
Semenjak sakit,Ayah bram memelihara ikan hias adalah di rahnya.Ia bahkan memiliki ruang khusus untuk menyimpan ikan-ikan kesayangannya.Ayah Bram juga membuat akuarium besar di ruang ruang tamu.Dan itulah tempat favorit Arya saat berkunjung ke rumah kakek nya.
David lagi-lagi di buat iri pada keluarga kekasihnya ini,suasana makan malam yang begitu hangat dan harmonis.
ini pertama kalinya ia makan di meja makan bersama keluarga besar Arabela.
"David sekali-kali ajak ibumu berkunjung kemari,agar keluarga kita juga bisa lebih akrab."ucap ibu Arabela
"iya Bu,nanti David ajak ibu kesini."
"Ayah tidak melarang kalian menjalin hubungan,tapi lebih baik kalian menghalalkan hubungan kalian."
"iya,ayah.tapi Bela untuk saat ini belum siap untuk menikah,"jawab Arabela.
"Ayah hanya memberi saran,"
"iya Ayah."
Saat sedang berbincang-bincang di ruang keluarga
"Bram sebaiknya kamu cari pengasuh lagi untuk anak-anak mu,mereka sudah semakin aktif."ucap Anindita yang melihat si kembar sudah aktif merangkak.
"iya maunya juga gitu mba,belum ada yang cocok aja."
"kalau kamu mau,mba bisa minta no Sumi pengasuh Ayasa kerumahmu.Ayasa sudah besar,tak butuh pengasuh lagi."
"boleh mba, Bram ga berani mempekerjakan orang baru untuk mengasuh anak-anak."
Isabela ,Ayasa dan Syana bermain bersama Arya dan si kembar.
"ibu Ayasa juga mau punya adik"ucap Ayasa merengek kepada Arandita.
"punya adik,kamu ko tiba-tiba minta adik si sayang?"
"Arya yang masih kecil aja punya adik, teman-teman aku juga banyak yang punya adik bayi Bu, Bu boleh ya!"bujuk rayu Ayasa.
"iya dek,Ayasa udah besar, sebaiknya kamu mulai program kehamilan.Ingat usia kamu sudah tidak muda lagi,sampai kapan kamu menundanya."Saran Anin.
"iya Aran,ibu setuju.kamu ga pingin ngasi Yoga seorang putra."
"iya Bu,nanti Aran diskusikan dulu dengan mas Yoga."
"mama kita bawa pulang Ade Kelvin ya mah"ucap Syana sambil bermain dengan sikembar.
"iya ma,besok biar aku anter sekalian dengan bi Sumi."ucap Isabela yang mendapat anggukan kepala Syana.
Mendengar hal itu Ayasa langsung mengangkat Gavin ke pangkuan ibunya.
"Bu kita bawah Gavin ya Bu."
"kalau papa sama bundanya ngizinin ibu juga mau bawa Gavin."
"boleh ya om"ucap Syana."
__ADS_1
"emangnya kalian bisa jagain mereka?"
"bisa dong om,Ayasa kan udah besar."
"mereka rewel ga kalau malam?"tanya Anin.
"enggak ko mba,selama mereka kenyang dan nyaman."jawab Mikaila.
"stok ASI-nya ada?"
"ada banyak mba,"
"aku siapin kebutuhan mereka dulu ya Tante,"
Isabela langsung ke atas di susul Mikaila.
mereka menyiapkan kebutuhan sikembar.
Ayasa dan Syana turun dengan membawa keperluan bayi yang akan mereka bawa pulang.
"kalian yakin mau bawa pulang mereka?"tanya ibu.
"iya Bu,sudah lama ga ada bayi di rumah,"ucap Anin.
"kalau ibu tau mereka sudah bisa pisah sama bundanya,sudah ibu bawa pulang kesini dari dulu.kalau Arya suka nyariin bundanya kalau mau tidur."ucap ibu tidak rela cucunya di bawah Anin dan Aran.
Arya yang sudah tertidur karena kelelahan bermain di kolam renang.ia di gendong ke dalam mobil dan mereka pun pulang.
Begitu juga dengan Kelvin yang terlihat masih bermain dengan Syana di mobil mereka.
