Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Kejahilan Gavin.


__ADS_3

Pagi hari.


Kelvin menutup telinganya saat mendengar suara bel, Semalam ia tidur di sofa. Bel terus berbunyi, dengan mata yang masih sangat berat, Kelvin duduk dan merenggang kan otot-otot nya, memijat tengkuknya yang terasa pegal akibat tidur di sofa.


"Siapa sih mencet bel pagi-pagi gini," gumam Kelvin berjalan dengan gontai menuju pintu dengan penampilannya yang masih acak-acakan.


Kelvin membuka pintu dan melihat ibu Sulastri sudah berdiri di depan pintunya.


"Oh ibu," ucap Kelvin.


"Maaf ya, Nak. Kalau Ibu mengganggu," ucap Ibu Sulastri marasa tak enak melihat Kelvin Yang sepertinya masih sangat mengantuk.


"Enggak apa-apa Bu, ayo masuk," ucap Kelvin mempersilahkan Ibu Sulastri masuk.


Ibu Sulastri perlahan masuk, ia sangat kagum dengan Apartemen Kelvin. Tempatnya bekerja sekarang jauh lebih megah dari yang sebelumnya.


"Mau Ibu masakin apa?" tanya Bu Sulastri.


"Pagi ini nggak usah Bu, Ibu bersih-bersih aja dari kemarin Apartemen ini tak dibersihkan," ucap Kelvin.


"Alat bersih-bersihnya Ibu bisa cari sendiri ya di sana," tunjukkan pada sebuah pintu.


"Ia, nanti Ibu cari sendiri," jawab Bu Sulastri.


"Ya sudah Bu, saya mau siap-siap ke kampus dulu," ucap Kalvin.


"Tuan tinggal sendiri disini, di Apartemen ini ?" tanya Bu Sulastri.


"Panggil saya Kelvin aja Bu! Iya, saya tinggal sendiri di sini, jadi ibu nggak usah masak. Cuman bersih-bersih aja kok, Saya lebih sering makan di luar, ucap Kelvin."


"Iya baik, Nak Kelvin. Ibu akan bersih-bersih, silakan siap-siap nanti terlambat," ucap ibu Sulastri mempersiapkan Kelvin kembali ke kamarnya.


"Iya," ucap Kelvin dan berjalan ke kamar sesekali ia masih memijat tengkuknya.


Begitu Kelvin berjalan masuk ke kamarnya, Bu Sulastri melihat-lihat terlebih dahulu ruangan yang ada di sana. Menentukan ruangan mana dulu yang harus dibersihkan. Bu Sulastri melihat pintu yang tadi di tunjuk Kelvin kemudian menuju ke sama. Kelvin bisa melihat ruangan itu khusus untuk menyimpan beberapa alat yang bisa ia gunakan untuk bersih-bersih.


Bu Sulastri mulai menyapu di setiap ruangan, Kelvin yang sudah siap ke kampus menghampirinya.


"Bu ini kuncinya, jadi ibu bisa datang kapan saja, Ibu langsung masuk aja walaupun aku sedang tak di rumah. Ini gaji pertama Ibu," ucap Kelvin menyimpan kunci dan sebuah amplop di atas meja.


"Ini gaji Ibu?" Tanya ibu heran,"Tapikan Ibu baru mulai bekerja hari ini?" tanya ibu Sulastri terharu.

__ADS_1


"Enggak apa-apa Bu, Ibu ambil aja. Anggap ini Rezky dari Allah untuk ibu," ucap Kelvin.


"Terimakasih,Nak. Kamu sangat baik sama ibu," ucap ibu mulai berkaca-kaca.


"Enggak apa-apa Bu, anggap aja ini sedekah dari saya," jawab Kelvin kemudian meninggalkan Bu Sulastri yang terharu dengan kebaikan majikan barunya.


Kelvin ke kampus dan Bu Sulastri meneruskan pekerjaannya membersihkan seluruh ruangan di Apartemen itu.


Di butik Syana.


Gavin menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya sebelum masuk kedalam butik Syana. Pagi tadi Bundanya memaksa Gavin untuk meminta maaf pada Syana atas apa yang dilakukannya saat acara pelamaran kemarin.


