Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Pengantin Bandel.


__ADS_3

Sang surya belum juga terbit, tapi suasana di rumah besar sudah sangat sibuk. Semua mempersiapkan keperluan mereka masing-masing untuk acara pagi ini. Diandra dan Natali sudah dirias di kamar masing-masing. Akad nikah akan laksanakan pukul 10.00 pagi membuat mereka merasa dikejar waktu.


Di saat semua sedang sibuk menyiapkan diri mereka untuk acara akad, Gavin yang masih memakai pakaian tidurnya menyelinap masuk ke kamar Diandra yang sedang dirias.


"Kakak, kamu ngapain kesini?" tanya Diandra. Dimana di kamar Diandra hanya ada Diandra dan 2 perias.


"Cuma mau lihat calon istri kakak aja," jawab Gavin.


"Tapi kan kakak ga boleh kesini dulu, kata bunda kita ga boleh ketemu dulu," ucap Diandra.


"Iya. Sebaiknya Kamu nggak boleh lihat calon istri mu dulu," ucap perias tersebut.


"Kenapa nggak boleh, dia kan sebentar lagi akan jadi istri saya Mbak. Saya cuma mau melihat bukan menyentuh," protes Gavin.


"Ya tetap saja, katanya pamali kalau ketemu calon istri sebelum ijab kabul,"ucap Mbak perias yang usianya seusia dengan bunda nya.


"Jangan percaya yang gitu-gituan Mbak, ini sudah zaman modern," ucap Gavin tak mempedulikan larangan perias tersebut dan terus menatap Diandra yang begitu cantik,sebentar lagi riasannya akan siap.


Gavin terus menatap wajah calon istrinya yang terlihat begitu cantik dengan riasan yang tak terlalu mencolok.


"Kakak keluar dulu ya, aku mau pakai baju," ucap Diandra setelah ia selesai dirias.


"Pakai aja, aku tutup mata, kok!" ucap Gavin yang sudah menutup matanya.


"Ih ... kakak, keluar nggak!" ucap Diandra mendorong Gavin keluar.


"Kamu ini pelit banget sih, nanti kan aku juga akan lihat," ucap Gavin membuat Diandra langsung merona, di kamar Itu bukan hanya mereka berdua tapi ada 2 perias lainnya membuat dia menjadi malu mendengar ucapan Gavin.


"Kakak keluar nggak, kalau nggak aku nggak mau pakai ganti baju, biar aja kita telat nikahnya."


"Iya, Kakak keluar," ucap Gavin. Namun Ia tetap berdiri di tempatnya.


"Emangnya kakak sudah mandi?" tanya Diandra yang melihat penampilan Gavin masih acak-acakan.


"Belum, acaranya masih 2 jam lagi. Kakak mah gampang tinggal mandi terus pakai kemeja nggak perlu di rias-rias kayak gitu"


"2 jam itu nggak kerasa loh, Kak. Dindra nggak mau ya kalau Kakak sampai terlambat," ucap Diandra menatap tajam pada Gavin.


"Iya, iya. Kakak sekarang mandi," ucap Gavin kembali ke kamarnya.


Namun, saat akan keluar bertepatan dengan neneknya yang akan masuk ke kamar Diandra.


"Gavin kamu ngapain kesini?" tanya nenek, Ibu Mikaila.


"Nggak, ini ponsel Gavin ketinggalan," ucap Gavin memperlihatkan ponsel yang ada di tangannya.


"Kamu pikir Nenek ini bisa kamu bohongi, kamu mau ketemu Diandra kan," ucap Nenek dengan tatapan tajamnya.


"Ya sekalian, Nek!"ucap Gavin.


Tanpa kata nenek langsung menjewer telinga cucunya itu dan membawanya kembali ke kamarnya.


"Dengar ya Gavin, kamu nggak boleh lagi menemui Diandra sampai kalian benar-benar resmi menikah," ucap Nenek.

__ADS_1


"Iya, Nek. Gavin mengerti," ucap Gavin ya malas berdebat pagi-pagi dengan neneknya itu.


Nenek menutup pintu sambil terus menggerutu berjalan menuju ke kamar Kelvin.


Sesampainya di kamar Kelvin nenek juga tidak menemukan 1 cucunya lagi.


"Ya ampun kemana lagi calon pengantin satu ini, jangan bilang dia juga pergi ke kamar calon pengantinnya," ucap nenek kesal kemudian menuju ke kamar Natali dan benar saja Kelvin juga ada disana sedang melihat Natali yang sedang dirias.


Sama dengan Gavin nenek juga langsung menjewer cucunya itu keluar dari kamar pengantin.


"Kamu ya, Sama aja dengan Adik kamu itu. Nenek kan sudah bilang, kalian baru boleh bertemu saat setelah ijab kabul, apa kalian nggak bisa tahan 2 jam lagi," ucap nenek menggerutu sambil berjalan dan terus menjewer kelvin menuju ke kamar nya.


"Aduh sakit, Nek!" Kelvin mencoba melepas tangan nenek dari kupingnya.


"Coba lihat penampilan kamu, 2 jam lagi acaranya akan dimulai kau bahkan belum mandi. Kamu ini ya, nenek pikir kamu itu lebih mudah diatur daripada Gavin ternyata kalian berdua sama saja."