Ayasa bermain hingga tengah malam bersama Gavin di kamarnya,hingga mereka kekalahan dan tertidur pulas.begitu juga yang di alami Kelvin di rumah Syana,ia tertidur pulas setelah lelah bermain dan di beri ASI yang sudah Mikaila siapkan di botol khusus penyimpanan ASI.
Pukul 3 dini hari Arya terbangun di kamarnya,ia mencari adik-adiknya yang biasa tidur di dekatnya.
Bram sengaja membeli tempat tidur khusus untuk anak-anaknya yang berukuran besar, dengan sekat kecil sebagai pemisah agar saat tidak saling menindih saat tidur.
"unda"teriak Arya memanggil bundanya,
kamar anaknya hanya terhalang pintu dari kamarnya,dan Mikaila sengaja tak menutup pintunya agar mudah mendengar dan melihat anak-anaknya.ia akan menutupinya di saat-saat tertentu saja.
Mendengar panggilan Arya yang sudah menagis Mikaila menghampiri Arya.
"ada apa sayang,kakak ko nangis?"
"Ade ana unda?"tanya Arya menunjuk tempat tidur adiknya yang kosong.
Mikaila bingung harus bilang apa,ia menggendong dan membawa Arya ke kamarnya.
"kita bibi lagi ya dekat papa,"bujuk Kaila mengalihkan perhatian Arya.
"Ade ana unda?"tanya Arya lagi,"
"Ade lagi main-main sayang,"
__ADS_1
"ain-ain di ana?"
"dimana ya,"bingung sendiri.
"Ade lagi nginap di rumah kakak Syana dan Ayasa."ucap Bram yang masih memejamkan matanya.
Mikaila melotot mendengar kejujuran dari Bram,dari tadi ia menyembunyikan keberadaan adiknya itu agar ia tak menangis dan mau tidur kembali.
Arya langsung menagis mendengar ucapan papanya.
"Ade Aya,Ade Aya,"Arya terus menangis memanggil manggil nama adiknya.
Bram dan mikaila membujuk dengan berbagai cara,namun Arya tetap menginginkan adiknya.
Bram akhirnya menelfon Yoga dan Isabela meminta mereka mengembalikan sikembar.
Isabela hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke rumah Bram karena jaraknya memang tidak terlalu jauh dan jalanan sedang sepi.
Isabela datang dengan menggunakan piama helokitty kegemarannya,sedangkan Kelvin masih tertidur pulas di gendongan oleh BI Sumi,pengasuh yang akan bekerja di rumah Bram
Isabela masuk ke kamar tamu untuk tidur kembali,sedangkan Mikaila mengantar bi sumi ke kamarnya.
Arya menghampiri adiknya saat bi Sumi menidurkannya di kasur.
"Ade Apin ana unda,"
"sabar ya,Ade masih di jalan di antar om Yoga."
Arya ikut berbaring dan memeluk Kelvin.
Sekitar satu jam setengah Yoga datang juga datang sambil menggendong Gavin yang juga masih tertidur.
"maaf ya mas jadi merepotkan"ucap Bram mengambil Gavin dari gendongan Yoga,
"aku langsung pulang ya,ada rapat dengan klien pagi ini,"ucap yoga meletakkan barang-barang Gavin di sofa.
"hati-hati ya mas,"
Bram membaringkan Gavin di dekat Arya dan yang masih terjaga menunggu adiknya.
"kakak bobo lagi ya,adenya juga masih bobo kan."
"ote papa"jawabnya dengan suara seraknya karena terlalu lama menagis dan menahan kantuknya.
Arya memeluk adik-adiknya lalu ikut tertidur.
Bram mengecup kening anak-anaknya bergantian,sebenarnya ia juga merasa ada yang kurang di hatinya saat mereka pulang tanpa membawa kedua putranya.
Bram ikut berbaring di di samping Gavin dan ikut tertidur.
Mikaila tersenyum saat melihat ke 4 pria tampan yang tertidur pulas dengan saling berpelukan.
"Terimakasih ya Allah atas rezeki yang engkau berikan,jagalah kami semua."
__ADS_1
batin Kaila.