
Raina tertawa menertawakan kelakuannya, Bagaimana mungkin ia melamun sampai membuat pekerjaannya seperti ini.
Dia kembali melanjutkan pekerjaannya berusaha untuk menghilangkan sosok Arya dalam pikirannya baik Arya kapten tim basket atau Arya yang pernah hadir dalam masa lalunya , ia fokus pada kehidupannya sekarang.
****
Sepanjang perjalanan pulang Natali terus memikirkan apa yang baru saja ia lakukan,
"Mengapa Aku harus berbohong kepada kak Arya, Raina pasti senang mengetahui jika teman masa kecilnya menanyakan dirinya.Mengapa teman masa kecil Rain harus kak Arya yang aku kenal," batin Natali,
Natali pulang menggunakan taksi,ia terus mengusap air matanya yang mengalir membasahi pipinya,ada rasa iri di hatinya mengetahui bahwa Arya yang sangat diidolakan mencari Raina sahabatnya.
Natali sampai di toko bunga, ia melihat Raina sedang merangkai bunga sambil terus tersenyum,
"Kamu kenapa?" tanya Natali.
"Aku,menertawakan diriku sendiri, coba lihat aku mengambil daun dan membuang bunganya ,"ucap Raina tertawa sambil memperlihatkan bunga ditangannya.
Melihat tawa ceria Raina membuat Natali semakin bersalah, Ia pun masuk dan memulai pekerjaannya.
****
Saat di kos-kosan,mereka makan bersama,namun Natali hanya melihat saja makanannya,
"Kenapa nggak dimakan?" tanya Raina melihat Natali tak menyentuh makanannya,
"Aku tidak lapar,aku tidur dulu ya,capek,"ucap Natali beranjak ke tempat tidur nya.
"Ada apa dengan Natali,apa dia sedang ada masalah,sejak tadi sikapnya aneh," batin Raina.
Sepanjang malam Ia terus memikirkan perasaannya, jujur ia sangat ingin memberitahu Raina jika Arya yang ini cari tadi bersama dirinya, tapi Ia juga tak rela jika Arya bersama dengan Raina.
"Raina, Apa kamu sudah tidur?"tanya Natali.
Mereka tidur di tempat tidur yang sama, karena kamar kos-kosan tak cukup untuk dua tempat tidur.
Raina berbalik dan melihat Natal,
"Ada apa?" tanya Raina.
Natali duduk dan mengambil gantungan kunci yang ada di tas Raina,
"Apa kamu masih ingat teman masa kecilmu?"tanya Natali,
"Maksud kamu kak Arya?" tanya Raina,
"Iya, Apa kamu masih berharap dia akan datang menjemputmu?" tanya Natali masih melihat gantungan kunci tersebut.
"Tentu saja, aku percaya suatu saat nanti aku akan bertemu dengan ka Arya,"ucap Raina menghadap langit-langit kamarnya, mencoba mengingat wajah Arya saat kecil.
"Apa kamu masih mengenalinya, jika kalian bertemu?" tanya Natali menatap sahabatnya itu.
"Entahlah, kami bertemu sewaktu kecil, pasti akan banyak perubahan dengan dirinya.Lagian kalau dia bertemu dengan Aku,aku tak yakin dia masih mau berteman denganku,"lirik Raina.
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Natali.
"Iya, kak Arya dari keluarga kaya raya,sedangkan lihatlah kondisi kita.Tidur, makan di tempat yang sama," ucap Raina melihat kos-kosannya.
__ADS_1
"Raina..!, aku juga menyukai pria yang bernama Arya," jujur Natali.
" Maksud kamu, Arya kapten tim basket di sekolahmu?" tanya Raina.
"Iya," jawab Natali.
"Aku juga sudah melihatnya beberapa hari yang lalu, mereka bertanding di sekolahku,"ucap Raina,
"Apa kamu sudah bertemu dengan kak Arya?"tanya Natali cepat.
"Aku hanya melihatnya saja, orang nya memang tampan,"ucap Raina tersenyum melihat Natali.
"Apa kamu menyapanya?"tanya Natali lagi.
"Aku tak mengenalnya, untuk apa aku menyapanya,"jawab Raina ,
Natali sempat berpikir jika Raina masih mengenali wajah Arya,dan mereka sudah saling kenal.
"Apa kamu tidak mengenali wajahnya,maksudku apa kamu tak asing dengan wajahnya?" tanya Natali berharap-harap cemas.
"Entahlah, aku melihatnya dari jarak jauh, aku tidak tahu jelas melihatnya.Tapi dia memang tampan, seperti itu untuk pertama kalinya aku melihatnya."jawab Raina mengambil gantungan kunci nya dari Natali.
"Bagaimana kalau kita menyukai orang yang sama?" tanya Natali,
"Maksudmu?" tanya Raina menatap heran pada Natali yang menurut nya sangat aneh malam ini.
