Pilihan Ku

Pilihan Ku
Gavin kesayangan semua.


__ADS_3

Hari ini Mikaila berbelanja sendiri,ia membeli beberapa kebutuhan pribadinya.


"non ga ada keinginan untuk belajar bawa mobil sendiri?"tanya pak slamat yang sedang menyetir.


"enggak ah pak,aku ga berani,kan ada bapak yang anterin."jawab Mikaila.


"kan kalau bapak lagi sakit ,non bisa bawa mobilnya sendiri."


"iya juga ya pak,"membenarkan ucapan Pak slamat.


"mau saya ajarin non?"tanya pak slamat.


"boleh deh pak,tapi jangan bilang-bilang mas Bram ya,entar di larang lagi,"ucap Mikaila.


Pak slamat hanya mengangguk.


Awalnya Mikaila hanya berlatih di halaman rumah,Mempelajari cara-cara membawa mobil.mana gas,rem dan sebagainya.


Maju mundur secara perlahan.


Mikaila sedikit-sedikit sudah lancar,pak slamat akhirnya membawa Mikaila belajar di jalan yang sepi,tak banyak mobil yang lewat disana.


Setelah beberapa hari berlatih, Mikaila mencoba membawa mobil di jalan raya tentu saja dengan pengawasan pak slamat.


Hari ini Bi Yanti ingin ke pasar,


"pak,anterin ke pasar."ucap Bu Yanti kepada suaminya.


Mikaila yang melihat anak-anak sedang bermain dengan satpam, ikut bersama bi Yanti,sudah lama ia tidak ke pasar.


Saat di jalan Mikaila meminta agar dia yang menyetir,


"pak pinggir dulu,biar saya yang menyetir,"ucap Mikaila pada pak slamat.


Dengan santai pak slamat menepikan mobilnya.


"pak,mau ngapain,"tanya bi Yanti.


"ibu ga denger apa kata non Kaila tadi,non Kaila ingin menyetir,"jawab pak slamat turun dari mobil,berganti posisi dengan Mikaila.


Bi Yanti menelan ludah nya,ia tak pernah melihat majikannya itu membawa mobil dan setahunya Mikaila tidak bisa membawa mobil.


"siap bi,pegangan"ucap Mikaila melihat wajah panik bi Yanti.


Pak slamat duduk santai di kursi belakang.


"yakin pak,"tanya bi Yanti pada suaminya.


"kita berdoa aja Bu,"jawab pak slamat mencandai istrinya.


Mikaila mulai menjalankan mobilnya,bi Yanti memegang erat pegangan yang ada di sampingnya,mulutnya komat-kamit entah doa apa yang ia panjatkan .


Pak slamat dengan santai mengarahkan jalan mana yang harus mereka lewati.


Bi Yanti baru merasa lega saat sampai di parkiran pasar,,


"bapak tau non Kaila bisa bawa mobil?"tanya bi Yanti melihat suaminya.


"tau lah Bu,kan bapak yang ngajarin.Lagian kalau non Kaila ga bisa bawa mobil mana berani bapak izinkan dia menyetir Bu,"

__ADS_1


Bi Yanti menggeleng mendengar ucapan pak slamat,yang tak lain adalah suaminya sendiri.


Mikaila dan bi Yanti masuk ke pasar,pak Slamat lebih memilih duduk di warung depan pasar,memesan kopi dan pisang goreng.


Mikaila dengan santai memiliki sayuran , daging,ikan dan masih banyak lagi.


"Ini ga kebanyakan Bi," tanya Kaila melihat belanjaan mereka,,,setau dia masih banyak bahan makanan di kulkas yang di belinya di supermarket.


"enggak non,bibi bisa belanja segini kalau kepasar.kalau ada lebihnya bisa di kasih pak Wawan dan mba Lala untuk mereka bawa pulang.Bibi sudah izin dengan tuan.


Mikaila hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan bi Yanti.


Matanya tertuju pada donat dan beberapa kue lainnya yang ia pernah jual saat sekolah.


Seorang ibu dengan menggendong anaknya menjajakan jualannya ke para pedagang


Mikaila melihat jualan ibu itu masih sangat banyak, Mikaila membeli semua jualan ibu itu.Ia tau betul betapa sulitnya mencari uang dengan berjualan kue.


Saat pulang Mikaila sudah kelelahan,sehingga pak slamat yang membawa mobil.


