Pilihan Ku

Pilihan Ku
Rencana Ibu


__ADS_3

Setelah kepergian Mikaila para wanita menatap tajam Bram, sedangkan para pria hanya geleng-geleng kepala.Bram masi terus mencerna apa yang terjadi.


Didalam taksi Mikaila mengeluarkan semua tangisan yang tadi di tahannya sampai ia sesegukan.Supir taksi yang mendengar tangisan Mikaila ikut merasa sedih tanpa tau apa yang terjadi,Mikaila terus menangis sepanjang jalan.


ponselnya berdering.


"halo Bu" jawabannya sambil sesegukan.


"Kaila kamu kenapa?"tanya ibu khawatir.


"ibuu ade di sembur sama dia Bu,"tangisnya yang tadi mulai redah kembali meraung-raung.


"dia siapa !?"tanya ibu lagi


"dia yang Ade bilang sudah punya istri"


"siapa sih yang punya istri?"


"itu yang Ade enggak boleh jadi pelakor,"


"ini apa lagi pelakor"


"ternyata dia itu duda bu,"Mikaila terus bercerita tentang Bram, yang tadinya ibu bingung dengan apa yang di maksud putrinya menjadi mengerti kalau yang dimaksud putri nya itu pria 2 tahun lalu yang di sukai putri kesayangannya.


"oww dia,"


"ko cuma oww aja"protes mikaila.


"terus ibu harus bilang apa?"


"tau ah,"Mikaila cemberut.


ibunya tertawa begitu juga dengan supir taksi. .


"Bu udah dulu ya Ade dah sampai,"


"kamu baik ya di sana,kerja yang benar jangan urusin cowok dulu kamu masih kecil"


"iya Bu,"sambil keluar dari taksi tak lupa mengucapkan terimakasih kepada supir taksi.supir taksi hanya mengangguk.


*kamu kenapa?? "tanya Zahra yang melihat mata Mikaila yang sembab.


"tadi ke lilipan kak"


"bagaimana pesanannya dah sampai ke tangan orang nya,"


Kaila hanya mengangguk.


"kak Kaila boleh pulang cepat ga hari ini?"


"Iya boleh,pulanglah hati hati di jalan".


Mikaila pulang kekontraka nya, kepalanya sedikit pusing karena terlalu lama menangis.


"kenapa si semua orang suka nyebur aku,,emangnya aku kesurupan apa,"omelnya sambil melepas hijabnya dan membuang ke tempat pakaian kotor.


Ia tersenyum saat mengingat penampilan Bram tadi.


"dia ko makin tampan sih,"tertawa-tawa sendiri sambil menggulung tubuhnya didalam selimut.menendang nendang selimutnya dan menggulung tubuhnya kembali.


Bram menarik rambut sendiri,mengingat kembali air mata yang menetes di pipi Mikaila.Dan ulah konyolnya yang menyembur wajah Kaila.


"kenapa dia bisa datang secepat itu dari Batam,!"gumamnya.


"Mba Aran" berjalan mendekati kakak.


"mba kok Mikaila bisa datang kesini secepat itu dari Batam?"


Aran sedang duduk di sofa ruang tamu bersama para wanita keluarga Wijaya sedangkan yang lainnya bermain golf di halaman belakang rumah.


"siapa bilang tadi Mikaila Dari Batam!!!"

__ADS_1


"maksud mba?"


"butik mereka itu sudah pindah ke kota ini ,"


"pindah di daerah mana mba?"


"cari tau aja sendiri,kamu itu harus minta maaf dek,"


"kamu tu ya bukannya di sambut dengan baik malah di siram air,"kata ibu kesal.


"ini tuh salah mba Aran Bu,"


"ko kamu malah nyalahin mba sih dek!"


"mba tau kan itu Mikaila,!? kenapa bukan mba sendiri yang buka pintunya,mana penampilan aku kaya gini lagi,"


"sudah jangan saling menyalahkan ,,"kata nene.


"Aran kamu punya no ponselnya??" tanyanya lagi.


"engga ne cuma punya no butiknya aja,"


"butik nya di daerah mana ?"tanya ibu.


"di daerah A."jawab Aran ..


"Bram kamu mau ibu jodohkan dengan dia!!?"


"dia mana mau dengan Bram Bu,,,dia itu masi muda,pasti masi ingin bersenang-senang, sekarang aja dia pasti marah bu,"jawab Bram frustasi.


"kalau masalah itu biar kami yang atur,"kata ibu tersenyum senang.


"terserah ibu lah Bram mau kebelakang."


Mereka mulai menyusun rencana bagai mana agar Mikaila bisa dekat dengan Bram.


keesokan harinya ibu Bram berkunjung ke Butik Zahra,sengaja ingin mendekatkan diri dengan calon menantunya.


"saya mau cari gaun pengantin untuk anak saya,"jawab ibu Bram ramah.


"di sebelah sini Bu,"Mikaila menunjukan ruangan yang dimana terdapat beberapa gaun pengantin,ibu mau model apa tanyanya lagi.


"anak saya masi sangat muda seusia dengan kamu,dia sibuk jadi menyarahkan semuanya kepada saya,kira kira dia suka model apa ya?!!" tanyanya pura-pura bingung sambil memilih-milih gaun yang berjejer rapi di manekin.