"Iya, ini juga aku mau mandi," ucap Gavin berjalan menuju ke kamarnya sambil terus mengusap telinga yang terasa panas akibat jeweran Neneknya.


Nenek hanya menggeleng melihat sikap cucunya itu, mereka sudah dewasa dan akan menikah. Namun sikapnya masih seperti anak-anak.


"Ada apa, Bu?" tanya Mikaila menghampiri ibunya.


"Itu, kedua anak kamu, bandel banget," ucap ibu melengos menuju dapur.


Mikaila hanya mengangkat bahunya dan melihat ke arah pintu kamar Kelvin dan Gavin yang masih tertutup dan ia berjalan menuju ke kamar Arsy. Iya tak mengerti apa yang dimaksud perkataan ibunya.


Saat membuka pintu ternyata Arsy dan Clara sudah siap, mereka tampil begitu cantik.


"Gadis-gadis ini sudah siap ternyata," ucap Mikaila menghampiri mereka.


"Iya, anak-anak Bunda sangat cantik," ucap Mikaila memuji keduannya.


Sama halnya dengan Diandra, Clara juga memutuskan untuk berhijab, membuat ia semakin cantik tak kalah cantiknya dari pesona Arsy.


Sementara di halaman semua sudah berkumpul, Bram dan yang lainnya sudah mengatur semua tempat akan dilaksanakannya ijab kabul, tempat ijab kabul sengaja ditempatkan selurus dengan jendela kamar Pak Wijaya dan bisa terlihat jelas dari kamar.


Mereka sengaja melakukannya agar pak Wijaya dapat melihat dengan jelas cucu-cucu nya menikah tanpa harus ikut hadir langsung di sana.


Pak penghulu juga sudah datang.


"Sayang anak-anak kemana, kok mereka belum pada kemari. Coba kamu panggil mereka," ucap Bram yang belum melihat Gavin ataupun Kelvin hadir di tempat akan dilaksanakan ijab Kabul.


"Iya, Mas. Aku lihat dulu," ucapnya kemudian masuk ke dalam dan menuju kamar kedua putranya.


Begitu masuk ke kamar Kelvin, kamar itu sungguh sangat berantakan.


"Ya ampun, Ini apa-apaan kenapa kamu juga belum siap," ucap Mikaila yang melihat Kelvin belum siap.


"Bunda tolong cariin dasi aku dong," ucap Kelvin yang sedari tadi mencari dasinya.


Mikaila membantu mencari dasi yang dimaksud. Tak lama kemudian Gavin juga masuk ke kamar Kelvin dan melihatΒ  Bunda nya ada di dalam.


"Ya ampun, kamu juga belum siap?"

__ADS_1


"Udah siap kok, Bunda. Ini tinggal cari kaos kaki aku, kok nggak ada ya!.


"Kok, nggak ada. Kaos kaki kamu kan banyak di sini?"


"Nggak tahu Bunda, semuanya kok nggak ada ya, apa aku dah bawa pulang kerumah semua ya?" tanya Gavin.


"Coba kamu lihat di sana di lemari Kakak kamu, pakai kaos kaki Kelvin aja,"


"Kaos kaki kakak banyak, udah sana cari aja, terus bantu Kakak cari Dasi kakakΒ  nggak tahu nyelip di mana," ucap Kelvin.


Gavin menuju ke lemari Kelvin dan cari kaos kaki.


"Kakak, dasinya ini bukan?" tanya Gavin menunjukkan dasi yang ia temukan di antara tumpukan kaos kaki.


"Ampun, ternyata ada di situ," ucap Kelvin mengambil dasi tersebut yang sejak tadi dicarinya.


"Mungkin, kamu lupa waktu mengambil kaos kaki," ucap MikailaΒ  membantu Kelvin memakai dasi.


Mikaila merapikan penampilan kedua anaknya.


"Udah, kalian sudah rapi, Ayo kita cepat ke bawah nanti waktu baiknya lewat lagi,"


Dirumah besar, semua anak dan cucunya pak Wijaya memiliki kamar masing-masing.


Mereka pun terburu-buru turun ke bawah,


"Ini nih kalau kalian nggak nurut. katanyaΒ  kalian diam-diam nemuin calon istri Kalian kan."


"Iya Bunda, maaf," ucap kelvin.


"Kalau orang tua ngomong tuh dengerin Jangan dianggap angin lalu, gimana coba kalau Bunda nggak datang membantu kalian, kalian bisa-bisa nggak jadi nikah hari ini."


"Jadi dong Bunda, masa hanya gara-gara kaos kaki sama dasi aja kita nggak jadi nikah, tanpa kaus kaki dan dasi juga kita masih tetap nikah," sahut Gavin.


Yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kakak dan Bundanya.


"Ayo cepat, papa kalian udah nunggu dari tadi."


Mereka sedikit berlari menuju ke tempat acara,


walau hanya di halaman rumah, Namun tempatnya lumayan jauh mengingat rumah itu yang berukuran sangat besar dan dikelilingi halaman yang sangat luas.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih sudah membaca.


Terus beri dukungan kalian ya


Jangan lupa mampir dan beri dukungan untuk karya yang lainnya.πŸ™πŸ™


Makasih kak,


salam dariku Author m anha

__ADS_1


love you all πŸ’•πŸ€—


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2