Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Penjelasan Sejelas-jelasnya


__ADS_3

Bram tak ingin anak-anaknya salah paham padanya,


"Dengar anak-anak, semuanya tak seperti yang kalian pikirkan Papa tidak pernah mengkhianati Bunda kalian, Papa sangat mencintainya," ucap Bram mencoba menjelaskan.


"Kalau memang papa mencintai Bunda kenapa Zaky bisa ada diantara kalian?" tanya Arya.


"Dengar, Papa tidak pernah adanya sedikit pun pikir atau niat untuk menghianati Bunda kalian. Kehadiran Zaky itu benar-benar di luar kehendak Papa." ucap Bram penuh penekanan di setiap kata-katanya.


"Apa maksud Papa?" Diluar kehendak Papa bagaimana, Zaky hadir di rahim seorang wanita. Itu bukan satu hal yang kebetulan Pah, kita semua tahu hal itu," ucap Kelvin menatap tak mengerti apa yang Papanya maksud.


"Papa kami ini bukan anak kecil yang bisa Papa bohongi, kami tahu hal-hal semacam itu," ucap Gavin.


Bram duduk di ranjang Rumah Sakit, disamping Mikaila.


Bram merasa sangat terpojokkan, tak tahu harus menjelaskan apa kepada ketiga putranya.


Yang menatapnya penuh keraguan.


"Jelaskan saja mas, jelaskan semuanya kepada mereka, mereka sudah dewasa. Mereka pasti bisa mengerti situasi mas saat itu.," ucap Mikaila.


Bram menggenggam tangan Mikaila dan mulai menjelaskan semua kepada, mereka bertiga mendengarkan apa yang Papanya ucapkan dengan serius.


Bram menjelaskan secara detail bagaimana kejadian beberapa tahun lalu, mulai dari kejadian penculikan Bundanya, Siap Wanita bernama Niken, Sonia dan Zahra mama Zaky, bagaimana kejahatan Niken bisa sampai pada Zahra.


Bram menjelaskan bagaimana ia bertemu dengan Sonia dan Zahra di hotel waktu itu.


Bram mengeratkan genggaman tangan nya pada Mikaila saat mulai menjelaskan bagaimana Zaky hadir, menjelaskan hal-hal yang sangat mendetail, seperti saat di mana ia menghabiskan malam dengan Zahra. Seperti apa kondisinya saat itu, seperti apa iya memarahi Zahra, bagaimana apa perasaannya waktu itu, saat terbangun ada Zahra di samping nya tanpa busana sehelai pun.


Bram juga menceritakan kan saat ia berbohong pada Bunda untuk menolong Zaky saat kecil. Bagaimana hancurnya bundanya saat pertama kali mengetahui kehadiran Sosok Zaky.


Bram berpikir mereka bertiga sudah dewasa jadi tak masalah Iya menceritakan hal hingga sedetail itu, Mikaila yang mendengar apa yang diceritakan Bram sungguh sangat mengiris hatinya membayangkan suaminya itu menghabiskan malam dengan wanita lain.


Bram menggenggam erat tangan Mikaila, ia tahu istrinya itu sangat sakit mendengar apa yang selama ini tak ingin Ia dengar.


"Maaf Pah, aku sudah berprasangka buruk sama Papa," ucap Kelvin,


Bram memegang tangan Kelvin yang juga duduk di atas ranjang pasien.


"Itu wajar, maaf jika selama ini Papa merahasiakan semua ini dari kalian, Papa benar-benar tak punya maksud buruk pada semua itu. Papa harap kalian bisa mengerti kondisi Papa saat itu dan saat ini."


"Apa rencana Papa selanjutnya," tanya Gavin,


"Papa tidak punya rencana apa-apa, kedepannya Papa hanya ingin menjalani hari-hari Papa dengan Bunda kalian, menghabiskan waktu di masa tua kami.


Papa serahkan semua urusan kepada kalian, kalian sudah cukup besar untuk menangani semua itu. Masalah Zaky, Papa sudah memberikan yang Papa bisa, Papa tidak bisa memaksanya menerimanya jika memang ia tak mau menerima semua itu.


Papa sudah mencoba untuk memenuhi tanggung jawab, hanya itu yang bisa Papa berikan padanya.," jelas Bram.

__ADS_1


"Papa akan coba bertemu sekali lagi dengannya, membicarakan apa yang diinginkan dan keputusan terakhir dari semua ini. Papa tidak mau kejadian ini terulang lagi," tambah Bram.


Tiba-tiba suara pintu yang tertutup terdengar sangat keras, semua menoleh ke arah pintu dan melihat bayangan Arsy berlari meninggalkan kamar itu.