"kalau yang ini gimana Bu?" tanyanya


"iya ini cantik,bisa tolong kamu coba dulu?!!"


"saya Bu"


"iya masa ibu yang pake, kayanya ukurannya sama dengan kamu deh.."


"hemmm ya udah Bu mari keruang ganti,"Mikaila ragu ragu namun tugasnya adalah melayani pelanggan ia pun menurut saja.


Mikaila mencoba gaun tersebut lengkap dengan perhiasan dan sedikit makeup di wajahnya.terlihat sangat cantik .


Mikaila memperlihatkan gaun yang telah ia pakai.ibu Bram terkesima bukan dengan gaunnya tapi yang memakai gaun.


"saya foto dulu ya,buat dikirim ke anak anak saya,"


"iya bu" jawab Mikaila tersenyum.


cekrek,,cekrek,,, cekrek


Ting,1 pesan di WA keluarga terkirim,3 foto Mikaila terkirim dengan tulisan calon mantu mama.


Bram tersenyum melihat kiriman ibunya,ia telah memutuskan akan mendekati Mikaila.


"sudah Bu,"tanya Mikaila pada ibu Bram yang sibuk membalas chat di ponselnya.


"iya , saya ambil yang itu aja,"

__ADS_1


"saya bungkus dulu ya Bu,"lanjut Mikaila meninggalkan ruang ganti di susul ibu Bram.


Sambil menunggu pesanannya meraka berbincang-bincang,bahkan ibu Bram langsung menanyakan hal pribadi kepada Mikaila.


"Nama kamu Mikaila ya,"


"iya Bu,"


"kamu sudah punya pacar,"


"belum Bu,Kaila mau fokus kerja dulu," jawabnya sambil terus menyiapkan belanjaan ibu Bram.


"kamu punya orang yang kamu suka?" tanyanya lagi Mikaila hanya tersenyum menanggapi pertanyaan ibu Bram,ia tak tau ibu yang di layani nya adalah ibu pria yang ia sukai.


"kamu mau ga ibu jodohkan dengan putra ibu," pertanyaan langsung pada intinya,lagi lagi Mikaila hanya tersenyum.


Pertanyaan seperti itu sudah sering ia dengar dari pelanggan lainnya.sekarang kan sudah jam makan siang kita makan yuk,ajak ibu Bram.


"ibu duluan aja,Kaila masih ada pekerjaan,"


"ga jauh jauh ko di restoran depan sana aja,"


"gimana ya Bu,"


"ayolah temenin ibu ya, anggap aja ini ucapan terimakasih kasih saya kamu sudah membantu mencarikan gaun untuk anak saya,"


Ibu Bram terus memaksa,karena Mikaila memang sedang lapar dan seperti ibu ini orangnya baik Mikaila menerima ajakan ibu Bram.


Sebelum pergi Mikaila menitipkan pekerjaan ke karyawan lain.ibu Bram langsung mengirim pesan ke Bram meminta nya untuk ikut makan siang dengan mereka.


mendapat pesan dari ibunya Bram bergegas menuju restoran yang di maksud ibu nya itu.


Mikaila makan dengan ibu Bram sambil mengobrol,ibu Bram melambaikan tangan ke arah seseorang.Mikaila berbalik melihat siapa yang di panggil,


"Pak Bram" batin Mikaila,


"jadi ini ibunya Bram,mati aku,"jantung Mikaila lagi lagi berdetak kencang,karena Sudah sering mengalami hal seperti saat bertemu Bram ia sudah bisa sedikit mengontrol kegugupannya.


"Bram kenalkan ini Mikaila,Mikaila ini anak saya Abraham.kata ibu sengaja memperkenalkan mereka.saat baru mulai makan ibu Bram sengaja ijin ke toilet,ia ingin mereka makan berdua.


"maaf ya soal tempo hari."Bram memulai percakapan.


"aku benar-benar ga sengaja."


"iya ga apapa ko pak, "Jawab Mikaila gugup.


"kamu sejak kapan meninggal kan Batam?"


"hemmm sudah beberapa bulan yang lalu."mereka pun terus berbincang-bincang.


"ibunya kemana ya ko lama sekali"


"ibu sudah pulang katanya ada janji lain,"


"oww,."


"maaf waktu di Batam aku ga sengaja dengar seorang menyatakan perasaannya sama kamu, kalian masih pacaran tanya Bram penasaran?"


"hemmm,"Mikaila menatap Bram dengan wajah bingung.


"aku hanya ga mau nanti pacar kamu marah lagi lihat kita makan berdua kaya gini,"


"aku ga punya pacar,ga boleh sama ayah.katanya langsung nikah aja,"jawabnya sambil terus memakan makanannya.


"kamu mau nikah sama aku"


Mikaila menghentikan makannya,meraka saling tatap


"kamu mau nikah sama aku,"melihat Mikaila hanya menatapnya Bram mengulang perkataan nya sambil menggenggam tangan Mikaila.Belum sempat Mikaila menjawab panggilan dari Humaira menyadarkannya dari keterkejutannya.


bersambung..

__ADS_1


jangan lupa luka dan vote nya ya makasih 🙏🙏🙏👍😘


__ADS_2