di bayarkan oleh Bram.


"kamu di tolak,?"tanya Anindita


"masa sih mas di tolak,mas itu Masih gagah ko kaya lagi walaupun dah tua sih,"celetuk bela.


lagi lagi Isabela mengangguk mengiyakan perkataan Arabela..


"jelasin dong dek,mba kan jadi penasaran,"Arandita menambahkan.


"mas ,! "Arandita menatap suaminya tajam.


"Bram ga pede dengan usianya,Mikaila masih 18 tahun waktu itu,dan kayanya waktu itu di dah punya pacar.."


"mas ko gitu sih ,kalau mas cinta itu harus di perjuangin kalau status nya masih pacar orang masih bisa di tikung yang ga boleh itu istri orang"kata bela.


"kamu tau apa soal tikung mentikung ha,"sambil memeluk bahu adiknya itu yang sekarang berpindah duduk di dekat Bram,.


mereka melanjutkan pembicaraannya di sofa ruang tengah.acara sarapannya sudah selesai.hari ini hari Minggu jadi semuanya berkumpul.


"sejak kapan kamu suka sama Mikaila dek,?"tanya Aran


"udah la kak ga usah di bakas lagi,"jawab Bram,


"sekarang kamu masih suka sama dia tanyanya lagi?"


Bram tidak menjawab hanya menghela nafasnya sambil memainkan ponselnya.


"halo dengan butik Zahra,"ucap Aran menelfon seseorang.ia menyalakan pengeras suara ponselnya


"iya,selamat pagi disini butik Zahra ada yang bisa di bantu,"Bram mendongak mendengar suara dari balik ponsel Aran.ia mengenali suara itu .ya itu suara Mikaila.


Aran menarik turunkan alisnya menggoda adiknya.


"iya saya mau pesan baju,ini bisa diantarkan ke tempat tujuan kan? "tanya nya berpura-pura padahal dia sudah tau kalau butik Zahra melayani pesan antar.


"iya mba, silahkan melihat-lihat pakaian kami di situs Zahra butik anda akan di kenakan biaya transportasi,"


"saya mau pesan 10 baju,tapi kamu sendiri yang harus mengantarkan kesini, bagaimana bisa?"


"maaf mba kami sudah punya kurir sendiri yang akan mengantarkan nya,"


"tapi saya maunya kamu yang mengantarkannya kesini,"


"sekali lagi maaf mba,"jawabnya sopan.


Zahra yang kebetulan lewat mendengar Mikaila.


"ada apa," tanya Zahra.

__ADS_1


"ini kak ada yang mau pesan baju tapi maunya aku yang di suruh ngantar,"


"mau pesan berapa?"


"10 kak,"


Mendengar jumlah yang di pesan pelanggan Zahra mengambil alih telfon nya.


"selamat pagi mba saya dengan pemilik butik Zahra,masalah pengantaran saya jamin kurir kami amanah,akan mengantarkan pesan anda dengan baik,"


"tapi saya maunya mba yang tadi"


"maaf mba,sepertinya itu tidak bisa,"


"bayar 2 kali lipat,"kata ibunya yang dari tadi fokus dengan pembicaraan putrinya dan mengerti apa tujuannya.


"Saya akan bayar 2 kali lipat kalau dia yang mengantarkannya,"


"bukan masalah bayaran mba,"tapi.


belum sempat Zahra menyelesaikan ucapannya


"saya bayar 4 kali lipat,saya mengerti kekhawatiran anda.saya tidak punya niat jahat sama sekali,saya hanya sangat membutuhkan pakaian itu,"


"bisa mba kirim lokasinya dulu"


Aran langsung mengirim lokasinya dan mentransfer 4 kali lipat dari harga baju itu.


Melihat lokasi yang tidak terlalu jauh dan berada di kawasan elit serta melihat bukti transaksi 4 kali lipat itu iya pun setuju.


"iya mba nanti kami antar kan, terimakasih sudah berbelanja di butik kami,"


"mba yang bener aja masa dari Batam ke sini cuma untuk mengantarkan pesanan,"protes Bram.


Aran melengos tak menanggapi protes Bram.


1 jam kemudian


Ting tong bunyi bel di kediaman Wijaya.


Aran yang tau kalau itu adalah Mikaila karena mereka berkabar tentang posisinya selama di jalan. berjalan keluar ingin membuka pintu,tapi ia melihat Bram yang berjalan dari dapur dengan segelas air di tangan nya.


Bram buka pintunya, Bram berjalan menuju pintu yang di susul oleh Aran,ia ingin melihat bagaiman ekspresi Bram saat melihat siap yang ada di balik pintu.


Bram membuka pintu dengan penampilan acak-acakan nya sambil meminum air yang ada di tangan nya,


byurrrrr satu semburan tepat mengenai wajah Mikaila, Bram sangat terkejut dengan yang ada di depannya sekarang,gadis yang berusaha ia lupakan selama 2 tahun kini ada di hadapannya.


"Mikaila "ucapnya terbata-bata.


Mikaila mematung menutup matanya merasakan air yang ada di wajahnya,,


"Bram,, "Arandita memekik melihat apa yang terjadi.bukan seperti ini yang ia harapkan.


Penghuni rumah berlarian keluar,terutama Yoga karena mendengar pekikan Aran


"ada apa,mana yang sakit ,"tanya Yoga khawatir.


"Bram apa yang kamu lakukan,"tanya Aran geram


Bram hanya bisa menggeleng.


Semua melihat ke arah Bram,semua tak kalah terkejut dengan apa yang dilihatnya.ada Mikaila yang masih menutup mata dangan wajah yang basah dan Bram yang memegang gelas yang berisi setengah gelas air putih.


semua masih bengong dengan mulut terbuka mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


Perlahan-lahan Mikaila membuka mata dan melihat siapa yang menyemburnya.


"Bram, "batinnya.Dengan bibir yang bergetar menahan tangisnya ia menyerahkan pesanan yang dari tadi menggantung di sepanjang lengannya.


"ini pesanannya,ini tanda terimanya tolong tanda tangan di sini,"ucapnya menahan isak tangisnya namun air matanya berhasil menerobos keluar membasahi pipi mulusnya bercampur air semburan dari bram.ia menghapus air mata dan sisa-sisa air yang ada di wajahnya dengan fasmina yang ia kenakan dengan satu tangannya menyodorkan kertas untuk di tandatangani.Bram yang melihat air mata Mikaila tak bisa berkata-kata tubuhnya kaku.Merasa tidak ada respon dari Bram Mikaila mengambil kembali kertasnya.


"permisi, terimakasih."Mikaila berbalik dan berlari menuju taksi yang menunggunya,dengan terus menghapus air matanya yang terus mengalir.entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini,malu sedih senang bercampur jadi satu.


Sementara Bram dan yang lainnya masih mematung sampai taksi Mikaila bergerak maju meninggalkan halamannya.


"tunggu Mikaila,"teriak Aran mencoba menghentikan Mikaila, namun taksi itu sudah menjauh.


bersambung ☺️☺️


jangan lupa like dan vote nya ya.πŸ™πŸ‘πŸ‘πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2