Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Kehadiran Gavin.


__ADS_3

"Kak Gavin," teriak Clara saat melihat Gavin turun dari mobil.


"Hay, Clara. Bagaimana, kamu suka sekolah disini?" tanya Gavin langsung menyambut Clara yang berlari ke arahnya.


"Suka Kak, disini Clara punya banyak teman dan Clara bisa belajar," jawab Clara antusias dengan senyum lebarnya. Terlihat jelas jika ia sangat senang dengan sekolahannya, Clara yang selama ini memang tak sekolah, hanya melihat teman-teman seusianya pergi ke sekolah. Saat Gavin menawarinya untuk bersekolah Clara sangat senang dan langsung setuju.


"Kak, Kak Diandra nggak datang?" tanya Clara melihat ke dalam mobil Gavin yang tak ada siapapun disana.


"Kakak kamu sedang sibuk, dia bekerja dan meminta kakak saja yang datang," bohong Gavin.


"Gitu ya,Kak. Padahal Clara  kangen banget sama kak Diandra," ucap Clara memasang wajah sedih nya.


"Saat liburan nanti, Kakak akan mengajakmu untuk bertemu kak Diandra dan kita akan pergi jalan-jalan bersama, bagaimana?"


"Mau, Kak. Kakak janji ya. Clara tunggu," ucap Clara menautkan jari kelingking nya ke jari Gavin.


"Iya Kakak janji" jawab Gavin membuat Clara kembali tersenyum.


Bel sekolah berbunyi, menandakan semua   masuk ke kelasnya untuk memulai jam pelajaran.


"Sana, bel sudah berbunyi, masuk ke kelas. Kakak ada pertemuan, Kakak ke ruangan kepala sekolah kamu dulu, Kita ketemu setelah kamu istirahat."


"Iya,Kak, Clara ke kelas dulu ya!" ucap Clara dan langsung berlari ke arah teman-temannya yang sudah berjalan memasuki kelas mereka.


Gavin menatap Clara, Clara terlihat begitu bahagia dengan teman-temannya, ia semakin merasa yakin jika keputusan yang diambil untuk menjaga Clara dan Diandra adalah keputusan yang tepat.


Saat Kelvin wisuda, Gavin mendekati Diandra di dapur saat yang lain tengah asyik bercengkrama di ruang tengah.


Gavin yang memang sangat ahli dalam merayu wanita, dengan cepat ia mendapat simpati dari Diandra, Mereka bertukar nomor ponsel dan saling chat sepanjang Diandra berjalan pulang dari Apartemen kelvin ke Apartemennya. Diandra berjalan kaki dan terus membalas chat yang masuk di ponselnya dari Gavin.


Gavin tak hanya  mengeluarkan jurus gombalannya, Gavin  juga menanyakan banyak hal termasuk tempat-tempat yang biasa Diandra kunjungi saat sedih atau senang.


Diandra menjawab semua pertanyaan Gavin, Gavin sengaja menanyakan hal tersebut, ia berniat akan mengajak Diandra berjalan-jalan setelah acara wisuda Kelvin besok.


Gavin masih menanyakan banyak hal, namun, chat-nya sudah tak ada dibalas oleh Diandra.


Gavin beranggapan jika dia mungkin saja sudah sampai di Apartemennya dan mungkin saja dia juga sudah tertidur.


Saat mengetahui jika Diandra punya masalah dengan Kelvin, Gavin tau dimana ia bisa menemukan Diandra. Dugaannya benar, Diandra pergi ke sebuah taman yang sudah sepi pengunjung, sudah tak ada pengunjung yang datang ke sana. Namun, tempatnya masih sangat indah dan memiliki penginapan gratis. Taman itu milik pemerintah sehingga masih tetap terbuka untuk umum walau tak ramai.


******


Setelah pertemuan orang tua dan guru selesai, Gavin menunggu Clara.


Tak beberapa saat kemudian bel istirahat kembali berbunyi, Gavin menghampiri kelas Clara,  begitu keluar mereka langsung menuju ke kantin.


"Clara Apa kau yang membutuhkan sesuatu?" tanya Gavin.


"Tidak ada, Kak. Semua sudah disiapkan oleh pihak asrama. Semua itu sudah cukup untuk Clara," jawab Clara yang memang biasa hidup sederhana.


Pesanan mereka datang. Mereka pun mulai menikmati makan siang nya, Gavin  yang memang tadi tak sempat sarapan makan dengan lahap masakan yang ada di kantin tersebut dan beruntung di kantin itu terdapat menu masakan Indonesia, memuat Gavin tak sungkan-sungkan langsung memesan nasi goreng spesial yang ada di dalam menu.


Di asrama itu terdapat siswa dari berbagai negara, sehingga pihak kantin membuat berbagai macam menu dari berbagai macam negara termasuk dari Indonesia.