"Arsy," ucap mereka semua lalu berlari menuju pintu dan membukanya. Mereka bisa melihat Arsy berlari semakin menjauh.


Mereka semua mengejar Arsy, Arsy dengan cepat keluar dari rumah sakit itu.


"Arsy, Arsy kemana kamu nak," Bram terus memanggil anaknya sambil terus mengejarnya, namun Arsy tetap tak menghentikan langkahnya, Ia terus berlari meninggalkan mereka semua.


Mereka terus mencari Arsy tapi tidak ketemu.


Gavin menghampiri satpam yang berjaga di gerbang rumah sakit,


"Permisi Pak, saya ingin bertanya," ucap Gavin pada salah satu satpam di sana.


"Ya silahkan, Ada apa dek Ada yang bisa saya bantu," jawab sang sarapan menghampiri Gavin .


Ada 3 satpam yang berjaga di sana dan beberapa tukang parkir.


"Apa Anda melihat anak kecil berlari keluar gerbang?" tanya Gavin lalu menyebutkan ciri-ciri Arsy bahkan memperlihatkan foto Arsy, namun mereka semua menggeleng,


"Kami sudah dari tadi duduk di sini, tak satupun anak kecil yang keluar dari gerbang ini. Sepertinya ia masih ada dalam lingkungan rumah sakit, kami akan mencoba membantu mencarinya." ucap salah satu satpam.


"Terima kasih pak, tolong bantuannya," ucap Gavin.


" Terima kasih Pak mohon bantuannya juga ya pak,"


Rumah sakit itu cukup besar dan halaman yang cukup luas sehingga menyulitkan mereka semua mencarinya, pihak rumah sakit bahkan mengerahkan beberapa petugas kesehatan untuk membantu mencari Arsy di ruangan di rumah sakit itu. namun tetap saja tak ketemu.


"Kemana anak kita mas?!" ucap Mikaila panik.


"Ini semua salah mas, Mas tidak tahu kalau Arsy ada di sana. Ia pasti mendengar semua apa yang kita bicarakan," ucap Bram.


Bram tau anaknya itu sangat menyayanginya, begitu pula sebaliknya, ia yakin setelah mendengar semua apa yang diceritakan nya tadi, Arsy pasti merasa kecewa padanya. Arsy bukan anak kecil lagi, ia mengerti apa yang mereka bahas tadi.


Petugas satpam yang pergi mencari melalui CCTV menghampiri mereka,


"Seperti anak bapak ada di halaman belakang," ucap satpam tersebut.


Mereka semua berlari menuju ke tempat yang ditunjukkan.


"Menurut hasil CCTV, Ia berlari ke balik pohon itu Pak," ucap satpam itu menunjuk sebuah pohon besar yang ada di sudut rumah sakit .


"Terima kasih Pak ,"


"Sama-sama pak," jawab satpam.

__ADS_1


Gavin , Kelvin dan Arya yang melihat Bunda dan Papanya berlari bersama seorang satpam ke sebuah tempat mereka pun berlari mengikutinya.


Bram berjalan pelan saat mendekati pohon itu, ia bisa mendengar suara tangisan Arsy dari balik pohon.


Bram menghentikan langkahnya dan menatap istrinya, mereka berdua hanya saling tatap.


Mereka bisa mendengarkan suara tangis kekecewaan dari anaknya itu. semua berhenti melangkah hanya Bram yang meneruskan langkahnya kemudian duduk di samping putrinya.


"Apa kau mendengar semua yang Papa katakan?" tanya Bram,


Arsy mengangguk.


"Apa Kau kecewa pada Papa?!"


Arsy kembali mengangguk, menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya.


Bram mengelus rambut putrinya itu,


"Apa kau mau memaafkan papa,"


Arsy melihat Papanya,


"Papa janji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi."


"Papa tahu Arsy kecewa sama Papa, tapi Papa yakin Arsy paham jika semua itu bukanlah kesalahan Papa kan,"


Arsy mengangguk dan memeluk Papanya.


"Papa jangan pernah buat Bunda nangis lagi, Arsy sayang sama Bunda, Arsy sayang sama Papa. Arsy enggak suka papa sama wanita lain, nggak suka kalau Kak Kelvin sampai terluka.


"Maafkan Papa ya?".


Arsy mengganggu.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


mohon beri dukungan nya ya🙏


dengan memberi


LIKE VOTE KOMENNYA 🙏


salam dariku


Author m anha ❤️

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🙏🙏🙏🙏


__ADS_2