Pilihan Ku

Pilihan Ku
Rencana Jahat


__ADS_3

"Aku bisa membantumu,"


"siapa kamu?"


"kamu ga usah tau siapa aku,yang jelas aku orang yang ga suka Bram menikahi gadis kampung dan ga berpendidikan seperti gadis tadi,"


"kamu tau apa soal Bram?"tanyanya sinis.


"kamu setuju atau tidak dengan tawaran aku,",


"apa Rancana kamu?"berjalan menghampiri Niken.


Niken menjelaskan rancana jahatnya untuk Mikaila.


"ga, aku ga segila itu,"


"terserah kamu aja,hanya itu satu-satunya cara memisahkan mereka.keluarga Wijaya adalah keluarga terhormat,mereka memang baik tapi tidak akan mempertaruhkan kehormatan keluarga mereka hanya untuk seorang gadis,"


"bagaimana jika Bram tau kalau kita yang melakukannya,dia tidak akan tinggal diam,"


"maka dari itu kita harus bermain cantik,"


Melihat Zahra yang tak menjawab,Niken menyodorkan obat tidur yang ada di tasnya,ia selalu membawa obat itu kemanapun karena ia sendiri memakainya.


"berikan ini padanya,sisanya itu urusanku,"


Niken memberikan obat tidur dengan dosis tinggi.


"apa kau yakin ini akan berhasil?!"


"aku tidak pernah gagal dalam menjalankan rancana ku ,lagipula orang ku yang akan melakukannya,"


"aku pikir kamu sendiri yang melakukannya.kamu yakin orang mu tak akan membocorkan rancana kita,"


"mereka sangat setia padaku, walaupun nyawa mereka taruhannya,mereka akan tetep diam,"


"baik lah obat ini bagian ku, selebihnya aku ga mau ikut campur.."


"tenang saja,semua tanggung jawabku,"


Niken meninggalkan butik Zahra dengan senyum liciknya.


Inanti saja bisa aku singkirkan,apalagi hanya gadis itu,tertawa kecil berjalan menuju mobil nya.


Mikaila masih menangis di pelukan Humaira,ia tidak menyangka Zahra akan menyakitinya seperti ini.


"jadi apa yang aku lihat itu benar,di puncak yang mendorong aku itu adalah kak Zahra,"batin Mikaila.


"kai,ko kak Zahra bisa nyakitin kamu kaya gini sih,,"tanya maira mengompres pipi Kaila yang lebam akibat tamparan Zahra.


"kak Zahra ga suka aku,,"


Belum sempat Mikaila meneruskan kata-katanya Zahra datang..Mikaila memegang tangan Humairah.


"Kaila maafkan kakak ya, tadi kakak khilaf.ada banyak masalah di butik,dan itu semua membebani kakak.kamu mau kan maafin kakak,"katanya memelas ia membawa 2 gelas jus.


"iya kak"jawab Mikaila pelan.


"ini kakak buatin jus,"memberi jus kepada Mikaila dan Humaira.


"makasih kak,"jawab mereka.


"ayo di minum biar kalian lebih tenang,"

__ADS_1


mereka pun meminum jus tersebut.Zahra yang melihat Mikaila meminum hingga hampir habis minumannya tersenyum sinis.


"minum dan tidur dengan nyenyak," batin Zahra.


Zahra keluar meninggalkan mereka berdua.tak lama kemudian Mikaila mulai merasa mengantuk.


"kamu kenapa kai?!!"


"aku kok ngantuk ya,"


"ya udah kamu istirahat aja,dari tadi kamu nangis terus pasti kamu lelah,"


Mikaila hanya mengangguk ia sudah sangat mengantuk.


Humaira keluar dari ruangan Mikaila,melihat itu Zahra menghampirinya.


"Kaila mana dek??"pura pura bertanya.


"Kai lagi istirahat sebentar kak,"


"ya udah kamu aja yang temani kakak anterin pesanan,"


"iya kak."


Tanpa curiga Humaira meninggalkan Mikaila di butik.Sebelum pergi Zahra menyuruh semua karyawannya pulang lebih awal.


setelah butik sepi orang suruhan Niken membawa Mikaila keluar dari butik dan memasukkannya ke dalam sebuah mobil.


Mikaila yang masih tertidur tak menyadari kalau dirinya tengah dibawah ke sebuah tempat hiburan malam yang terkenal di kota itu.


Orang suruhan Niken yang bernama Yanto membawa Mikaila ke salah satu kamar yang ada di sana..Seorang wanita datang menghampiri Mikaila ia melihat dan memeriksa tubuh Mikaila.


"cantik dan tubuhnya juga lumayan,apa di masih perawan?"tanyanya pada Yanto.


"sepertinya begitu,"


tanpa menjawab Yanto menyerahkan sejumlah uang dan sebuah surat kepada wanita tersebut.


Wanita itu membacanya dan tertawa..


"baiklah akan aku kerjakan,aku pikir aku akan mengeluarkan uang untuk gadis cantik ini ,ternyata ia malah menghasilkan uang untukku.,katakan kepada bos mu secepatnya ia akan menerima Vidio paling hot yang pernah ia lihat,,"katanya sambil terus tertawa.


