
Jabbar membawa para ponakannya membeli eskrim,ia tau Bram membutuhkan waktu berdua bersama Mikaila.
Jabbar sangat kesal melihat Bram yang sudah membuat adiknya menagis, ingin rasanya ia membawa Mikaila kembali pulang bersama nya ke kampung halaman mereka,tapi ia tak boleh egois.Bram dam Mikaila memiliki anak-anak yang sangat membutuhkan kasih sayang mereka berdua.
Membawanya pulang akan menambah masalah dan bisa di pastikan kedua orang tua nya juga akan ikut sedih.
Gavin membawa dompet papanya,ia membeli banyak eskrim.
"ini untuk papa,dan ini untuk bunda,"ucap Gavin memisahkan dua buah eskrim ke keranjang yang berbeda.
Arya dan Kelvin ikut memilih beberapa eskrim kesukaan mereka,setelah memilih banyak eskrim Gavin berlari ke kasir dan memberikan dompet papanya ke penjaga kasir.
Si emba yang menjaga mengambil dompet dan tersenyum melihat tingkah lucu anak di depannya.
Jabbar membayar semua eskrim dengan kartu nya.
"ini dompetnya ,"ucap kasir dengan ramah menyerahkan dompet tersebut kepada Gavin.
"terimakasih Tante,"ucap Gavin dan berusaha memasukkan dompet ke dalam sakunya.
Jabbar tak membawa mereka pulang setelah membeli eskrim,ia membawa anak-anak ke rumah Isabela.
Isabela menyambut mereka dan langsung membawa mereka ke halaman belakang untuk bermain.
Di rumah.
Mikaila membelakangi Bram,ia menutupi tubuhnya dengan selimut hingga ke dada,ia menangis seolah-olah Bram sudah melecehkannya.
Bram merasa bersalah karena Sudah memaksakan keinginan nya.
"sayang jangan menangis terus,kamu ga capek dari kemarin nangis terus."ucap Bram mengusap rambut panjang Mikaila.
Mikaila menepis tangan Bram,dan semakin menutupi tubuhnya.
Bram mengambil ponselnya di atas meja,ia ikut masuk ke dalam selimut,memeluk Mikaila dari belakang dan mengecup punggung nya.
Bram memutar rekaman Cctv di ponselnya,
"sayang,ini di ambil dari rekaman Cctv di hotel tempat mas menginap waktu itu,"ucap Bram memperlihatkan video rekaman pada Mikaila.
Mikaila tak berkata apa-apa,ia hanya sesekali menghapus air matanya dan terus memperhatikan ponsel Bram.
__ADS_1
"Malam itu mas ga sadar, entah apa yang mereka masukkan ke dalam minuman mas,,"
ucap Bram mempererat pelukannya.
Mikaila melihat Bram di papah masuk ke kamarnya,dan Zahra mengikutinya masuk ke dalam kamar,hati Mikaila kembali tergores melihat itu.
"mas tidak tau kalau Zahra ada di kamar yang sama,pagi hari saat mas bangun mas baru sadar kalau Zahra ada di sana.
Zahra mengakui semua kesalahannya,ia mengakui kalau ia telah merencanakan ini semua bersama wanita bernama Sonia,"ucap Bram.
Mikaila menatap Bram,menanyakan tentang Sonia.
"Sonia adalah orang suruhan Niken, sekertaris mas yang dulu merencanakan penculikan kamu,dan Zahra juga ada di balik penculikan kamu itu.
Mas sudah memberikan hukum kepada Niken,tapi sepertinya ia bertemu Sonia di dalam penjara.
Niken menyuruh Sonia mengancam Zahra akan memberi tau mas kalau Zahra tak mau menuruti keinginan.
Malam itu mas sangat marah padanya,bisa saja mas membawanya ke penjara bersama Niken,tapi karena ia sudah menyesali perbuatannya dan merasa bersalah mas memaafkannya.Mas juga tak ingin merusak hubungan orang tua kalian.
Zahra sudah berjanji tak akan menggangu kita lagi,dan melupakan apa yang sudah terjadi malam itu.Tapi seperti dia wanita yang bodoh membiarkan Zaky ada bersama nya."ucap Bram menjeda kalimatnya.
Mikaila mencengkram selimut mendengar penjelasan Bram yang semakin membuatnya sakit hati.
