
Di rumah sakit.
Syana ke rumah sakit untuk menemui ibunya,ia duduk disalah satu kursi di depan ruang tempat ibunya bekerja.
"Hai Syana,"sapa Reza.
"Hai Kak," jawab Syana lemas.
"Kenapa lemas banget," tanya Reza.
"Aku lagi bete aja,,"ucap Syana.
"Kenapa?" tanya Reza.
"Ga enak banget sih jomblo,"ucap Syana.
"Jomblo,Dimas?tanya Reza cepat.
"aku dah putus,"jawab Syana.
"Putus?"tanya Reza.
"Iya habis putus sama Kak Dimas jawab,"ucap Syana memperjelas.
"Kok bisa?"tanya Reza lagi seingatnya terakhir mereka ketemu hubungan mereka baik-baik saja.
" Rahasia,"ucap Syana .
"Jadi sekarang kamu jomblo dong,"Tanya Reza.
" Iya,nanti malam kita nonton ya,"ajak Syana.
"Boleh,"ucap Reza tersenyum bahagia.
Malam hari mereka nonton di sebuah bioskop, Syana terlihat sangat gembira saat melihat film komedi yang mereka tonton.Setelah nonton, Reza mengajak Syana makan di sebuah restoran mewah.
"Kita makan di sini?" tanya Syana, yang merasa aneh biasanya mereka hanya makan di kafe atau bahkan di pinggir jalan .
"Iya aku traktir," ucap Reza.
Mereka pun masuk ke dalam restoran,sebenarnya Syana lebih suka makan di pinggir jalan atau cafe saja namun sesekali tak apalah makan di restoran mewah.
"Gitu doang sekali-kali di restoran yang mewah ga di kaki lima terus,"ledek Syana yang selama ini Reza hanya mengajaknya ke sana.
Sesekali Reza menanyakan alasan putusnya dengan Dimas.
"Maaf ya Kak itu rahasia nggak usah tahu, yang jelasnya kami sudah putus sekarang."ucap Syana.
Setelah makan mereka memakan makanan penutup.
"Kamu mau nggak jadi pacar Kakak,"ucap Reza.
"Emang kamu mencinta aku?"tanya Syana.
"cinta banget,"jawab Reza.
"Sejak kapan?"tanya Syana.
"Sejak pertama kita ketemu."ucap Reza lagi.
"Ya udah kita pacaran," ucap Syana .
__ADS_1
Reza sudah sering menyatakan perasaannya pada seorang wanita tapi tanggapan wanita kali ini benar-benar berbeda dari wanita biasanya .
"Jadi sekarang kita pacaran,"Tanya Reza
"Iya,kita pacaran,"jawab Syana.
Reza tersenyum dan kembali memakan makanan penutupnya.
"Sayang ambilin itu dong," ucap Syana menunjuk sebuah tisu di dekat Reza.
"uhuk uhuk,"Reza tersendat makanannya, refleks Syana menepuk pundaknya dan memberi minum.
"Hati-hati dong minumnya,"ucap Syana.
"Makasih,"ucap Reza setelah meminum air yang diberikan Syana dan memberikan tisu yang diminta Syana.
Resa sedikit terkejut saat Syana memanggilnya sayang.
Di kantor Wijaya group .
Dimas terus berputar-putar di kursinya, terus berpikir apakah iya harus menelepon Ayasa lagi atau tidak.
Satu pesan chat masuk di ponsel Dimas "Pacar baru ,"tulis Syana pada chatnya dan menyertakan fotonya dan Reza.
"Huhhh, aku diputusin Syana mau deketin Ayasa orangnya udah pergi,apes banget sih gue," ucap Dimas mengeluhkan nasibnya.
Dimas tak pernah lagi melakukan panggilan kepada Ayasa, dia hanya sesekali mengirim chat mengucapkan selamat pagi, selamat siang ,selamat malam, selamat tidur, selamat beraktifitas ,dan beberapa ucapan selamat lainnya. Yang hanya di balas oleh Ayasa dengan ucapan terima kasih.
Beberapa bulan lagi Ayasa akan wisuda.
keluarga El Barack mendatangi kediaman Yoga untuk silaturahmi sekaligus melamar Ayasa untuk El Barack.
Keluarga besar Ayasa menyambut dengan hangat.
Yoga menerima niat baik El Barack begitu juga dengan keluarga Wijaya, tapi ia tidak ingin membahasnya sebelum Ayasa wisuda.
"Kami mengerti Pak,semoga saja keluarga kita dapat bersatu dengan adanya pernikahan anak-anak kita,"ucap pihak dari El Barack .
"Semoga saja Pak ,Tapi semua keputusan kembali lagi kepada anak-anak," ucap Kakek Ayasa.