Saat di lampu merah, Mikaila memberikan kue tadi kepada anak-anak yang menjajakan dagangannya.


Mereka sangat senang mendapat makanan dan langsung membagi-bagikan kepada teman temannya.


Sesampainya di rumah Mikaila langsung ke kamar melihat anak-anak nya Sedang tertidur.


Ia kemudian mandi dan ikut tertidur di samping anak-anaknya.


Hari ini ia sangat lelah,berkeliling di pasar menawar berbagai macam bahan makan...


Mikaila terbangun dan mengingat masa-masa ia membuat kue,


Mikaila turun ke dapur mencari bahan-bahan untuk membuat kue donat,


"cari apa non?"tanya mba Lala.


"cari tepung,"jawab Mikaila mengambil kursi dan melihat di lemari atas.


"biar saya yang ambil,"jawab mba Lala yang melihat Mikaila kesulitan menggapai tepung.


"saya bisa ko mba,mba Lala lanjuti aja kerjanya.


Mba Lala pun kembali ke belakang,ia memang sedang menyapu halaman belakang.


Mikaila terus berusaha menggapai tepung yang agak tinggi,ia belum bisa menggapainya walau sudah menggunakan kursi dan berjinjit.


Mikaila sedikit melompat di atas kursi dan


buk,,,Kaila terjatuh dan kaki terkilir.


Bi Yanti ya masuk ke dapur langsung menghampiri Mikaila dan Membantunya duduk di kursi.


Mikaila meringis memegang kakinya.


"adu bi sakit,"keluh Mikaila.


"emangnya non mau ambil apa sampai bisa jatuh kaya gini,".tanya bi Yanti.


"Kamu jatuh,"tanya Bram yang baru pulang kantor dan mendengar ucapan bi yanti.

__ADS_1


"itu mas,aku mau buat donat.aku mau ambil tepung di situ,"tunjuk Mikaila pada tempat tepung itu berada.


Bram dengan postur tubuh tingginya dengan mudah mengambil tepung itu dari lemari.


Bram berjongkok melihat pergelangan kaki istrinya.


"kalau kamu mau makan donat, kenapa ga minta mas beliin aja."


"aku maunya buat sendiri mas,"


Bram melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya.


Mengangkat Mikaila ke meja dapur dan menyiapkan alat dan bahan untuk membuat donat.


Bi Yanti yang melihat apa yang di lakukan Bram memilih meninggalkan mereka berdua.


Bram mulai membuat donat dengan arahan Mikaila.


Mencampur semua bahan dan mulai proses tersulit dalan membuat donat.Mengaduk adonan sampai benar-benar kalis.


Arya dan adik-adiknya turun,mereka baru saja bangun dan di mandikan oleh mba Siti.


Mereka menghampiri papa bundanya yang ada di dapur.


Awalnya mereka hanya melihat lama kelamaan mereka ikut mengaduk adonan donat bersama papanya.


Saat Arya dan Kelvin mengaduk adonan Gavin lebih tertarik pada tepung.


Saat adonan sudah siap,mereka mulai membuat bulatan-bulatan kecil dari adonan tadi.


Sambil menunggu adonannya mengembang,Mikaila menyuruh mereka membuat toping.


Mereka melelehkan coklat dan beberapa bahan lainya.


Mikaila hanya mengarahkan saja sambil terus merekam pekerjaan mereka.


Masuk ke proses penggorengan,ini adalah tugas Bram,walau sedikit gosong namun Bram berhasil menggoreng semua donat.


Arya dan Kelvin bertugas menghias donat,


Ta,,da.Ucap ketiganya menyerahkan sepiring donat berbagai rasa kepada Mikaila.


Mereka mencicipi donat bersama-sama.


"yammi,"ucap Kelvin.


Ada yang tau kemana Gavin?????


Disaat yang lain asyik makan donat,mba Siti justru memukul jidatnya melihat Gavin yang baru saja di mandikan ya kini bermandikan tepung.


Mba Lala yang baru masuk hanya bisa mengelus dada,lantai yang baru saja di bersihkan ya,kini harus di bersihkan kembali.


Bram dan Mikaila hanya bisa tertawa melihat penderita kedua asisten rumah tangganya.


Gavin yang merasa semua memperhatikannya hanya bisa tertawa memperlihatkan deretan giginya yang belum lengkap.


Terima kasih.


Jangan lupa like dan komennya 🙏💗💗.

__ADS_1


__ADS_2