Pilihan Ku

Pilihan Ku
Hati Mikaila


__ADS_3

Gavin terus mencari bundanya,ia tak mau makan jika bukan bundanya yang menyuapinya.


"makan dulu ya,nanti kita beli eskrim yang banyak,"ucap mba Siti.


"mau bunda,"tangis Gavin,wajahnya sudah memerah Karena terlalu lama menagis.


"kita bawa jalan jalan aja mba,"usul mba Lala.


"iya deh mba,"ucap mba Siti mengambil kebutuhan anak-anak di lantai atas.


Gavin,Kelvin dan Arya duduk tenang di dalam mobil,mereka akan Super merket membeli eskrim.


"bunda mana?"tanya Gavin pada Arya.


"bunda lagi kerja sama papa,Gavin ga boleh nangis terus."ucap Arya.


"kenapa lama kakak,"tanya Kelvin.


Gavin dan Kelvin melihat Arya,mereka menunggu jawaban kakak sulungnya itu.


"mungkin macet,"jawab Arya santai mengangkat bahunya.


Gavin dan Kelvin hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Arya.


Tak ada pembicaraan lagi,Gavin sudah mulai tenang duduk di kursi belakang.


Mereka sampai di supermarket,mba Lala memegangi Kelvin sedangkan Arya dan Gavin bersama mba Siti.


Mereka masuk ke supermarket dan mulai mencari eskrim.


Mba Lala mengambil troli dan menaikkan Kelvin di sana.


Arya dan Gavin mulai sibuk memasukkan berbagai macam cemilan,mba Siti membiarkan mereka mengambil apa saja yang mereka inginkan.


Kelvin yang ada di atas troli hanya menunjuk apa yang ia inginkan kepada mba Siti.


Setelah berbelanja cemilan dan eskrim mba Lala dan mba Siti menemani mereka ke taman bermain sambil memakan apa yang tadi mereka beli .Mereka mencoba apa yang selama ini mereka ingin namun karena bundanya tidak memberi mereka izin jadi mereka tak pernah membelinya seperti berbagai macam permen dan coklat.


Gavin makan dengan sangat lahap cemilan, coklat dan eskrim yang ada di hadapannya.ia membuka semua sekaligus.


Arya dan Kelvin memilih satu keripik dan memakannya sambil bermain ayunan.


berbeda dengan Gavin,ia sejak pagi tak mau makan jadi ia sangat kelaparan saat ini.


Sebelum pergi Mikaila menitipkan anak-anak ke pada mba Siti dan mengizinkan mereka makan apa saja alaskan mereka tak mencarinya.


Yoga menjelaskan kepada Anindita apa yang sebenarnya terjadi sehingga Zaky hadir di antara mereka.


Anin hanya bisa menghela nafas,ia tak menyangka Zahra akan melakukan hal sejauh itu.


Anin dan Isabela menjenguk Zaky,mereka sudah mengetahui kondisi Zaky dari para dokter yang menanganinya...Ada rasa Kasih di hati Anin saat melihat anak sekecil itu mengalami penyakit yang seperti ini.

__ADS_1


Ia menghampiri Zaky dan menggenggam tangan kecilnya.


Walau ia masih marah pada apa yang telah Zahra lakukan tapi tetap saja Zaky adalah anak dari adiknya.


Zahra hanya tertunduk saat Anin menatapnya penuh kebencian.


Randy menghampiri Anin dan Isabela.


"Apa keluarga mu tau kalau anak ini bukan anakmu?"tanya Anin.


"tidak,hanya aku Zahra dan pak Bram yang tau.keluargaku dan Zahra mengetahui kalau Zaky adalah anakku.."ucap Randy mengusap rambut Zaky yang tengah tertidur.


"itu lebih baik,biarkan lah seperti itu untuk saat ini.kandisinya sudah membaik,hanya menunggu pemulihannya saja."ucap Anin.


Anindita dan Isabela menginap di hotel malam ini.Anindita sedikit lebih tenang setelah mendengar penjelasan Yoga dan sekarang ada Jabbar yang menemani Mikaila..


Jabbar tidur di sofa yang ada di di ruangan Mikaila,sofa yang cukup besar yang di sediakan rumah sakit agar selain menjadi tempat duduk bisa di alih fungsi kan menjadi tempat tidur.


Bram tetap setia di samping Mikaila,ia tertidur sambil duduk dan menggenggam tangan Mikaila.


Malam hari Mikaila terbangun,ia melihat wajah Bram yang begitu dekat dengannya.


Memperhatikan setiap lekuk wajah suaminya yang begitu tampan,air matanya lagi-lagi lolos menetas di pipinya.


