Pilihan Ku

Pilihan Ku
Penampilan Baru.


__ADS_3

Jessica berhasil kabur,ia kembali ke rumah nya dan tak menemukan Natali dan Raina di sana,,,ia menanyakan kepada para tetangga namun tak satupun yang melihat mereka...


Rumah tersebut masih sama saat terakhir ia meninggal nya.


"Dimana mereka,,apa mereka baik-baik saja."batin Jessica.


Ia kemudian meninggal kota itu dan memulai dari awal lagi sambil mencari adik-adiknya.


Di pesantren.


Raina berdiri di jendela kamar nya,,ia memegang liontinnya.


"kak Arya,, kenapa lama sekali datangnya."batin Raina.


Sekarang ia hanya memiliki kalung itu,, satu satunya kenangan dari Arya yang tersisa.


Paman Roy yang selama ini menjaga mereka memutuskan untuk menyekolahkan mereka di pesantren nya,,,


Raina memulai harinya,ia sudah pasrah kemana kehidupan akan membawanya,ia sudah melalui banyak kejadian hingga sampai di titik ini.


Raina mengenakan hijabnya dan bersiap untuk kesekolah.


Di kota X.


Di sebuah restoran,,,


Mikaila dan anak-anaknya sedang makan siang,Raihan yang kebetulan sedang rapat di sana menghampiri mereka setelah rapat nya selesai.


Sebenarnya Mikaila sedikit risih saat Raihan mendekatinya, namun ia tak mungkin mengusir nya.


Mereka mengobrol Santai.


"selamat siang Bu,"sapa Dimas menghampiri mereka.


"ehhh mas Dimas,,,mau makan juga?"tanya Mikaila.


"iya Bu,"jawab Dimas.


Sebenarnya Dimas sedari tadi melihat Mikaila,namun ia ragu untuk menghindari nya.


Saat melihat Raihan menghampiri Mikaila ia menjadi tak rela melihat pemandangan di hadapannya.


"mari gabung dengan kita aja,"ucap Mikaila menunjuk kursi kosong di dekat Raihan.


Perbincangan kini di dominasi oleh Dimas,Raihan merasa tak senang dengan kehadiran Dimas namun Mikaila justru sangat terhibur....


Mikaila lebih senang bertemu dengan Dimas dari pada Raihan.


Mikaila mengeluarkan sebuah undangan untuk mereka berdua.


"jangan lupa datang ya,"ucap Mikaila.


"pasti Bu,"jawab Dimas cepat.


Mikaila meninggalkan restoran dan mereka berdua.


"Dimas menatap sinis Raihan dan ikut meninggalkan tempat itu.


Malam hari Dimas memamerkan kartu undangan nya kepada Bayu.


"lihat mas,,ini undangan dari Wijaya grup."ucap Dimas mengibas-ngibaskan kartu tersebut di depan Bayu.


Tanpa kata Bayu memperlihatkan 2 kartu undangan yang ada di tangannya.

__ADS_1


"mas dapat undangan juga,"tanya Dimas.


"iya dong,,pak Yoga yang memberikan nya langsung dan ini untuk Arjuna."jawab Bayu duduk di sofa.


"Juna apa kabar ya,,,ko belum balik juga,"ucap Dimas.


"mudah-mudahan ia cepat kembali dan bisa datang di acara ini."ucap Bayu memasukkan undangan ke paper bag jas Bram.


Di gedung perkantoran Wijaya grup,


Pesta di selenggarakan dengan sangat mewah, banyak tamu-tamu penting yang datang ke acara ini.


Yoga sedari tadi merasa gelisah,acara akan di mulai namun Bram belum juga datang.


Yoga menelfon Bayu.


"Apa Bram atau Arjuna Belum datang?"tanya Yoga.


"belum pak,"jawab Bayu.


"acara sudah di mulai,kamu datang lah."


"baik pak,"ucap Bayu menaruh ponselnya di sakunya.


"Dimas ayo kita berangkat."teriak Bayu memanggil Dimas yang masih betah di kamar mandi.Belakangan ini penyakit sembelit nya kambuh.


"bentar mas,,, masih proses,"balas meneriaki Bayu.


Lama Bayu menunggu,ia mengetuk pintu kamar mandi,,,


"Dimas,,kamu baik-baik saja?"tanya Bayu.


"iya mas,,,mas dulu aja,,,nanti aku nyusul sekalian nunggu Juna.,"jawab Dimas yang masih konsentrasi dengan perutnya.


Bayu pergi ke pesta sendiri lebih dulu.


Saat Dimas sudah selesai dan bersiap untuk pergi Bram datang,Bram masuk ke kamar dan melihat Dimas sudah rapi.


"mau kemana Dim,?"tanya Bram.


