
Sore hari Dimas dan keluarganya menyambangi rumah Yoga,Dimas bersama dua orang Kakak dan masing-masing keluarga kakaknya serta ayah dan ibunya.
Keluarga Wijaya sudah menunggu kedatangan Dimas.
Dimas terus mengusap-usap jarinya yang terasa dingin," kamu itu belum ijab kabul sudah panik begini," tegur ayah.
"Saya nggak panik yah, saya cuman takut bagaimana kalau keluarga Ayasa menolak kita,"ucap Dimas membela diri.
"Kamu sih,pilih calon istri ketinggian,"ucap Kakak Dimas.
"Namanya juga cinta kakak, nggak pilih tempat, waktu dan siapa orangnya," lagi-lagi Dimas sok puitis di depan kakak-kakaknya.
Bram dan Bayu sudah menunggu Dimas di teras rumah Yoga, Bram sudah mengenal keluarga Dimas dan Bayu sewaktu tinggal di kontrakan, keluarga mereka sesekali menjenguk sehingga bisa lebih dekat dengan keluarga mereka juga.
Bram mempersilahkan keluarga Dimas masuk, semua keluarga sudah berkumpul di ruang tengah.Kecuali Ayasa dan Syana .
Di kamar Syana tak kalah gelisah nya dengan Dimas, Ia juga mengkhawatirkan keputusan yang akan diambil oleh keluarganya .
Syana sejak tadi ingin keluar tapi Ayasa terus menahan nya .
Diruang keluarga.
"Baiklah perkenalkan saya ayahnya Dimas,mungkin kalian semua sudah tahu maksud kedatangan kami tapi untuk memperjelas nya saya kembali mengungkapkannya bahwa kedatangan kami kesini untuk melamar atau meminang putri bapak dan Ibu sekalian untuk menjadi keluarga kami menjadi istri dari Putra kami Dimas, kami sangat berharap bapak bisa menerima niat baik kami,"ucap ayah Dimas membuka pembicaraan .
Bram duduk bersama keluarga Dimas, keluarga Yoga diwakili oleh keluarga tertua mereka tentunya yaitu ayah dari Arandita Pak Wijaya ,kami sekeluarga menerima niat baik anda untuk melamar putri kami dan kami berharap kedepannya Dimas bisa membahagiakan dan menjaga anak kami ,"ucap kakek Ayasa.
Dimas bernafas lega mendengar jika lamarannya diterima setelah perbincangan cukup panjang Mereka pun dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan oleh pihak perempuan.
Mikaila, Arabela dan Isabella mendatangi Ayasa dan Syana di kamar, melihat mama muda itu datang Syana yang sejak tadi penasaran langsung menarik kakaknya duduk diatas tempat tidur.
" Kak,bagaimana keputusannya," tanya Syana tak sabaran. Ayasa pun ikut duduk di samping Isabela.
"Sepertinya kamu dan Dimas belum berjodoh," ucap Isabela mengerjai Ayasa.
"Maksud kakak?" tanya Ayasa pelan, jantungnya serasa berhenti berdetak pikiran akan penolakan keluarganya sudah terbayang di kepalanya.
"Enggak kok, Kakak bercanda.Lamaran Kak Dimas diterima ,selamat ya." ucap Isabela mencubit pipi Ayasa.
" ih kakak apaan sih,"ucap Syana memukul lengan kakaknya.
__ADS_1
"Syana kamu sendiri kapan nyusul,? tanya Arabela.
"Ih enggak ah tante ,Syana mau berkarir dulu,"jawab Syana.
"Berkarir sambil nikah kan bisa?" ucap Mikaila.
"Ih kakak sendiri nikah sama Om Bram kok nggak berkarir?" tanya Syana.
"Ngapain tante berkarir,menurut tante kerja itu untuk mencari uang sedangkan uang Om kamu itu walau Tante belanja in tiap hari nggak kan habis, ngapain coba capek-capek kerja mending di rumah nonton TV, makan dan bersantai," ucap Mikaila mencium pipi Arsy yang semakin tembem," ya kan sayang, kita di rumah saja biar papa dan kakak kakak kamu yang kerja."ucap Mikaila lagi yang mendapat jawaban tawa-tawa gemas Arsy .
"Kamu lucu banget sih," ucap Ayasa mencium pipi Arsy.
Acara lamaran selesai,acara akad nikah akan dilaksanakan bulan depan dan semua urusan persiapan untuk akad nikah ditanggung oleh Bram,mulai dari gedung, catering dan sebagainya. Tentu saja Bram hanya mengeluarkan uang.
Tak terasa 3 minggu sudah berlalu,90% persiapan pesta sudah siap .Ayasa berputar-putar di depan cermin melihat pantulan dirinya yang memakai baju pengantin untuk akad nikah.
