Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Liburan Dadakan


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Randy Bram mengajak Yoga ke kediaman nya.


Mereka ke ruang kerjanya, di sana ada Arya yang sedang mengerjakan pekerjaan kantor. Begitu melihat Papa dan om Yoga masuk ke ruangan tersebut Arya langsung berdiri dari duduknya dan mempersilakan Papanya duduk di kursi utama di ruangan itu kemudian ia beralih ke kursi di depan Papanya bersama dengan Yoga.


"Arya ambilkan surat Warisan Papa di brankas," ucap Bram.


Arya berdiri bukannya ia berjalan ke arah tempat brankas Arya justru membuka laci yang ada di dekat Bram. Bram hanya melihat Apa yang dilakukan anaknya, Arya mengeluarkan berkas surat warisan dalam laci tersebut.


"Maaf Pah, Arya nggak sengaja menemukannya waktu memeriksa berkas-berkas di brankas" ucap Arya meletakkan surat warisan itu di depan Papanya.


Bram mengambil salah satu berkas dari map tersebut kemudian meletakkannya di depan Yoga, Arya yang duduk di sana juga melirik berkas tersebut. Bram melihat apa yang dilakukan Arya, ia bisa melihat jika Arya begitu penasaran dengan apa isi dari berkas tersebut.


Bram menjelaskan jika berkas tersebut adalah surat warisan perusahaan yang akan Ia berikan kepada Zaky.


"Apa Zaky sudah mau menerima barang pemberian Papa?" tanya Arya.


"Tidak, tapi Papa akan tetap memberikan itu padanya," jawab Bram.


Yoga mengambil berkas itu dan membacanya, dalam surat itu bukan hanya perusahaan, Bram juga memberikan sebagian harta yang selama ini dihasilkannya,


"Apa kau yakin akan memberikan semua ini padanya?" tanya Yoga yang melihat jumlahnya sangat banyak.


"Iya, aku akan memberikan semua itu. aku percayakan semua urusan pengalihan perusahaan itu atas nama Zaki padamu. Aku tidak ingin merasa bersalah selamanya karena mengabaikan anak itu. Bram menutup berkas yang lain dan kembali memasukkannya ke dalam laci tempat dimana Arya mengambilnya.


"Pah apa boleh Arya menemuinya?" tanya Arya sedikit memajukan badannya mendekati papanya.


"Maksudnya kamu ingin menemui Zaky?" tanya Bram.


"Iya Pah ,"jawab Arya.


"Terserah kau saja, Papa serahkan semua ini pada kalian, Papa tidak mau ikut campur lagi dengan urusan ini. Papa hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan Bunda mu," ucap Bram berdiri dan berlalu dari ruangan itu.


Arya menetap Yoga,


"Om Arya dengar Zaky tinggal di Batam ya?!"


"Iya, Apa kau yakin akan menemuinya, Dia anaknya sedikit keras kepala, om beberapa kali pernah membujuknya tapi sepertinya dia benar-benar tak ingin mengambil sepeserpun dari papamu," ucap Yoga,


"Aku akan mencobanya," ucap Arya yakin.


Yoga kemudian mengeluarkan ponselnya dan memberikan nomor Randy kepadanya.


"Itu nomor Papanya, Papa tirinya jika kau ingin menemuinya hubungi saya dia. Dia akan mengatur pertemuan mu ," ucap Yoga kemudian mengambil berkas surat warisan yang diberikan Bram tadi kepadanya kemudian berlalu dari ruangan itu.


Arya menyandarkan bahunya.


"Seperti apa sebenarnya anak itu, aku lihat anaknya baik," gumam Arya.


Arya mengambil ponsel yang ada di sakunya kemudian mencari nomor Raina di sana. Ia melakukan video call dengan pujaan hatinya itu.


"Halo Kak," ucap Raina saat mengangkat panggilan video call dari Arya,


"Hay cantik ," ucap Arya.


"Kamu lagi ngapain?!" tanya Arya yang melihat Raina sedang sibuk dengan sesuatu di meja tempat ia meletakkan ponselnya.


Raina hanya memakai mukena tanpa memakai cadarnya, Arya bisa melihat wajah cantik pujaan hatinya itu.


Raina memperlihatkan kan sebuah kotak yang berisi ayam goreng,


"Lagi makan Kak ini di beliin sama Om Alex tadi ," ucap Raina menggigit ayam goreng kesukaannya.

__ADS_1


"Ada apa kak?" Tanya Raina dengan mulut yang mengunyah ayam tersebut.


"Jangan makan dulu dong Kamu bikin Kakak ngiler," ucap Arya,


"Kan bisa pesan," ucap Raina kembali menggigit paha ayamnya.


Natali ikut nimbrung memperlihatkan paha ayam yang dilumuri saus lalu menggigitnya kemudian berlalu dari layar kamera.


"Aku mau ke Batam," ucap Arya.