"ada pesta di kantor ibu bos,,Bayu nyuruh kamu juga datang,"ucap Dimas masih merapikan pakaian nya di depan cermin dan menunjukkan paper bag yang ada di atas kasur.


"Aku capek banget ,,aku mau istirahat aja,"ucap Bram merebahkan tubuhnya.


"ayolah,,,sana mandi dulu.Aku tunggu di luar, jangan lama-lama,"ucap Dimas keluar kamar.


Dengan malas Bram akhirnya mandi dan bersiap-siap,,ia mengenakan jas yang di berikan oleh Yoga.Sangat pas di badannya karena itu memang miliknya.


Bukan hanya stelan jas,Yoga juga memasukkan sepatu dan jam tangan mahal milik Bram.


Dimas memutar-mutar kunci mobil Bram di jari telunjuknya,sesekali melihat ke arah pintu kamar dan melihat jam di tangannya.


Arjuna keluar kamar,


Dimas melongo melihat penampilannya,stelan jas mahal melekat pas di tubuh tegapnya dan tatanan rambut yang sudah di potong rapi.wajah Bram juga sudah bebas dari bulu yang lumayan lebat,hanya bulu tipis yang bertahta di sana menambah ketampanan seorang Abraham Wijaya yang sebenarnya.


"kalau begini sih aku bakalan kalah telak ini.,"batin Dimas melihat perubahan Arjuna.


"ayo berangkat,"ucap Bram berjalan melewati Dimas yang masih mangap menatapnya.


Di perjalanan Dimas sesekali melirik Bram,ini jauh berbeda dari biasanya,ia bahkan merasa sungkan untuk berbicara dengan Bram.


Suasana hening hingga sampai di parkiran kantor.

__ADS_1


Acara di adakan di aula kantor Bram.


Begitu keluar mobil perut Dimas kembali sakit.


"aduudu,mas perut aku sakit lagi,aku ke kamar mandi dulu ya bentar."ucap Dimas.


"hemm"jawab Bram.


"jangan masuk dulu."ucap Dimas lagi.


Bram menunggu di parkiran.Beberpa tamu yang datang menyapa nya,Bram hanya tersenyum menyapa balik mereka.


Di dalam gedung Gavin terlihat cemberut,,semua orang melarangnya untuk menambah eskrim,,ia baru saja sembuh dari demamnya.


"bunda sekali saja,"rengek Gavin.


"tadi Gavin bilangnya juga gitu ke bunda sekali saja,"ucap Mikaila memeluk sayang putra bontot nya.


"kakek,"rengek Gavin kepada kedua kakeknya namun keduanya juga menggeleng.


Gavin memalingkan wajah dan melipat ke duanya tangannya di dada.


"Arya dan Kelvin menggoda adiknya dengan memperlihatkan dua kap eskrim di tangan mereka.


Wajah Gavin sudah di tekuk tak karuan.


Saat ada kesempatan Gavin diam-diam ke stand eskrim dan mengambil dua kap besar eskrim dan pelan-pelan keluar dari sana.


Alex yang melihat Gavin keluar sendiri mengikuti kemana anak itu pergi.


Saat sudah sampai di luar kantor Gavin mencari tempat yang aman untuk menghabiskan eskrim nya tanpa ada yang melihatnya.


Matanya tertuju pada Bram yang sedang berdiri di samping Mobil nya.


"papaaa,"teriak Gavin berlari ke arah Bram,saking senangnya ia bahkan tak sadar eskrim di tangannya sudah terjatuh dan hanya memegang kapnya saja.


"Inilah papaku,,,papa Abrahamku bukan hantu monyet yang kemarin,"batin Gavin berlari sekencang-kencangnya tak ingin papanya menghilang lagi.


Gavin memeluk erat papanya,Bram berjongkok menyambut pelukan Gavin.


"papa jahat,,,,kenapa papa ninggalin Gavin,"ucap Gavin ngambek.


"maaf,"ucap Bram mencium pipi Gavin yang semakin mengembung.


Bram mengangkat Gavin duduk di depan mobil nya.


"papa Gavin punya eskrim,"memperlihatkan kap es krim yang sudah kosong.


Bram melihat kap eskrim tersebut dan tersenyum mengacak-acak rambut anaknya,tadi ia melihat eskrim itu jatuh saat Gavin berlari kepada.


"ya,,, eskrim nya hilang,"ucap Gavin kecewa.


Alex yang sedari tadi mengikuti Gavin langsung melaporkan apa yang dilihatnya.


Terimakasih sudah membaca 💗🙏👍💗


Like like like 🙏🙏🙏


Vote, vote dan komennya.


Sabar ya,😘😘😘


bentar lagi mereka ketemu kok,,,💖💗💖💗

__ADS_1


Banyak like ,vote dan komen kita up lagi 👍✌️✌️✌️✌️🤭🤭🤭🤭🤫😉😉


__ADS_2