Pilihan Ku

Pilihan Ku
Orang Asing..


__ADS_3

Seorang wanita Cantik dengan pakaian seksinya berjalan menuju ruangan Bram,,,,


"pagi pak Yoga, Bram ada di ruangannya?"tanyanya pada Yoga yang baru keluar dari ruangan Bram.


"ada,dia lagi sibuk."jawab Yoga dan berlalu keruangannya.


Tanpa mendengar ucapan Yoga ia langsung masuk dan memeluk Bram yang berdiri menghadap jendela.


Bram berbalik saat ada yang memeluknya.


"Talia"ucap Bram


"pagi tampan,"ucapnya mencoba mencium bibir Bram.


"ngapain kamu kesini?"tanya Bram melepas pelukan Talia dari pinggang nya.


"aku kangen sama kamu lah,"goda Tania.


"kalau ga ada yang penting kamu bisa keluar,aku lagi sibuk."ucap Bram kembali duduk di kursi nya.


"aku baru pindah bekerja di salah satu rumah sakit di kota ini,walau tak sebesar rumah sakit mu,aku kesini hanya mau menyapa saja sebagai teman lama,apa salah?"


Tania duduk di pangkuan Bram.


"apa-apa ini mas?"ucap Mikaila,


ia merasa bersalah karena terus mendiamkan Bram sejak semalam.


Bram bangun telat dan langsung ke kantor tanpa sarapan.Mikaila datang ke kantor membawa sarapan buat Bram, namun saat membuka pintu Mikaila tak menyangka ia melihat suaminya sedang memangku wanita seksi.


Bram langsung berdiri saat melihat Mikaila,membuat Talia jatuh kelantai.


Talia adalah sahabat Inanti dan ia seorang dokter.ia sudah menyukai Bram sejak lama,namun karena Bram lebih memilih sahabatnya Talia mengalah, ia kuliah di luar negri agar bisa melupakan Bram,,,ia baru saja putus dengan kekasihnya dan pindah bekerja di negara x.Talia kembali ingin merebut hati Bram,ia tak tau kalau Bram sudah menikah lagi.


"Bram sakit tau,"ucap Talia berusaha berdiri.


Bram tak memperdulikan Talia yang sedang kesakitan.


"sayang kamu ko ga bilang-bilang kalau kamu mau kesini,"tanya Bram mengambil kotak makanan di tangan Mikaila.


"emang aku ga boleh ke kantor kamu mas,biar kamu bisa berduaan dengan dia,"ucap Mikaila emosi melihat Talia.


"Bram dia ini siapa sih?"tanya Talia menatap sinis Mikaila.


"dia istri ku,"jawab Bram.


"istri,aku ga salah dengar,dia ini istri kamu?"tanya Talia tak percaya.


Menurutnya Mikaila terlalu muda untuk menjadi istri seorang Abraham.

__ADS_1


"sebaiknya kamu keluar," ucap Bram.


"enggak usah mba,aku aja yang keluar,"ucap Mikaila berdiri.


"Kamu tunggu apa lagi keluar sana,"bentak Bram pada Talia.


Bukan hanya Talia yang kaget, Mikaila juga kaget mendengar bentakan Bram.


Talia mengambil tas nya dan keluar dari ruangan Bram.


Mikaila melepas genggaman Bram di lengannya.


"sayang aku bisa jelasin"ucap Bram kembali memegang tangan Mikaila.


"ya udah ayo jelasin,"ucap Mikaila melipat kedua tangan di dadanya.


"kamu salah faham,Talia baru kali ini kesini,"


"kalau dia baru kesini apa biasanya ada wanita lain lagi."


ucap Kaila.


"maksudnya?"tanya Bram tidak mengerti apa maksud dari perkataan Mikaila.


"enak ya mas,di rumah aku ngurus anak-anak di sini kamu enak-enakan mangku wanita lain".mata Mikaila sudah berkaca-kaca.


"dengar sayang,apa yang kamu pikirkan itu ga benar.,"ucap Bram,ia bingung harus bagaimana, jelas-jelas tadi Talia duduk di pangkuannya saat Mikaila masuk.