Awalnya Gavin tak mau, ia merasa tak memiliki kesalahan apapun.Namun, bunda terus memaksanya untuk meminta maaf kepada Syana.


Gavin akhirnya menuruti perkataan Bundanya, walau sebenarnya ia masih tak ingin bertemu dengan Syana mengingat kejadian kemarin.


Gavin berjalan masuk dan disambut oleh beberapa karyawan yang ada di sana. "Apa bu Syana ada?" tanya Gavin pada Resepsionis yang ada di sana.


Mereka sudah tahu jika Gavin adalah keluarga dari bosnya.


"Ibu Syana ada di ruangannya, silahkan anda langsung saja," ucap sang resepsionis.


Gavin membuka pintu dan mengetuk pintu dengan pelan, tetapi masih mengeluarkan suara.


"Masuk," ucap Syana tanpa melihat siapa yang datang.


Gavin berjalan masuk mendekati Syana tanpa berkata apa-apa sedikitpun.


"Iya, ada apa. Ada yang bisa saya bantu," ucapkan Syana yang mengira jika yang masuk tersebut adalah pelanggan yang sudah membuat janji dengannya.


Gavin hanya diam tak menjawab pertanyaan Syana.Syana yang tak mendengar jawaban dari tamunya berbalik dan melihat ternyata itu adalah Gavin."Kamu ngapain berdiri di sana?" tanya Syana melipat tangannya di dadanya.


"Pagi kak," ucap Gavin memasang senyum terbaiknya.


"Kamu mau ngapain?" tanya Syana


"Apa aku punya salah sama Kakak? kok Bunda nyuruh aku minta maaf ya?"tanya Gavin dengan santainya, ia menarik kursi dan duduk.


Syana hanya menghela nafas saat mendengar apa yang di tanyakan Gavin, Tadinya ia ingin marah. Namun, begitulah mendengar pertanyaan Gavin ia memilih untuk diam. Ia sudah mengenal karakter Gavin sedari kecil, Ia tak bisa marah padanya.


"Kalau kamu memang merasa enggak punya salah sama kakak, kamu gak usah minta maaf," ucap Syana malas. Syana sangat yakin jika berdebat dengan Gavin, ujung-ujungnya pasti Gavin yang akan menang.

__ADS_1


"Kakak lagi ngapain sih?" tanya Gavin.


"Ini kakak lagi membuat gaun yang akan Kakak pakai untuk pernikahan nanti," ucap Syana .


"Gaunnya cantik kak" puji Gavin.


Syana memijat keningnya, sedari kemarin ya terus mengerjakan gaunnya itu.


Syana sudah merancangnya sedari dulu, gaun apa yang akan ia kenakan di hari bahagianya. Sekarang Syana hanya tinggal menyempurnakannya saja


"Kak, kakak itu enggak boleh capek.Kakak kan calon pengantinnya, kenapa nggak minta bantuan tante Aran saja," usul Gavin.


"Kakak bisa sendiri kok mengerjakannya," ucap Syana. "Sudahlah, kalau kamu nggak mau minta maaf pergi saja.Kakak lagi sibuk," ucap Syana kembali berdiri dan memulai pekerjaannya, masih banyak yang harus di benahi ya.


"Ada yang bisa kubantu nggak kak?" tanya Gavin."


Syana hanya melambaikan tangannya sebagai isyarat "Aku tak butuh bantuan mu, keluar dari ruanganku."


"Kakak nggak minta maaf sama aku?" tanya Gavin.


Syana yang sedari tadi sudah malas melihat wajah adik sepupunya itu langsung berbalik ke arah Gavin saat mendengar perkataan Gavin.


"Untuk apa kakak minta maaf sama kamu?" tanya Syana mengernyitkan keningnya menatap adik sepupunya itu.


"Ya udah deh, kalau kakak merasa nggak punya masalah sama aku, nggak usah minta maaf, aku pulang dulu ya,"ucap Gavin bercanda.


Gavin sengaja mengulang apa yang dikatakan oleh Kakak nya tadi.Gavin tertawa melihat ekspresi kesal Syana, ia segara pergi dari sana sebelum Syana kembali mengamuk kerena ulahnya.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya 🙏


Salam dariku Author


m anha


I Love you 💕💕💕💕


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2