Pilihan Ku

Pilihan Ku
Dilema.


__ADS_3

Bram kembali ke rumah,ia di sambut gembira oleh istri dan anak-anaknya..Mikaila mengambil jas dan tas kerja suaminya.


"pak langsung bawah ke atas aja ya,"ucap Mikaila yang melihat pak Wawan membawa koper Bram.


"iya Bu,"jawab pak Wawan membawa koper bram.


"mas aku ke atas dulu ya,"ucap Mikaila tersenyum manis pada suaminya.


Bram hanya mengangguk dan membalas senyum istrinya.


Bram bermain sebentar bersama anak-anak nya, Meraka sangat merindukan papanya.Setelah mereka bosan,Arya mengajak adik-adiknya bermain di luar rumah sambil menggangu pekerjaan pak Wawan yang sedang menyiram tanaman.


Bram menyusul Mikaila ke kamar mereka.


Mikaila sedang mengeluarkan barang-barang dari dalam koper,Bram datang dan langsung memeluknya dari belakang, Mikaila membalikan badannya dan membalas pelukan hangat dari suaminya yang sangat ia rindukan.


1 menit,5menit,15 menit.


Bram enggan melepaskan pelukannya.


"ada apa mas?"tanya Mikaila.


"maaf,"jawab Bram mempererat pelukannya.


"maaf untuk apa?"tanya Mikaila sedikit aneh melihat tingkah suaminya.


"mas,"panggil Mikaila saat tak ada jawaban dari pertanyaan.


Suasana hening, tak ada yang berbicara.


Bram melepas pelukannya dan menatap wajah cantik istrinya itu.


Bram menarik tengkuk nya mencium bibir mungil nya dengan sangat lembut.Mikaila hanya mengikuti apa yang suaminya itu inginkan.


Bram mencium dangan penuh cinta dan sayang tak ada sedikitpun hasrat diciumnya,lama ia melakukannya.


Bram mengangkat tubuh Mikaila tanpa melepaskan ciumannya,membaringkan dengan perlahan di ranjang dan mulai mencumbunya.


Lama Bram melakukan nya, Mikaila hanya menuruti saja apa yang suaminya lakukan,ia bisa merasakan kalau suaminya ini sedang membutuhkan kehangatannya.Tanpa Mikaila sadari setetes cairan bening menetes dari mata Bram.


Bram memeluk tubuh polos istri yang sudah tertidur pulas.


"maaf,"batin Bram menempelkan pipinya di kening Mikaila dan ikut tertidur.


Mikaila terbangun dan tak melihat sosok Bram di sampingnya,ia merenggangkan tubuhnya menumpulkan nyawanya,aktifitas kemarin sungguh membuatnya kelelahan.


Mikaila duduk menengok kekiri dan kekanan.


"mas,"panggil Kaila.


Tak ada jawaban.


Mikaila berdiri dan mengambil handuk,melilitkan ke tubuhnya.

__ADS_1


"mas Bram kemana ya?"tanya pada dirinya sendiri.


Mikaila melihat jam, masih menunjukkan pukul 4.30 pagi,ia membuka pintu kamar anaknya Bram juga tidak ada di sana,


"mungkin di ruang kerjanya,"gumamnya.


Mikaila bergegas mandi dan menunaikan shalat subuh.


Setelah itu ia memeriksa ruang kerja,namun Bram juga tak ada di sana.


Mikaila turun kebawah.


"bi lihat mas Bram nggak?"tanya nya pada bi Yanti yang sudah mulai sibuk di dapur.


"enggak Bu,Bibi juga baru datang,"jawab bi Yanti.


Mikaila melihat mobil Bram di garasi, mobilnya sudah tak disana,itu berarti Bram sedang keluar.


"Pak,bapak tahu mas Bram ke mana?"tanya Kaila pada pak slamat yang sedang memanaskan mesin mobil.


"saya enggak tahu Bu,tapi bapak keluar sekitar jam 3 tadi Bu."jawab pak slamat.


"oww,makasih ya pak, lanjutkan kerjanya."ucap Mikaila sopan dan kembali ke kamar.


Mikaila mengambil ponselnya dan menelfon Bram namun ponselnya tidak aktif.


"kemana kamu mas,"Mikaila mulai khawatir.


Bram mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa tau akan kemana.