Bram membawa Mikaila ke pelukannya,membuat tangisan yang sedari tadi di tahannya keluar sudah.


"mas jahat,"ucapnya mencoba melepaskan pelukan Bram.


"kamu salah faham,"ucap Bram mengusap rambut Mikaila dan mempererat pelukannya.


Setelah Mikaila tenang Bram baru melepas pelukannya.


"percaya sama mas,itu semua salah faham,Talia hanya datang untuk menyapa.Ini hari pertanyaan bekerja di kota ini.Talia adalah sahabat Inanti,ia memang menyukai mas tapi mas hanya melihat nya karena Inanti .tak ada sedikitpun niat mas menghianati cinta kita,pernikahan kita.kamu percayakan sama mas,"ucap Bram menatap mata Mikaila.


"mas ga bohong kan?"tanya Mikaila balas menatap matanya Bram.


"mas sangat mencintai kamu,kamu dan anak-anak adalah segalanya buat mas,"ucap Bram mencium punggung tangan Mikaila.


"percayakan,"ucap Bram memastikan.


Mikaila mengangguk dan memeluk Bram.


Di negara lain.


Raina memeluk erat boneka beruang nya,saat orang yang di anggap papanya menyerahkan koper dan beberapa barang lainya ke orang yang tak ia kenal.

__ADS_1


"Raina ikut sama om ini ya,"ucap orang tua angkat Raina.


"Raina mau tinggal sama mama aja,"ucap Raina berkaca-kaca.


"mama dan papa lagi ada kerjaan,jadi Raina sama om ini ya,"ucapnya lagi.


Raina menggeleng dan memeluk kaki mamanya,namun mamanya tetap menyerahkan Raina kepada orang itu.


Mereka membawa Raina ke mobil,Raina terus melihat ke belakang berharap bisa melihat Arya di sana.Raina sangat ketakutan,tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa,


Raina memegangi liontin nya dan terus melihat kebelakang.


"duduk yang benar,"ucap pria bertubuh besar yang sedang mengemudi.


Raina tersentak kaget dan menuruti apa yang di katakan oleh orang itu.


Raina memeluk erat bonekanya,sekuat tenaga ia menahan isakannya hanya air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


Raina melihat keluar jendela mobil,ia hanya bisa melihat pepohonan di sepanjang jalan dan ia pun tertidur.


Saat bangun Raina berada di sebuah kamar yang minim penerangan.Ia meringkuk di sudut kamar rasa takut tak bisa ia bendung lagi,ia pun menangis hingga sesegukan,


"kak Arya,"hanya nama itu yang bisa ia ucapkan,tak ada keluarga yang bisa ia mintai tolong,tak ada nama lain yang ada di dalam hidupnya,ia sebatang kara di dunia ini.


Lama Raina menangis,hingga ia melihat seseorang gadis kecil seusianya datang memberinya sebungkus roti.


Raina yang memang merasa lapar, dengan perlahan mengambil roti dan memakannya.


Air matanya terus menetes dari mata indahnya.


Anak itu berbicara dalam bahasa asing,yang Raina tak tau artinya.Raina hanya menggeleng sebagai jawaban.


Tak lama kemudian seorang wanita datang menghampiri mereka,ia pun berbahasa asing.Namun Raina mengerti kalau ia menanyakan namanya.


"namaku Raina,"jawab Raina masih sesegukan.


"Raina "ulang wanita itu.


Raina mengangguk.


Wanita itu bernama Jessica dan adiknya Natali,mereka sudah sebulan di sekap disana,mereka hanya di beri makan sekali sehari dan beberapa bungkus roti.


Mereka dari keluarga berada namun orang tuanya bangkrut dan mengalami kecelakaan.karena tak bisa membayar utang keluarga nya menyerahkan mereka sebagai ganti dari utang mereka.


Raina sedikit tenang karena ia tak sendiri di sana.ada Natali yang menemaninya bermain.


Raina mengeluarkan semua mainannya diri dalam koper..


Jessica berusaha membuat adiknya dan Raina merasa nyaman tinggal disana.ia tak tau kapan mereka bisa keluar dari tempat itu.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya,🙏🙏


jangan lupa like Vote dan komennya.


__ADS_2