Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Menjelang Pernikahan Arya dan Raina part 2.


__ADS_3

Kelvin terus memikirkan mengapa Queen bisa marah padanya, tak mungkin hanya karena Ia memblokir nomornya.


"Apa benar yang dikatakan Gavin kalau ia memiliki perasaan padaku.Tapi sejak kapan ia memiliki perasaan itu, enggak itu hanya karena aku memblokir nomornya Pasti itu alasannya marah padaku, nggak mungkin dia suka sama aku. Aku yakin," Kelvin terus bertanya pada dirinya sendiri sambil tiduran di kasur Gavin.


Gavin yang melihat Kelvin menutup matanya mengira jika kelvin sudah tidur.


Gavin pun kembali mengerjakan tugas kantor nya.


Gavin duduk di atas kasur sambil berkutat dengan laptopnya.


"Enggak mungkin," ucap Kelvin tiba-tiba duduk membuat Gavin terkejut dan tak sengaja menghapus semua file yang telah dikerjakannya.


"Aaaaaagr, Kakak apaan sih bikin kaget saja," protes Gavin memegang kepalanya menatap layar laptopnya.


"Enggak mungkin Queen menyukai Ku, ini pasti hanya salah paham saja," ucap Kelvin.


"Iya nggak mungkin Queen menyukai Kakak tapi lihat file ku mungkin nggak akan kutemukan lagi," gerutu Gavin mencoba mencari kembali file yang telah dihapus nya.


"Maaf-maaf, semangat," ucap Kelvin memberi semangat pada adik kembarnya itu dan mengangkat tangannya mengisyaratkan memberi semangat.


"Sana, Kakak keluar, jangan mengganggu ku," usir Gavin yang masih sibuk mencari file yang tak sengaja dihapusnya tadi.


"Iya Kakak keluar, selamat bekerja adikku," ucap Kelvin menggoda adiknya itu yang terlihat sangat frustasi. File yang di kerjakan nya dari pagi hilang dalam sekejap.


Begitu Kelvin keluar dari kamar Gavin, ia tak sengaja ia bertemu denganku Queen di depan kamar Gavin, Queen juga ingin bertemu dengan Gavin.


Pandangan mereka kembali bertemu,


"Queen," ucap Kelvin ingin menyapa Queen.


Queen langsung berlari meninggalkan Kelvin yang masih memegang gagang pintu.


"Queen tunggu," panggil Kelvin mengejar Queen.


Namun Queen tetap berlari dan langsung bergabung dengan yang lain di ruang tengah, ia duduk disamping Maminya.


Kelvin menghentikan langkahnya mengejar Queen saat melihat Queen sudah bergabung dengan yang lainnya. Ia pun ikut bergabung dan duduk di dekat Queen.


Bundanya, nenek dan tante tantenya sedang membuat perlengkapan untuk acara akad nikah Arya dan Raina besok.


"Kelvin, Arya sebentar lagi akan menikah, apa kamu juga tak punya rencana untuk menikah di usia yang mudah juga?, agar Nenek juga bisa menyaksikan pernikahan kalian!" ucap Nenek.


"Aku mau nikahnya sama Queen aja Nek," ucap Kelvin.


Queen yang mendengar perkataan Kelvin langsung melihat Kakak sepupunya itu.


Kelvin kembali menggoda adiknya itu dengan mengedipkan kan mata saat Queen melihat ke arahnya.

__ADS_1


Kelvin dari dulu sangat suka menggoda adik sepupunya itu, Kelvin yakin Gavin pasti salah, Queen pasti hanya menganggapnya sebagai seorang kakak saja tak lebih dari itu .


"Kalau kamu mau nikahin anak tante ada banyak persyaratannya, tante yakin kamu tak akan mampu," canda Arabela.


"Syaratnya apa aja Tante?" tanya Kelvin.


"Syaratnya belum Tante publish, nunggu Queen selesai sekolah dulu, sekarang dia harus fokus untuk belajar," ucap Arabela.


"Masih lama dong ya, ya udah kamu nikahnya sama Natali aja," ucap nenek ikut dalam candaan mereka.


Semua tertawa mendengar candaan masing-masing tanpa mereka ketahui jika candaan mereka itu membuat sakit hati putri dari David dan Arabela itu.


Arabela mengelus punggung putrinya, ia tahu jika putrinya itu benar-benar menyukai Kelvin, Arabela sudah menasehati putrinya itu agar membuang perasaan nya pada Kelvin, ia meminta Queen menganggap Kelvin hanya sebagai kakaknya saja.


Queen tersenyum saat Maminya mengusap punggungnya dan tersenyum kepadanya, ia tahu Maminya melakukan itu untuk menguatkan nya.


Queen Sudah bertekad akan melupakan perasaannya kepada Kelvin, salah satunya dengan tak pernah berkomunikasi lagi dengan Kelvin.


Sedangkan di kamar Raina, semua berkumpul di sana.


Ayasa, Syana, Isabela dan Tante Arandita ada di sana, Arsy juga tak mau ketinggalan untuk berkumpul di sana.


Baju pengantin yang sudah jadi dan sudah terpajang di kamar Raina.


Mereka semua mengagumi ke indahan rancangan Arandita dan Syana itu.


