Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Biarlah Menjadi keputusan Papa


__ADS_3

Arya terus memikirkan tentang Zaky, ia ingin menanyakan kepada Papanya namun Ia juga ragu.


Hari ini Arya mengajak Raina untuk berjalan-jalan ke pantai, ia menjemput Raina di Apartemennya dan langsung menuju pantai.


Mereka berjalan di tepi pantai menikmati deru ombak yang menerpa di kaki mereka, Tiupan angin menerpa kulit mereka, Arya berjalan sambil menenteng sepatunya dan menggulung celananya dan membiarkan air membasahi sebagian kakinya, Raina membiarkan pakaian bawahannya basah terkena air laut.


Cuaca hari ini sedikit mendung, membuat mereka bisa berlama-lama di tepi pantai. Raina melihat Arya yang sejak tadi hanya diam, memandang lurus kedepan.


"Kak, Kakak kenapa? Kakak ada masalah?" tanya Raina mencoba memulai pembicaraan di antara mereka.


"Kakak hanya bingung!"


"Bingung kenapa kak?" tanya Raina.


"Kakak nggak tahu harus cerita dari mana, beberapa hari lalu kakak memeriksa beberapa berkas Papa dan menemukan kan jika papa mengenal seseorang yang bernama Zaky," jelas Arya masih terus berjalan.


"Zaky...? siapa Zaky?" tanya Raina,


"Itulah yang memenuhi kepalaku saat ini, aku ingin tahu siapa Zaky, Aku ingin bertanya pada Papa tapi aku ragu, takut pertanyaanku Itu menyakiti hati Papa bahkan aku takut bisa saja pertanyaan ku itu menyakiti Bunda," ucap Arya menghentikan langkahnya


"Kenapa seperti itu Kak? memangnya ada apa dengan Zaky?!"


"Nama Zaky ada daftar warisan Papa, itu berarti ada hubungan antara Zaky dan Papa, Aku sudah menanyakannya hal ini pada Om Yoga, namun om Yoga juga menyembunyikan nya dan menyuruhku menanyakan langsung pada Papa. Menurutmu apakah aku harus menanyakannya pada Papa siapa Zaky sebenarnya?" tanya Arya menghadap pada Raina, menatap mata indah wanita yang sangat dicintai nya.


"Kalau menurut Raina sih sebaiknya Kakak biarkan saja sampai Papa sendiri yang mengatakan kepada kalian, jika memang Papa belum mengatakan itu pasti Papa punya alasan sendiri. Jika itu hal penting, Papa pasti memberi tahu kalian suatu saat nanti." ucap Raina.


"Kau benar, jika memang Zaky itu ada hubungannya dengan kami suatu saat pasti Papa akan memberitahukannya. Apa menurutmu sebaiknya aku menunggu sampai Papa bercerita sendiri tentang hal ini?!"


"Iya Kak, kalau menurut Raina biarkan saja jika memang Papa belum mengatakannya berarti emang Papa belum siap untuk mengatakannya kepada kalian.," saran Raina


Arya memikirkan saran Raina. Raina benar, jika Papanya belum menceritakan kepada mereka berarti memang belum saatnya ia mengetahuinya.


"Baiklah, kita akan tunggu sampai Papa memberitahunya. Aku hanya penasaran siapa Zaky itu," ucap Arya kembali berjalan menyusuri pantai.


"Sudahlah Kak, Kakak tidak usah memikirkannya, selagi Papa tidak membahasnya sebaiknya Kakak juga tidak membahasnya. Takutnya itu akan menyakiti hati Papa dan Bunda. Jika memang ada sesuatu yang di sembunyikan tentang Zaki, Papa pasti punya alasan sendiri."


"Terima kasih ya, sekarang aku sedikit lega." ucap Arya mengelus kepala Raina yang tertutup hijabnya.


"Kak kita ke panti yuk, Sudah lama kita nggak ke panti Raina kangen sama ibu."ucap Raina.


"kamu benar juga, sudah lama kita ga mengunjungi panti, ayo sekarang kita ke panti."


Merekapun ke panti asuhan Raina dulu, seperti biasa mereka akan membeli beberapa cemilan untuk anak-anak.


Arya dan Raina disambut gembira oleh anak-anak panti karena setiap mereka datang mereka selalu membawa oleh-oleh buat mereka, baik itu mainan atau sekedar makanan ringan.


Mereka bermain bersama anak anak, ibu panti sangat senang saat Raina berkunjung ke panti, Raina sudah seperti anaknya sendiri.


"Bu bagaimana keadaan ibu?" tanya Raina memegang tangan ibu Panti nya itu yang semakin menua.


Ibu melihat Arya yang sedang bermain bersama anak-anak,


"Kamu lihat sendiri kondisi ibu nak,ibu sudah semakin tua, mungkin sebentar lagi ibu akan menghadap yang kuasa," ucap ibu panti mengelus tangan Raina yang memegang tangan nya.


"Ibu kok ngomong gitu sih, ibu pasti akan sehat-sehat saja,"ucap Raina sedih.


"semoga saja ibu terus sehat dan bisa melihatmu menikah dan bisa menggendong anakmu sebelum ibu meninggal," ucap ibu panti tersenyum melihat Arya yang tertawa bermain kejar-kejaran dengan anak-anak panti .


Raina ikut melihat Arya.


Ia tak menyangka anak panti asuhan seperti dirinya bisa berkenalan dan menjalin hubungan dengan Arya pewaris dari Wijaya group yang sangat di hormati di kota itu.


Setelah lelah bermain, Arya bergabung bersama Raina dan ibu Panti yang sedari tadi duduk melihat mereka bermain.