"Kamu cantik banget ,"ucap Syana kagum melihat kecantikan Ayasa .
Gaun pengantin yang dirancang oleh Arandita khusus untuk Putri kesayangannya terlihat cantik di badan Ayasa.
"Makasih ya ma,aku suka sekali gaun pengantinnya," ucap Ayasa meluk mamanya.
3 minggu sudah acara lamaran itu,Yoga mengambil ponsel Ayasa, iya tak mengizinkan Ayasa berkomunikasi dengan Dimas dalam bentuk apapun. Ayasa sangat patuh kepada ayahnya,iq benar-benar tidak pernah menghubungi Dimas atau menanyakan kabar Dimas, membuat Dimas menjadi sangat merindukan calon istrinya itu.
Dimas menelpon Syana"Ngapain nih calon suami kamu nelpon," ucap Syana memperlihatkan layar ponselnya pada Ayasa.
"Mana aku tahu,"ucap Ayasa melihat dirinya di cermin.
Syana mematikan panggilan Dimas dan mengambil foto Syana sedang memakai gaun pengantin dan mengirimnya ke Dimas.
"Nih calon bini lu,"tulis Syana .
Dimas yang melihat calon istrinya yang begitu cantik sampai melongo,
"Dimas kamu kenapa?"tanya ibu.
"Nggak apa-apa kok Bu," ucap Dimas baru tersadar dari ke terpesonaannya.
"Oh ya, apa semuanya sudah siap..?apa kita tidak perlu menyiapkan apapun,? tanya ayah Dimas.
__ADS_1
"Nggak perlu yah,semua sudah disiapkan sama Juna.Kita hanya tinggal datang saja."jawab Dimas.
Tak lama kemudian suara bel pintu berbunyi Dimas membuka dan melihat siapa yang datang,"Ini Pak kiriman dari butik Arandita,"ucap sang kurir.
"Terima kasih ya Pak," ucap Dimas mengambil kiriman tersebut.Dengan semangat Dimas membuka paket itu dan terlihatlah baju pengantin yang akan digunakannya saat ijab kabul,, bukan hanya untuk Dimas namun Arandita juga membuat untuk keluarga Dimas yang lain.
Dimas ke kamar dan memakai pakaiannya sangat cocok di badannya dia berdandan cukup lama dan mengambil fotonya,mengirim ke ponsel Syana dengan tulisan"Perlihatkan ini ke Ayasa dong,tanya pendapatnya,".
Syana melihat chat Dimas, tanpa bertanya pada Ayasa ia langsung membalas chat Dimas,"Biasa aja, nggak ada yang berubah," balasan Syana.
"Masa sih Ayasa bilang begitu?"tanya Dimas.
Syana tak menjawab lagi pesan Dimas.
Kiriman paket ke rumah Mikaila juga sudah tiba, Mikaila melihat paket tersebut dan memberikan kepada anak-anak untuk dipakai begitu juga dengan suaminya ,Semua cocok sesuai ukuran Meraka.
Sekarang giliran Arsy , Mikaila memakaikan baju kepada putrinya . Butik Arandita belum pernah menjahit pakaian untuk bayi sehingga mereka tak tahu kain apa yang cocok untuk seorang bayi,mereka menjahit kain yang sama dengan yang lainnya .Membuat Arsy tak nyaman dan terus menangis
"Bunda ade yang nggak suka pakai bajunya,"ucap Kelvin mencoba membuka gaun yang dipakai adiknya itu,setelah berhasil dibuka Kevin langsung membuangnya ke tempat sampah.
"Kelvin kok dibuang sih baju Ade,"ucap Mikaila melihat ulah anaknya.
"Bunda ade nggak suka,jangan dipaksa nanti ade nangis.Pakai baju yang lain aja ."protes Kelvin.
"Tapi kan kita harus seragam ,"ucap Mikaila mencoba mengambil baju tersebut dari tempat sampah.
"Jangan bilang kamu mau memakaikannya lagi pada Arsy," tegur Bram melihat istrinya itu mengambil baju Arsy dari tempat sampah.
"Tempat sampahnya bersih kok, baru diganti sama Mba Lala gua."ucap Mikaila.
"Enggak boleh,,itu sudah menjadi sampah,"ucap Bram tak terima Putri kesayangannya memakai baju dari tempat sampah .
Mikaila kembali membuang baju tersebut,dengan wajah cemberut nya.
πππππππππππ
Terima kasih sudah membaca jangan lupa beri like ya komen sebanyak-banyaknya. Kita saling bantu yaπterima kasih.
Mampir juga ya ke karya terbaruku, judulnya My Papa My Boss πππ beri dukungan kalian juga ya pada novel baruku ini .Salam dariku author m anha.π
__ADS_1