"mas tak ingin melukai perasaan mu,jadi mas merahasiakan ini semua dari kamu sayang.mas tak ingin membuat mu seperti ini."Bram menghapus air mata Mikaila, menatap matanya dalam mencoba meyakinkan kebenaran ucapannya.
"kenapa Niken melakukan semua ini,?"tanya Mikaila.
"Niken sudah bekerja di perusahaan bersama mas jauh sebelum Yoga datang, seperti ia menyukai mas,lebih tepatnya mungkin terobsesi dengan mas.Tapi mas tak pernah memberinya kesempatan untuk dekat dengan mas,mas selalu membuat jarak dengannya.
Niken juga lah yang telah memisahkan mas dengan Inanti dan Tasya."ucap Bram melihat ke langit-langit kamar nya mengingat senyum manis di wajah putrinya.
"maksudnya,"tanya Mikaila berbalik menghadap Bram.
"Niken menyuruh seseorang mencelakai mereka,sama seperti sekarang ia juga menyuruh seseorang untuk menghancurkan rumah tangga kita."ucap Bram merapikan anak rambut Mikaila.
"Tolong percaya mas sayang,mas ga pernah menghianati cinta kita,mas sangat mencintai dan menyayangi kamu.Kamu segalanya buat mas,cuma kamu yang ada di dalam hati dan pikiran mas."ucap Bram membawa Mikaila ke pelukannya.
"bagaimana dengan Anak mba Zahra,"ucap Mikaila,ia tak mampu menyebutkan nama anak lain dari suaminya.
"Zaky sedang sakit dan membutuhkan bantuan mas,makanya mas melakukan operasi itu.Kami sudah mencari pendorong lain tapi tak ada yang cocok,mas ga mungkin membiarkannya sedangkan mas tau kalau mas bisa menolong nya...Dia akan tetap menjadi anak Randy.Mas tak akan ikut campur dalam hal itu lagi,tapi mas akan tetap memberikan haknya.Semua sudah terjadi,mas tak bisa mengulang waktu kembali."
__ADS_1
"kamu percaya kan ucapan mas,"tanya Bram menatap Mikaila.
Mikaila hanya mengangguk,walau Bram tak sengaja melakukannya tapi kenyataan ini tetap menyesakkan dadanya.
"bunda,bunda,bunda,"teriak Gavin dari balik pintu.
Bram berdiri mengambil pakaiannya dan memberikan Mikaila pakaian.
Setelah mereka berpakaian barulah Bram membukakan pintu untuk Gavin.
Gavin langsung berlari masuk menghampiri bundanya yang masih duduk di atas tempat tidur.
"bunda Napa nangis,"ucap Gavin mengusap air mata Mikaila.
Mikaila hanya tersenyum dan mengecup seluruh wajah Gavin.
"geli bunda."ucap Gavin mendapat serangan dari bundanya.
Mikaila memeluk erat putra gembul nya itu.
Bram menghampiri mereka dan mengusap rambut Gavin,menghapus air mata istrinya yang terus mengalir karena ulahnya.
"ini eskrim untuk papa,dan ini untuk bunda,"Gavin mengeluarkan dua buah eskrim dari dalam kantong plastik dengan susah payah.
Bram mengambil eskrim dan membukanya memberikan kepada Mikaila.
"makasih sayangnya bunda,"ucap Mikaila mengecup pipi Gavin.
Mikaila memakan eskrim nya,ia memang sangat suka eskrim.
Bram membuka eskrim satunya lagi.
"enak ga papa!,coba Gavin rasa eskrim,"ucap Gavin mengambil eskrim dari tangan papanya dan dengan lahapnya menjilati eskrim tersebut.
Bram hanya tersenyum melihat istri dan anaknya makan eskrim,ia mengambil tisu dan memberikan nya kepada Mikaila,,,seprai dan selimut kini di penuhi eskrim...
Bram kekamar mandi dan membersihkan dirinya,ia merasa lega sudah menjelaskan semuanya.
Mikaila melihat ke arah pintu kamar mandi,entah mengapa setelah mendengar penjelasan Bram hatinya tetap tak terima di hianati dan bohongi oleh Bram.
Bram keluar dari kamar mandi,ia menggeleng melihat Mikaila dan Gavin sudah tertidur pulas dengan wajah Gavin yang masih sedikit kotor.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca 💗
Like, vote,dan komennya..🙏💗🤗