__ADS_1


"Kapan kau akan melamar anakku?" tanya ibu panti saat Arya baru duduk di dekat mereka.


Raina terkejut mendengar ucapan ibu panti dan menatapnya.


"Segera Bu," jawab Arya tersenyum melihat Raina yang menunduk .


Mereka berpamitan, ibu panti mendoakan kebahagiaan mereka.


Saat di jalan pulang Arya melihat beberapa pengamen yang menghampiri mereka saat di lampu merah. Arya mengeluarkan beberapa uang dan membagi-bagikannya kepada mereka.


Semua langsung berdatangan mengerumuni mobil Arya berharap bisa mendapat uang dari pemilik mobil tersebut.


Arya kembali melajukan mobilnya saat lampunya sudah berubah,


"Kita beli minum dulu kak," ucap Raina yang merasa kehausan.


"Iya, sepertinya di depan ada penjual es tebu, kamu mau?"


"Boleh kak,"


Arya menepikan mobilnya di samping penjual es tebu itu.


Arya dan Raina menghampirinya memesan 2 minuman untuk mereka.


Sambil menunggu pesanan mereka, Raina duduk di kursi yang di sediakan oleh penjual es tebu.


"Bapak sudah lama menjual es tebu di sini ?" tanya Raina,


"Iya dek, sudah hampir 3 tahun ini bapak menjual disini," jawabnya.


"Bapak biasanya mendapatkan penghasilan berapa per harinya?"


"Ga menentu dek. Kadang banyak, kadang sedikit terkadang enggak dapat apa-apa.".jawan nya.


"Ini kebanyakan dek," ucap penjual es tebu tersebut.


"Enggak apa-apa Pak, itu rezeki buat anak-anak bapak ambil saja," ucap Arya.


"Terima kasih, terima kasih banyak ya dek. Semoga kalian selalu bersama, jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dikaruniai anak yang sholeh dan sholehah" doa sang penjual tebu.


"Amin ," ucap Raina mengaminkan ucapan penjualan es tebu itu.


"Ya sudah Pak, kami permisi dulu," ucap Arya


Arya kembali melajukan mobilnya, sesekali ia meminum es tebu yang dibelinya.


Arya tertawa,,


"Kakak kenapa tertawa?" tanya Raina melihat ke arah Arya yang sedang menyetir.


"Kakak hanya mengingat doa penjual es tebu tadi ,"


"Emang kenapa doanya, ga ada yang lucu?!" tanya Raina mengingat doa penjual es tebu tadi, tak ada yang lucu menurutnya.


"Enggak,kak cuma lucu aja ngebayangin kita punya anak," ucap Arya .


Raina terdiam, ia kembali merona mendengar ucapan Arya.


Cadarnya kali ini benar-benar membantu menutupi wajahnya yang sejak tadi memerah karena pembahasan yang sama.


"Bagaimana kalau kita menikah saja?!" ucap Arya tiba-tiba.


"Apa menikah?" tanya Raina.

__ADS_1


"Iya, menikah emangnya kenapa kalau kita menikah?!" tanya balik Arya.


"Kakak, kita kan masih kuliah,"


"Emangnya kenapa kalau kita masih kuliah, aku bisa jadi imam buatmu. Gimana kamu mau nggak nikah sama aku?!" goda Arya.


"Kakak kok bahas masalah nikah sih," ucap Raina sedikit malu mendengar pernyataan Arya.


"Kenapa..? kita sudah cukup umur kok untuk nikah." Arya terus menggoda Raina.


"Udah Kak, nggak usah bahas masalah nikah dulu," ucap Raina ingin yang mengakhiri pembicaraan mereka, wajahnya sudah sangat memerah balik cadarnya.


Arya tertawa melihat tingkah Raina.


*****


Arya mengantar Raina pulang hingga ke depan pintu Apartemennya.


"Aku pulang dulu ya," ucap Arya setelah Raina sampai di depan pintu.


"Kakak ga masuk dulu?" tanya Raina.


"Aku langsung pulang aja, gerah mau langsung mandi," ucap Arya.


Alex keluar dari Apartemen itu diantar oleh Jessica,


"Om Alex," sapa Arya.


"Arya," sapa balik Alex.


"Om ngapain disini?! ngapel ya," goda Arya.


"Kamu ada-ada aja," ucap Alex memukul lengan Arya.


"Sudah mau pulang om?" tanya Arya.


"Iya,"


" kita bareng aja om, Arya juga udah mau pulang," ucap Arya.


Mereka pun turun sambil terus berbincang.


Arya pulang dan mendengar suara tertawa dari arah kolam renang, ia menghampiri suara tersebut. Ternyata Papa, bunda dan Arsy sedang bermain di kolam renang. Mereka berenang bersama sambil terus bercanda terlihat sangat bahagia.


"Sepertinya apa yang dikatakan Raina benar, sebaiknya aku tidak membahas masalah Zaky ini kepada Papa, takutnya akan berpengaruh pada kebahagiaan Bunda dan Arsy" batin Arya memutuskan untuk tidak menanyakan dan tidak membahas masalah Zaky lagi, ia akan menunggu sampai papanya yang memberitahu sendiri kepada mereka.


Arya mengganti pakaiannya dan ikut bergabung bersama mereka, Tak lama kemudian Gavin datang dan juga ikut bergabung bersama mereka. bermain bersama di kolam renang.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih, beri dukungannya ya dengan memberi


πŸ‘‰ LIKE


πŸ‘‰VOTE


πŸ‘‰ KOMENTAR nyaπŸ™πŸ™


Salam dariku Author m anha πŸ’–


l love u allπŸ’•


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2