Bram memukul stir mobilnya meluapkan kekecewaan pada dirinya sendiri....


Tak ada yang bisa ia perbuat,semua sudah terjadi.


Yang Bram takutkan adalah Mikaila pasti akan merasa sangat sakit dan hancur saat mengetahui hal ini.


Bram tak bisa membayangkan jika Mikaila akan meninggalkannya.


Lama ia berbeda di dalam mobil, membentur-benturkan kepalanya di stir mobilnya.


Bram memutuskan melajukan mobilnya ke kantor.


Bram masuk ke kamar yang ada di ruangan kerjanya.Mandi dan mengganti pakaian.


Ia duduk di kursi kebesaran nya, bersandar dan menutup matanya.


"aku harus memberi tahu Mikaila,"


"dia akan sangat membenciku,"


"dia pasti akan memaafkan ku setelah mendengar penjelasan ku."


"tidak,ini tidak akan pernah sampai padanya,"

__ADS_1


"ia akan semakin sakit bila mendengar dari orang lain,"


"semua akan baik-baik saja,ini tidak pernah terjadi"


"aku harus jujur padanya,di wanita yang baik."


Pikiran Bram saling bertentangan antara merahasiakan atau harus jujur pada istrinya.


"brakk,"Bram membanting semua yang ada di atas meja nya,papan bertuliskan namanya serta beberapa berkas-berkas yang bernilai jutaan atau bahkan milyaran rupiah tersebar di lantai.


Yoga dan David yang mendengar keributan di ruangan Bram mencoba memeriksa apa yang terjadi di sana,


David tercengang melihat ruangan Bram yang selama ini selalu rapih dan bersih kini bagaikan sebuah kapal pecah.


"Biarkan saja,kita keluar."ucap Yoga yang bisa melihat Bram sedang ada masalah dan sedang meluapkan emosinya.


Mereka meninggalkan ruangan Bram dan kembali ke tepat mereka.


Yoga menelfon seseorang untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi,,


"cari tau semua kegiatan Bram saat di negara A,jangan lewatkan sedikit pun."perintah Yoga kepada seseorang di balik telfon.


Yoga memang bekerja sebagai seorang asisten,namun kemampuan Yoga dalam mencari informasi tak di ragukan lagi,ia bahkan mengenal banyak mafia di berbagai Negara. Yoga juga mengenal banyak peretas di berbagai penjuru.


Itulah salah satu yang membuat Bram menempatkan Yoga sebagai orang kepercayaannya.Hingga akhirnya ia menjadi kakak ipar nya.


Sonia sudah berada di negara lain,ia menikmati uang yang di berikan Niken.


"sepertinya rencana foto gagal,semoga saja rancana yang lainnya berhasil,kita lihat seperti apa kelanjutannya,"Memainkan gelas anggur di tangannya.


Sementara Zahra kembali ke kampung halamannya,ia ingin menghindari Randy untuk saat ini.


Ia hanya mengirim pesan ke Randy jika ia sedang ada di rumah orang tua nya Karena ada malah keluarga..


Bram mengaktifkan ponselnya dan banyak pesan masuk dari Mikaila.


Bram menatap foto Mikaila yang sedang memangku dan menciumi kening Arya saat masih bayi.


"Aku akan menjelaskan semuanya,ini hal yang tidak ku sengaja,di luar kesadaran ku,aku hanya korban di sini.


Mikaila pasti mengerti,dia pasti akan memaafkan kesalahan yang tidak kulakukan,,kami punya anak-anak."Berbicara pada dirinya sendiri.


Bram memutuskan untuk pulang dan menceritakan semua yang di alaminya saat di luar negeri,ia yakin semua akan baik-baik saja,hal ini tak akan menghancurkan hubungan mereka.


Bram mengendarai mobilnya, sepanjang perjalanan ia masih terus meyakinkan dirinya untuk memberitahu Mikaila.


Bram turun dari mobil dan menuju kamarnya,ia membuka jas dan menyimpan tas kerjanya di atas kasur.ia mencuci tangan dan wajahnya,melihat wajahnya di cermin.


"semua akan baik-baik saja."


Bersambung ☺️


Terimakasih atas kunjungannya πŸ€—

__ADS_1


Jangan lupa like,vote dan komennya πŸ™πŸ’—πŸ™


__ADS_2