"Ikut dong," ucap Natali kembali terlihat di layar kamera Arya.


"Kamu mau jadi obat nyamuk, aku hanya mau ngajak Raina, mau berdua aja," ucap Arya menggoda Natali.


"Ajak Gavin kak,!" ucap Natali.


"Gavin lagi sibuk benerin baju Vanessa," canda Arya, membuat Raina dan Natali sontak tertawa mendengar ucapan Arya itu .


"kak Arya sejak kapan sih bisa melucu?" tanya Raina masih tertawa.


"Sejak aku ketemu sama kamu,"


"Sejak ketemu aku, aku kan nggak lucu," ucap Raina.


"Iya kamu nggak lucu tapi imut," goda Arya.


"Garing," teriak Natali.


Raina yang merasa terganggu pindah tempat, ia masuk ke kamar dan menguncinya,


"Kakak mau pergi kapan?" tanya Raina lebih serius.


"Rencananya aku akan pergi besok pagi, kamu ikut ya!" ajak Arya.


"Iya kita berdua aja,"


"Kerjaan kakak?" tanya Raina.


"Kakak kerjain lewat online aja dan selebihnya biar Gavin yang urus di kantor."


"Kakak mau ngapain ke Batam?" tanya Raina.


"Aku ingin menemui Zaky!"


"Zaky?" tanya Raina mencoba mengingat nama itu.


"Iya Zaky, apa kamu ingat anak yang ada di kampung Bunda?!"


"Oh anak yang jutek itu ya kak?!"Tanya Raina yang mengingat saat anak itu mengacuhkan Natali.


"Iya,"


"Untuk apa?!"


"Nanti kakak ceritain setelah kita ketemu dia," jawab Arya.


"Oh ya udah Kak, Raina siapin baju yang mau dibawa dulu, kita mau berapa hari di sana?"


"Kamu bawa baju untuk 2 hari saja, nggak usah bawa terlalu banyak kita beli di sana saja, bawa seperlunya," ucap Arya.


"Iya kak,"

__ADS_1


"Kakak juga mau Siapin baju, udah ya kakak matiin!" ucap Arya, kemudian Mereka mengakhiri teleponnya.


Arya masuk ke kamar dan mulai mengemasi barang-barangnya, Gavin menghampirinya.


"Mau kemana kak?" Tanya Gavin,


"Enggak kemana-mana!" jawab Arya*


"Enggak kemana-mana kok masukin barang ke tas?" tanya Gavin lagi,


"Mau dimasukin aja!" jawab Arya singkat, ia tak ingin memberitahu adiknya Jika ia ingin pergi ke Batam, ia yakin Gavin akan meminta ikut dengannya.


Gavin memandang Arya penuh curiga,


"Kakak bohong ya?!" tanya Gavin,


Arya hanya tertawa mendengar tuduhan adiknya itu, ia tetap sibuk memasukkan barang-barang ke dalam tasnya.


Gavin yang tidak mendapat jawaban dari pertanyaan nya keluar kamar. Tak lama kemudian Gavin kembali dengan membawa Bundanya dan Arsy.


"Kakak kamu ke mana?" tanya Mikaila,


Arya tak mungkin bohong kepada Bundanya, "Aku mau ke Batam Bunda," jawab Arya.


"Bunda ikut ,"ucap Mikaila langsung keluar dari kamar itu disusul dengan Arsy.


"Bunda mau ikut ngapain," teriak Arya, namun bundanya sudah berlalu bersama Arsy.


"Tuh kan gara-gara kamu bunda jadi ikut kan," kesal arya pada Gavin.


Gavin hanya menggaruk kepalanya,


"Kita liburan ke Batang yuk," ucap Gavin lalu berlalu meninggalkan Arya yang hanya berdiri mematung melihat adik dan bundanya.


Mikaila menghampiri Bram yang sedang meminum kopi di balkon kamarnya,


"Mas kita ke Batam yuk," ajak Mikaila


"Untuk apa?" tanya Bram sambil terus melihat layar ponselnya.


Mikaila mengambil ponsel Bram dan duduk di pangkuannya,


"Udah lama kita nggak ke Batam, aku kangen suasana Batam," ucap Mikaila.


Arsy yang baru datang juga langsung duduk di pangkuan Bundanya,


"Iya Pah, kata bunda di Batam pertama kali Papa ketemu Bunda kan, Arsy ingin jalan-jalan dong Pak," Ucap Arsy mencium pipi Papanya.


Bram menatap kedua wanita yang ada di pangkuannya, mereka berdua menatap Bram dengan memasang wajah terimut mereka.


Bram menghela nafas,


"Baiklah kita liburan," ucap Bram akhirnya.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Yuk kita liburan ke Batam,,, Ada reader orang Batam ga ya????


LIKE ❀️VOTE❀️ KOMENNYAπŸ™


Salam dariku

__ADS_1


Author m anha


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ€—πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2