Mikaila sudah merasa jauh lebih baik, tidurnya sangat nyenyak,ia mencabut infus yang masih melekat di tangannya.Mikaila turun dan berjalan ke kamar mandi,buang air kecil dan mencuci wajahnya yang terasa lengket karena air mata.


Mikaila memiliki tidur di samping kakaknya,ia masih tak terima dengan penghianatan bram.


Bram terbangun saat merasa lapar,ia terkejut saat tak melihat Mikaila di tempat tidur.pikiran kalau Mikaila pergi meninggalkan membuat jantungnya berdetak kencang.


Bram bernafas lega saat melihat Mikaila ada bersama Jabbar.


Bram mengangkat Mikaila kembali ke tempat tidur,ada rasa cemburu di hatinya saat wanita yang ia cintai tidur sambil memeluk pria lain.


Jabbar terbangun dan duduk menyandarkan kepalanya di sofa.


Bram yang melihat Jabbar terbangun menghampirinya.


"apa Yoga sudah menjelaskan semuanya"tanya Bram.


"hemm,"jawab Jabbar memberikan makanan kepada Bram.Walau ia marah dengan suami adiknya itu tapi ia tau kalau Bram juga membutuhkan makanan.


Bram menerima makanan itu dan langsung memakannya.


"aku bisa mengerti ini bukan salah kamu,tapi walau Mikaila mengetahuinya alasan nya nanti pasti hatinya akan tetap sakit,"ucap Jabbar


"itulah sebabnya aku memilih merahasiakan semua ini dari nya,aku sangat mencintai nya dan tak mungkin dengan sengaja melakukan ini semua."ucap Bram,ia makan dengan lahap.


"apa ayah dan ibu mengetahui hal ini?"tanya Bram lagi melihat Jabbar.


"tidak,aku kesini tanpa memberitahu mereka."jawab Jabbar.

__ADS_1


"aku akan berusaha menjelaskan semuanya pada Mikaila,,aku harap ia bisa mengerti ,"


"Mikaila akan mengerti,tapi masalah ini akan selalu menyakitinya.Mikaila suka menyimpan masalahnya sendiri,menyiksa dirinya sendiri,ia lebih memilih diam dan menanggung semua bebanya.Semoga saja ia bisa melewati masalah ini tak memendamnya selamanya."ucap Jabbar memijat kepalanya.ia tau kalau Mikaila lebih senang diam dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.


Bram memandang istrinya yang tengah berbaring di tempat tidur.


Bram mengambil ponselnya dan menelfon bi Yanti.


"halo bi assalamualaikum,"ucap Bram saat mendengar suara bi Yanti.


"waalaikumussalam tuan,"jawab bi Yanti.


"bagaimana anak-anak,"tanya Bram.


"den Arya dan Kelvin sudah tidur,tapi Gavin tak mau tidur katanya mau menunggu bundanya."jawab bi Yanti.


"kasih ponselnya ke Gavin bi,"ucap Bram mengalihkan panggilannya ke Vc.


Bram tertawa saat melihat wajah Gavin di penuh coklat dan masih asik menonton kartun kesukaannya sambil memasukkan kripik ke mulutnya.


Dalam bayangan Bram anaknya itu sedang menagis dan mencari bundanya.


"Gavin makan apa sayang,"ucap Bram.


"Gavin makan ini,"jawab Gavin memperlihatkan semua yang tadi di belinya.ia bahkan kerepotan sendiri memperlihatkan cemilannya saking banyaknya.


"Gavin ini sudah malam,sikat gigi baru bobo ya,"ucap Bram.


"Gavin mau nunggu bunda papa,"ucap Gavin cemberut.


"bunda besok baru pulang,Gavin jangan nakal ya,"Bram tersenyum saat melihat Gavin mengerutkan keningnya seolah memikirkan masalah rumit.


"macet ya papa,"ucap Gavin,ia membayangkan banyak mobil yang menghalangi jalan mobil papa bundanya.


"iya macet,Gavin bobo ya."jawab Bram tersenyum.


"iya papa,"jawab Gavin menghampiri mba Siti dan ke kamar mandi gosok Gigi dan buang air kecil seperti yang selalu Mikaila ajarkan sebelum tidur.


Gavin kembali berlari ke arah ponsel bi Yanti,Bram masih tersambung di sana.


"papa,Gavin udah gosok Gigi,"memperlihatkan Gigi,"


"pinter anak papa dan Bunda,bobo ya, da Gavin.,"ucap Bram


"iya papa,da da papa," ucap Gavin melambaikan tangan ke arah Bram.


Bram mengakhiri panggilannya setelah melihat Gavin berlari ke kamarnya.


Terimakasih sudah membaca 💗


Jangan lupa like vote dan komennya 🙏💗🙏

__ADS_1


__ADS_2