Pilihan Ku

Pilihan Ku
Rahasia Mikaila dan Arabela.


__ADS_3

Bram terbangun saat merasa sentuhan tangan kecil di wajahnya,ia membuka mata dan melihat senyuman dari putra kesayangannya.


Semalam Bram membawa Arya tidur bersama mereka.


"pagi sayang,"Bram mencium seluruh wajah putranya,tawa kecil Arya sungguh membuat dunia Bram menjadi lebih indah.


"bunda masi bobo ya sayang,lapar ya,"Bram mengambil ASI yang sudah di siapkan Mikaila.


Mikaila menyetok banyak ASI,sehingga memudahkan bagi orang yang menjaga Arya.


Siti di tugaskan menjadi Baby sister Arya.


walau memiliki baby sister namun Mikaila tetap mengurus putranya itu dengan sangat baik,ia akan meminta bantuan Siti saat ia benar-benar tidak bisa mengurusnya.


Bram membawa Arya ke balkon kamar nya, berjemur di bawah matahari pagi.


"pagi sayang"memeluk Bram dari belakang.


"baru bangun sayang"


"mas ko nggak bangunin aku sih,"


"kamu pasti lelah jagain Arya semalam jadi sekarang biar mas yang jaga."


"aku mandi dulu ya mas,"


Setelah mandi Mikaila turun ke bawah menyiapkan sarapan untuk suaminya,ia tidak pernah lupa tugasnya yang satu ini.


Bram memandikan Arya dan setelah itu iapun mandi dan memakai pakaian kerjanya.


Ia sudah pernah mengurus bayi jadi bukan hal baru bagi seorang Abraham memandikan bayi.


"wah, gantengnya para priaku,"ucap Mikaila melihat keduanya sudah rapi dan wangi.


"siapa yang mandiin, papa ya,"menciumi perut putranya,


Baby Arya tertawa mendapat serangan dari bundanya.


"Baby Arya aja nih yang dapat ciuman bunda,"ucap Bram sambil merapikan dasinya.


Mikaila menghampiri Bram dan membantu merapikan dasinya,


"cup,,"satu kecupan mendarat di bibir Kaila.


"cup,"dua kecupan mendarat di tempat yang sama.


"mas ih,tuh anaknya lihat,"Bram menoleh ke arah baby Arya yang juga melihatnya dangan senyuman sambil mencoba menggigit ujung kakinya.


"masi belum boleh ya sayang,"ucap Bram mengelus pipi Kaila.


"sabar ya mas,beberapa hari lagi"


"mas benar-benar merindukanmu,"menatap Mikaila penuh gairah.


"sabar ya mas,,,bentar lagi ko,"memeluk suaminya itu sambil mengusap punggungnya.


Bram membalas pelukan hangat istri nya menahan hasrat yang sudah menggebu.


Mereka sarapan bersama, baby Arya di ambil alih oleh Siti.


Seperti biasa Mikaila mengantar Bram hingga teras rumah namun kali ini ia tak sendiri lagi,ada baby Arya di gendongannya.


"papa berangkat bekerja dulu ya sayang,"mencium kening istrinya lalu mencium pipi Baby Arya yang mulai menggembul.


"assalamualaikum,teriak Arabela saat masuk ke dalam rumah Mikaila.


"waalaikumussalam,"jawab mba Lala yang ada di ruang tengah sedang membersihkan keramik-keramik.


"Kaila mana mba?"


"ada di kamar tuan muda non"

__ADS_1


"aku ke atas dulu ya mba,"


"iya non,"


Arabela masuk ke kamar Baby Arya dan melihat Mikaila sedang melamun sambil menyusui bayi nya.


"siang kak,"


"eh,,,itu Tante nya datang,kamu kesini sama siapa?"


"sendiri,tadi anterin ibu arisan di dekat sini."


"lagi mikirin apa sih kak,serius banget,"tanya Arabela mengambil Baby Arya dari pangkuan Mikaila.


"katanya kalau istri baru melahirkan biasanya suami mereka cari pelampiasan ke cewek-cewek di klub malam ya?"


"mungkin,"


"emangnya disana banyak cewek-cewek ganjen ya?"


"iya kak disana itu banyak banget cewek kesepian,mereka sengaja berpakaian seksi untuk menggoda pria-pria tajir,kenapa emangnya? mas Bram ke klub malam?"