"Kak, kak Kelvin kok nggak pernah datang ya? Apa kak Kelvin sudah lupa dengan Clara?"


"Kelvin sekarang sudah masuk ke kantor dan mulai sibuk. Mungkin kalau dia tidak sibuk baru bisa kesini, bertemu kamu," ucap Gavin memberikan lauk ke piring Clara.


"Kakak tinggal di sini menggantikan Kakak Kelvin ya? Kakak kuliah juga?" tanya Clara dengan mulut penuh nya.

__ADS_1


"Nggak, Kakak mengurus perusahaan Papa yang ada di sini, Sekarang kakak akan tinggal di sini bersama kalian."


"Kakak nggak akan ninggalin Clara dan kak Diandra walau urusan Kakak di negara ini sudah selesai?" tanya Clara yang mengkhawatirkan jika Gavin juga akan meninggalkan mereka seperti Kelvin yang sudah meninggalkan mereka berdua dan tak pernah menjenguknya lagi. Clara  sedikit kecewa dengan Kelvin, dia sudah sangat menyayangi Kelvin seperti kakak kandungnya sendiri. Namun, sampai detik ini Kelvin tak pernah menemui mereka lagi. 


Setelah mereka makan Gavin pun pamit pulang, tak lupa ia memberikan beberapa peralatan sekolah serta beberapa potong pakaian untuk Clara.


"Maaf ya, Kakak nggak tau apa kebutuhan seorang gadis kecil sepertimu, jadi kakak hanya bisa memberikan ini. Biasanya adik Kakak suka seperti ini,"  ucapkan Gavin memberikan paper bag kepada Clara …


"Makasih ya, Kak, ini bagus banget. Clara sangat suka," ucapnya saat melihat salah satu paper bag berisi peralatan sekolah.


Mereka pun berpisah, Gavin kembali ke kantor dan Clara kembali ke Asramanya. 


Setelah berkutat seharian di kantor, Gavin kembali ke Apartemen. Tak lupa ya mampir ke supermarket dan membeli beberapa kebutuhan dapur.


"Sepertinya ini cukup," gumam Gavin saat melihat troli nya sudah penuh dengan bahan makanan, kemudian membawanya ke kasir dan segera membayarnya.


Begitu sampai di Apartemen nya Gavin meminta satpam untuk membantu membawa belanjaan nya yang lumayan banyak.


"Pak Gavid mau buka usaha makanan?" canda Pak satpam yang melihat banyak bahan makanan yang dibelinya.


" Nggak kok, Pak. Ini untuk kebutuhan saya saja," Jawab Gavin menekan tombol lift saat mereka sudah sampai di dalam lift menuju ke lantai atas.


"Siapa ya, penghuni yang tinggal di lantai ini?" tanya Pak satpam saat melihat lantai tempat Apartemen yang dibeli Gavin.


"Emangnya kenapa, Pak?"


"Aku curiga, dia itu orang jahat. Sekalipun ia tak pernah keluar dari Apartemennya."


"Mungkin dia memang suka tinggal di dalam rumah, Pak. Nggak boleh curigaan," ucap Gavin saat sudah sampai di Apartemennya dan mengucapkan terima kasih kepada Pak satpam yang setelah membantunya membawa barang belanjaan. Tak lupa Gavin juga memberi uang tips untuk satpam tersebut.


"Terima kasih ya, Pak!" Gavin memberikan uang dolar pada satpam.


"Wah saya yang berterima kasih, kalau begitu saya permisi dulu ya, Pak!" Satpam tersebut mengambil uang yang diberikan oleh Gavin dan pergi kembali bekerja.


Gavin melihat bahan makanan yang dibelinya dan mulai memasukkan sebagian ke dalam kulkas.


Memasukkan beberapa bahan makanan lagi ke dalam Kantong. "Baiklah ini untuk Diandra," ucapnya kemudian keluar dari Apartemen menuju ke lantai di bawahnya.


Gavin menekan tombol lift menuju ke Apartemen Diandra, dimana Apartemen itu adalah Apartemen yang baru dibeli olehnya.


Dengan bersemangat Gavin berjalan menuju pintu Apartemen Diandra, menekan bel dan menunggu Diandra keluar sambil terus memperbaiki penampilannya.


"Hai cantik" ucap Gavin saat Diandra membuka pintu.


Dengan cepat Ia pun masuk tanpa dipersilahkan.


"Itu apa kak?" Tanya Diandra saat melihat Gavin membawa dua kantong besar.


"Aku membawa bahan makanan," ucapnya kemudian masuk ke dapur.


Dibantu Diandra, Gavin memasukkan semua bahan makanan itu ke dalam kulkas.


"Kak, Sampai kapan Diandra akan terus di dalam sini? Aku tak enak terus merepotkan kakak."


