Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Putra Milyarder


__ADS_3

"Akhirnya mereka keluar juga," batin Gavin saat melihat Diandra dan Syana.


Gavin bernapas lega saat melihat Diandra dan Syana keluar dari ruangannya,


"Mbak Dina Udah dulu, Diandra sudah keluar," ucap Gavin langsung kabur tanpa menunggu jawaban dari Mbak Dina yang menatapnya tak rela..


Dina kembali ingin menarik tangan Gavin. Namun dengan cepat Gavin meninggalkan Dina yang cemburu melihat Gavin pergi.


"Bagaimana sudah jadi desainnya? Coba lihat seperti apa!" Meminta hasil rancangan Syana.


"Udah Kakak simpan, nanti kalau udah jadi kamu boleh lihat."


"Sekarang dong, kak! Aku penasaran," ucap Gavin.


"Nanti aja, kalau sudah jadi. Kita mau ke Mall," ucap Syana berjalan keluar menggandeng Diandra.


Gavin tak banyak bertanya lagi dan mengikuti mereka, Ia langsung membukakan pintu mobilnya  untuk Diandra dan segera melajukan mobilnya ke Mall terbesar di kota itu sesuai keinginan Syana.


Ratu shopping itulah julukan Syana sewaktu dulu saat ia belum menikah dengan Ustaz Ilham, tapi semua itu sudah menjadi kenangan. Namun bakatnya masih melekat erat di urat-urat nadi Syana, tak perlu di ragukan lagi.


Mereka sudah sampai di Mall, yang paling bersemangat adalah Syana,


"Aduh, udah ga sabar pengen ngeborong," ucap Syana begitu turun dari mobil.


 Walau  bukan untuk dirinya sendiri, tapi kesenangan memilih-milih pakaian dan mendengarkan suara gesekan kartu di mesin kasir membuat adrenalinnya meronta-ronta.


"Diandra kamu siap?" tanya Syana bersemangat.


Diandra hanya mengangguk samar.


"Gavin mana kartu kamu?" ucap Syana mengulurkan tangannya.


"Ngapain juga Kakak pake kartuku," ucap Gavin melihat Syana dengan tatapan bingung. 


"Yang untuk shopping lah," jawab Syana santai.


"Terus, kenapa minta sama aku?"


Syana menghembuskan nafas dan melipat tangannya didada, "Gavin yang mau shopping itu bukan aku, tapi calon istri kamu. Diandra ingin membeli pakaian untuk berhijab, Diandra ingin berhijab."


Gavin merasa senang mendengar apa yang diucapkan Syana dan tanpa ragi langsung memberikan kartu milik nya.


Syana langsung mengambil dan menarik Diandra masuk kedalam Mall, mulai perburuan nya memasuki satu demi satu tokoh, memilih beberapa macam pakaian khusus berhijab mulai dari tunik, gamis dan beberapa model khusus wanita berhijab. Gavin hanya mengikuti mereka dari belakang. Jika mengenai pakaian ia tak terlalu mengerti.


Seiring berkembangnya zaman pakaian untuk wanita berhijab sudah berbagai macam dan tak kalah modis nya dengan pakaian lain.


Bukan hanya baju dan hijab, Syana juga membeli beberapa tas branded sepatu, sandal jam tangan dan semuanya itu memiliki harga selangit.

__ADS_1


Syana sengaja ingin menguras isi dompet Gavin, mengambil kesempatan selagi kartu Gavin ada di tangannya.


"Gavin tanpa batas kan?" tanya Syana mengacungkan kartu Gavin yang di pegangnya.


"Iya," jawab Gavin singkat.


Syana yang sudah lama tak pernah shopping hari ini benar-benar kalap, dia membeli apa saja yang menarik minatnya tanpa memperdulikan harga. 


Diandra akan menjadi bagian dari keluarga Wijaya, barang mewah dan branded Sudah menjadi kewajiban yang harus ia miliki.


"Kak, ini udah kebanyakan, ini semua sudah cukup" ucap Diandra melihat barang yang telah mereka beli . 


"Udah, tenang aja. Gavin tak akan marah walaupun kita habiskan uangnya."


"Tapi, Kak!"


"Kamu ga usah sungkan, Kakak bisa lihat Gavin sangat mencintai kamu," bisik Syana.


Entah sudah berapa ratusan juta yang dikeluarkan Syana.Namun, Gavin hanya santai melihatnya.


"Kenapa Gavin nggak menegur sih," batin Syana, ia sengaja ingin mempermalukan Gavin di depan Diandra dengan membeli banyak barang mewah agar Gavin menegurnya.


Bukannya Gavin menegurnya, ia bahkan  sesekali mengambil barang yang dianggapnya cocok untuk Diandra. Gavin sudah sering memberikan barang-barang untuk para mantan nya, jadi ia tahu mana barang yang disukai oleh wanita. Khusus merek tas.