"enggak sih,tapi bisa aja kan.aku kan belum boleh melayani mas Bram,"


Arabela menutup pintu dan berbisik,


"kakak mau tau caranya melayani suami saat tak boleh melakukannya,"


Mikaila mengangguk antusias.


Arabela meletakkan Baby Arya ke dalam box bayi nya.


Arabela mengambil ponselnya dan memutar sebuah Vidio.


Mata Mikaila membulat sempurna melihat apa yang diputar adik iparnya itu.


"kamu dapat dari mana Vidio kaya gini?"tanya Mikaila melongo.


"kamu udah pernah nyoba?"


Arabela memutar bola matanya malas,


"kakak ipar aku kan belum nikah,"


"kok kamu punya Vidio kaya gini,"


"persiapan,"jawabnya sambil tertawa terbahak-bahak.


"hus,,pelankan tawamu itu,nanti Arya bangun lagi."


Mikaila menatap dirinya di cermin,


"huff ,,aku pasti bisa,"menyemangati diri sendiri.


"Siti malam ini kamu jagain Arya ya,,aku lagi ga enak badan"bohong Kaila,ga mungkin ia bilang ingin melayani Bram.


"iya non,"jawab Siti mengambil Baby Arya dari gendongan bundanya.


Mikaila masuk ke kamar dan melihat Bram sedang mengerjakan sesuatu di ponselnya.


"Arya mana sayang,"tanya Bram melihat Mikaila masuk tanpa putranya.


"udah tidur,ditemani Siti."


Mikaila dengan ragu mendekati suaminya,bayangan adegan dalam Vidio itu terus terbayang di benak nya.


Bram yang melihat tingkah aneh istrinya itu mengerutkan keningnya,


"kamu kenapa sayang sakit."


Mikaila menggeleng ia mengambil ponsel Bram dan duduk di pangkuannya.

__ADS_1


Bram menarik pinggang Mikaila


"emang nya sudah boleh?"


"belum mas,sekitar seminggu lagi,"memainkan jarinya di dada Bram.


Bram menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur.


"jangan menggodaku sayang,aku sudah bersusah payah menahannya.


Bukannya menjauh Mikaila justru membuka pakaian Bram dan pakaiannya sendiri,Bram awalnya menolak namun ia membiarkan apa yang mau di lakukan istrinya itu.


Mikaila benar-benar melakukan apa yang ia lihat di Vidio tadi,,


Bram mengerang saat mencapai pelepasannya,ia tak menyangka Mikaila akan melakukan hal itu.


"Terima kasih sayang,"


Mikaila merasa senang bisa memberi kepuasan kepada Bram.


Bram berangkat bekerja sama seperti biasa,


ibu Bram datang dengan membawa beberapa buah-buahan,ia menyimpannya di dalam kulkas,


"harus banyak minum jus,agar ASI-nya lancar,"kata ibu.


"iya Bu"


"bi Yanti pastikan Mikaila makan makanan yang bergizi dan minum susu yang teratur."


"iya nyonya,"


"Oya kamu sudah bersih?"


"belum Bu,beberapa hari lagi kayanya,"


"sebaiknya kamu konsultasi ke Anin,alat kontrasepsi yang cocok untuk kamu."


"iya Bu,kemarin juga mba Anin menyarankan beberapa alat kontrasepsi,tapi aku masi bingung pilih yang mana.Malah mas Bram bilang biar di aja yang mengatur masalah itu."


"sebaiknya kamu yang pakai,takutnya kalau Bram lupa kan kamu bisa hamil lagi,beri jarak dulu biar Arya besar dulu baru punya adik lagi."


"Bu Bela mana?"tanya Kaila yang tak melihat sosok adik iparnya itu.


"tadi pergi main katanya dengan temannya,"


jawab ibu sambil bermain dengan cucunya.


Ting satu pesan masuk di ponsel Mikaila.


"gimana?" pesan dari Arabela.


"gimana apanya?"jawab Mikaila.


"itu nya,sudah di praktekin ga?"


"mau tau aja,kamu masi anak kecil,"


"pelit,"


"biarin".


"kamu ga kesini,ada ibu di sini?"tanya Mikaila


"aku lagi jalan sama pacar aku,udah dulu ya kakak ipar,"


"makasih tips nya ,"


"sip."


Terima kasih jangan lupa like nya ya. 🙏

__ADS_1


__ADS_2