"Tunggulah beberapa saat lagi, saat ini Kelvin dan Om Alex terus gencar mencarimu," ucap Gavin menghentikan kegiatannya memasukkan makanan ke dalam kulkas.


Diandra tertunduk mendengarkan nama Kelvin dan Gavin menyadarinya.


"Apa kamu masih marah dengan kak Kelvin?"

__ADS_1


Diandra menggeleng, "Aku tahu, kak Kelvin tak bermaksud melecehkan ku, aku mengerti semua itu Kak Kelvin lakukan karena pengaruh alkohol," lirih Diandra.


"Kau benar, Kelvin orangnya sangat baik hati, ia tak akan melecehkan mu dengan sengaja, sekarang saja dia terus mencarimu, dia merasa bersalah," ucap Gavin.


"Aku takkan mengganggu kehidupan Kelvin, aku sudah melupakan apa yang terjadi malam itu."


"Aku tahu, tapi aku yakin jika papa aku tahu apa yang dilakukan Kelvin padamu, Mau tak mau Papa  pasti akan menikahkan kalian karena itu murni kesalahan kakakku."


Mendengar itu, Diandra langsung menatap pada Gavin dengan kening berkerut.


"Maaf karena aku menyembunyikan mu seperti ini dari kak Kelvin dan Alex. Aku sangat mengenal Kakak ku, aku tau jika dia sangat mencintai kekasihnya, bukan maksudku terbuat egois, dan berbuat tidak adil padamu, tapi ...," ucap Gavin menggantung.


"Iya kak, aku ngerti kok, aku mengerti maksud kakak. Aku tak akan mengganggu kehidupan kak kelvin dan Natali. Natali 'kan nama kekasihnya? gadis yang pernah datang ke Apartemen Kelvin saat wisuda dulu,,? tanya Diandra mengingat sosok Natali.


"Ia Kau benar, itu adalah Natali. orang yang sangat di cintai kak Kelvin."


Diandra hanya tersenyum mendengar ucapan Gavin tentang Natali.


"Aku punya sesuatu untukmu," ucap Gavin merogoh sakunya dan memberikan sebuah kotak hadiah untuk Diandra.


"Apa ini Kak?" Tanya Diandra.


"Itu hadiah kecil dari ku, Semoga kau suka."


Diandra membuka kotak itu dan melihat jam tangan yang sangat cantik dan bisa ia pastikan jam itu sangat malah.


"Kak, jam ini sangat mahal. Nggak pantas jika aku memakai jam ini," ucap Diandra yang tahu harga jam itu.


Gavin mengambil kotak Hadiah itu dan mengeluarkan jam tangan cantik yang seharga sebuah mobil, dan memasangkannya di pergelangan Diandra.


"Cantikan, kamu pantas mendapat hadiah secantik ini" ucap Gavin yang tak pernah menghargai barang dengan melihat berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.


"Terima kasih ya, kak!"


"Kamu suka kan?"


Diantara mengangguk dan melihat jam di pergelangan tangannya, Ia tak menyangka akan memiliki jam semahal itu.


Tadinya Gavin ingin menyatakan cintanya kepada Diandra saat memberikan jam tangan itu, Namun, entah mengapa saat bertemu langsung dengan Diandra kemampuan playboy nya tiba-tiba menghilang, ia tak mampu mengatakan kata cinta pada wanita yang sedang tersenyum sambil melihat jam cantik di pergelangan tangannya.


Gavin menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia benar-benar tak mengerti dengan dirinya sendiri, ia bisa menyatakan cinta kepada seorang wanita dengan sangat mudah. Namun entah mengapa saat bertemu dengan Diandra kata-kata itu sangat sulit untuk diucapkannya


Untuk mengusir kecanggungan nya sendiri gavin kembali memasukkan bahan makanan tersebut ke dalam kulkas


Itulah yang dilakukan Gavin selama ini, ia selalu memberikan bahan makanan pada Diandra, karena selama ini dia tak pernah keluar dari Apartemen dan itu adalah permintaan Gavin. Agar Kelvin dan Alex tak menemukannya. Diandra tak keberatan dengan apa yang diminta oleh Gavin untuk tinggal di Apartemen untuk sementara waktu.


Clara sangat senang, saat Gavin menawarkannya untuk kembali bersekolah,


Semua itu salah satu persyaratan Gavin, Syarat Diandra tak boleh keluar dari Apartemen itu kalau hanya selangkah dari pintu dan ia akan menyekolahkan Clara.


 Walau merasa aneh mendengar permintaan Gavin, Namun, Diandra tetap setuju untuk tinggal di Apartemen Gavin. Ia tak tau harus tinggal dimana. Walau tak tinggal di Apartemen yang sama, Gavin selalu menjamin kebutuhan Diandra.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Mohon dukungannya ya dengan memberi like, dan komennya 🙏


salam dariku Author m anha ❤️

__ADS_1


love you all 💕🤗🤗❤️


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2