Pilihan Ku

Pilihan Ku
Baby Arya sakit.


__ADS_3

Mikaila terbangun saat mendengar tangis Baby Arya,


"kenapa sayang,lapar ya,"mengangkat putranya dari box bayi nya .


"mau enen ya,"Mikaila menyusui bayinya dan mengusap rambutnya.


Ia panik saat menyentuh tubuh anaknya yang terasa hangat.


"mas,bangun,"air matanya sudah berkaca-kaca.


"ada apa sayang?"


"mas , badan Arya panas mas,"


Bram memegangi seluruh tubuh putranya dan merasa suhu tubuh memang hangat.


Bram mengambil alat pengukur suhu tubuh dan menempelkan alat pengompres khusus bayi yang memang sudah di sediakan oleh Anindita.


Bram melihat alat pengukur suhu menunjukkan kalau putranya memang demam,ia menelfon kakaknya dan memberitahu keadaan putra kesayangannya.


Mikaila memeluk erat-erat tubuh kecil putranya,


"mas,badan Arya panas sekali mas,"


"Arya ga apa-apa sayang,untuk sementara kita kompres aja dulu.Kalau demamnya ga turun baru di beri obat"


Setelah beberapa menit,panasnya turun


Membuat Mikaila sedikit tenang.


"sayang,kamu tidur aja lagi,Arya biar aku yang jagain.Panasnya sudah turun ko,"


Mikaila mencoba untuk tidur sambil tangannya memegang tangan kecil Arya.


jam menunjukan pukul 2 pagi.


Saat Mikaila tertidur pulas, Baby Arya justru terbangun dan mengajak untuk bermain.


Karena tak ingin menggangu istrinya,Bram membawa Arya ke ruang kerjanya.


Bram mengajak putra pertamanya itu bermain,setelah melihat bayinya menguap Bram menidurkannya di dadanya sambil memutar-mutar kursi kerjanya.


Mereka berdua tertidur pulas.


Bram tertidur dengan posisi bersandar di kursi kerjanya dan menaikkan kakinya di meja.Memeluk Arya yang juga tertidur pulas di dadanya.


Pagi hari Baby Arya sudah ceria kembali,suhu badannya juga sudah normal.


Namun Mikaila tetap ingin membawanya ke klinik mba Anin agar lebih memastikan kondisi putra nya.


Bram membatalkan semua jadwalnya hari ini dan menyerah kan pekerjaannya kepada Yoga.


Baby Arya di periksa dan di nyatakan baik-baik saja,


Anin menyarankan lebih sering memberi asi dan mengompres saat suhu tubuh Arya kembali panas.


Saat perjalanan pulang,Mikaila meminta Bram membeli popok dan pembalut wanita.


"sayang kamu aja ya yang beli,aku yang jagain Arya."tolak Bram,ia tak mempermasalahkan membeli popok hanya saja ia juga harus membeli pembalut wanita yang ia sendiri tak tau apa-apa tentang barang itu.


"aku lagi nyusuin Arya sayang,"


Dengan langkah berat Bram masuk ke minimarket.


Mengambil popok bayi dan berkeliling mencari apa yang di minta istrinya.


Pegawai minimarket mendekati Bram dan menanyakan apa yang sedang di carinya.


"saya lagi cari pembalut mas untuk istri saya."


"pembalutnya ada di sebelah sini mas,mari saya antar."


Bram menemukan apa yang di carinya.Namun saat melihat ada beberapa merek dan jenis disana membuat ia kembali terdiam.

__ADS_1


"mas sudah menikah?"tanya Bram pada pegawai itu.


"sudah mas,emangnya kenapa,"


"istri mas suka pake yang mana?"


Pegawai itu menatap Bram dengan tatapan kurang bersahabat.


"maaf mas,ini pertama kali nya saya membeli barang ini,jadi saya ga tau mana yang bagus,Saya juga lupa tanya ke istri saya.parahnya ponsel saya ketinggalan di mobil."


"kalau itu saya juga ga tau mas,saya belum pernah beli ini untuk istri saya."


"gitu ya mas,ya udah saya ambil yang ini aja."


Bram mengambil 2 merek yang berbeda.


Bram membayar di kasir,dan lagi-lagi yang melayaninya seorang pria.


"buat pacarnya atau Istrinya mas?"tanya kasir sambil tersenyum.


"buat istri saya mas,"jawab Bram singkat dan langsung mengambil belanjaannya saat sudah di bayarnya.


"untung yang jaga cowok semua,"batin Bram.


Bram kembali ke mobil dan melihat istrinya masi menyusui bayi nya.


"Arya masi nyusu sayang?"


"enggak sih,tapi kalau di tarik dianya malah narik balik dan nyusu kembali."


"biarin aja sayang,biar dia cepat sembuh.


mereka kembali kerumah.


