Pilihan Ku

Pilihan Ku
Kebersamaan.


__ADS_3

Kediaman Abraham Wijaya.


Keluarga Bram pamit pulang, tak lupa mereka mendoakan kebahagiaan selalu bersama keluarga kecil mereka.Ibu Bram memeluk Mikaila,


"Ibu titip Bram ya, berbisik di telinga Kaila,"


Kaila menjawab dengan anggukan kecil.


Setelah semua keluarga Bram pamit Bram juga pamit untuk ke kekantor.


Kini tinggal Mikaila dan keluarganya mereka yang melihat-lihat seluruh rumah termasuk halaman.


Rasa kagum menyusup di hati mereka.


"Ade kamu harus berusaha membahagiakan suami kamu ya, jangan pernah membantah perkataannya, selalu minta pendapatnya dulu sebelum mengambil keputusan, lakukan apa yang dimintanya dengan ikhlas. Kalau ada masalah usahakan kalian bicarakan baik-baik," kata ayah menasehati putrinya.


"Iya yah, Ade akan berusaha jadi istri yang baik untuk mas Bram."


"Dek kamu bisa bersihin rumah sebesar ini sendirian?"canda Jabbar,


"Ih kakak ya enggak lah, bisa-bisa tangan Ade terlepas. Di rumah aja yang sekecil itu capek bersihin nya apa lagi rumah sebesar ini.


"Terus siapa dong yang bersihinnya,"


"Katanya sih orang-orang yang bekerja di rumah lama mas Bram akan ke sini buat bantu-bantu"


.


"sambil nunggu mereka kita siapin makan siang aja dulu." kata ibu.


"Iya Bu," merekapun meninggalkan ayah dan Jabbar yang masih ingin berkeliling .


Beberapa saat kemudian datanglah 2 wanita, satunya seusia ibu Kaila. Dia adalah istri dari Pak slamat supir Bram, Bu Yanti. Dan satunya lagi sedikit lebih mudah dari Bu Yanti namanya Bu lala.


Mereka saling memperkenalkan diri karena ini pertama kalinya mereka bertemu.Bu Yanti merasa bersyukur Bram memilih wanita yang sangat cantik dan terlihat sangat baik dan ramah.


Ibu Yanti sudah bekerja di keluarga Wijaya juga sudah lama, dulu ia bekerja sebagai baby sister Bram. Karena Bram sangat suka masakan Bu Yanti, saat Bram sudah besar ia beralih ke dapur membuat makanan.


Pak slamat dan istrinya memutuskan untuk ikut dengan Bram saat ia telah menikah dengan Inanti.

__ADS_1


Mereka berbincang-bincang sambil menyiapkan makan siang.


Bram mempekerjakan 6 orang di rumahnya.


Pak slamat sebagai supir, Pak Mamat dan Pak Wahyu yang bertugas beres-beres diluar rumah. Pak Wawan satpam yang baru di pekerjakan karena satpam yang dulu masih tetep di rumah lama bram.


Bu Yanti bekerja di dapur, mba Lala dan Siti beres-beres di dalam rumah.Meraka semua dulunya bekerja di rumah lama Bram kecuali Pak wawan.


Mereka di minta oleh Bram bergantian seminggu sekali tetap ke rumah lama Bram untuk bersih-bersih.


Bram pulang saat akan makan siang, ia melihat semuanya sedan membersihkan sisa-sisa acara kemarin termasuk ayah mertua dan Jabbar. Iapun ikut membantu.


Bram memang memperlakukan orang-orang yang bekerja di rumahnya seperti keluarga, tak ada jarak layaknya majikan dan pembantunya dalam bersikap namun masih ada beberapa hal yang harus mereka perhatikan dan mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan dan tidak, Meraka selalu menjaga kesopanan Meraka.


Seperti saat ini saat makan siang, mereka makan di tempat berbeda awalnya Kaila ingin memanggil mereka untuk bergabung namun di larang oleh ibunya.


"Biarkan saja, mungkin memang seperti ini aturannya.Sana panggil suami kamu kita makan dulu,"


Kaila menurut dan memanggil Bram di kamar


"Sayang makan dulu."sambil memeluk dari belakang.


