
Pagi hari Kelvin terbangun saat mendengar suara ribut di luar kamarnya, ia mengucek matanya meregangkan otot-ototnya, mencoba mendengarkan suara apa yang didengarnya tadi. Kelvin kembali mendengar suara kasak kusuk di luar sana.
Dengan malas Kelvin berjalan keluar membuka pintu kamarnya, aroma masakan langsung tercium dan menggelitik hidungnya. Kelvin baru mengingat jika Ibu Sulastri bekerja di Apartemen nya.
Kelvin menghampiri ibu Sulastri yang ada di dapur. Sebelumnya orang yang selalu membereskan Apartemennya datang saat ia sudah pergi dan saat ia kembali pekerjaannya sudah selesai, membuat mereka sangat jarang bertemu. Berbeda dengan ibu Sulastri dia datang sebelum Kelvin bangun dan membukakan sarapan untuknya.
Kelvin berjalan menghampiri Ibu Sulastri yang sedang sibuk di dapur dan melihat di meja makan sudah tersaji nasi goreng lengkap dengan telur dadar dan ayam goreng tepung sebagai pelengkapnya.
"Selamat Pagi, Nak," ucap Bu Sulastri menyapa Kelvin saat melihat Kelvin menghampiri sarapan yang dibuatnya.
"Selamat pagi juga Bu," jawab Kelvin duduk di meja makan. "Ibu masak ya?" tanya Kelvin.
"Iya, mulai sekarang Ibu akan masak buat kamu sebelum berangkat kuliah, nggak apa-apa kan?" tanya ibu Sulastri yang merasa sangat berterima kasih, berkat Kelvin banyak masalahnya bisa terselesaikan, termasuk salah satu masalah terbesarnya, ia sudah membayar hutang yang selama ini sangat mengganggunya.
"Iya enggak apa-apa lah Bu, aku senang malah dibuatin sarapan. Sudah lama aku nggak sarapan nasi goreng," ucap Kelvin lihat nasi goreng yang ada di meja terlihat sangat menggiurkan, aromanya juga sangat harum membuat perutnya jadi keroncongan.
Bu Sulastri mengambil piring dan menyendokkan nasib goreng buat Kelvin dan mendekatkan telur dadar dan ayam goreng tepung di dihadapannya.
"Makasih ya Bu," ucap Kelvin dan mulai mencicipi masakan ibu Sulastri.
"Bagaimana rasanya?" tanya Bu Sulastri masih berdiri di dekat Kelvin.
"Enak Bu, aku jadi ingat masakan Bunda " jujur Kelvin.
"Ya sudah ya, lanjutkan makannya Ibu akan lanjut beberesnya," ucap Ibu Sulastri kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
Hari berganti hari. Kelvin sangat senang, semenjak Ibu Sulastri bekerja di rumahnya ia tak merasa kesepian lagi. Setiap hari Bu Sulastri memasak makanan untuknya bahkan sebelum pulang Ibu Sulastri sengaja memasak makan malam untuk Kelvin tak jarang Ibu Sulastri membawa anak bungsunya yang seusia dengan Arsy.
Kevin juga memberikan uang belanja kepada Ibu Sulastri, Untuk membeli bahan makanan.
Sementara itu di kediaman pak Surya, semua sudah terlihat sibuk menyiapkan acara pernikahan Syana yang akan berlangsung beberapa jam lagi.
Sesuai keinginan ustaz Ilham dan Syana acara pernikahan mereka dilakukan secara sederhana dan hanya mengundang sanak saudara dan beberapa kolega penting, teman-teman Kedua mempelai juga di undangnya.
Pak Wijaya menyetujui keinginan Cucunya agar pernikahannya dilaksanakan secara sederhana saja. Berhubung sebulan lalu mereka sudah mengadakan pesta besar saat pernikahan Arya.
Syana Sudah dirias di kamarnya. Dia terlihat begitu cantik, Syana memutuskan untuk mengenakan hijab dimulai dari hari ini.
Iya akan menyandang status sebagai istri seorang ustaz, sepertinya akan lebih baik jika ia mulai belajar sedikit demi sedikit ilmu agama dimulai dengan menutup auratnya.
__ADS_1
Ustaz Ilham sangat senang saat mendengar Syana mengatakan bahwa ia ingin memakai hijab dan meminta pendapatnya. Ustaz Ilham mendukungnya 100% bahkan iya memang berharap jika Syana mau menutup auratnya saat menjadi istrinya.
Support dari ustaz Ilham membuat Isyana semakin mantap untuk hijrah dan memakai hijab.
Rombongan ustaz Ilham sudah datang.
"Dek. calon suami kamu sudah datang," ucap Isabela menghampiri adiknya di kamar pengantin.