Yanto meninggalkan tempat itu dan melaporkan hasil kerjanya.Niken tertawa terbahak-bahak.


"Bram tak akan aku biarkan siapapun memisahkan kita," gumamnya sambil memeluk foto dan jas Bram.


"kak kita ke butik dulu ya dari tadi aku telfon Kaila tak di angkat,"


"iya ," jawab Zahra singkat.


Ia sebenarnya sedikit khawatir dengan Mikaila tapi demi mendapatkan Bram ia menepis rasa kasihan ya kepada sahabat adiknya itu.


Sesampainya di butik Humaira langsung ke tempat Mikaila,tapi ia tidak menemukannya di sana.Ia kembali menelfon ponsel Mikaila dan terdengar suara dering ponsel di lantai di bawah kursi tempat Mikaila duduk tadi,ia mengambilnya.Zahra masuk.


"ayo kita pulang mungkin dia sudah pulang atau sedang bersama Bram,"


Meraka pun pulang ke kontrakan,Humaira memeriksa kamar Mikaila tapi dia juga tidak ada di sana.Maira mulai khawatir,ia menelfon Bram dari ponsel Mikaila.


"halo assalamualaikum sayang,"jawab Bram dari balik telfon.


"maaf pak ini Humaira,"


"ada apa,Maira kok ponsel Kaila ada sama kamu,Bram mulai merasa ada yang aneh.

__ADS_1


Humaira pun menceritakan semua yang terjadi tadi siang sampai ia menemukan ponsel Mikaila di lantai.


Bram mengepal tangannya,ia langsung menghubungi orang-orang kepercayaannya termasuk Yoga.


Yoga yang mendapat telfon dari adik ipar sekaligus bosnya itu langsung meninggalkan anak dan istrinya yang tengah menonton tv bersama,


"mau kemana mas?"tanya Aran yang melihat suaminya terburu-buru mengambil kunci mobilnya setelah mendapat telfon,


"aku ada kerjaan sebentar,"jawabnya dan langsung berlari menuju mobilnya.


Tujuan pertama mereka adalah butik Zahra,.


Bram tanpa izin langsung membobol butik itu,memeriksa CCTV yang ada di sana. CCTV hanya ada 2 ,di depan butik dan di ruang pakaian.Yoga menghentikan rekaman itu ia melihat ada yang aneh, Niken ada di sana dan mengikuti Mikaila..beberapa saat kemudian Mikaila dan Humaira berjalan tergesa-gesa sambil menangis.


Bram menelfon Humaira,jam berapa kamu ninggalin Kaila sendirian.


"Jam 4 pak jawab Maira,"


Bram mempercepat rekamannya ke jam yang di sebut Humaira.Dan benar saja beberapa saat setelah butik tutup ada seseorang yang menggendong seorang gadis yan Bram yakin itu adalah Mikaila.Rahang Bram mengeras menahan emosi yang ada di dadanya, lagi-lagi ia kecolongan.


"Itu kan pria yang mengemudi truk yang menabrak Inanti,"batin Yoga.


Bram menyuruh orang-orang nya melacak kemana mobil itu membawa Mikaila.dengan cepat Bram mendapat kabar siapa dan dimana posisi mobil itu.


Mereka langsung ke alamat yang dituju.


yaitu apartemen Yanto


Lagi-lagi Bram langsung masuk tanpa izin ke rumah Yanto.Tak ada yang berani menghentikannya,ia bersama beberapa orang yang bertubuh besar,berpakaian serba hitam dengan senjata yang ada di balik jasnya.


Katakan dimana kamu membawa gadis itu,tanyanya langsung pada Yanto.


"apa maksud mu,siapa kalian ini,"


Satu tinju mendarat di rahang Yanto.


"Anda hanya di perbolehkan menjawab pertanyaan bos kami,"


"saya benar-benar tidak tau apa yang kalian maksud,"


tinju kedua mengenai perut Yanto.


Bram mencengkram kerah baju Yanto katakan cepat aku tak punya banyak waktu.


Namun Yanto tetap diam walaupun ia sudah babak belur.Yoga memutar otaknya ,ia yakin Yanto tidak akan membuka mulutnya,sedangkan nyawa Mikaila sedang dalam bahaya.


Yoga melihat anak gadis Yanto.


"Alex ini untuk mu,"kata Yoga mendorong gadis itu kepada salah satu orangnya.


"dengan senang hati bos,"


Alex langsung menarik gadis itu ke salah satu kamar,Alex mengerti kalau mereka hanya menggertak saja.


"jangan-jangan sakiti putriku,dia tidak tau apa-apa,"Rencana Yoga berhasil Yanto mulai terpancing.


Kali ini Yoga mendorong Istri Yanto "dan ini untuk mu," katanya pada salah satu anak buahnya lagi.


Anak dan istrinya kini ada di kamar menjerit meminta tolong kepada Yanto.


Yanto yang mendengar istri dan putrinya menyerah.


"baiklah akan aku katakan tolong lepaskan mereka,"

__ADS_1


Yanto pun membawa Bram ke tempat hiburan malam itu.tapi sayangnya Mikaila Sudah tak di sana lagi..


bersambung....😭😭😭


__ADS_2