Bram menggendong baby Arya yang masih tertidur di pangkuan bundanya, Mikaila hampir terjatuh saat mencoba berjalan.Dengan sigap Bram menarik pinggang nya walau tangan satunya sedang menggendong baby Arya.


"kaki aku keram mas,"


Siti menghampiri mereka.


"bawa Arya ke kamarnya,"memberikan Arya ke pada Siti.


"iya tuan,"Siti mengambil Baby Arya dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Melihat istrinya yang masih kesusahan berjalan Bram menggendong Mikaila ke kamar.


"mas,aku berat lho,aku bisa naik sendiri ko,"


ucap Mikaila saat Bram menaiki anak tangga sambil menggendongnya.


"suamimu ini masih kuat sayang,kalau cuma naik tangga aja, tapi ga ada yang gratis ya,"ucap Bram tersenyum menyeringai.


Mikaila memukul pelan dada Bram mendengar ucapannya.


Bram meletakkan Mikaila di atas kasur,menindih tubuh istrinya


"mas pingin lagi,boleh ya,"berbisik memelas.


Mikaila mengerti apa yang di maksud Bram.


Dengan senang hati Mikaila memuaskan suaminya,walau awalnya ia agak ragu


Namun karena sudah terbiasa akhirnya Mikaila pun berhasil melakukannya dengan sangat lihai bak pemain profesional..!!


Bram menelfon Arabela untuk mewakilinya menemani Yoga menghadiri undangan dari Rekan bisnisnya.


Arabela sibuk berdandan dan memilih gaun yang cocok untuk acara pernikahan rekan bisnis mereka.


Arandita tak bisa menemani yoga karena ada urusan penting berkaitan dengan butiknya.


Arabela tampil sangat cantik dengan memakai gaun berwarna hitam dengan bagian belakang sedikit mengekspos bagian punggungnya dan bahunya.


Di tengah pesta Arabela mendapat telfon dari David.

__ADS_1


Ia meminta izin untuk pulang lebih awal.


Arabela menghampiri kekasihnya itu yang duduk di atas kap mobil nya sambil meminum alkohol.


"David kamu ngapain disini,"terkejut saat mencium bau alkohol yang cukup menyengat dan melihat penampilan David yang acak-acakan.


"hai cantik,,,"ucapnya sambil mengangkat botol yang di pegang ya.


Melihat Arabela yang masih mengenakan gaun David terpesona dengan kecantikan kekasihnya itu,


"hai seksi"ucapnya lagi sambil menarik tangan Arabela hingga tubuh mereka bertabrakan.


"David kamu mabuk ya,"ucap nya mencoba melepaskan diri dari pelukannya.


"sayang kamu jangan banyak gerak nanti bisa membangunkan ku."bisik David di telinganya.


"David lepas,"


"sebentar saja sayang,biarkan seperti ini sebentar saja,"ucap David memelas.


David merasa tenang saat berada di pelukan Arabela.


"kamu kenapa?"


David melepas pelukannya dan kembali duduk membawa Arabela ke pangkuannya.


Arabela ingin menolak,namun melihat wajah David yang banyak masalah membuat ia menurutinya.


"aku di pecat"ucapnya pelan meletakkan dagunya di bahu Arabela.


"kenapa"


"pemiliknya memintaku menikahi anaknya,bukannya itu alasan yang konyol untuk memecat seseorang"menertawai penyebab pemecatan dirinya.


"Sangat tidak profesional,"


"kamu dari mana pakai gaun,"


"aku menemani mas Yoga ke acara rekan bisnisnya."


David menghirup aroma tubuh Arabela,mengecup lembut leher jenjang yang sedari tadi menggodanya.


"David,"Ucap Arabela mencoba menghentikannya.


David semakin mempererat pelukannya memberi banyak tanda merah di leher,bahu bahkan di punggungnya.


Arabela menutup matanya merasakan setiap sentuhan hangat bibir David yang seolah-oleh menari-nari di kulitnya.


Arabela merasa sesuatu yang mengeras dibawah sana,dan merasa tak nyaman.


ia mencoba untuk turun.


Sadar akan hal yang akan terjadi jika ia tak menghentikan aktivitasnya David menurunkan Arabela dari pangkuannya.


"kamu kesini naik apa,"tanyanya sambil mencoba mengatur debaran jantungnya.


"aku naik taksi,tadi aku di jemput mas Yoga ke pestanya."


"aku antar pulang ya,"


"iya,"


Saat akan menjalankan mobilnya David sudah tak bisa menahan nafsunya.


"Bela,boleh aku mencium mu?"


"apa?"menoleh dengan cepat memperjelas pendengarannya.


"hanya ciuman tak akan lebih."


Arabela melebarkan bola matanya mencerna apa maksud dari permintaan David.


David langsung menarik tengkuk Arabela dan mulai melampiaskan apa yang sedari tadi di tahannya.

__ADS_1


__ADS_2