"Aku kok deg-degan ya kak?" ucap Syana menggenggam tangan Isabela dan memintanya merasakan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang
"Itu wajar, Dek. Orang pasti deg-degan di saat-saat seperti ini," ucap Isabela yang bisa merasakan dinginnya tangan adiknya itu.
"Kakak keluar dulu ya, kamu disini saja," ucap Isabella.
"Kak panggilkan Ayasa ya!!," pinta Syana.
"Iya, kakak akan memanggil Ayasa dan Raina untuk menemanimu. Kamu santai saja." ucap Isabela menyemangati adiknya sebelum keluar kamar.
"Kakak keluar dulu ya, menemui para tamu, Kakak akan ke sini lagi saat sudah waktunya kau keluar," ucap Isabella.
Syana mengelus dadanya dan kembali menghembuskannya secara perlahan.
"Santai saja jangan terlalu tegang, semangat," ucap Isabela sebelum keluar menyemangati adiknya. Dengan menaikkan tangannya, isyarat menyemangati Syana. Syana membalas isyarat kakaknya tersebut dengan juga menaikkan kepalan tangannya.
Ponsel Syana berdering dan tertera nama Kelvin disana, Syana langsung mengangkatnya. Itu adalah panggilan video dari kelvin.
"Wah Kakak cantik sekali," ucap Kelvin melihat Syana memakai hijab. "Selamat menempuh hidup baru ya kak."
"Bagaimana? Apa aku terlihat cocok memakainya?" tanya Syana.
"Cocok Kak, Kakak terlihat lebih cantik," jujur Kelvin.
"Makasih ya, Kakak jadi lebih semangat untuk belajar ilmu agama," ucap Syana.
"Maaf ya, Kak. Aku nggak bisa hadir di acara pernikahan kakak. Tugas kuliahku terlalu banyak dan beberapa urusan kantor juga tak bisa ditinggalkan," sesal Kelvin.
"Enggak apa-apa kok, Dek. Kakak ngerti kamu lagi sibuk di sana, terima kasih ya sudah menelpon kakak. Kakak sangat deg-degan saat ini,"ucap Syana.
"Kakak dengan siapa di sana?" tanya Kelvin yang tak mendengar suara apapun selain Syana.
__ADS_1
"Kakak sendiri, Kak Isabella baru memanggil Ayasa dan Raina untuk menemaniku," jawab Syana menyimpan ponselnya di atas meja agar ia bisa mudah berbicara dengan Kelvin tanpa memegang ponselnya.
Tak lama kemudian, Raina, Ayasa dan Natali datang dan langsung menghampiri Syana, mereka juga sangat kagum dengan kecantikan Syana hari ini.
"Wah Alhamdulillah, kakak memutuskan untuk berhijab ya?" tanya Raina menghampiri Syana.
"Iya, dek. Enggak enak kan dilihatnya suami kakak ustaz istrinya memakai pakaian seksi," canda Syana.
Di saat menegangkan seperti ini Syana masih bisa menghibur dirinya sendiri dengan terus melontarkan candaannya. Membuat mereka yang justru terhibur dengan Syana. Meraka ikut tertawa bersamanya.
Panggilan video Kelvin masih tersambung, Kelvin bisa melihat mereka semua khususnya Kevin bisa melihat Natali yang hari ini juga terlihat cantik. Kelvin hanya diam melihat kebersamaan mereka.
Isabela datang, "Ayo, ijab kabulnya sebentar lagi akan dimulai," panggil Isabela membuat Syana kembali panik.
"Bagaimana penampilanku? Apa masih bagus? Bagaimana dengan hijabnya? apakah ada masalah?" Cerca Syana.
"Iya, semuanya masih oke kok, Kamu masih sangat cantik," ucap Isabela memakaikan sendal pada Syana dan membantunya untuk berdiri, kembali merapikan gaun pengantinnya.
Syana terus menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan berusaha untuk menetralkan detak jantungnya yang berdetak semakin kencang.
"Oke, Kak. Aku siap," ucap Syana. Mereka pun keluar dari kamar dan menuju ke tempat akad nikah.
Saat Natali berbalik untuk ikut keluar, tanpa sengaja ia melihat ponsel Syana yang ada di atas meja. Ia bisa melihat jika Kelvin sedang melihat ke arahnya.
Syana menyipitkan matanya mencoba melihat apa benar yang di layar ponsel itu adalah Kelvin. Ia itu adalah Kelvin yang sedang melakukan video call.
Kelvin yang menyadari jika Natali sudah melihatnya melambaikan tangan dan melempar ciuman kepada Natali. Natali hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan Kelvin dan ikut keluar menyusul yang lainnya.
ππππππππππ
Terima kasih sudah membacaπ
Saran dan kritik masih sangat dibutuhkanβΊοΈ
jangan lupa ya Kak beri dukungannya dengan tetap memberi klik like, vote dan Komennya
Salam darikuπ€
Author m anhaβ€οΈ
__ADS_1
Love you all πππ
πππππππππππππ