Bram yang tengah berdiri di depan jendela besar yang ada di kamarnya berbalik dan langsung menarik pinggang Kaila memberi kecupan di bibi mungil sang istri.


Gemes Bram menahan tengkuk Kaila dan memperdalam ciumannya.


"Mas yang lain dah nunggu di bawah kita makan dulu, aku dah lapar."


"Nanti di lanjutin ya sayang!!" berjalan keluar.


"Mas ga kekantor lagi,?"


"Ada mas Yoga disana,Mas mau nemenin mertua mas dulu." Bram tertawa kecil.


Mereka menuruni tangga sambil bergandengan tangan.


Semua makan dengan tenang Bram dan keluarga di ruang makan sedangkan para pekerja di rumah itu makan di dapur. Dimeja makan yang sudah disiapkan memang untuk mereka.


Mereka makan menu yang sama dengan tuan rumah, Bu Yanti yang mengatur menu makanan setiap harinya kecuali ada permintaan dari sang majikan.

__ADS_1


Walaupun tugas dapur adalah tugas Bu Yanti namun mereka saling membantu termasuk sang majikan yang selalu ikut membantu di dapur.


Itu salah satu alasan mereka betah berkerja bersama tuannya, selain gaji yang tinggi terkadang mereka mendapat bonus bahkan anak-anak mereka Bram lah yang membiayai sekolahnya.


Pak slamat dan Bu Yanti punya 3 orang anak yang semua biaya sekolahnya di tanggung oleh bram.Anak pertamanya lulus di perguruan tinggi ternama yang ada di kota itu dan sekarang bekerja di kantor Bram dan ia sudah berkeluarga kehidupannya cukup mapan.


Anak keduanya juga telah lulus kuliah dan memilih berwirausaha iapun telah berkeluarga.Anak ketiganya perempuan sekarang masih menempuh pendidikan di bidang kedokteran. Jika melihat ke 3 anaknya tak akan ada yang mengira kalau orang tua mereka adalah supir dan asisten rumah tangga.


Sama halnya dengan Bu Lala pak Maman dan pak Wahyu walau mereka baru bekerja saat Bram menikahi Inanti namun sekolah anak-anak mereka juga di tanggung oleh Abraham.sedangkan Wawan dan Siti belum berkeluarga.


Sore harinya saat pak Maman selesai membersihkan kolam Jabbar langsung berenang di kolam tersebut ia tak mau menyia-nyiakan waktunya, besok pagi meraka akan pulang ke kampung.


"mas aku boleh ikut berenang ga?tanya Kaila antusias melihat kakaknya tengah asyik berenang di kolam.


"besok aja ya sayang,mas lagi malas berenang.


"ga apa-apa mas,nanti minta di ajarin sama kak Jabbar aja.


"kamu ga bisa berenang,?


"nggak mas,dulu saat kecil aku hampir tenggelam jadi ayah ga izinin dekat-dekat kolam.


"besok mas ajarin ya.mengecup punggung tangan Mikaila.


"iya mas besok aja,"pasrah nya.


Melihat Jabbar hanya menggunakan celana pendek membuat Bram tak rela mengizinkan istrinya itu ikut berenang, Jabbar memiliki wajah yang tampan dan badan yang tak kalah dengan Bram banyak wanita yang mendekatinya namun ia lebih fokus pada pekerjaannya.


Isabela kembali ke rumah Bram karena ada barangnya yang ketinggalan.


"hai om Tante,mendekat dan melihat apa yang tengah mereka lihat.Isabela sedikit terkejut ia melihat Jabbar yang berjalan di pinggiran kolam dengan tubuh dan rambut basah dan terlihat jelas perut sixpack nya menghampiri mereka.terpesona.


Jabbar tersenyum saat matanya bertemu dengan Isabela.ia duduk di kursi kosong dekat Bram.


"ada apa Isya?"tanya Bram


"ini Om ada barang Isya yang ketinggalan,aku keatas dulu ya?".berjalan cepat.


sebelum naik ia kembali melihat Jabbar dan memegangi jantung,

__ADS_1


"aku harus konsultasi ke papa ni,


kayanya ada yang ga beres di dadaku."gumamnya.


__ADS_2