Satu pesan masuk di ponsel Dimas,
Syana mengirim foto keluarga El Barack dengan caption "Jangan nyesel ya ,El Barack sudah selangkah di depan kamu,"
Dimas langsung menelpon Syana.
"Itu siapa," tanya Dimas,
"Keluarga El Barack," jawab Syana,
"Untuk apa mereka datang ke sana," tanya Dimas lagi .
"Ya untuk ngelamar Ayasa lah, emangnya Kak Dimas cuman mendam perasaan aja,"ledek Syana .
"Serius itu keluarga El Barack?" tanya Dimas tak percaya.
"Iya mereka datang untuk bersilaturahmi dan melamar Ayasa dan sepertinya samua keluarga menyukai mereka," ucap Syana memanas-manasi Dimas.
"Terus aku gimana dong," ucap Dimas.
"Sana nikah sama tembok aja,"ucap Syana lagi .
__ADS_1
"Bantuin dong," ucap Dimas ..
"Usah sendiri dong," jawab Syana.
"Emangnya Ayasa mau menikah dengan El Barack,"tanya Dimas.
"Ayasa itu anaknya penurut ,kalau papanya bilang iya ya iya, kalau tidak ya tidak." ucap Syana.
"Gitu ya," ucap Dimas.
"Udah ya Kak Dimas, Aku mau gabung banyak makanan enak di sini dah,"ucap syana mematikan teleponnya.
Keesokan harinya di kantor Dimas terus menatap Yoga, mereka berada di ruangan Bram membahas proyek baru mereka .
Pembahasannya sudah selesai mereka tinggal menghabiskan kopi dan cemilan yang ada di meja sambil berbincang ringan.
Dimas menarik nafas mengumpulkan keberaniannya.
"Pak aku mau ngelamar Ayasa," ucap Dimas tiba-tiba.
Bram terbatuk-batuk tersendak kopinya mendengar ucapan Dimas yang tiba-tiba ingin melamar Ayasa.David melongo hingga sendok yang dipegangnya terjatuh,Sedangkan Yoga yang tadi ingin meminum kopi menghentikan tangannya dan menatap tak percaya apa yang baru saja didengarnya .
Hanya Bram yang tahu perasaan Dimas pada Ayasa.Tapi semua mengira jika Dimas masih menjalin hubungan dengan Syana .
"Gimana Pak apa aku direstui terjadi di menantu bapak," ucap Dimas terbata-bata.
Tak Ada jawaban mereka masih dalam ekspresi yang sama ekspresi tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Bram masih terus batuk-batuk,ia mukul mukul dadanya.
"Pak maaf saya mau ke toilet ,"ucap Dimas mengemas berkas berkas yang menjadi tugasnya dan berlari keluar ruangan Bram .
"Dimas bilang apa tadi," tanya Yoga memandang David dan Bram .
Bram tertawa begitu dia berhasil menguasai batuknya ,David hanya mengangkat bahunya dan membereskan barang-barangnya yang berserakan di meja.
"Aku keluar dulu ya Mas, masih banyak kerjaan," ucap David meninggalkan ruangan itu menyusul Dimas.
Yoga masih terdiam di tempatnya mencerna apa yang baru saja didengarnya.
David yang penasaran langsung ke ruangan Dimas .
"Dimas, kamu serius mau nikahin Ayasa?" tanya David duduk di kursi depan Dimas .
"Kamu pikir aku bisa seberani itu ngomong gitu ke Pak Yoga kalau aku nggak beneran suka sama Ayasa."ucap Dimas pura-pura sibuk dengan berkasnya.
"wah salut aku sama kamu Dimas,kamu tahu enggak Pak Yoga punya sisi lain," ucap David dengan ekspresi serius.
"Maksudnya?" tanya Dimas menatap David.
David menceritakan bagaimana saat Yoga menghabisi para penculik yang sudah menculik Bram, dan menurut info dari istrinya dulu Yoga adalah salah satu ketua dari sebuah geng mafia.
David tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah ketakutan Dimas,
"Semoga saja kamu masih bisa bekerja di kantor ini, atau masih bisa menghirup udara, Ayasa itu anak kesayangan Pak Yoga ,"ucap David menakut-nakuti Dimas dan keluar dari ruangan Dimas .
Sejak saat itu Dimas terus menghindari Yoga bahkan menghindari tatapan mata Yoga.
"Kenapa kak Dimas nggak pernah chat lagi ya," gumam Ayasa melihat chat lama Dimas.
Ayasa sangat senang saat chat dimas masuk di ponselnya namun sudah beberapa hari ini Dimas tak mengirim chat lagi padanya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️🙏❤️❤️❤️❤️❤️😘
Terima kasih sudah tetap setia membaca, jangan pernah bosan bosan untuk memberi like dan komennya terima kasih I love you.💖