"Bagaimana jika Arya teman masa kecilmu adalah Arya yang aku sukai sekarang, Arya kapten tim basket Sekolahku,"lirih Nataliβ¦
Raina terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa. Natalie menatap Raina menunggu jawaban dari pertanyaan nya.
"Apa kamu akan merebutnya dariku?" tanya Natali.
"Aku hanya berandai-andai saja,bagaimana jika kak Arya teman masa kecilmu dan kak Arya yang aku sukai adalah orang yang sama, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Natali.
"Entahlah, kita tidur saja besok kita sekolah."Raina mengalihkan pembicaraan dan menarik selimutnya membelakangi Natali.
"Bisakah kau mengalah untukku?" tanya Natal .
Raina tak menjawab, ia memejamkan matanya. Dalam hati Raina ingin sekali menyatakan tidak, tapi dia juga sangat menyayangi Natali seperti saudara kandungnya sendiri.
Raina memilih tidur,Ia tak ingin memikirkannya, lagi pula menurutnya itu hanyalah berandai-andai,tak mungkin Arya tamannya adalah kapten tim basket itu.
****
Sementara Arya terus menatap semua barang-barang Raina, dari boneka, topi, kotak musik dan tas sebuah tas kecil,
"Kalau kau bukan Rina mengapa hatiku mengatakan kau adalah Raina ku."gumam Arya mengusap topi pemberian Raina,
"Aku akan memastikannya sendiri,apakah kau Raina yang sama atau berbeda," ucap Arya kemudian menyimpan barang-barang tersebut.
****
Keesokan harinya, Arya kembali menunggu mereka di luar kompleks kos-kosan mereka.
Begitu Raina dan Natali keluar,Arya langsung mengikuti motor mereka, hingga sampai ke gerbang sekolah. Natali turun dan masuk sekolahannya.
Raina melajukan motornya ke sekolahnya, Arya tetap mengikutinya.Setelah Raina sampai barulah Arya kembali.
__ADS_1
Itu ia lakukan beberapa hari belakangan ini hingga saat hari Minggu,Arya juga menunggu Raina di depan kompleksnya.
Untuk saat ini Arya hanya ingin mengetahui apa saja yang di lakukan gadis yang sudah membuat hari-hari menjadi gelisah.
Tak lama kemudian ia melihat Raina berjalan kaki dengan membawa sebuah kotak yang terlihat cukup berat, Arya melajukan mobilnya pelan mengikuti kemana Raina pergi.
Terlihat ada beberapa kerumunan di pinggir jalan, sepertinya Raina menuju ke sana.
"Apa yang dia lakukan tempat yang berbahaya seperti itu," ucap Arya khawatir melihat beberapa orang berpakaian kumuh disana ...
Karena khawatir Arya turun dari mobilnya, tak lupa yang memakai masker, topi ,dan memakai jaket hoodie.
"Biar saya bantu," ucap Arya mengambil kotak yang dipegang Raina .
"Enggak usah, Terima kasih saya bisa sendiri,"tolak raina.
"Enggak apa-apa, biar saya bantu aja,"Arya maksa dan akhirnya Raina mengalah dan memberikan kotak tersebut.
"Kamu mau kemana ?" tanya Arya.
"Kesana ," tujuh Raina pada kerumunan orang-orang yang kumuh di tepi jalan.
"Kamu ngapain kesana,disana berbahaya,"ucap Arya.
"Enggak ko,mereka baik walaupun terlihat seperti itu."ucap Raina.
"Aku mau kasih mereka ini,"tunjuk nya pada kotak yang berisi nasi bungkus yang ada di pegangan Arya.
"Ini apa?" tanya Arya.
"Ini nasi bungkus, aku ada sedikit rezeki makanya aku mau bagi-bagi,ini aku buat sendiri jadi ga butuh banyak pengeluaran."ucap Raina .
Arya tak menyangka walau Raina juga terbilang kekurangan dalam keuangan tapi ia masih pengingat untuk berbagi dengan sesamanya.
Mereka berdua menghampiri orang-orang tersebut, sepertinya orang-orang tersebut sudah mengetahui jika Raina membawa makanan untuk mereka,
"Apa kamu sering memberi mereka makanan ?"tanya Arya.
"Terkadang, kalau aku ada rezeki lebih,"jawab Raina,mereka mulai membagi-bagikan makanan kepada semuanya.
Arya merasa ter sentil, pasalnya Ia mempunyai harta berlimpah namun ini tidak pernah berpikir untuk melakukan hal yang seperti Raina lakukan saat ini.
"Oh iya, Kak namaku Raina, nama Kakak siapa?"Tanya Raina.
"Aku, aku ,aku Namaku Arjuna," ucap Arya mengingat nama panggilan lain Papanya.
q
Raina,,kakak bermata cantik.
ππππππππ
Terima kasih saya membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan memberi like dan komen sebanyak-banyaknya ya mohon dukungannya agar karya ini lebih baik lagi.
sambil menunggu update terbaru Kakak bisa mampir ke karya pertama ku judulnya Pilihan Ku ,ditunggu ya.
__ADS_1
Salam dariku Author m anha π