"Gavin uang kamu banyak, ya! Kok dari tadi di kami nggak  keberatan aku membelanjakannya?" tanya Syana.


Selain ingin membelikan pakaian agar Diandra terlihat modis, Ia juga memiliki niat ingin mengejek Gavin saat kartunya tak mampu membayar belanjaannya, tapi sepertinya nya semua mampu dibayar hanya dengan satu kartu Gavin.


"Aku masih punya banyak," ucap Gavin perlihatkan kartu di kartu di dompetnya .


"Udah jangan sombong, aku tahu kau punya banyak uang," ucap Syana melengos  pergi menarik tangan Diandra.


Syana baru berhenti menghamburkan uang Gavin setelah ponselnya berdering dan itu panggilan dari ibunya. mengabarkan jika Putra Sudah dari tadi mencarinya.


"Diandra, udah ya, anak kakak nangis, nanti kita lanjut lagi," ucap Diandra menyimpan ponselnya di dalam tas.


"Iya, Kak! nggak papa. Ini semua sudah lebih dari cukup kok, kak."


"Anak kakak akan nangis kalau mau tidur  nggak ada kakak," ucap sana. Mereka pun keluar dari mall.


Semua mata tertuju kepada mereka yang jalan yang diikuti oleh beberapa karyawan toko tempat mereka berbelanja tadinya.


Syana yang lagi-lagi ingin mengerjai Gavin dengan menyuruhnya membawa semua barang yang mereka beli kembali gagal.


 Syana sudah tertawa sendiri membayangkan saat Gavin memenuhi belanjaan mereka di tangannya dengan barang-barang belanjaan tersebut serta kesusahan berjalan karena barang belanjaan mereka menutupi wajah Gavin, tapi bayangan itu buyar sudah saat melihat beberapa karyawan membawa barang belanjaannya merek


 Gavin tinngal membuka dompet dan memberikan uang kepada karyawan toko agar membantunya membawa barang yang ia beli dan begitulah di setiap tokoh sehingga ada puluhan karyawan yang mengikuti mereka berjalan dibelakang mereka dengan Gavin yang berjalan santai di samping Diandra.

__ADS_1


Bukannya  mempermalukan Gavin, Syana  justru mempermalukan dirinya sendiri juga Diandra. Mereka, malu karena hampir semua pengunjung mall yang mereka lewati menatap heran entah mereka memuji atau mencibir hanya mereka yang tau.


Sebelum pulang Gavin dan Diandra mengantar Syana kerumahnya.


"Kalian nggak mampir dulu?" tanya sana setelah Ia turun dari mobil Gavin.


"Nggak deh, Kak! Aku capek banget seharian jalan nemenin kalian. Emang kalian nggak capek apa?" 


"Nggak dong, walau seharian juga nggak kerasa," ucap Syana turun dari mobil.


"Makasih ya, Kak!" Ucap Diandra


"Iya, sama-sama,"


Gavin melajukan mobilnya meninggalkan kediaman pak Surya.


"Kamu mau langsung pulang atau masih mau jalan lagi?" tanya Gavin yang kini melembutkan ada suaranya saat berbicara


dengan Diandra berbeda saat dia berbicara dengan Syana.


"Kita pulang aja deh! Aku juga capek, kak," ucap Diandra.


Mereka Pun pulang, begitu sampai di rumah semua yang ada di rumah itu melihat heran saat melihat bi Yanti, Mbak Lala bahkan Pak Slamet membawa belanjaan Gavin masuk ke kamar Diandra. Mereka bahkan kesulitan membawanya saking banyaknya.


Diandra merasa tak enak, dia baru menyadari jika terlalu banyak yang ia beli dan semua itu adalah pilihan Syana.


Mikaila mendekati Diandra, kalian dari shopping?" tanya Mikaila melihat barang-barang yang di bawah semua asisten rumah tangga nya.


"Iya bunda, tadi kak syana yang nemenin belanja, aku juga nggak nyangka akan sebanyak ini, Kebanyakan ya, Bunda," ucap Diandra merasa tak enak.


"Masih sedikit, besok Bunda temenin lagi, kita pakai kartu calon mertua kamu. Kita bisa beli lebih banyak!" ucap Mikaila  mengedipkan matanya. Kemudian berlalu meninggalkan Diandra dan ikut bergabung dengan Arsy dan Clara yang sedang mewarnai.


Diandra melongo mendengar apa yang dikatakan oleh Mikaila.


"Besok mau shopping lagi, itu barang-barang mau disimpan di mana," batin Diandra. 


Biasanya Diandra dan Clara membeli  pakaian benar-benar hanya yang sangat dibutuhkannya saja. Ini baru pertama kalinya ia shopping dengan cara seperti itu.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Terima kasih sudah membaca 🙏


mampir kak ramaikan karya baruku.



Makasih kak.🙏

__ADS_1


salam dariku


💖💖💖💖😭


__ADS_2