Arandita dan Syana kembali merapikan gaun pengantin tersebut, menambahkan beberapa detail yang masih kurang.


Raina sangat senang melihat gaun pengantinnya itu, ia tak menyangka jika besok adalah hari pernikahannya dengan pria yang sangat dicintainya sejak masih kecil.


Ada rasa bahagia di hatinya namun juga ada sedikit rasa takut. Takut ia tak bisa menjadi menantu yang baik bagi keluarga Wijaya, takut tak bisa menjadi istri yang baik bagi seorang Arya Wiguna pemimpin dari perusahaan Wijaya group.


Baru menjadi calon pengantin dari seorang pemimpin Wijaya group saja ia sudah mendapat banyak cibiran.


Semoga saja kedepannya Iya bisa menjalani semua rintangan dalam kehidupan rumah tangga mereka.


Raina sadar cibiran itu memang benar, Ia hanya gadis yatim piatu sedangkan Arya adalah seorang pemimpin perusahaan ternama di kotanya.


Kisah cinta mereka bagaikan kisah cinta sebuah dongeng anak-anak berjudul Cinderella, di mana Arya yang menjadi pangeran yang menemukan cintanya pada Cinderella dan Raina lah Cinderella itu.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Isabela, melihat Raina yang terus memandang gaun pengantinnya.


"Aku sangat senang Kak, Aku tak menyangka besok adalah hari yang paling bahagia untukku. Aku akan memiliki banyak keluarga, Aku sangat senang Kak," jawab Raina berkaca-kaca.


"Aku yakin, Arya, Bunda Mikaila dan Om Bram pasti sangat menyayangimu. Kakak yakin kamu akan bahagia dalam pernikahan kamu ini!" ucap Isabela.


"Amin Kak, semoga saja. Aku akan berusaha menjadi istri dan menantu yang baik di keluarga ini," ucap Raina.

__ADS_1


Tak lama kemudian Diaz masuk dan langsung duduk di samping Mamanya.


"Arsy kamu suka dengan baju pengantin itu ?!" tanya Diaz yang melihat Arsy terus melihat gaun yang sedang dikerjakan oleh Syana dan Arandita itu.


"Iya, gaunnya sangat cantik. Saat besar nanti Aku juga akan menggunakan gaun pernikahan yang sangat indah seperti Kak Raina," ucap Arsy.


"Baiklah, saat besar nanti Aku akan memberikanmu gaun seperti itu, saat kita menikah ," ucap Diaz.


"Enggak ah, Aku nggak mau nikah sama kamu. Kamu jelek ," ucap Arsy .


Diaz dan Arsy terus berdebat. Diaz terus berusaha agar Arsy mau menikah dengannya, Namun Arsy terus saja menolaknya.


Mereka tertawa mendengarkan perdebatan kedua anak kecil itu, mereka masih SD namun sudah membahas masalah pernikahan.


"Syana Diaz saja udah mikirin nikah, Kamu kapan...?" tanya Isabela menggoda adiknya itu.


"Dayana mau Tante jodohkan dengan ustaz Ilham," jawab Arandita.


"Ihh Tante jangan menjodohkan ah, aku nggak mau," ucap Syana.


"Kenapa Tante nggak mau nikah sama Ustaz Ilham?, Ustad Ilham jelek juga ya kayak Diaz?!" tanya Arsy polos yang membuat semua yang ada di kamar itu tertawa terbahak-bahak.


Semua tertawa mendengar ucapan dari Putri kesayangan Abraham Wijaya itu.


Di saat semua sedang bersenang-senang bersama kelompok mereka masing-masing, Bram dan Arya menemui kakek di ruang kerja Arya, kakek sudah menunggu mereka disana.


Bram memperlihatkan dokumen perusahaan yang akan diberikannya kepada Zaky.


"Ayah setuju kau memberikan ini kepadanya, setelah Acara resepsi, kita akan mengumumkan jika Zaky adalah bagian dari keluarga Wijaya dan kita akan serahkan perusahaan itu padanya. Minta beberapa orang kepercayaan mu untuk membimbingnya menjalankan perusahaan tersebut." Perintah Ayah.


"Walau bagaimanapun Zaky tetaplah keturunan kita, Ayah tidak ingin membeda-bedakannya dengan anakmu yang lain," ucap Ayah.


"Bagaimana dengan bagian Kelvin dan Gavin?" tanya Ayah lagi.


"Mereka sudah mempunyai perusahaan sendiri yang sudah Aku siapkan. Kelvin akan mengurus Perusahaan kita di luar negeri dan Gavin akan mengurus Perusahaan ku yang ada di sini. Sedangkan Arya akan fokus untuk menjalankan perusahaan keluarga kita, Aku sudah menyiapkan semua ini sedari dulu," ucap Bram.


"Itu bagus, Ayah bangga padamu, semoga kejayaan keluarga kita akan terus ada hingga ke anak cucu mereka nantinya. Ayah sudah bekerja keras untuk membangun reputasi dan nama baik keluarga besar kita, tugas kalianlah yang harus menjaganya," ucap Ayah.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca πŸ™


jangan lupa beri like vote dan komennya,πŸ™


Salam dariku


Author m anha❀️

__ADS_1


Love you all πŸ’•πŸ’•


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2